
Setelah berlayar berjam-jam, akhirnya dunia pahlawan mulai terlihat.
"Akhirnya sampai juga"
"Berhenti dulu engine! Bisa jadi ada suatu camera yang akan mengawasi kita"
"Jadi bagaimana sekarang?"
"Bersembunyi di balik asteroid itu, dan kita gunakan kapal kecil untuk menyusup"
Engine membawa kapal ke belakang asteroid, sesuai perintah dari blade.
"Bukannya, kita juga akan terlihat jika menggunakan kapal kecil?"
"Kalau soal itu kau tidak perlu khawatir, titania. Engine sudah menambahkan fitur invisible pada kapal kecil"
"Jadi begitu.."
"Sekarang, ayo kita mulai!"
Beberapa jam yang lalu di dunia pahlawan.
Airi dan sen nomo mulai bergerak lagi.
"Selanjutnya kita akan kemana?"
"Kita akan menuju pelabuhan, disana sudah ada teman-teman ku yang menunggu"
Airi dan sen mono berlari menuju pelabuhan yang jaraknya 3 kilometer dari kota.
Kembali ke saat sekarang.
Di istana. Shiva sedang mengawasi kamera pengawas, bersama dengan anak buahnya, tiba-tiba saja seseorang menghubungi nya.
"Ada apa?"
"Tuan shiva, kami tidak menemukan airi tristallia ataupun temannya di manapun"
"(Itu berarti, mereka telah keluar dari kota. Kalau begitu, tujuannya adalah..) segera menuju ke pelabuhan! Airi dan temannya pasti ada di sana"
"Baik!!"
Menutup telpon.
Tiba-tiba saja, radar pendeteksi berbunyi.
"Tuan shiva, ada sebuah kapal misterius yang terdeteksi oleh radar kita"
"Itu pasti vares vea. Dimana letak kapal itu?"
"Soal itu.... Kami tidak bisa menemukan nya"
"(Mereka pasti bersembunyi di balik asteroid...) kirim tim untuk mencari kapal itu!"
"Baik"
Airi dan sen nomo akhirnya sampai di pelabuhan.
"Akhirnya kita sampai juga"
Telepon milik sen nomo tiba-tiba saja berdering.
"Ah. Maaf aku harus mengangkat telepon dulu, silakan pergi duluan"
Airi pergi memasuki pelabuhan, dan sen nomo mengangkat telepon dari temannya.
"Ada apa?"
"Kami melihat kapal vares vea, dan sepertinya beberapa teman tuan airi sedang mencoba menyelamatkan nya"
"Sambut mereka dengan rahma! Dan bilang pada mereka bahwa airi telah selamat!"
"Baik"
Menutup telepon.
"Semua player telah disini. Sesuai rencana, sekarang... Saatnya memasuki tahap dua" senyuman jahat kembali terpancar dari dia.
Airi memasuki pelabuhan, dan di dalam sudah ada sen nomo yang lain menyambut airi.
"Kami sudah menunggu anda, tuan airi tristallia. Sihlakan lewat sini!"
Airi mengikuti orang itu ke sebuah kapal, kapal itu sangat mirip dengan kapal yang digunakan oleh shiva, tapi versi lebih kecilnya.
"Kami sudah menyiapkan kapal pelarian anda"
Airi kemudian perlahan berjalan ke kapal itu.
Di tempat lain. Blade, tia, dan titania mulai turun dari kapal di tengah hutan.
"Tia, kau adalah sniper kita, bantu kita dari jarak jauh"
"Aku tau"
"Titania, kau bertugas sebagai assasin"
"Jadi aku akan membunuh secara diam-diam!!! Hahaha... Kedengarannya asik. Kalau begitu aku duluan!!!" Titania langsung berlari ke arah kastil dengan cepat.
"Oi, tunggu! Titania"
"Apa tidak apa-apa menjadikan dia assasin?"
"Yah.. Apapun yang terjadi, terjadi lah"
Blade menyusul titania, dan tia berlari mencari tempat tinggi. Titania sampai di tembok kastil dan di susul oleh blade.
"Kau ini, tunggu perintah dari ku baru bergerak"
"Maaf-maaf"
"Penjagaan nya benar-benar ketat, kita harus berhati-hati"
Tia menghubungi blade menggunakan walkie talkie.
"Bagus, berapa banyak penjaga yang ada di dalam?"
"Soal itu...."
"Ada apa?"
"Tidak terlihat satupun penjaga di kastil"
"Apa maksudmu?"
Tiba-tiba saja, suara perempuan terdengar dari belakang mereka secara bersamaan, yang membuat mereka terkejut.
"Senang bertemu dengan kalian, tuan blade, nona tia, nona titania"
"Hwa!!!"
"Hm"
"(Siapa dia ini? Darimana dia muncul?)"
"Aku adalah sen nomo, kapten telah menyuruh aku untuk menjemput kalian"
"(Sen nomo. Yang memiliki arti tanpa nama), kapten? Apa maksudmu tuan shiva?"
"Kami tidak terlibat dengan tuan shiva ocean, kalian ingin menyelamatkan tuan airi tristallia kan? Soal itu kami sudah menyelamatkan nya dari tadi"
"Apa maksudmu?"
"Tenang saja, kami ada di pihak kalian"
"Dimana airi sekarang?"
"Dia aman bersama dengan kami, biar aku antar kalian"
Titania berbisik kepada blade.
"Apa tidak apa-apa mengikuti dia? Dia terlihat mencurigakan"
"Aku tau, tapi... Jika tidak ada satupun penjaga di kastil, itu artinya mereka sedang mencari buronan yang lepas..."
"Jadi bagaimana?"
".... Jangan turunkan kewaspadaan mu"
"Baiklah"
"Antar kami menuju tempat airi"
"Dimengerti"
Perempuan itu membawa blade, titania, dan tia pergi ke hutan utara.
Di pelabuhan, airi sudah berada di kapal itu, dan tiba-tiba saja sen nomo sudah berada di belakang airi dan menusuknya dari belakang dengan pedang.
"Hgn..."
Sen nomo menarik pedangnya dari tubuh airi, dan tersenyum jahat.
"Tidak kusangka.. Kau bisa masuk ke perangkap kami dengan mudah, dengan begini tuan shinki pasti akan sangat senang"
Para prajurit tiba di pelabuhan.
"Jadi kau yang membebaskan airi?"
"Benar! Namaku jugo, dan kami adalah prajurit rahasia tuan shinki. Atas perintah dari tuan kami, kami akan membawa airi tristallia"
"Kau pikir kami akan membiarkan nya?"
Tiba-tiba, semua prajurit yang ada di belakang orang itu terjatuh, dan badan mereka mengeluarkan darah yang sangat banyak.
"Oi, kalian ada apa?"
"Aku ini tidak sendirian kau tahu"
Jugo maju dengan cepat dan menebas kepala prajurit itu.
Di tempat lain.
"Kenapa rasanya, kita semakin meninggalkan kota?"
"Itu karena kita akan menuju pelabuhan"
"Jadi begitu yah..."
Titania dengan cepat menendang kepala perempuan itu, hingga membuatnya putus.
"Bukannya pelabuhan ada di arah sebaliknya?"
Suara tawa terdengar menggema.
"Hahahahaha..... Kurasa aku sedikit ceroboh"
Kepala yang putus itu berubah menjadi cairan, dan menjatuh kembali dengan tubuh perempuan itu.
"Salam kenal, aku adalah pelayan tuan shinki, heis"
Blade dan yang lain langsung memasuki mode bertarung.
"Percuma saja, kalian telah masuk dalam jebakan ku"
Hutan itu berubah menjadi goa yang sangat besar.
"Stuktur ini! Jangan-jangan, perwujudan asli dari senjata!"
"Benar sekali, kali ini, aku tidak akan gagal"
Puluhan tombak dengan cepat mengarah ke mereka bertiga. Dan dengan reflek mereka berhasil menghindari semua tombak itu.
"Sekarang, mari kita bersenang-senang"
Blade, tia, dan titania terjebak dalam ruangan milik heis, dan airi akan dibawa oleh jugo meninggalkan dunia pahlawan.