Find My One And Only

Find My One And Only
Part 5 Hukuman apa yang Mr. Andra berikan..?



Sava pun langsung mengantarku sampai ke depan kelas, setelah itu ia langsung kembali ke kelasnya tanpa berkata apapun padaku, karena mungkin dia masih kesal.


Saat aku masuk kelas, pembelajaran sudah dimulai, seluruh mahasiswa yang ada dikelas dan Mr. Andra pun langsung menatap kearahku, aku pun langsung bergegas menemui Mr. Andra untuk meminta maaf atas keterlambatanku.


"Assalamualaikum, ma..maaf Mr. Andra saya telat"


Ucapku gugup


"Waalaikum salam, silahkan duduk, setelah kelas selesai temui saya diruangan saya"


Ucap Mr. Andra dengan ekspresi serius


"Baik Mr, terimakasih"


Aku pun langsung ke tempat dudukku dengan perasaan gugup dan deg2kan.


Selama kelas berlangsung, aku tak tenang, karena terus kepikiran tentang hukuman apa yang akan Mr. Andra berikan padaku nanti.


Pukul 4:00 PM kelas pun telah selesai,


"Baik semuanya, untuk kelas hari pertama ini telah selesai, jaga kesehatan kalian, sampai jumpa besok, good afternoon"


"Good afternoon sir"


Ucap para mahasiswa


Mr. Andra langsung bergegas meninggalkan kelas menuju ruangannya


"Ya Allah bagaimana ini, aku gugup sekali ingin menemui Mr. Andra, aku pun tak tau dimana ruangan Mr. Andra"


Ucapku dalam hati


Aku langsung bertanya pada salah satu mahasiswa yang tersisa dikelas


"Maaf, boleh aku bertanya sesuatu?"


"Ya, silahkan"


Jawabnya


"Apa kamu tau dimana ruangan Mr. Andra?"


"Ohh.. Itu diujung dekat parkiran dosen, kamu belok ke kanan, dan di paling ujung ada ruangan bertuliskan ruangan dosen, kamu masuk aja kesitu lalu naik ke lantai 4, di lantai 4 ada ruangan nomor 7 bertuliskan Antonio Andravit Aczean, nah disitu ruangan Mr. Andra"


"Haa.. kamu serius?? Dilantai 4?"


"Ya.. untuk apa saya bohong, kamu jangan kaget gitu, Universitas ini adalah salah satu universitas terbesar dan terbaik di Turki, jadi tak heran jika disini dosennya banyak, untuk satu jurusan saja ada kurang lebih 23 dosen yang mengajar bergantian, jadi ruangan dosen dibuat bertingkat"


"Wow.. aku baru mengetahuinya, terimakasih ya sudah memberitauku"


"Iya sama-sama, btw kenapa kamu bertanya dimana ruangan Mr. Andra?, Apa kamu mau minta materi yang tertinggal tadi?, Kalau kamu mau bisa pinjam bukuku untuk menyalinnya"


"Oh bukan, sebenarnya aku disuruh beliau ke ruangannya, tapi kalau boleh aku pinjam bukumu aku akan sangat berterima kasih"


"Ohh gitu, okay ini bawalah"


"Terimakasih banyak ya, kamu sangat membantuku"


"Iya, sama-sama, kalau begitu cepatlah menemui Mr. Andra, kasian beliau menunggu, oh iya aku Deris Adyovan Harrygan, maaf namamu siapa ya, aku lupa"


"Aku Firsafya Asdrei Erzac, sekali lagi terimakasih ya, aku duluan, assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Ya Allah indah sekali matanya, ucap Deris dalam hati


Aku pun langsung bergegas mencari ruangan Mr. Andra,


Setelah sampai dilantai pertama, aku bertemu banyak dosen yang akan berjalan keluar untuk pulang, mereka melihatku sambil tersenyum, dan ternyata kebanyakan dosen disana adalah laki-laki


Akhirnya aku sampai dilantai 4 didepan ruangan nomor 7 bertuliskan Antonio Andravit Aczean, aku sangat gugup, dan akhirnya aku memberanikan diri mengetuk pintunya,


"Masuk"


"Assalamualaikum Mr. Andra"


"Waalaikum salam.... Safya kenapa kamu bisa telat masuk kelas 15 menit tadi...?"


Ucap Mr. Andra yang sedang berdiri menghadap jendela


"Ma.. maaf Mr. Andra, tadi saya bertemu teman saya di mushola dan kami berbincang hingga saya lupa kalau sudah waktunya masuk kelas"


"Siapa temanmu itu..? Apa dia lebih penting dari pelajaranmu..?"


"Bukan begitu Mr. Andra, dia adalah teman pertama saya di negara ini jadi saya senang bisa bertemu dia lagi, dan saya disini untuk menuntut ilmu jadi sudah tentu pelajaran saya yang lebih penting"


"Dia teman pertama kamu di negara ini..? Itu artinya kamu bukan asli Turki..?"


"Bukan Mr, kalau Mr. Andra mau menghukum saya, saya akan terima, asalkan Mr. Andra memaafkan saya"


"Siapa yang akan menghukum kamu.. saya tidak akan memberi hukuman, tapi malam Minggu besok kamu harus ikut dinner dengan saya, saya ingin bicara dengan kamu, apa kamu tidak keberatan..?"


Ucap Mr. Andra sambil mendekatiku dan menatap mataku, hampir saja kami bersentuhan


Aku pun langsung melangkah mundur


"Ba.. baik Mr. Andra, saya tidak keberatan"


"Baik, saya jemput kamu jam 7:00 PM, kamu jangan mengajak siapa pun, karena saya hanya mau bicara berdua saja, dan ketik nomor hpmu disini"


Ucap Mr. Andra menyuruhku sambil memberikan hpnya


"Ini Mr, nomor hp saya, kalau begitu saya permisi dulu Mr, assalamualaikum.."


Ucapku terburu2 pergi karena aku merasa canggung berada di ruangan itu berdua bersama Mr. Andra


"Eits... Siapa yang menyuruhmu keluar"


Ucapan Mr. Andra seketika menghentikan langkahku


"Saya akan mengantarmu pulang"


Ucap Mr. Andra sambil membereskan laptopnya


"Ta.. tapi Mr.."


Belum selesai aku bicara Mr. Andra sudah beranjak keluar


Aku pun langsung menyusulnya


Saat di parkiran, beliau langsung membukakan pintu mobilnya untukku


"Mr. Andra tidak usah repot-repot, saya akan dijemput dengan pk Bian, supir paman saya"


"Biar saya yang bicara dengan pk Bian nanti, sekarang masuklah"


Aku tak memiliki pilihan, akhirnya aku masuk ke mobil Mr. Andra


Antonio Andravit Aczean



Firsafya Asdrei Erzac



Deris Adyovan Harrygan