
Blade dan yang lain sudah memutuskan akan menyelamatkan airi, meskipun mereka akan di anggap sebagai pemberontak.
Dan di tempat lain, terlihat kapal milik shiva yang telah mendarat di suatu dunia pahlawan.
"Tuan shiva, kita telah sampai"
"Bagus, bawa airi kepenjara bawah tanah!"
"Baik"
"(Kapalnya berhenti? Jadi kita sudah sampai. Aku tidak bisa memulihkan energi sihir ku sedikitpun, penjara ini menyerap energi sihir yang berlebihan, kalau begitu)"
Para penjaga datang ke penjara tempat airi di tahan.
"Keluar! Kita telah sampai, kami akan memindahkan mu ke penjara bawah tanah"
Airi keluar dari sel nya dan para penjaga memborgol tangannya kembali. Airi berjalan keluar dari kapal, bersama dengan para penjaga yang mengawasinya.
Sesampainya mereka di penjara bawah tanah, airi langsung memukul salah satu penjaga di situ. Melihat itu, penjaga lain langsung menyerang airi, tapi dengan mudah airi bisa mengatasi mereka.
"Mana mungkin aku akan tertangkap semudah itu"
Airi menghancurkan borgol yang ada mengikat tangannya dan keluar dari penjara bawah tanah.
"(Apa hanya perasaanku, atau penjagaan di kastil ini sengat longgar? Biasanya kastil ini di penuhi oleh penjaga yang sangat banyak)" Airi bergumam sambil mengendap-endap, melewati terowongan di kastil.
Setelah berjalan selama 30 menit, akhirnya jalan keluar terlihat dan airi berhasil keluar dari kastil. Di sisi lain, shiva yang ingin melihat keadaan airi di penjara bawah tanah, mendapati anak buahnya pingsan di tanah.
"Oi kalian, cepat bangun!"
Mendengar suara shiva, mereka langsung terbangun dan berdiri.
"Apa yang terjadi? Dimana airi?"
"Di berhasil melarikan diri, maafkan kami tuan shiva"
"Beritahukan hal ini kepada yang lain, dan perketat penjagaan nya! Aku mau kalian menemukannya sebelum dia berhasil keluar dari dunia ini!"
"Baik"
Para penjaga langsung pergi mencari airi, dan shiva pergi ke ruang kontrol untuk memberitahukan apa yang terjadi.
Di kapal faradox.
"Jadi apa rencana kita wakil kapten?"
"Pertama.... Perbaiki kapal vares beasiswa yang sudah rusak ini"
"Tenang saja.... Aku masih..... Bisa bergerak.... Menuju dunia.... Pahlawan...."
"Meski kau bilang begitu, kita tidak bisa membiarkanmu terus rusak seperti ini. Setidaknya, body kapal ini harus di perbaiki"
15 jam kemudian.
"Akhirnya kita selesai"
"Sekarang, saatnya kita berangkat!"
Di dunia pahlawan.
"(Jadi, mereka mulai memperketat penjagaan nya... Sekarang, apa yang harus aku lakukan?)"
Tiba-tiba saja, seorang penjaga datang ke kerumunan dan berteriak.
"Semuanya!!! Airi tristallia terlihat di gerbang utara!! Tuan shiva menyuruh semua palenjaga untuk kesana!"
Para penjaga yang mendengarnya, langsung pergi ke gerbang utara.
"Kau ada di sana kan? Airi tristallia! Tidak perlu waspada, aku adalah temanmu"
Airi perlahan mulai keluar dari tempat persembunyian nya.
"Siapa kau ini?"
"Panggil saja kami, sen nomo. Aku tidak memiliki wujud dan nama"
"Kenapa kau mau membantuku?"
"Alasannya sangat gampang. Karena kami berada di pihak mu"
Airi memasang tatapan curiga pada sen nomo, tapi sen nomo hanya membalasnya dengan senyuman.
"Untuk sekarang, aku akan mempercayai kata-kata mu"
"Terima kasih. Kalau begitu, sihlakan ikuti aku"
Airi dan sen nomo, berjalan keluar kastil melewati pintu timur.
Di gerbang utara, terlihat para penjaga sudah sampai.
"Oi...! Kenapa kalian kesini? Bukannya kalian seharusnya menjaga gerbang barat?"
"Eh? Bukannya tuan shiva menyuruh semua penjaga menuju gerbang utara, karena Airi tristallia terlihat menuju gerbang utara"
"Apa maksudmu?"
Para penjaga dari gerbang timur sampai. Begitu mereka sampai, mereka terkejut.
"Karena, seorang penjaga bilang Airi tristallia terlihat di sini, dan tuan shiva memerintahkan untuk menangkap nya"
"(Apa yang sebenarnya terjadi....? Ah!!) kalian, cepat kembali ke gerbang!!!! Ini adalah perangkap musuh!!!"
Shiva yang berada di ruang kontrol, tiba-tiba saja di hubungi seseorang.
"Siapa itu?"
"Tuan shiva, ini aku"
"Tegara! Ada apa?"
"Sepertinya, para penjaga lain terjebak oleh perangkap seseorang dan meninggalkan tempat mereka"
"Apa kau tau siapa yang menjebak mereka?"
"Orang-orang dari gerbang timur bilang, bahwa salah satu penjaga yang memberitahu mereka. Tapi orang-orang dari gerbang barat bilang, tuan shiva sendiri yang menyuruh mereka"
"kemungkinan besar airi sudah keluar dari kastil ini, cepat cari di seisi kota dan jangan libatkan warga sipil!"
"Baik!!"
Di kota, terlihat Airi dan sen nomo sedang bersembunyi di selah-selah bangunan.
"Apakah kita aman di sini?"
"Ya! Aku sudah memastikannya sendiri"
"Tadi kau bilang "kami" jadi kau punya anggota tim lain?"
"Benar, mereka sedang mengalihkan perhatian seisi kastil agar kita bisa dengan mudah kabur"
"Siapa sebenarnya kalian ini?"
".... Kami bekerja di balik bayangan, dan kami juga tidak di izinkan memberitahukan nama asli kami"
Airi kembali menatap sen nomo, tapi tatapannya berbeda dengan tatapan sebelumnya.
"Aku suka tatapan itu, seolah kau berkata "mereka ini berbahaya, aku tidak boleh terlibat lebih jauh dengan mereka", aku benar kan?"
Senyum jahat terpancar dari orang itu, dan aura hitam pekat terus terpancar darinya.
Airi mengalihkan pandangannya dari orang itu.
"Ngomong-ngomong aku lapar, bisa carikan aku makanan?"
"Itu mudah, tunggu saja di sini!"
Orang itu pergi dari situ untuk membelikan airi makanan. 10 menit kemudian, orang itu kembali dengan beberapa makanan.
"Aku kembali"
Sen nomo mengeluarkan makanan yang dia beli, lalu memberikan nya kapada airi, dan airi langsung memakan makanan itu.
Di kapal faradox.
Blade dan yang lain sedang menyusun rencana untuk menyelamatkan airi.
"Semuanya dengar! Aku dan seiryu akan menyusup ke penjara dan membebaskan airi. Dan yang akan menjaga kita adalah tia dan titania. Engine, itsuka, seiryu, dan vilsarah kalian bersiap jika kamu membutuhkan kalian, mengerti!"
"Blade, kurasa kau harus tenang sedikit. Kau sudah membahas rencana itu lebih dari 7 kali"
"...... Kau benar juga..... Wing! Apa dunia pahlawan masih jauh?"
"Jarak dari sini..... Menuju dunia pahlawan..... Tinggal 111..... Kilometer lagi...."
"Itu cukup jauh... Bagaimana jika kita membahas rencananya dulu?"
"Pertama tenangkan dulu dirimu, wahai wakil kapten!!!"
"Itu benar, blade kau harus tenang sedikit" vilsarah berkata sambil memegang cangkir dengan tangan yang gemetar.
"Kau juga harus tenang vilsarah!!! Aku jadi khawatir, apa rencana kita akan berjalan lancar?"
"Engine, kau benar-benar cocok jadi pengasuh mereka"
"Genryu, kalau kau punya waktu bercanda, bantu aku menenangkan mereka"
"Engine"
"Ha?"
"Kalau kau disini... Yang dari tadi mengemudikan kapal siapa?" mendengar perkataan tia, mereka langsung melihat kearah kemudi kapal.
"Benar juga, kapal ini dari tadi tidak bergerak. Aku benar-benar lupa kalau aku pengemudi kapal"
"Hahahahaha...... Kurasa kau juga harus menenangkan dirimu engine"
"Berisik!! Titania"
Engine kembali ke kursi pengemudi, dan titania masih tertawa keras.
"Hahahaha.... Kalian cocok disebut trio ceroboh. Hahahaha...."
Dengan wajah yang sedikit memerah karena merasa malu, engine kembali mengemudikan vares vea menuju dunia pahlawan.