
Dalam perjalanan pulang kami tak bicara apapun, aku merasa canggung berdua bersama Mr. Andra jadi aku memilih memalingkan wajahku ke jendela mobil.
"Oh iya Safya.."
Saat Mr. Andra ingin bicara
Tiba-tiba hp ku bergetar
Drttt.. drtttt...
"Maaf Mr, boleh saya angkat telepon dulu"
"Ya silahkan.."
Ucap Mr. Andra
"Hallo, Assalamualaikum"
"...."
"Maaf ini siapa ya..?"
"...."
"Ohh kamu Kyo, aku kira siapa, btw ada apa ya..?"
Mr. Andra langsung melihatku
"...."
"Iya pasti nanti aku save kok nomor kamu"
"...."
"Aku masih dijalan pulang nih"
"...."
"Iya"
"...."
"Waalaikum salam"
"Siapa dia..?"
Tanya Mr. Andra
"Ini Mr, dia Kyo teman saya yang saya temui di Mushola tadi"
"Apa kamu menyukainya..? Karena saya perhatikan kamu terdengar gembira berbicara dengan dia"
"Haaa... Tentu tidak Mr. Andra, dia sudah saya anggap seperti kakak saya sendiri"
"Syukurlah kalau kamu tidak menyukainya"
"Emangnya kenapa Mr...?"
"Karena kamu tidak cocok dengan si Kyo itu"
"Bagaimana Mr tau kalau saya tidak cocok dengan dia, sedangkan Mr belum pernah bertemu dengannya"
"Karena... Saya yakin ada orang yang lebih pantas untuk kamu"
Ucap Mr. Andra sambil menatap mataku
"(Dan saya harap orang itu adalah saya Safya)"
Ucap Mr. Andra dalam hati
Aku langsung memalingkan pandanganku dan mengalihkan pembicaraan, untung saja sudah hampir sampai rumah paman
"Mr. Andra, di depan belok ke kanan"
Seketika Mr. Andra langsung kembali fokus melihat jalan
"Nah, itu rumah paman saya berwarna putih"
"Ini rumah paman kamu..?"
"Iya Mr, memangnya ada apa ya..?"
"Seingat saya, saya pernah kesini, kalau tidak salah waktu itu diajak oleh kakak saya menemui teman bisnisnya.. Bang Arfatab, ohh.. jadi kamu keponakannya Bang Fatab"
"Ahh iya Mr, saya keponakannya, sepertinya Mr. Andra sudah kenal dekat dengan paman saya"
"Tentu saja, kami sudah seperti keluarga, kakak saya dan bang Arfatab sudah lama jadi rekan bisnis, jadi kakak saya sering mengadakan pertemuan keluarga dengan beliau, tapi terakhir kali saya kesini saat berusia 19, setelah itu saya kuliah ke London selama 4 tahun, lalu langsung mendapat tawaran pekerjaan disana, dan baru kembali ke Turki 6 bulan yang lalu, jadi kurang lebih sudah 10 tahun tidak kesini"
"Wah.. Mr. Andra betah sekali ya tinggal di London, lalu kenapa pulang ke Turki..?"
"Ya, saya betah sekali disana, saya pulang karena kakek saya meninggal dunia, dan ibu saya sedang sakit sehingga saya diminta kakak saya untuk tidak kembali ke London lagi, karena ibu saya jelas membutuhkan anak-anaknya dimasa sulit seperti ini, dan saya rasa sekarang saya lebih betah tinggal di Turki"
Ucap Mr. Andra sambil menatapku
Tiba-tiba Tante datang
"Eh.. Safya kamu udah pulang, kenapa tidak masuk..? Loh, kamu bukannya Antonio kan?"
"Iya kk, Saya Antonio adiknya Alexander Wesbi Aczean"
"Ya ampun... Kamu sudah besar ya dan makin tampan aja kamu.."
Ucap Tante sambil memeluk Mr. Andra
"Hhhh.. kk bisa saja"
"Ya udah ayo masuk"
"Gk usah kk, saya langsung pulang saja, soalnya ada urusan lagi, assalamualaikum.."
"Waalaikum salam, besok2 jangan lupa mampir lagi ya.."
"Iya kk, pasti.."
Ucap Mr. Andra sambil masuk ke dalam mobil
Ketika Mr. Andra sudah pergi
"Safya.. kamu pacaran ya sama Antonio..?"
"Haa... Tentu saja tidak tante.. Mr. Andra itu dosen aku, jadi tidak mungkin kalau kami
pacaran"
"Hmm.. yakin hanya dosen..? Dosen kok bela-belain sampai mengantar kamu pulang..?"
Ucap Tante meledekku
"Tante... Sudah ah, jangan bahas soal Mr. Andra lagi, Safya masuk duluan ya"
"Hhhh.. kalau pun kalian punya hubungan spesial tidak apa-apa kok, Tante sama paman justru senang"
Aku hanya tersenyum membalas ucapan Tante, dan bergegas masuk kedalam
Antonio Andravit Aczean
Firsafya Asdrei Erzac
Tante Safya (Rafezay Visaqra Erzac)
Alexandre Wesbi Aczean
Kyo (Kyoraf Ali Ardewabil)