
Pagi yang cerah , para murid pun berdatangan menuju kelasnya masing-masing , tak terkecuali murid kelas berbakat
Tetapi saat mereka berdatangan , mereka memasang wajah terkejut kar mereka tak pernah menduga siapa saja yang menjadi teman sekelas mereka
Andrew yang datang duluan , andrew yang karakternya malas bergaul dan sulit di tebak isi htinya iya pun memilih duduk paling depan , karna ia bertujuan hanya ingin fokus belajar saja .
Setelah andrew datang di susul oleh baryu yang memilih tempat di belkang pojok , ia sengaja memilih tempat itu karna ia bisa tidur tanpa ada yang mengganggu "untung lah bangku belakang itu belum di isi ," kata baryu dalam hati , karna masih sepi dan baryu merasa bosan akhirnya ia pun tidur di kelas itu .
Karna andrew mempunyai karakter yang seperti itu ia pun bergumam "dasar pemalas , kenapa dia bisa mempunyai bakat yang membuatnya masuk di kelas ini" omel andrew dengan muka sinisnya
Tib tib terdengar langkh kaki yang menuju kelas itu dan seketik berhenti , "what kita sekels dengan anak resek itu" ucap kimmy stengah jutek , "memangnya dengan sia" sebelum obi melanjutkan perkataannya ia pun berhenti melnjutkan perkataanya dan seketika ia shyok karna sekelas dengan andrew yang pernah mengude mereka
"ya tuhan kimmy" ucap obie kaget , "kita duduk di situ saja obie" ajak kimmy yang sengaja menyindir andrew .
Gust yang kesingan di karenakan menunggu chesta menggosok bajunya ,pun tiba dengan terburu buru kemudian tanpa
Ragu duduk di sebelah andrew . "huft untung saja" ucap gust sambil menghela nafas , dan third dengan chesta pun menyusul .
"aduh kenapa aku sekelas dengan mereka sih ," kata third dalam hati yang melihat ia satu kelas dengan andrew dan baryu . Third pun duduk di kursi sebelah pintu untuk menjauhi dua anak itu
Tiba tiba baryu terbangun dari tidurnya dan menyapa third "sudah ku duga kau akan masuk di kelas ini " ucap baryu kepada third , "hehe iya" jawab third dengan senyum terpaksayanya.
"duduk di sini sajalah " ucap chesta yang memilih duduk di kursi tengah dimana tempat itu tempat yang strategis untuk bersolek saat jam pelajaran , tiba tiba chesta di sapa oleh anak yang sekelas dengan dia , saat awal masuk academi shawland
"hai chesta kita satu kelas lagi ya" sapa yuna , "wah iya yuna duduk sini di sebelah ku" kata chesta , "iya aku duduk di sebelahmu saja , mungkin lebih nyaman karna kita sudah akrab " ucap yuna kepada chesta , sembari duduk.di sebelah chesta . "iya yun" jawab chesta ..
"hey hey" panggil third kepada chesta , "apa sih" jawab chesta sewot "siapa siapa , kenalin donga" ucap third kepada chesta yang meminta kenalkan kepada temannya "huh" kata chesta sewot .
Third pun berinisiatif mendatangi yuna dan meminta kenalan "hay aku third , saudara kembar chesta" kata third sambil mengulurkan tangan tapi sebelum yuna menjawab pertanyaan third , tiba tiba gust menyaut "sudahlah third kau duduk kembalai , apa kau tak malu di lihat anak lain" kata gust , dan third melihat sekelilingnya ternyata ia di lihat oleh anak anak yang berada di situ ,. "hehe" senyum third sambil kembali ke tempat duduknya
"dasar tak punya malu" cloteh andre sambil membaca komik nya , " maksud kmu apa" balas third kesal "sudahlah third" lerai gust "tapi bos" jawab third "sudahlah" ucap gust , andrew yang tak merasa bersalah hanya tersenyum tipis
"tuh lihat kan obie anak itu" bisik kimmy dengan nada kesal melihat tingkah laku andrew "iya untung ada anak tampan itu" jawab obie sinis ,
Kemudian datang satu murid lagi , dia datang terlambat , mereka yang datang duluan pun melihat dia terkeculai andrew , gust , dan baryu . "aduh sepertinya mereka semua sudah akrab " ucap dalam hagi anak itu , tapi chesta pun menawarinya duduk di belakangnya ,
"kamu duduk disini saja" ucap chesta menawarkan , "oh iya trima kasih" jawab anak itu dengan malu malu " iya sama sama"
Selang beberapa menit guru pun datang , "slamat pagi" sapa guru itu "pagi pak" jawab mereka serempak , " perkenalkan saya ramon pembimbing kalian , mungkin sebagian dari kalian sudah mengenal saya" ucap pak ramon dengan wajah yang hangat
"ok selanjutnya mungkin kalian sudah mengerti kenapa kalian disini" ucap pak ramon , baryu mengacungkan tangan "ok baryu ada yang kamu tanyakan..?" tanya pak ramon kepada baryu yang mengacungkan tangan .
"bukankah kita tau jika kita akan masuk kelas berbakat /sepesial ini , tapi kenapa erlu di adakan ujian " tanya bayu kepada pak ramon ,
"pertanyaan bagus baryu , jadi kita hanya mengecoh murid yang biasa , jika pihak sekolah langsung memilih murid berbakat tanpa di adakan ujian , maka murid biasa pun akan memcari tahu tentang kelas ini , bukankah kalian mengerti , jika kita tidak boleh memberitahukan orang tentang energi kita ini " penjelasan pak ramon
"oh ok baiklah pak" jawab baryu "disini kalian coba lihat kertas yang ada di laci kalian masing masing " pinta pak ramon , mereka pun melihat kertas yang ada di lavi mereka dan melihat kertas yang berisikan peraturan kelas ini .
"kalian lihatlah dan saya akan menjelaskan
Kalian di larang membocorkan tentang kelas ini ke murid biasa
Klian di bebaskan dalam berseragam
Waktu kelas kalian tidak menetap tergantung materinya
Asrama kalian satu kamar satu orang ,
Ada meditasi malam
Kalian tidak perlu mengikuti pelajaran formal , karna kalian tidak ada yang namanya ujian kenaikan kelas
Para murid pun bergembira karna menurut mereka , itu adalah istimewa karn tidak perlu mengikuti peraturan sekolah
"huft akhirnya terbebas dari seragam ini" ucap obi kepada kimmy " benar obi" jawab kimmy .
"ok selanjutnya kalian boleh mengambil kunci asrama kalian di , T.U sekolah" , ucap pak ramon kepada mereka "baik pak" ucap mereka "baik pak" jawab mereka
Mereka pun pergi mengambil kunci asrama mereka masing masing , kemudian mereka merundingkan siapa yang akan mewakilkan memgambil kunci itu akhirnya kimmy memutuskan gust yang mengambil kunci itu
"emb gust" pangil kimmy kepada gust "iya kim" jawab gust , "emb bagaimana jika kamu saja yang brangkat ke ruang t.u " pinta kimmy kepada gust "baiklah" akhirnya setelah di putuskan mereka pun meminta gust yang brangkat ke rung t.u dan mereka menunggu di lorong depan t.u
Gust pun datang ke ruang t.u sendirian "tok tok tok" suara ketuk pintu , "masuk" kata pak teguh gust pun masuk "ada apa ?" tanya pak teguh "saya wakil dari kelas berbakat saya ingin mengambil kunci asrama" jawab gust "ini jumlahnya 9 kan" ucap pak teguh sambil memberikan kunci , "trimaksih , saya pamit" pamit gust sambil keluar ruang t.u itu .
" ini kuncinya ada 9 , klian ambil satu satu ," ucap gust sambil memberikan kunci itu kepada mereka "ok thanks " jawab mereka sambil mengambil kunci satu satu . Dan mereka pun mulai membersihkan asramanya masing masing
"dengan kamar ku saja lebih indah asrama ini" gumam gust terpesona dengan kamarnya , kemudin berbaring dan mengluarkan foto mama dan papanya , "ma jika gust sudah memasuki menara itu , gust pasti akan menemui mama" ucap gust , kemudian ia tertidur .
Keesokan harinya , semua murid kelas berbakat menggunakan fashion mereka , mulai dari kimmy yang memakay tindik banyak ,lensa , rambut berwana coklat , dan obie yang mewarnai rambutnya jadi abu abu , memakai lensa , memakai tindik , kemudian di lanjutkan gust yang memakai tindik , sepatu puma rambut di pirang berjalan di belakan kimmy dan obie
Mereka pun menjadi sorotan mata kagum para murid academy shwland , "gust kita ke kantin dulu ya, kau tak apa kan ke kelas duluan" ucap kimmy "oh ok , mungkin di kelas sudah ada anak anak" ucap gust kepada kimmy kemudian mereka berpisah .
Sesampainya di kelas gust terkejut ia kira hanya kimmy dan obie yang berdandan bak idol tapi hampir semuanya , kemudian ia duduk di seblah andrew , "kmu mengecat rambut mu seperti obi ..?" tanya gust "hem" jawab andrew .
Di sisi kejahuan "hey hey" panggil third "why" jawab chesta , "akhirnya bos mendapatkan rivalnya" ucap third sambil memandangi gust , "maksud mu" tanya chesta tak mengerti "dulu hanya bos yang selalu menjawab hum , ya , atau hanya mengangguk tapi sekarang ada andrew yang seperti itu " jawab third menjelaskan , "haha iya , semoga saja dia bisa menjadi temn bos" kawb chesta yang berbisik bisik dengan third .
"gdebuk gdebuk" suara hentakan kaki yang tergesa gesa , "apa kita sudah telat" tanya kimmy sambil membawa sekantong sandwich dan jus , "untunglah" kata obie dan kimmy bersamaan , "oh iya ini aku belikan untuk.kalian , pasti kalian belum sarapan semua" ucap kimmy sambil memberikan sandwich dan jus kepada teman temnnya , tak terkecuali andrew
"ada acara apa ini kim ??" tanya.baryu
"hehehe , gk papa , emang hari bahagia aku saja , karna mulai dari sekarang kita akan menyelsaikan semuanya bersamaan" ucap kimmy , "maksudmu" tanya andrew
"jadi semalam aku kan ingin mengambil paket ku , tiba tiba aku mendengar pak ramon berbicara ," ucap kimmy menjelaskan "berbicara apa..?" tanya gust "jika kelak kita akan terus menjadi satu tim , di sekolah ini ataupun di menara , jadi aku ingin membuat tim ini bukan sekedar tim tpi saudara" ucap kimmy .....
"serius..?" tanya rose , "ya seriuslah pokoknya kita gak boleh berantem harus.di selsaikan bersama'an termasuk kamu andrew" penjelasan kimmy , kemudian pak ramon datang ,
Pelajaran mereka pun dimulai "ok saya akan mengajarkn materi saja untuk hari ini , sebelum itu tunjukan energi kalian masing masing ," kata pak ramon
Kimmy yang sedang bergembira akhirnya maju duluan , dan energi yang di miliki kimmy adalah dapat menyembuhkan apapun dengan darahnya ,
Kemudian di lanjutkan dengan baryu , bahwa ia bisa menghilangkan benda atau dirinya
Dan andrew dengan pengendali energi yang bisa menghidupkan komputer yang mati atau mematikan lampu ruangan ,
Dilanjutkan third yang mengendalikan air bisa sangat maksimal jika bekerja bersama chesta karna mereka kembar
Rose yng bis melihat masalalu seseorang dan yuna pengendali api
Kemudian gust ia tak maju sama sekali "gust energi apa yang kau miliki..?" tanya pak ramon ,
"belum ada pak mungkin belum waktunya" pak ramon yang mendengar penjelasan gust pun terkejut dan bukan hanya pak ramon tapi semuanya , "mungkin punyamu istimewa gust" penjelasan pak ramon "iya pak" jawab gust
"ok pelajaran kita mulai dengan materi tentang energi kalian " kata pak ramon semua murit pun mulai melihat ke laptopnya masing masing "kenapa kita bisa memiliki energi berbeda dengan mereka ?" tanya pak ramon ke muridnya "karna iq kita tinggi , dan rangsangan otak kita lebih aktif" jawab andrew "pintar sekali andrew" , jawab pak ramon mereka pun mulai serius mendengarkan pak ramon .