Faradox

Faradox
pemberontakan part 4



Setelah masuk ke dalam perangkap ras phantom, airi tertusuk pedang dari belakang. Sementara itu blade, tia, dan titania terjebak dalam ruangan milik heis.


"Sekarang bagaimana blade?"


"Titania, coba serang dia dari dekat, tapi tetap berhati-hati"


"Baik" titania berlari ke arah heis dan terus menyerangnya.


"Tia, bidik dia di kepala"


"Aku mengerti" Tia mengangkat sniper nya dan membidik kepala heis.


", tembak!"


Sebuah peluru cahaya melesat ke kepala heis, tapi salah satu tombaknya mucul dan menghancurkan peluru itu.


"Chi.."


"Apapun yang kalian lakukan percuma, kalian tidak akan menang melawan ku"


"Apa benar begitu? Mari kita cari tau "


Seluruh waktu di tempat itu berhenti, bahkan tidak ada satupun yang bergerak kecuali blade.


""


Blade melancarkan serangan, tapi serangan itu tiba-tiba menghilang.


"Hah!"


"Ini di luar perkiraan ku, tidak kusangka kau bisa menggunakan sihir kuno yang seperti ini"


Suara seseorang terdengar menggema di goa, dan milik blade hancur.


Seseorang menerobos masuk ke ruang yang di buat heis, dan turun dari atas di tengah-tengah mereka.


"Salam kenal, namaku shinki phantom"


"(Apa-apaan orang ini. Energi sihirnya benar-benar berbeda dari yang lain, ini seperti kebencian murni)" blade berguman dan gemetar akibat energi sihir milik shinki.


"Tuan shinki, maaf anda bahkan sampai turun tangan"


"Tidak perlu, ini di luar perkiraan ku, aku akan mengurus blade kuroyami, kau urus sisanya!"


"Baik"


Shinki berbalik dan menatap blade.


"(Apa-apaan orang? Dari tadi aku tidak bisa berhenti gemetar, aku seperti berhadapan dengan seorang raja iblis!!!)"


"Ada apa, pangeran? Kau dari tadi tidak berhenti gemetar, apa kau kedinginan?" shinki terus tersenyum pada blade, dan yang terpancar dari senyuman itu adalah niat membunuh dan kejahatan murni.


"(Tenangkan dirimu, blade kuroyami!) " dengan tubuh yang masih gemetar, blade mengambil kuda-kuda dan menyerang shinki.


"Mari kita lihat. Seberapa kuat serangan itu?"


Shinki menerima serangan itu dengan sengaja, dan tidak ada satupun bagian yang tergores, bahkan bajunya tidak rusak atau kotor sama sekali.


"Ternyata hanya seperti ini... Mengecewakan, padahal ayahmu disebut sebagai raja pedang, dan pernah bertarung setara melawan ku..... Tapi putra nya hanyalah anak kecil yang lemah" shinki tersenyum dan memprovokasi blade.


Blade berlutut tidak berdaya, seluruh badannya masih gemetar ketakutan.


""


"Hm?"


Vilsarah datang dan menghancurkan seluruh ruangan itu dengan tinjunya.


"Kali ini aku tidak akan melepaskanmu. Shinki!!!"


"Akhirnya aku memiliki teman bermain juga"


"Oi blade!!! Kalau kau hanya bisa ketakutan seperti itu, menyingkir dari sini!"


"Vilsarah...."


"(Mustahil... Dia bisa menghancurkan ruangan ini dengan mudah, bahkan sekelas tuan shinki saja sangat kesulitan menghancurkan nya)"


"Jangan mengalihkan pandanganmu!!"


Vilsarah melompat ke depan dan menendang heis, heis berhasil menangkis serangannya tapi dia sedikit terlempar kebelakang.


""


Peluru cahaya di tembakkan oleh tia dan berhasil mengenai tangan heis.


"Ngh.... Kalian berdua benar-benar merepotkan...."


Heis mengulurkan tangannya ke depan.


""


Tombak milik heis muncul dan heis langsung menggenggamnya.


""


"Lampaui segala kecepatan: sepatu langit>"


Tia dan titania mengaktifkan kekuatan milik mereka.


Heis mengangkat tombaknya dan ingin melemparnya, tapi sebelum heis bisa melemparnya tia sudah membidik tombak yang diangkat heis dan menembaknya, itu membuat heis terkejut dan membuat tombaknya terlempat ke belakang.


Melihat kesempatan itu, titania berlari dengan cepat dan menendang heis hingga membuatnya terlempar jauh ke belakang.


"....... " heis terdiam sejenak, lalu mengaktifkan kekuatan lain tombak malhale.


Tombak itu menyala sekejap dan mati lagi, heis berjalan menuju tombak itu dan mengambilnya. Seketika itu, tubuh heis di selimuti oleh akar-akar pohon hitam.


Di sisi lain. Vilsarah sedang berhadapan dengan shinki.


Serangan demi serang terus mereka lontarkan, tapi serangan milik shinki selalu menjadi senjata makan tuan.


"Kau benar-benar wanita yang menyeramkan, kau memiliki potensi yang sama seperti ayahmu"


"Apa yang kau katakan, kau lebih menyeramkan dari ku. Bahkan kamu masih bisa menembus armor ini dan memberikan demage padaku... Aku tidak bisa membayangkan kekuatan penjaga yang lain"


"Ahahahahaha.... Kurasa sudah saatnya untukku, menunjukan sedikit kekuatanku.


"


Sebuah pedang logam perak, muncul di hadapan shinki. Dunia diguncang hebat, langit dan tanah terbelah menjadi dua, bahkan segala konsep yang membangun dunia itu terhisap kedalam pedang itu.


Shinki mengambil pedang itu, dan guncangan itu menghilang, langit dan tanah kembali normal. Tapi tidak dengan konsep yang membangun dunia itu.


"Biar ku perkenalkan, ini adalah pedang konsep grinor. Dengan pedang ini aku bisa memanipulasi konsep sesuka hatiku.. Bahkan aku bisa membuat hal yang sudah tidak terikat oleh hukum, sebab dan akibat terpenuhi oleh konsep pedang ini..... Contohnya seperti"


Shinki bergerak dengan cepat dan menusuk armor vilsarah dengan pedangnya, tapi armor itu tidak hancur.


"(Apa yang terjadi? Armor ini terasa aneh!)"


Shinki menebas lengan vilsarah, dan tebasan itu bahkan sampai menggores rune miliknya.


Vilsarah berteriak kesakitan, dan terbaring di tanah.


"Ha!!!!!!"


"Hahahaha.... Rune itu benar-benar unik yah, pencampuran antara jiwa dan energi sihir, menciptakan sebuah rune. Dan jika rune itu tersakiti sedikit saja, rasanya akan sama seperti juta-an kematian dalam satu detik"


Vilsarah berusaha berdiri, tapi shinki mengajunkan pedangnya pada vilsarah.


"Apa yang..... Baru saja kau lakukan?"


"Sudah kubilang padamu, pedang ini bisa membuat sesuatu di penuhi oleh konsepnya sendiri, mu, baru saja di penuhi oleh konsep pedang ini. Jadi aku bisa memanipulasi dirimu sesuka hatiku!!!"


Shinki menendang vilsarah yang masih terbaring di tanah, hingga membuatnya terlempar jauh kebelakang.


Di anjungan.


Jugo dan teman-temannya telah menghabisi seluruh pasukan milik shiva, baik yang ada di kerajaan atau yangdi anjungan.


"Sesuai rencana, bawa airi tristallia ke tuan shinki!"


Suara langkah kaki terdengar dari kapal, dan seseorang turun dari kapal.


"Jadi begitu... Aku benar-benar masuk ke perangkap kalian yah"


"Mustahil.. Aku sudah menusukmu tepat di jantung, kenapa kau masih bisa hidup? Airi tristallia!!"


Airi tersenyum dan membalas perkataan jugo.


"Apa yang kau rasakan saat menusuk ku tadi?"


"..... Ha! Tidak ada sesuatu yang tertusuk sama sekali!"


"Tepat sekali"


"(Yang aneh bukan itu saja. Dalam tubuh orang ini tidak ada organ tubuh, daging, atau bahkan tulang yang seharusnya ada dalam tubuh setiap makhluk hidup.... Jangan-jangan tubuh orang ini!!)"


"Aku tau apa yang kau pikirkan sekarang. "Jangan-jangan tubuh orang ini hanyalah sebuah boneka" benarkan...? Sayang sekali pemikiran mu itu salah, tubuh ini ....."


Jugo dan teman-temannya, yang mendengar perkataan airi menjadi sangat panik dan ketakutan.


Airi mengangkat sebelah tangannya, dan sebuah lingkaran sihir besar muncul di bawah mereka. Dalam sekejap mereka ter teleport ke sebuah dunia. Api biru terus berkonar di dunia itu, gunung merapi aktif berada dimana-mana.


"Dunia ini!! Jadi kau, tidak anda adalah..."


"Sesali lah perbuatanmu di dalam neraka yang paling dalam!"


Tubuh mereka membeku menjadi kristal biru terang, dan Airi menghancurkan kristal itu dengan sekali pukul.


Airi mengambil rune milik mereka dan menyegel nya dalam kekosongan. Lalu kembali ke dunia pahlawan kembali.


Airi melihat ke arah mayat para prajurit.


"(Sebenarnya apa yang direncanakan oleh shinki? Jika dia memang menginginkan ku, maka dia tidak akan mengirim pasukan lemah seperti itu... Apa jangan-jangan, ada rencana lain di balik semua ini....?)"


Energi sihir kuat terpancar dari luar Multiverse, dan energi sihir itu benar-benar dipenuhin oleh hal-hal buruk.


"(Hm!! Energi sihir ini? Jangan-jangan!!!)"


Di ruang control istana, shiva dan anak buahnya sedang memantau situasi.


"Apa yang terjadi? Kenapa belum ada satupun penjaga yang kembali?"


Seorang perempuan tiba-tiba saja masuk ke ruang control, dengan membawa kepala salah satu penjaga milik shiva.


"Yah. Shiva. Aku merindukanmu" Suara lembut tapi tajam di keluarkan oleh perempuan itu.


Shiva berbalik badan dan menatap tajam perempuan itu. Dan perempuan itu melemparkan kepala penjaga itu, ke depan shiva.


"Sayangnya, aku tidak begitu"


Mereka berdua saling mengeluarkan aura mereka. Aura emas milik shiva dan aura putih milik perempuan itu saling bertabrakan. Membuat seluruh istana di guncang oleh aura mereka.


"Kalau disini kau tidak akan bertarung serius. Bagaimana jika kita pindah tempat?"


Perempuan itu mengulurkan tangannya ke samping, dan sebuah portal terbentuk.


"Tuan shiva!"


"Jangan khawatir. Aku yakin dengan kemenangan ku!"


Perempuan itu memasuki portal itu, disusul dengan shiva yang juga ikut memasuki portal itu.