Forgotten Memories

Forgotten Memories
BAB 2



"hm..jadi ini ya kelas nya" ucap Rasfa berada di depan kelas 10-A


"kenapa kelas nya harus bersebelahan sama ruang guru?"


"sudahlah mau gimana lagi, lebih baik masuk ke kelas saja"


Rasfa pun masuk ke kelas dan di dalam kelas hanya ada kursi kursi yang berjejeran dan peralatan peralatan lain nya yang biasa nya ada di sekolah, belum ada orang yang datang satu pun


ia pun tanpa pikir panjang dia langsung duduk di salah satu bangku yang paling belakang


"sepi sekali ya.."


"kayak kuburan, tapi kuburan juga gk terlalu sepi juga sih"


"dah lah lagi pula ini baru jam 06:47 jadi maklum belum ada yang datang, acara penerimaan juga mulai nya jam 07:30 jadi mungkin pada males"


"mending tidur" ucap Rasfa lalu tak lama kemudian ia pun tertidur


.


.


.


.


.


.


.


"woi..."


"woi bangun-"


"woi bangun tukang tidur!" teriak seseorang membangun kan Rasfa


"hm? siapa?" tanya Rasfa yang baru bangun dari tidur nya, mengedipkan mata nya berkali kali agar dapat melihat dengan jelas orang yg ada di depan nya


"murid kelas 10-A sama seperti mu" jawab orang itu


"kau tidak pergi ke aula? ini sudah jam 7 lewat loh"


"ini sudah jam 7 lewat apa kau tidak segera ke aula, kau kan juga perwakilan dari murid baru tahun ini kan?" ucap orang tersebut, menunjuk ke jam dinding yang ada di dalam kelas


setelah sadar sepenuh nya dari tidur nya Rasfa pun segera bangun dari kursi nya dengan terkejut dan langsung berlari keluar kelas meninggalkan orang itu


"sial! bagaimana bisa aku sampai ketiduran!" teriak Rasfa sambil berlari secepat mungkin menuju aula


jarak kelas rasfa ke aula cukup jauh butuh beberapa menit untuk sampai ke aula bila hanya dengan berjalan


setelah Rasfa sampai ke aula, untung nya acara nya belum di mulai, di sana para guru guru dan panitia acara belum selesai bersiap siap


"hah...ha...untung saja... acara nya.. belum di mulai.." ucap Rasfa kecapean karena habis berlari selama kurang lebih 12 menit


"baru kau yang datang?" tanya seseorang tiba tiba datang dari depan Rasfa dengan membawa sebuah kertas di tangan nya


"eh? ah ya" jawab Rasfa terkejut


"kalo gitu bersiap lah sambil menunggu satu orang lagi" ucap orang itu lalu pergi


"hah?satu orang lagi? siapa?untuk apa?" bingung Rasfa karena setau nya, perwakilan murid itu biasa nya hanya satu orang bukan dua orang atau pun lebih


seperti nya hanya sekolah ini yang berbeda


"Hei!" teriak seseorang dari kejauhan


Rasfa pun menoleh melihat ke arah sumber suara dan ternyata suara tersebut dari orang yang tadi berada di kelas sekaligus orang yang membangun kan nya tadi


"ada apa?" tanya Rasfa bingung


'ngapain di kesini? dia bukan bagian panitia acara kan? ' batin Rasfa yakin bahwa orang tersebut bukan bagian dari panitia


"kenapa kau tiba tiba lari sih? padahal belum di mulai juga acara nya" ucap orang tersebut dengan berlari mendekati Rasfa


"apa yang anda lakukan disini? anda bukan dari bagian panitia kan?" tanya Rasfa dengan bahasa formal


"ya.. bukan lah saya kan kelas 10 jadi gak mungkin lah bisa jadi panitia acara, yang bisa kan hanya dari kelas 11 sama kelas 12 saja" jawab orang tersebut berhenti berlari, sambil mengibas ngibas kan tangan nya


"benar juga, jadi ngapain anda ada di sini?" tanya Rasfa lagi


"Perkenalkan nama saya Nesya saya salah satu dari perwakilan murid baru sama seperti anda" jawab orang tersebut memperkenal kan diri dengan sedikit membungkuk dengan tangan kanan nya berada di pundak sebelah kiri sekaligus dengan smirk yang terlihat di wajah nya


--------------------------BERSAMBUNG------------------------