Forgotten Memories

Forgotten Memories
BAB 6



"EHH?!!" teriak aika dan cewe petunjuk arah terkejut sedangkan Rasfa dan leska hanya terkejut tidak berteriak dan Nesya sedang memproses apa yang di katakan sang wakil kepala sekolah karena tadi ia sempat melamun sebentar


"maaf sebelum nya tapi pak bagaimana bisa, bukan nya anggota osis di tentukan saat kelas 11?" tanya Rasfa sopan, yang terlihat tenang walaupun ia masih sangat terkejut


"y-ya itu benar tapi mengapa kita langsung di pilih tanpa ada pemilihan apa pun? apalagi kita yang masih kelas 10" ujar leska, yang masih terlihat terkejut


"itu sudah peraturan yang ada di sekolah ini, bila anggota osis akan di pilih dari kelas 10 sesuai dari peringkat para siswa" jawab wakil kepala sekolah menjelaskan


"eh? apakah benar?" tanya Rasfa menoleh ke kanan yang terdapat Nesya dan si perempuan tak bernama


"tidak tau" jawab cewek tak bernama dengan ekspresi kebingungan, sedangkan Nesya hanya menggeleng sebagai jawaban


rasfa pun beralih melihat ke arah kiri yang terdapat leska dan Aika


mereka berdua hanya menggeleng menandakan mereka juga tidak tau


Rasfa pun kembali melihat ke depan, melihat ke wakil kepala sekolah


"baiklah jika itu sudah peraturan yang ada di sekolah ini kami akan menyetujui nya" ucap Rasfa dengan tenang


"memang harus begitu" ucap wakil sekolah


"baiklah Rasfa anda akan menjadi ketua osis" ucap nya


"wakil Leska, bendahara Aika, sekretaris Nesya,sekbid Resza dan Kria"


"Baik pak" ujar semua nya bersamaan


"eh? Resza?Kria? siapa?" tanya Aika


"Kria itu saya" jawab cewek petunjuk arah dengan mengangkat satu tangan nya


"oh..lalu Resza siapa?" tanya Aika lagi


"Resza murid dari kelas A dia tidak masuk hari ini, bila besok dia masuk beritau dia" jawab pak wakil menjawab pertanyaan Aika


"Baik!" ujar semua nya bersamaan


"kalian boleh keluar besok baru kalian melakukan tugas osis kalian"


"Baik pak! kami permisi" ucap semua nya dengan sedikit membungkuk lalu mereka pun pergi keluar


.


.


.


.


.


.


Pada pagi hari yang cerah di sebuah lorong sekolah yang masih sangat sepi terdapat seseorang sedang ber lari dengan Ter buru buru


"Sial! aku lupa mengisi lembaran kertas tentang OSIS! nanti harus di kumpulin lagi!" teriak Rasfa yang sedang berlari dengan terburu buru saat ini


ia berlari menuju kelas nya saat sudah sampai di depan pintu kelas ia langsung membuka pintu dengan sangat kencang


lalu Rasfa langsung masuk ke dalam kelas sambil melihat lihat sekitar memastikan apakah sudah ada yang datang atau belum


dan ia melihat seseorang sedang tertidur di samping bangku yang kemarin ia duduki


"siapa?"


Rasfa pun mendekati orang tersebut, terlihat orang itu perlahan membuka mata nya


"ah maaf apakah saya membangun kan anda?" tanya Rasfa dengan sopan


"hm..tidak..." jawab nya yang masih setengah sadar


'dia siapa? apakah si Resza? mungkin iya' batin Rasfa, mengingat perkataan wakil kepala sekolah kemarin


"kau..." ucap orang itu bangun dari tempat duduk nya dan ia terlihat sangat terkejut


"apa ada yang bisa saya bantu?"


"Kau Rasfa kan!?" teriak nya, memegang kedua pundak Rasfa, dengan senyuman yang terlihat di wajah nya


"b-benar saya Rasfa apa sebelum nya kita pernah bertemu?" bingung Rasfa, seperti nya ia belum pernah melihat orang ini sebelum nya


"ini aku! apa kau tidak ingat?"


"maaf seperti nya anda salah mengenali seseorang"


"tidak! aku tidak mungkin salah! apa kau lupa? ini aku Resza.." bantah orang itu menjeda kalimat nya dan terdapat kekecewaan dan harapan yang terlihat di wajah nya


-------------------------BERSAMBUNG-------------------------