
Setelah terjebak dalam loop dan berhasil keluar, airi pergi ke anjungan untuk mencari yang lain. Tapi sesampainya di sana, airi tidak melihat mereka.
"Kemana mereka sebenarnya?"
Airi terus menjelajahi kapal, dan tidak menemukan siapapun. Hingga airi pergi ke garasi kapal dan melihat salah dua kapal kecil milik vares vea telah hilang.
"Mereka pergi tampa bilang-bilang. Ha... Menyebalkan" dengan nada kecewa airi mengatakannya sambil menghela nafas.
Airi kembali ke anjungan dan duduk di kursi pengemudi.
"Sekarang, apa yang harus aku lakukan?"
Tiba-tiba, sebuah serangan peluru cahaya melesat menuju vares vea dari segala arah, airi yang menyadarinya langsung memasang pelindung untuk menghentikan peluru itu.
"(Hampir saja.... Jika serangan itu tidak di hentikan, vares vea pasti akan hancur)"
Airi langsung memasang tatapan tajamnya, dan tiba-tiba saja satu armada kapal muncul dari depan vares vea.
Airi menghentikan vares vea.
"Salam mu karas sekali, kapal ini akan hancur dalam sekali tembakan, kumohon lebih Berhati-hatilah"
Seorang pria keluar dari dalam kapal itu, pria itu menggunakan baju ketat dengan jubah yang melambangkan bintang-bintang malam.
"Akhirnya aku menemukanmu. Airi tristallia, aku tidak ingin ada pertumpahan darah! Serahkan dirimu dengan damai!"
"Mana mungkin aku mau melakukannya"
"Kalau begitu, atas nama pangeran pertama world ocean, Shiva ocean. Aku akan menangkap mu"
Beberapa kapal mulai maju ke arah vares vea dan menembakkan rantai, yang mengikat vares vea agar tidak bisa lari.
"Kalian pikir bisa menangkapku?"
Airi keluar dari vares vea, dengan senyuman tak kenal takutnya, dan dengan cepat terbang ke arah kapal-kapal yang mengikat vares vea.
""
Pedang besar berwarna emas besar muncul di tangan airi.
"Ha!!!!!.... Ha!" airi mengangkat pedang itu, dan aura emas yang sangat besar muncul. Lalu airi mengajukan Excalibur hingga membuat tiga kapal terbelah dua.
"Kalian semua, kembali kesini! Aku sendiri yang akan menghadapinya"
Seluruh kapal melepas vares vea dan mundur. Shiva dengan cepat datang ke arah Airi yang masih terbang, dan mencoba memukul airi. Tapi serangannya berhasil di tangkis menggunakan Excalibur.
"Jadi, bos nya sendiri yang datang menemuiku"
"Aku tidak akan melepaskanmu, karena kau yang paling berbahaya. Jika kau sampai jatuh ke tangan muSUH!!!"
Shiva terus menyerang Airi dengan pukulannya, dan Airi terus menangkis serangan shiva dengan Excalibur.
"Kau masih belum mengembalikan energi sihir mu sepenuhnya, kau tidak akan bisa menang melawan ku. Menyerahlah!"
"Kalau begitu, mari kita lihat! Siapa yang akan kalah"
Lima menit pertarungan mereka, dan airi mulai kehabisan tenaga.
"Ada apa? Kau mulai melambat"
"(Sial, aku mulai kehabisan tenaga, tanganku mulai sakit)"
Akhirnya shiva berhasil mendaratkan satu pukulan keras di dada airi, yang membuat airi langsung kesulitan untuk bernafas.
"Hgn..... Ha.... Ha... Ha... Ha... Ha..."
"Dengan ini, sudah berakhir"
Shiva memukuk airi sekali lagi, dan berhasil mengenai airi hingga membuatnya terlempar ke belakang, membentur vares vea.
Shiva mendekati vares vea, dan terlihat airi yang pingsan di dinding vares vea.
"....... Bawa dia ke kapal!"
4 jam kemudian.
Terlihat satu kapal kecil sedang mendekati vares vea yang telah hancur lebur.
"Oi! Apa itu vares vea?"
Kapal itu masuk ke hangar vares vea.
"Apa yang terjadi? Kenapa keadaan kapal ini jadi lebih buruk?"
"Engine, dari pada kau terus bertanya, lebih baik kau periksa sekeliling kapal! Aku dan itsuka akan menuju anjungan dan menghubungi yang lain"
"Baik"
Engine segera menuju ke setiap ruangan, sementara itu blade dan itsuka menuju ke anjungan.
"Hng.... Ha!!!" blade membuka paksa pintu anjungan yang sudah tidak berfungsi lagi.
"Apa-apaan ini?.... Dimana kakak?"
"Airi!" blade langsung memasang ekspresi panik.
Engine datang dengan panik menemui mereka, dengan nafas terengah-engah.
"Kalian!!!!... Ha... Ha..."
"Ada apa engine?"
"Airi!!! Ha... Dia tidak ada ha... Dikamar" sambil menunjuk ke arah kamar airi dan memasang ekspresi panik.
Blade dan itsuka tambah panik mendengar berita dari engine, dan langsung menghubungi yang lain.
"Apa!!!! Kakak menghilang dari kapal!! Dan vares vea hancur!!!"
"Benar. Saat ini, kami sedang mencari tahu dimana airi berada"
"Baiklah. Kami akan kembali secepatnya"
Blade menutup telpon.
Di kapal milik shiva, tepatnya di penjara, terlihat airi yang tidak sadarkan diri. Kedua tangannya di borgol dan jeruji penjaranya memancarkan energi listrik, yang saat di sentuh akan menyetrum.
Airi terbangun, dan di hadapan-Nya sudah ada shiva yang duduk menunggu.
"Akhirnya kau sadar juga"
"Shiva! Lepaskan aku!"
"Tidak bisa, musuh menginginkan mu, dan jika kau jatuh ke tangan musuh... Semuanya akan berakhir"
"Apa kau pikir, rantai seperti ini bisa menghentikan ku?"
Airi mengalirkan energi sihir yang sangat banyak pada rantai itu, dan seketika itu rantai yang mengikat tangannya hancur.
"Meskipun kau menghancurkan rantainya, kau tidak akan bisa menghancurkan penjara ini. Kau masih lemah, dan aku tidak akan membiarkan energi sihir mu kembali"
Shiva berdiri dari kursinya, dan meninggalkan tempat itu.
Di kapal faradox. Vilsarah dan yang lain akhirnya kembali dari perjalanan mereka, dan mereka langsung menuju anjungan. Sesampainya di anjungan, terlihat blade dan itsuka yang sedang duduk menunggu mereka.
"Akhirnya kalian sampai"
"Apa yang terjadi? Dimana kakak?" dengan amarah, vilsarah mendatangi blade dan menarik kerah bajunya.
"Soal itu. Kami belum mendapatkan informasi lagi"
"Tenanglah, vilsarah! Kalau kau panik, semua akan jadi kacau"
Seiryu mencoba menenangkan vilsarah.
Engine datang dengan terburu-buru ke anjungan.
"Kalian!! Lihat ini!"
Engine menunjukan sebuah rekaman video pertarungan antara shiva dan airi.
"Hm.....? Siapa orang ini?"
"Seperti biasa, pengetahuanmu dangkal sekali"
Titania sedikit kesal karena perkataan blade.
"Apa maksudnya itu?"
"Seperti yang aku katakan.... Orang ini adalah shiva, pangeran pertama world ocean"
"Kenapa dia mengincar kakak?"
"Soal itu aku juga tidak tau"
"Karena kapten..... Telah..... Melanggar aturan...."
Suara sebuah robot terdengar, dan suara robot itu terdengar sudah rusak.
"Siapa kau?"
"Salam kenal.... Semuanya.... Namaku wing.... Penjaga. Vares vea...."
"Tadi kau bilang, kakak telah melanggar aturan. Apa maksudnya itu?"
"Kapten.... Karena suatu insiden..... Sudah tidak di izinkan lagi.... Berada di multiverse"
"Insiden?"
"Soal itu tidak penting sekarang!!! Sekarang bagaimana cara kita menyelamatkan kakak?"
"Kau benar. Namamu tadi wing kan? Kemana mereka membawa airi?"
"Kapten.... Dibawa menuju..... Dunia pahlawan..."
"Dunia pahlawan? Engine bisa kau cari tahu dimana itu?"
"Akan ku cari"
"Blade, apa kau serius akan menyelamatkan airi? Lawan kita adalah pangeran ocean.. Jika kita bertindak gegabah, kita akan di cap sebagai pemberontak"
"Lalu kau mau aku bagaimana!!!! Berbicara baik-baik dengan pangeran pertama, untuk melepaskan airi? Dia kapten kita kan! Kalau begitu. Apa salahnya kita menyelamatkan dia?" dengan amarahnya blade membalas perkataan seiryu.
Seiryu sedikit tersenyum.
"Ah maaf-maaf..... Kurasa aku salah memilih kata-kata.... Balde. Tidak wakil kapten, apa kau serius ingin melawan pangeran ocean dan siap di cap sebagai pemberontak?"
Satu-persatu, mereka mulai tersenyum.
"Kau adalah wakil kapten, perintahnu adalah tugas bagi kami. Sekarang bagaimana wakil kapten?"
Blade mulai menunjukan senyuman nya.
"Mulai dari sini nama, pangkat, gelar, dan semua yang kita miliki akan menghilang! Kalian siap?"
"Siap!!!" dengan suara lantang dan keras, mereka menjawab secara bersamaan.
"Kalau begitu. Ayo kita selamatkan kapten bodoh kita!"
Pertarungan antara blade dan yang lain melawan pengeran pertama shiva ocean, untuk membebaskan airi akan segera dimulai.