Faradox

Faradox
mimpi buruk airi



Setelah berhasil melewati multiverse.


Satu hari kemudian airi terbangun dan di sampingnya terlihat itsuka yang sedang duduk dan membaca buku.


"Kak, akhirnya kau sadar juga"


"Dimana yang lain?"


"Mereka telah sadar dari tadi, kakak yang terakhir"


"Begitu"


Airi dan itsuka keluar dari tempat istirahat, dan menuju ke anjungan. Di anjungan terlihat sangat berantakan banyak kabel-kabel yang putus, kaca yang retak, dan body kapal yang hancur.


"Yo. Airi, akhirnya kau bangun juga"


"Blade! Wah!!! Kapal ini benar-benar berantakan"


"Yah... Setelah menerima benturan seperti itu, suatu keajaiban kapal ini masih bisa bergerak"


"Kalau begitu, aku juga akan membantu!"


"Tidak perlu, kau harus beristirahat"


Airi langsung memasang ekspresi kecewa.


"Eh...."


"Jangan "eh..." di antara kami, kau yang paling banyak kehilangan energi.. Kalau kau tidak beristirahat, kita akan kesulitan nantinya"


"Ha.... Aku mengerti"


Airi keluar dari anjungan dan berjalan menuju dapur untuk makan. Di dapur ada Tia dan vilsarah yang sedang memasak.


"Oh. Kakak, kau sudah bangun rupanya"


"Kapten, senang melihatmu baik-baik saja"


"Yah, aku sudah merasa baikan. Ngomong-ngomong aku lapar"


"Tunggulah sebentar makananya hampir jadi!"


"Apa perlu kubantu?"


"Tidak perlu"


"Kapten harus beristirahat, kapten yang paling banyak kehabisan energi dari pada yang lain, kalau terjadi sesuatu pada kapten kita akan kerepotan nantinya"


"Kenapa kalian mengatakan hal yang sama dengan blade?"


Airi pergi dari ruang makan karena bosan dan terus berjalan mengelilingi kapal, airi kemudian bertemu dengan engine yang sedang memperbaiki mesin kapal dan menawarkan bantuan, tapi jawaban nya sama dengan blade dan tia.


Airi melanjutkan berjalan mengelilingi kapal dengan perasaan kesal, lalu Airi bertemu dengan seiryu dan yang lain sedang merapikan barang-batang yang berantakan di setiap ruangan. Airi menawarkan hal yang sama kepada mereka, tapi hasilnya tetap sama saja.


Airi berjalan ke kamarnya dengan perasaan kesal, dan sesampainya di kamar Airi berteriak.


"Ha!!!!!!! Kenapa semuanya menyuruhku untuk beristirahat!!!!!"


Airi melompat ke tempat tidur dan beristirahat karena tidak ada hal yang bisa dia lakukan.


Lalu airi terbangun dan di sampingnya terlihat itsuka yang sedang duduk dan membaca buku.


"Kak, akhirnya kau sadar juga"


"Dimana yang lain?"


"Mereka telah sadar dari tadi, kakak yang terakhir"


"Begitu"


Airi dan itsuka keluar dari tempat istirahat, dan menuju ke anjungan. Di anjungan terlihat sangat berantakan banyak kabel-kabel yang putus, kaca yang retak, dan body kapal yang hancur.


"Yo. Airi, akhirnya kau bangun juga"


"Blade! Wah!!! Kapal ini benar-benar berantakan"


"Yah... Setelah menerima benturan seperti itu, suatu keajaiban kapal ini masih bisa bergerak"


"Kalau begitu, aku juga akan membantu!"


"Tidak perlu, kau harus beristirahat"


Airi langsung memasang ekspresi kecewa.


"Eh...."


"Jangan "eh..." di antara kami, kau yang paling banyak kehilangan energi.. Kalau kau tidak beristirahat, kita akan kesulitan nantinya"


"Ha.... Aku mengerti"


Airi keluar dari anjungan dan berjalan menuju dapur untuk makan. Di dapur ada Tia dan vilsarah yang sedang memasak.


"Oh. Kakak, kau sudah bangun rupanya"


"Kapten, senang melihatmu baik-baik saja"


"Yah, aku sudah merasa baikan. Ngomong-ngomong aku lapar"


"Tunggulah sebentar makananya hampir jadi!"


"Apa perlu kubantu?"


"Tidak perlu"


"Kapten harus beristirahat, kapten yang paling banyak kehabisan energi dari pada yang lain, kalau terjadi sesuatu pada kapten kita akan kerepotan nantinya"


"Kenapa kalian mengatakan hal yang sama dengan blade?"


Airi pergi dari ruang makan karena bosan dan terus berjalan mengelilingi kapal, airi kemudian bertemu dengan engine yang sedang memperbaiki mesin kapal dan menawarkan bantuan, tapi jawaban nya sama dengan blade dan tia.


Airi melanjutkan berjalan mengelilingi kapal dengan perasaan kesal, lalu Airi bertemu dengan seiryu dan yang lain sedang merapikan barang-batang yang berantakan di setiap ruangan. Airi menawarkan hal yang sama kepada mereka, tapi hasilnya tetap sama saja.


Airi berjalan ke kamarnya dengan perasaan kesal, dan sesampainya di kamar Airi berteriak.


"Ha!!!!!!! Kenapa semuanya menyuruhku untuk beristirahat!!!!!"


Airi melompat ke tempat tidur dan beristirahat karena tidak ada hal yang bisa dia lakukan.


Lalu airi terbangun dan di sampingnya terlihat itsuka yang sedang duduk dan membaca buku.


"Kak, akhirnya kau sadar juga"


"Dimana yang lain?"


Airi sedikit terkejut.


"(Ah! Kenapa aku merasakan, pernah mengalami hal ini sebelumnya?)


"Kak! Kak!"


Airi terkejut mendengar panggilan itsuka.


"Ha!"


"Kau kenapa? Apa kau masih merasa tidak enak badan?"


"Tidak, aku tidak apa-apa"


Airi dan itsuka keluar dari ruang istirahat dan berjalan menuju anjungan.


"(Sudah kuduga, aku memang pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Ini seperti, loop)"


Mereka sampai di anjungan.


"Yo. Airi, akhirnya kau bangun juga"


"Blade, kau ada di sini rupanya-"


Tiba-tiba saja dunia seperti mengalami glitch dan perkataan Airi kembali seperti sebelumnya.


"Blade! Wah!!! Kapal ini benar-benar berantahakan"


Airi kembali terkejut.


"(Ha? Kenapa aku bisa mengulangi perkataan yang sama?)"


"Kau kenapa airi?"


"Tidak"


Airi keluar dari anjungan dan langsung menuju kamar, saat Airi ingin masuk ke kamar glitch kembali terjadi, dan Airi tiba-tiba sudah berada di depan pintu dapur. Airi menyadarinya dan langsung berhenti.


"(Jadi ini bukan loop biasa, aku tidak bisa keluar dari alur yang telah di tentukan. Ini seperti, manipulasi. Aku harus menemukan dimana titik lemah nya)"


Airi terus mengulang ceritanya sebanyak 5 kali.


"(Masih belum ada petunjuk sama sekali, apa yang aku lewatkan? Berpikir airi! Dimana?...... Ha! Apa mungkin)"


Airi kembali ke alur awal, dan berbicara dengan itsuka lalu menuju ke tempat blade.


"Yo. Airi, akhirnya kau bangun juga"


"(Ini dia! Aku harus bisa menggapainya, kesempatan ku hanya sekali, jika aku gagal maka dia akan menjadi lebih waspada kepadaku). Blade, apa kau mau makan siang bersama?"


Glitch tiba-tiba terjadi lagi.


"(Sekarang!)"


Dengan cepat airi menggenggam glitch itu dan menariknya hingga robek. Dan dunia loop itu hancur berkeping-keping menyisakan kekosongan.


"Siapa kau? Apa maumu?"


"Jahat sekali, kau sampai tidak mengenali energi sihir ku, kau jadi sangat lemah"


Suara perempuan terdengar dari kekosongan itu. Suaranya tercampur dengan glitch hingga tidak terdengar jelas.


"Kali ini aku cukup terhibur... Kita akan segera bertemu, sampai waktu itu tiba, pastikan kau sudah melatih teman-temanmu agar tidak mati semudah itu"


Sebuah cahaya terlihat dari kekosongan, dan airi mulai terbangun di suatu dunia, lapangan, langit, pohon, serta dedaunan di dunia itu berwarna biru langit. Dan banyak kristal biru bersinar ada di dunia itu.


Airi mulai berjalan di dunia itu, tapi saat di melangkah untuk yang ke-lima kali. Api mulai berkobar-kobar di dunia itu, banyak sekali mayat terheletak, dan teriakan minta tolong terdengar dimana-mana.


"(Kenapa... Aku harus mengalami semua ini? Kenapa harus aku?)" airi bergumam dalam hatinya, sambil berlutut dan bersedih.


Tiba-tiba seorang wanita datang dari dalam kobaran api, dan memeluk airi.


"Tidak apa-apa, aku akan selalu berada di sisimu" dengan suara lembut dan pelukan yang hangat, wanita itu menenangkan airi.


Airi kemudian terbangun dari tidurnya di ruang istirahat, dan sedikit tersenyum.


"Terima kasih, karena sudah berada di sisiku setiap saat"


Airi mulai keluar dari ruang istirahat dan menuju ke anjungan untuk mencari yang lain.