
"kalian ber dua cepat lah bersiap" ujar seorang panitia
"baik.." jawab Rasfa dan Nesya ber samaan
"lagi pula... ngapain sih harus ada perwakilan murid di acara penerimaan murid baru ini, palingan nanti hanya ber pidato saja" gumam Nesya, yang masih dapat di dengar oleh Rasfa
"mau gimana lagi, sebelum nya kenapa kau tidak tolak saja?" tanya Rasfa, sambil mengurus kertas kertas yang berisi naskah untuk berpidato nanti yang sempat di berikan oleh panitia acara
walau pun ia sudah hapal dengan isi naskah nya tapi ia tetap di suruh untuk membawa nya
"nanti malah tambah merepotkan kalo di tolak kan" jawab Nesya tanpa pikir panjang
"...sudahlah, lagi pula kita juga tidak usah repot repot buat pidato nya juga kan, semua nya sudah di siapkan oleh pihak sekolah" ucap Rasfa yang sebenar nya juga dia tidak mau menjadi perwakilan di acara upacara penerimaan murid baru ini,ia hanya terpaksa untuk menerima nya
"iya sih...tapi..ya sudahlah" ucap Nesya pasrah dari pada pembicaraan nya tak kunjung selesai
.
.
.
.
.
.
.
.
"akhir nya selesai juga acara nya...habis ini kita suruh ke mana tadi?" tanya Nesya ke Rasfa yang berada di samping nya
"ke papan peringkat kalo ingin saja"jawab Rasfa sambil membuang kertas kertas yang sudah tak terpakai
"papan peringkat? buat apa papan peringkat?"tanya Nesya bingung
"hah?kau tidak tau?" tanya Rasfa, dengan menatap aneh ke arah nesya
"Hm? oh ya aku baru ingat kalo di sekolah ini... peringkat adalah segala nya jadi di buat sebuah papan peringkat ya.."
"ya, begitu lah"
"e-eh tunggu dulu aku belum selesai membuang kertas kertas ini dan jangan menarik tangan ku seenak nya!!" protes Rasfa karena tangan nya di tarik dan ia juga belum selesai membuang sampah
"itu nanti saja bisa kan ayo cepat ke papan dari pada nanti keburu ramai!"seru nesya di selingi sedikit tawa yang menghiasi wajah nya
Rasfa pun hanya pasrah, jadi ia terpaksa harus membawa beberapa kertas yang belum ter buang di tangan nya
.
.
.
.
"wah ramai sekali..." kagum Nesya yang sudah sampai di tujuan dan sekarang ia masih memegang tangan nya rasfa
"yaudah kau kesana aja sendiri aku gak mau kesana" tolak rasfa berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman nesya
"kau juga ikut lah" ucap Nesya ikut menarik Rasfa ke keramaian
Rasfa pun ikut saja karena walaupun menolak nya ia tetap akan di tarik juga tangan nya
Mereka berdua pun menerobos keramaian agar bisa melihat dengan jelas peringkat nya
"Hm... jadi aku di peringkat berapa ya.." gumam Nesya melihat dari peringkat yang terbawah sampai teratas
"ah! ada! aku di peringkat....2? peringkat 2 teratas..dari semua murid yang ada dan semua murid nya ada 300 murid!, bagus juga" ucap Nesya, setelah itu ia mencari nama Rasfa
"peringkat 1 Rasfa *****tfir"
"eh? Rasfa kau..." ucap Nesya menatap Rasfa dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan seperti terkejut tapi seperti nya juga ada maksud lain yang tersembunyi dari balik tatapan nya itu
"apa? kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Rasfa dengan raut muka yang bingung
Nesya menutup setengah dari wajah nya menggunakan salah satu tangan nya, ia seperti sedang memikirkan sesuatu
"ah tidak tidak lupakan saja, ayo kita ke kelas saja" ucap Nesya menarik rasfa keluar keramaian
setelah keluar dari keramaian Nesya langsung melepas kan genggaman tangan nya dari Rasfa dan langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun
-------------------------BERSAMBUNG-------------------------