Faradox

Faradox
pemberontakan part akhir



Di istana, shiva di serang oleh perempuan asik, dan mereka bertarung di dunia pararel buatan perempuan itu.


Serangan-serangan dari pertarungan mereka, mengakibatkan lubang besar di tanah, gunung terhempas, dan langit hancur.


"Bagaimana kalian bisa keluar? Killa seharusnya masih menjaga segel itu!"


"Tubuh ini hanyalah avatar kami, tubuh asli kami masih tersegel di dalam sana"


"Jadi begitu. Energi sihir yang sebelumnya adalah, energi sihir untuk membentuk avatar kalian!"


"Itu benar"


Mereka berdua berbicara sambil menyerang dan menangkis serangan satu sama lain dengan sangat cepat.


Hingga mereka saling menahan serangan mereka.


"Apa yang sebenarnya kalian rencanakan?"


"Hehehe.... Kau akan segera tau"


Di tempat lain.


Vilsarah sedang kesusahan menghadapi shinki.


"Hahahahaha...... Mau berapa kali pun kau mencoba, kau tidak akan bisa melawan ku!"


Vilsarah terus terkena serangan milik shinki, dan serangan vilsarah tidak ada yang mengenai shinki.


"Aku sudah mengatur takdir mu, segala serangan mu tidak akan mengenai ku"


Shinki mempermainkan vilsarah.


Tiba-tiba, serangan petir datang dan menyambar shinki.


"Akhirnya kau berdiri juga, pangeran"


Dengan tubuh yang masih gemetar, blade berhadapan dengan shinki.


"Sudah cukup.... Aku akan menghentikan mu!"


Blade mengarahkan pedang ke dadanya, dan menusuk dirinya dengan pedang nya.


"Hgn...."


"Blade!!!"


"Hm? Apa yang coba kau lakukan?"


Darah milik blade mengalir, dan darah itu tiba-tiba berubah menjadi warna ungu dan menyala terang.


""


Pedang yang menancap tubuh blade menghilang. Dan dunia itu terguncang sangat hebat, bahkan guncangan nya lebih hebat dari pada sebelumnya.


Awan gelap terkumpul di langit membentuk sebuah pusaran, petir ungu dan biru terus bermunculan, dan berlahan pedang besar dan berbentuk belah ketupat menutupi kedua sisi pedang, batu mulia glasir biru dan pirus terdapat pada pegangan pedang. Pedang itu dilapisi oleh aura petir ungu dan biru, turun dari atas langit.


"Tidak kusangka kau benar-benar melakukan nya"


Pedang itu turun di hadapan blade, dan blade mengambil pedang itu. Bahkan dunia perlahan mulai hancur hanya dengan keberadaan dari pedang itu.


", teknik Penukaran nyawa penggunanya dengan kekuatan tersembunyi dari keluarga kuroyami. Jadi itu bentuk sejati dari pedang mu. Mengagumkan!" shinki bertepuk tangan dan kagum akan bentuk pedang itu yang begituh indah.


Shinki mengangkat pedangnya ke arah blade, tapi dalam sekejap, blade sudah berada di samping shinki dan menebas pedang shinki hingga patah.


"Ha....?"


Lalu blade melanjutkan nya dengan tebasan di kepala, tapi shinki menghindarinya.


"(Apa tadi itu? Kenapa aku tidak bisa melihat gerakannya?)"


Vilsarah terbang dari belakang shinki dan menyerangnya.


"(Sialan, ternyata dia masih bisa bergerak! Menangkis atau menghindari serangannya juga percuma saja)"


Shinki menerima serangan vilsarah dan membuatnya terlempar jauh ke belakang.


"Kalau begitu!"


Shinki mengangkat pedang miliknya yang patah, tapi tidak terjadi sesuatu.


"Apa ini? Kenapa aku tidak bisa mengendalikan konsep di dunia ini lagi?"


"Jawabnya mudah. Karena aku sudah merusak pedang itu, apapun yang dirusak oleh pedang milikku tidak akan bisa kembali lagi"


Shinki langsung panik mendengar perkataan blade.


"Ini adalah yang terakhir"


Blade mengangkat oedangnya ke atas, dan seluruh energi sihir miliknya terkumpul di pedang itu.


"Tu-tunggu dulu pangeran. Kita bisa bicarakan ini baik-baik kan?"


"Tidak ada yang perlu dibicarakan dengan mu!!"


Blade mengajukan pedangnya dan menebas shinki.


Di tempat lain.


Tia dan titania kesulitan melawan heis, bahkan mereka menerima luka dan kutukan yang cukup banyak.


"Ahahahahah.... Ini adalah akhir bagi kalian. Menyesal lah karena telah membuat ku marah!!!"


Heis melempar tombaknya ke arah mereka berdua. Tapi tia dengan cepat menembak tombak itu, hingga arah dari tombak itu berubah.


"Kalian masih ingin melawan ku? Ahahahaha..... Dengan kondisi seperti itu, kalian telah terkena kutukan kematian ku. Dalam waktu 10 menit lagi, kalian akan mati"


"Percuma saja, kekuatan rajamu hanya membuatmu bisa mengubah masa depan saja, kau tidak akan bisa menghilangkan kutukan itu"


"Begitu juga dengan mu"


"Ha?"


""


Tia menembakkan kutukan pada heis, dan itu tepat mengenai rune miliknya.


"Apa yang kau lakukan?"


"Aku menaruh kutukan yang sama dengan yang kau tanamkan pada kami. Jadi kita lihat siapa yang akan mati duluan"


"Sialan!!!"


Titania bergerak dengan cepat ke belakang heis, heis yang menyadarinya mencoba untuk menangkis nya, tapi tiba-tiba saja rune miliknya seperti di remas, itu membuatnya berteriak kesakitan. Dan serangan titania juga berhasil mengenai nya dan membuatnya terlempar.


"Ghn..... Apa itu?"


"Aku lupa bilang, kutukan milikku juga membuat orang yang terkena merasakan sakit yang luar biasa pada rune miliknya jika kau melakukan perlawanan pada tuan mu. Aku menandai diriku dan titania sebagai tuanmu, jadi kau tidak bisa berbuat apa-apa sekarang"


"Jadi sekarang, kita bisa berbuat apapun tanpa takut dia akan melawan. Hahahaha... Waktunya serangan balas!"


Titania menendang heis ke udara, dan menendangnya berkali-kali di atas, lalu menendangnya kembali ke bawah. Sebelum heis menyentuh tanah, Titania menendangnya kembali hingga membuatnya terlempar ke depan, dan membuatnya pingsan.


Kutukan milik heis pun menghilang, dan kutukan milik tia juga menghilang karena tia kehabisan energi sihir.


Tia hampir terjatuh, tapi titania langsung menahannya.


"Kau tida apa-apa tia?"


"Ya... Aku cuman kelelahan saja"


Kembali ke pertarungan blade dan vilsarah.


Blade berhasil menebas shinki, tapi tebasan milik blade bahkan tidak melukai shinki sedikitpun.


"Hahahahaha...... Benar-benar lucu, kau pikir bisa melukai ras phantom tingkat tinggi seperti ku? Dengan serangan seperti ini! Benar-benar lucu, hahahahaha....."


"Kenapa? Ah!"


Blade mulai kehilangan kesadarannya dan kehabisan tenaga, pedang miliknya menghilang dan kehancuran dunia terhenti.


"Blade!!"


Vilsarah bergerak cepat dan menangkap blade yang hampir jatuh.


"Aku cukup terhibur dengan pertunjukan ini, tapi waktu kalian sudah habis"


Shinki mengeluarkan telepon miliknya, dan sebuah pesan tiba-tiba saja muncul.


"Semua sesuai rencana"


Bahkan shiva yang sedang bertarung terkejut dengan sebuah pesan yang dia terima.


Shiva langsung menelepon anak buahnya yang berada di ruang kontrol.


"Oi!!! Apa maksudnya ini? Aku tidak ingat memerintahkan kalian untuk mengirim pesan seperti ini!!!"


"Tentu saja, karena yang mengirim pesan itu adalah aku"


Suara seorang wanita terdengar dari telepon itu.


"Lady!"


"Kau benar-benar masuk dalam jebakan kami, shiva ocean"


"Jadi sejak awal, kami sudah masuk dalam perangkap kalian"


"Tepat sekali, dan sebagai buktinya. Prajurit mu yang mati di pelabuhan, tapi yang terlihat di sana hanya airi. Dunia kalian yang hancur akibat kekuatan milik blade kuroyami yang dasyat, dan kapal vares vea. Semua itu telah masuk dalam rencana kami"


Pesan itu telah terkirim keseluruh world ocean, dan membuat seluruh world ocean terkejut. Kehebohan terjadi dimana-mana.


"Sekarang bagaimana shiva?"


Shiva kembali ke ruang kontrol, dan mengumumkan isi pesan tersebut secara langsung.


"Semuanya aku adalah pangeran pertama Shiva ocean, mengenai isi pesan tersebut semuanya benar apa adanya, kelompok bernama faradox, menyelinap masuk ke dalam istana kami demi menyelamatkan kapten mereka, yaitu airi tristallia. Dan mereka juga telah menghancurkan sebagian dari dunia ini, bahkan mereka membunuh beberapa prajurit istana....


Ini sama saja dengan pernyataan perang terhadap pangeran pertama dan dunia pahlawan, tidak bahkan seluruh world ocean.... (Maaf, airi) mulai sekarang.


Kapten dari faradox airi tristallia.


Pangeran dari dunia kesatria blade kuroyami. Itsuka nagazaki. Engine calibur.


Putri kedua black king vilsarah kristalia. Putri dari ratu dunia peluru tia alheis.


Pangeran pertama kerajaan arcadia seiryu arcadia. Putri pertama kerajaan arcadia titania arcadia. Dan pangeran kedua kerajaan arcadia genryu arcadia. Akan di cap sebagai pemberontak!!!"


Di luar multiverse.


Airi terlihat sedang bertarung dengan seseorang.


"Jadi sejak awal ini rencana kalian"


"Bagaimana? Apa kau terkejut airi?"


"Hm. Tidak juga, dengan menjadikan kami pemberontak kalian bisa menyerang kami seenaknya, aku kehilangan perlindungan dari pangeran ocean dan, bantuan dari dunia-dunia juga tidak akan datang karena kami adalah pemberontak, benar kan"


"Tepat sekali. Ini baru permulaan, selanjutnya akan semakin menarik, mhu hahahaha....."


Orang itu pergi menghilang dari hadapan airi.