Forgotten Memories

Forgotten Memories
BAB 5



"Kak leska!" panggil seseorang dari kejauhan dengan berlari dan melambaikan tangan


Rasfa dan leska pun menghentikan kegiatan makan nya dan langsung melihat ke arah sumber suara


"hm? aika? kau sudah selesai menyerahkan dokumen nya?" tanya leska ke orang yang tadi memanggil nya


"sudah dong!" jawab orang tersebut, mendekati leska


"bagus! tidak ada masalah lagi kan yang harus di urus?" tanya leska, mengacungkan jempol nya


"ya! sudah tidak ada!" jawab aika, mengacungkan jempol nya juga


"hei bukan nya ada yang lebih penting lagi yang harus di sampai kan?" celetuk seseorang dari belakang aika


"oh iya! aku lupa" seru aika menepuk tangan nya sekali


"kakak kakak kata bu guru kita semua di suruh pergi ke ruang osis sekarang"


"semua nya? apa itu benar Nesya?" tanya leska melihat ke Nesya


" ya benar, orang yang lagi makan di situ juga harus ikut" jawab Nesya, melihat ke arah Rasfa


Leska dan Aika pun ikut melihat ke arah Rasfa


"Sejak kapan dia disitu?!" teriak Aika terkejut, karena tidak menyadari kehadiran Rasfa sebelum nya


"sejak tadi, sebelum kita dateng dia juga udah di situ" ujar Nesya


"b-begitu ya..aku tidak menyadari nya" ucap Aika, diakhiri dengan suara yang pelan


"berarti satu kelas ya di suruh nya...baiklah kalo gitu ayo!" seru leska,hendak berdiri dari tempat duduk nya


"kau tidak ngabisin makanan mu dulu?" tanya Nesya


"eh?"


"Rasfa udah selesai makan nya tuh" Nesya menunjuk Rasfa yang sekarang sedang mengobrol sama Aika


"cepat sekali..baiklah aku habisin dulu makanan nya" gumam leska, yang dapat di dengar nesya


Setelah itu mereka bertiga pun menunggu leska, sambil sedikit mengobrol walaupun yang paling banyak bicara adalah Aika


setelah beberapa menit menunggu leska pun sudah selesai makan, lalu mereka segera pergi ke ruang osis


"kalian tau ruang osis dimana?" tanya Rasfa tiba tiba


"hm...tidak" jawab Nesya


"tidak tau~" jawab aika, sambil mengangkat tangan nya


"tidak" jawab leska singkat


"lalu kita ke ruang osis nya bagaimana?"


"pake naluri!" jawab aika dengan percaya diri nya


"cari aja nanti juga ketemu" usul Nesya, dengan nada malas


"tanya ke murid lain?" usul leska


"eh? kenapa saya?!" sanggah leska


"kau kan yang mengusulkan"


"kau kan yang bertanya!"


Rasfa dan leska pun berdebat, cukup lama sedangkan aika dan Nesya hanya menonton bahkan aika menonton nya dengan perasaan takjud sambil menepuk tangan nya dengan cepat, sampai...


"hei kalian! jangan berantem di lorong sekolah!" teriak seseorang, menghentikan perdebatan Rasfa dan leska


"liat itu kalian jadi menarik perhatian murid lain nya!" orang itu menunjuk ke murid murid yang berkumpul, sedang melihat ke Rasfa dan leska walaupun jarak nya bisa di bilang cukup jauh


"HAH?!!" teriak Rasfa dan leska bersamaan


"oh kau, cewek petunjuk arah" ucap Rasfa, setelah melihat ke perempuan itu yang ternyata perempuan yang sebelum nya yang telah memberi tau kan arah kelas nya


"AP- aku bukan cewek penunjuk arah! aku punya nama!!" sanggah perempuan itu


"oh ya! bukan waktu nya untuk itu aku harus segera ke ruang osis!"ujar sang perempuan, melangkah pergi


"Hm? tunggu, kau juga dipanggil keruang osis?" tanya Rasfa


setelah mendengar pertanyaan Rasfa perempuan itu langsung menghentikan langkah nya dan berbalik melihat ke arah Rasfa dan melihat orang orang yang berada di sekitar Rasfa


"ya,kalian juga?"


Rasfa, Leska, Nesya, dan Aika mengangguk bersamaan sebagai jawaban pertanyaan orang itu


"kalo gitu cepat ayo ke ruang osis" ajak orang itu, berjalan lebih dulu


"Ya ayo!" seru aika, mengikuti dari belakang


setelah saling bertatapan Rasfa Leska dan Nesya pun ikut mengikuti dari belakang


mereka semua pun sekarang sudah sampai di depan ruang osis salah satu dari mereka mengetuk pintu setelah beberapa detik menunggu terdengar suara dari dalam


"masuk"


orang yang di depan pun membuka pintu lalu masuk ke dalam di iringi yang lain


"hm? wakil kepala sekolah?" gumam Nesya


"hei ngapain wakil kepala sekolah ada disini?" bisik perempuan tadi ke Rasfa yang berada di samping nya


"mana ku tahu" bisik Rasfa ke perempuan itu


Mereka pun berbaris mengarah ke samping dengan rasfa yang berada di tengah, leska yang berada paling kiri dan Nesya yang berada di kanan


di depan mereka terdapat wakil kepala sekolah yang berada di depan di samping nya adalah ketua osis dan di belakang mereka terdapat seluruh anggota osis


"Ada keperluan apa anda memanggil kami pak?" tanya Rasfa, sopan


"mulai sekarang kalian..." jawab nya, menjeda kalimat nya


"akan menjadi anggota osis" lanjut nya membuat semua nya terkejut kecuali para anggota osis mereka hanya diam.


------------------------BERSAMBUNG--------------------------