Find My One And Only

Find My One And Only
Part 2 Teman baru di taman



Setelah selesai sarapan aku dan paman pun langsung ke University of Turkish Aeronautical Association di Ankara, Turki. Di universitas ini aku memilih jurusan penerbangan Aeronautical Science (Flight Training). Sejak kecil aku ingin sekali menjadi seorang pilot seperti ayah.


Sesampainya disana paman langsung mengurus semuanya kebetulan ia punya teman dekat dikampus itu, sedangkan aku berkeliling untuk melihat-lihat ditemani pak Bian.


Setelah selesai paman menghubungiku untuk segera Kembali ke mobil,


Sesampainya di parkiran,


"Bagaimana paman, apa semua lancar?"


"Tentu saja Safya, besok kamu sudah bisa berangkat kuliah diantar oleh pak Bian ok"


"Terimakasih banyak paman"


Jawabku kegirangan sambil memeluk paman.


Setelah itu kami langsung menuju ke restoran paman yang terletak tidak jauh dari kampusku.


Sesampainya disana,


"Wow... restoran paman cukup besar dan sangat ramai ya"


"Haha...kamu bisa aja"


"Ya sudah ayo masuk, paman sudah memesankan hidangan spesial untuk kamu"


Kami pun masuk kedalam, disana paman memiliki 15 koki dan 20 pelayan yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya masing-masing, diluar paman juga memiliki 4 bodyguard yang ditugaskan untuk menjaga keamanan di restorannya.


Di Turki paman memiliki 40 cabang restoran yang tersebar di seluruh Turki


Tidak hanya di Turki tapi paman memiliki banyak cabang restoran diantaranya di Dubai, Inggris, Italia.


Tak heran ia dengan entengnya membiayai kuliahku disini.


Ketika sedang duduk bersama paman sambil berbincang-bincang,


"Silahkan hidangannya nona"


Ucap salah satu pelayan


"Nah, makanannya sudah datang"


"Ayo Safya segera dinikmati"


Tiba-tiba ponsel paman berdering


"Drrrrttt drrrrttt.... sebentar ya Safya"


"Ya paman"


"Halo..."


".........."


"Haruskah hari ini?"


"..........."


"Baiklah saya akan segera kesana."


"Safya sayang maafkan paman, paman tidak bisa menemanimu sampai rumah, soalnya paman ada urusan mendadak di salah satu restoran paman yang lain, jadi Safya lanjutkan makan sendiri ya, setelah itu nanti pak Bian akan mengantarkan kamu pulang, atau kalau kamu mau jalan-jalan melihat-lihat kota ini gx papa kok, dan ini gunakan untuk membeli apapun yang kamu inginkan ya"


Ucap paman terburu-buru sambil menyodorkan kartu ATM miliknya,


"Tapi paman... tidak usah repot-repot, nanti kalau Safya butuh sesuatu Safya bisa minta sendiri kok"


"Safya.. paman tidak repot, justru paman senang memberikannya, dan tolong jangan menolaknya... Paman pergi dulu... Kamu hati-hati dijalan ya"


Ucap paman sambil memelukku dan berjalan pergi ke luar


"Terimakasih banyak paman, paman juga hati-hati"


Balasku, dan paman tersenyum sambil melihatku dari pintu restoran


Setelah selesai makan aku langsung mengajak pak Bian untuk kembali ke rumah paman, saat diperjalanan aku melihat sebuah taman yang terletak tidak jauh dari restoran, disana terlihat indah dan sangat tenang, aku sangat ingin sekali kesana, dan langsung menyuruh pak Bian mengantarku kesana, aku pun duduk dikursi taman sambil termenung, teringat ayah,


Tiba-tiba seseorang memecahkan lamunanku,


"Hey.. boleh aku duduk?"


Ucap seorang pria padaku


Aku pun langsung melihat kearahnya


"Boleh, silahkan"


Sambil mengalihkan pandanganku darinya


"Kalau boleh tau kamu sedang apa disini?, Maaf karena sebelumnya aku belum pernah melihat seorang wanita duduk sendiri di taman ini"


"Aku hanya...."


"Kenapa? Apa ada masalah?, Kamu bisa cerita padaku kalau kamu mau"


"Aku merindukan ayahku"


"Memangnya ayahmu tinggal dimana, mengapa kamu tidak menemuinya kalau kamu merindukannya?"


"Ayahku sudah meninggal sejak 13 tahun yang lalu"


"Ya ampun maaf ya aku jadi bikin kamu sedih, maaf... banget.. tolong kamu jangan marah"


"Iya... Gx papa kok"


"Lalu sekarang kamu tinggal sama siapa?"


"Aku tinggal bersama paman dan tanteku disini"


"Memang sebelumnya kamu tinggal dimana?"


"Aku pindahan dari Spanyol, disana aku tinggal bersama ibu, tapi karena disana ibuku tidak mampu membiayai kuliahku, jadi aku dititipkan pada pamanku disini untuk melanjutkan kuliahku"


"Oh begitu.. kalau boleh tau dimana rumah pamanmu?"


"Rumah pamanku terletak disalah satu kompleks perumahan dekat rumah sakit"


"Oh ya.. ya.. sepertinya aku tau kompleks perumahan yang kamu maksud. Boleh aku antar pulang?"


"Tidak perlu repot-repot, aku bisa pulang bersama pak Bian"


"Salah satu supir pamanku"


"Baiklah kalau begitu hati-hati dijalan ya"


"Iya terimakasih"


Saat aku akan beranjak..


"Tunggu... aku lupa tanya nama kamu siapa ya?"


"Firsafya Asdrei Erzac, kamu bisa panggil aku Safya. Kalau kamu?"


"Kenalin, aku Kyoraf Ali Ardewabil, panggil aja Rafli"


"Oh ok.. aku pergi dulu.."


"Ok sampai jumpa lagi Safya.."


Sambil melambaikan tangannya kearah kepergianku


(Dalam hati Rafli "Ya Tuhan cantik sekali wanita itu..")


Sehabis dari taman aku langsung pulang ke rumah paman


"Eh.. Safya udah pulang.. gimana tadi pendaftarannya sayang?"


Tanya tante Visa yang langsung menyambutku


"Alhamdulillah semua lancar tante kan udah diurus semua sama paman."


"Alhamdulillah kalau gitu, ngomong-ngomong paman kamu mana kok tidak pulang bareng kamu?"


"Itu tante tadi paman katanya ada urusan mendadak di restorannya yang lain, makanya tadi buru-buru pergi"


"Oh ya udah kalau gitu.. kita langsung makan yuk"


"Tante...."


"Iya sayang"


"Ini aku mau mengembalikan kartu ATM yang paman kasih tadi"


"Loh kenapa dikembalikan..? Apa kartunya rusak?"


"Ng...nggak kok tante, Safya cuma gx mau aja ngerepotin Paman dan Tante"


"Ya ampun Safya.. Kamu gx boleh gitu.. Paman dan Tante gx merasa direpotkan kok.. Malah kami sudah mendiskusikan ini sebelum kamu pindah kesini, jadi tolong diterima ya."


"Tapi Tante... Safya gx enak sama ibu, disini Safya dapat semua yang Safya butuhkan tapi ibu disana dalam keadaan susah"


" Safya tenang aja.. Ibu kamu udah dicarikan pekerjaan yang jauh lebih baik sama pamanmu disana, jadi kamu gx perlu khawatir"


"Beneran tante?"


"Iya sayang"


"Makasih banyak ya tante dan paman udah begitu banyak membantu aku dan ibu"


"Iya"


Jawab tante sambil memelukku.


"Ya udah ayo kita makan"


"Tapi.. apa kita tidak menunggu paman sampai dulu Tante?"


"Gx usah sayang.. pamanmu itu kalau sudah menyangkut urusan restoran yang penting pasti dia akan lama sampai rumah, kadang bisa sampai larut malam."


"Oh baiklah kalau gitu tan,..oh iya Gyo sama Vyo dimana Tan?"


"Mereka nginap tempat neneknya untuk 3 malam, katanya mereka kangen banget sama neneknya, tadi siang dijemput oleh mamanya tante"


"Wah sayang banget... dari kemarin kami belum sempat ngobrol"


"Ya kamu tau sendirilah mereka itu sangat pendiam dan pemalu, makanya tidak pernah memulai pembicaraan duluan sama kamu"


Ucap tante sambil tersenyum,


"Gx papa kok tante, meskipun begitu mereka anak-anak yang baik, buktinya mereka gx pernah jahilin Safya selama disini"


Tante tersenyum mendengar ucapanku


Selesai makan malam aku langsung kembali ke kamar dan berusaha menghubungi ibu tapi nomornya selalu tidak aktif dari kemarin, aku semakin khawatir dan akhirnya aku menghubungi tante Reca teman sekantor mama


"Halo Tante... Ini Safya"


"Ohhh Safya... Ada apa nak?"


"Maaf tante ganggu malam-malam, Safya cuma mau tanya apa ibu hari ini ada di kantor?, Safya takut ibu kenapa-kenapa soalnya dari kemarin nomornya gx aktif"


"Ibu kamu kemarin ke kantor kok, cuma ya lebih pendiam aja akhir-akhir ini, dan kelihatan agak pucet gitu, tante tanya kenapa katanya kecapean, jadi disuruh pak bos istirahat dirumah sampai baikan"


"Terus kenapa gx bisa dihubungi Tante?"


"Oh itu.. katanya dia lagi gx mau diganggu siapa-siapa, makanya HP-nya dimatiin dari kemarin, kalau ada pesen dari pak bos tante yang disuruh nyampein ke ibu kamu"


"Oh gitu ya Tante.. Ya udah terimakasih banyak ya tante.. kalau ada apa-apa sama ibu tolong kasih tau Safya"


"Iya sayang kalau ada apa-apa pasti tante kasih tau"


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Firsafya Asdrei Erzac



Kyoraf Ali Ardewabil



Tante Reca



Cast paman, Tante, dan ibu Safya ada di part 1, begitupun cast-nya Gyo dan Vio