Forgotten Memories

Forgotten Memories
BAB 1



Pada malam hari langit tampak sangat gelap tanpa bulan yang menerangi sang malam, awan awan menutupi bulan hanya ada lampu lampu yang menerangi. Di sebuah gang yang sunyi terdapat dua orang laki laki yang usia nya tidak berbeda jauh, terlihat mereka terluka cukup parah, luka luka memenuhi sekujur tubuh mereka


Walaupun yang usia nya lebih muda lah yang terluka lebih parah dari laki laki yang usia nya lebih tua 2 tahun dari yang muda


"***** bertahan lah, jangan mati hanya karena luka yang seperti ini!!" teriak sang tertua sambil menangis berusaha mengobati luka luka orang yang ada di depan nya


"m-maaf *** aku..." rintih sang termuda yang sudah di ambang kematian


"Tenang saja! aku akan menyelamatkan mu, bagaimana pun cara nya" gumam sang tertua, menggenggam tangan orang di depan nya


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


'Kring...kring..kring


alarm berbunyi menunjukkan jam 06:00


terlihat seorang pemuda sedang tidur di kasur nya ,yang harus terbangun karena suara alarm


"berisik!" teriak sang pemuda, memukul alarm nya dengan keras


"hah...ganggu aja lagi tidur juga"


"ya..walaupun lagi lagi memimpikan hal yang sama"


"sudahlah lebih baik bersiap untuk berangkat sekolah, kalo telat bisa bisa di hukum" ucap sang pemuda beranjak dari tempat tidur nya


setelah sang pemuda itu bersiap siap ia pun langsung berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki karena sekolah nya lumayan dekat dengan rumah nya


setelah sampai nya di sekolah ia langsung mencari kelas nya


"..ini kelas nya dimana ya"


"kalo tidak salah di sekitaran sini kemarin bilang nya"


bahkan pemuda itu sudah hampir menyerah untuk mencari kelas nya


"hah...sudahlah lah nanti aja lagi nyari nya" gumam pemuda itu menyerah


"hei kau sedang apa?"ucap seseorang dari arah belakang


pemuda itu pun melihat ke belakang dan ternyata suara tersebut dari seorang perempuan, ia memiliki rambut pendek dan memakai sebuah kacamata


"ya? kenapa?" tanya sang pemuda karena tidak mendengar dengan jelas apa yang di ucapkan perempuan itu


"ku tanya kau sedang apa? dari tadi ku lihat mondar mandir kesana kemari tidak jelas" ucap perempuan itu mengulangi pertanyaan nya dengan di tambahkan beberapa kata


"oh.. itu.. saya sedang mencari kelas saya dari tadi tidak ketemu ketemu" ucap sang pemuda menjawab pertanyaan sang perempuan dengan sopan


"...memang nya kau kelas apa?" tanya perempuan itu


"kelas 10-A" jawab sang pemuda


"eh apa?" tanya sang perempuan ia seperti tidak percaya dengan jawaban dari sang pemuda itu


"sudah saya bilang saya dari kelas 10-A tanya lagi ku pukul kau" ucap sang pemuda ia memang sedang kesal sekarang


"eh maaf maaf" sang perempuan meminta maaf karena tidak mau baru hari pertama masuk sudah terkena masalah


"tapi ku tidak percaya kalau kau masuk ke kelas A karena jarang sekali ada murid yang bisa masuk ke kelas A palingan ya kelas B seperti saya" kagum perempuan itu


"heh..benarkah?" tanya pemuda itu tak percaya


'padahal test ujian masuk nya mudah' batin sang pemuda, mengingat ingat soal ujian masuk yang pernah ia kerjakan sebelum nya


"iya! bahkan tahun lalu hanya ada 3 murid saja yang bisa masuk ke kelas A setau ku"


"hm.. begitu ya yaudah, aku mau nyari kelas ku dulu"


"memang nya kau tau?" tanya perempuan itu dengan smirk yang terlihat di wajah nya


"tidak" jawab sang pemuda, acuh


"kau..." kesal sang perempuan, kemudian ia pun menghela nafas


"baiklah...kelas anda ada di dekat ruang guru kau tau kan ruang guru di mana?"


"oh.. terimakasih"ucap sang pemuda berniat pergi


"e-eh tunggu dulu!"


"apa?" tanya sang pemuda dia sudah kesal, ia ingin cepat cepat pergi ke kelas nya karena sudah muak mencari dari tadi


"n-nama" ucap sang perempuan, terlihat ragu


"ha?"bingung pemuda itu


"n-nama kau! siapa?" tanya sang perempuan


"...Rasfa" jawab sang pemuda yang bernama Rasfa tersebut lalu ia langsung pergi menuju kelas nya


"Ck langsung pergi gitu aja" gerutu sang perempuan


-------------------------BERSAMBUNG-------------------------