
Hari libur telah tiba
Banya orang pergi untuk liburan , entak hanya kerumah sanak saudara atau pergi ke pantai untuk memgisi hari libur ,
Tak terkecuali 3 sekawan itu , gust dan teman sekelasnya pun melaksanakan wisata ke pantai di daerah darma , dengan di bimbing wali kelasnya pak kasim
"kalian , ayo beebaris , akan saya absen ," pinta wli kelas gust , mereka pun berbaris dengan rapi "ananda........bla bla" absen wli kelas itu "ok selanjutnya gust" gust pun mengangkat tangan nya dan langsung masuk ke bus yang di siapkan pihak sekolah
Beberapa jam sebelum gust berangkat.
Mama gust menata baju yang akan di bawa gust "ma kenapa memakai koper sih" ucap gust sedikit merengek , "terus kalo tidak menggunakan koper , spatu , dan peralatan lain lainnya di taruh mana ..?" jawab mama gust
"astaga ma , membawa barang yang di perlukan saja , kenapa harus membawa banyak sih" bantah gust , "tidak bisa anak mama harus selalu tampil tampan dong" ucap mamanya
"terserahlah mama deh" jawab gust pasrah , gust pun brangkat , pergi wisata dengan menggunakan koper besar , dengan raut muka masam
Saat gust datang di lapangan sekolah , "yo bos kau mau pergi dari rumah atau karya wisata...?" goda third "diam kau , seperti tidak tau mamaku saja" ucap gust sambil memasang wajah suram ,
Di waktu bersama'an
"nak tina ingin pergi kemana...?" tanya pak hanz , yang melihat tina berpakaian rapi sambil membawa koper "suadah saat nya pak , mungkin sebelum energi itu terbangun , aku harus kembali ke organisasi untuk melindungi gust , aku tidak ingin pengorbanan zigo 15 tahun itu sia sia" ucap tina smbil meninggalkan pak.hanz pergi
Kala itu pak hanz hanya terdiam , kemudian ia pergi ke hakaman rumah menggali tanah untuk mengambil kotak yang berisikan kunci dengan bergumam , "sudah tiba saatnya" gumam pak hanz sambil memegangi kunci itu .... Kemudian ia mengambil kunci itu dan di satukan dengan kalung giok .
"akhirnya kamu menemuiku ," kata wanita itu . "aku ingin menitipkan gust" kata tina kepada wanita itu , "baik , asal kamu tau segel kedua anak ku sudah teebuka , dan energinya mulai terbangkitkan , kamu mengerti kan tina " kata wanita itu seperti memberi isyarat bahwa energi gust sebentar lagi akan bangkit juga .
"aku mengerti ana , aku mungkin tidak bisa mendampingi gust jika segelnya mulai terbuka jadi tolong dampingi dia..." pinta mama gust , "aku tidak janji , tapi karna dia memiliki dara kental fransiaga maka aku akan melindunginya sekuat tenaga" jawab ana sambil menghadap tina .
"yeee akhirnya tiba" kata third sambil turun bus , "third bisa gak , tidak menghalangi jalan" cloteh bunga sekolah yang ingin turun namun terhalangi third , gust pun menileh dan langsung minggir sambil berkata "hehe sory bunga sekolah" jawab third dengan tampang tak berdosa . Bunga sekolah pun tak menjawab ,
Kemudian bunga sekolah menghampiri gust "gust" sapa bunga sekolah "hemb" jawab gust cuwek " embb begini kamu mau gak nantik menemaniku berkeliling membeli oleh oleh" tanya bunga sekolah , "gak" jawab gust padat dan jelas dengan melangkah pergi meninggalkan bunga sekolah
"ugh sialan" dalam hati bunga sekolah karna di abaikan oleh gust tiba tiba dari belakang "ahahaha di cuekin ya oleh pangeran impiannya wkwkwk" goda third yang tiba tiba muncul , tapi bunga hanya diam tak menghiraukan third memasang wajah kesal "mending sama budi aja ," ucap third mengejek bunga sekolah , bunga sekolah hanya melirik dan langsung meninggalkan third
"wah langsung pergi" ucap gust sambil memasang wajah puas telah menggoda bunga sekolah "woy kenapa si kau third" saut chesta yang tiba tiba muncul entah dari mana "abis godain bunga sekolah" jawab third "dasar jail" ucap cesta "bodo amat , kayak kau tak pernah isengin bunga sekolah" jawab third ,
Setelah beekeliling pantai , mereka pun beristirahat di sebuah wisma yang tak jauh dari pantai . Saat menjelang makan malam tiba tiba gust merasa tubuhnya serasa terbakar begitu panas
"kenapa ini , kenapa aku merasa tidak nyaman , apa aku sakit" kata gust dalam hati , gust pun tak menghiraukannya gust pun tetap berkumpul di ruang makan ,
"bos dari mana...?" tanya chesta , gust tak menghiraukan sapa'an chesta dia terus berjalan menuju meja makan , chesta pun bengong karna tak di hiraukan gust "kenapa bos ..?" tanya thirtd . "entah tak biasanya dia seperti itu" jawab chesta dengan bingung .
Gust pun kemudian duduk terdiam di meja makan , tiba tiba bunga sekolah menghampiri "gust" sapa bunga sekolah , tapi gusy tetap diap termenung , "gust" sapa bunga sekolah lagi tapi gust tetap tak menggubris kemudian untuk yang ketiga kali "guuu..." belum selesai bunga sekolah memanggil gust , gust pun bertriak "bisa diam tidak" bentak gust sambil membanting gelas karna rasa sakitnya yang tak tertahan , semua pun sepontan terdiam memandangi gust , saat bunga sekolah sadar di bentak gust ia pun akhirnya menghindari gust ,
Saat itu chesta dan third langsung berpandangan mata seakan akan mengetahui apa yang terjadi kepada gust . Third pun tanpa pikir panjang langsung menelfon mamanya
"halo ma" ucap gust membuka pembicaraan "iya sayang ada apa..?" sambung mama third "em anu bos eh gust maksudku" lanjut third sambil gugup "kenapa gust , lngsung to the point saja" ucap mama third yang mulai panik "seperinya segel energi gust mulai terbuka , tadi dia mengeluarkan kringat , seakan akan tubuhnya terbakar , sama seperi chesta dan aku waktu itu" ucap third kepada mamanya "ok baik mama besok akan menjemput gust , sebaiknya kau temani dia dulu" ucap mamanya , tanpa mengucapkan kata apapun mama third langsung menutup telfon ...
Kemudian third menemui chesta yang masih tetap di aula meja makan , melihat gust yang terlihat masih emosi
Setelah third kembali mereka pun menghampiri gust untuk mengajak gust beristirahat , "bos , lebih baik bos beristirahat dulu" saran third , kemudian gust pun mengikuti arahan third , "oh iya ketua kelas , kmu tidur dengan budi dulu biar aku malam ini menemani gust" ucap third kepada ketua kelas "oh iya third" jawab ketua kelas , third , chesta dan gust pun mengantar gust beristirahat
Tiba tiba wali kelas datang "anak anak ayo waktunya istirahat kembali kekamar masing masing" printah wali kelas , para murid pun bergegas kembali ke kamarnya masing masing .
"bos bagaimana perasaan mu" tanya third "sudah membaik" jawab gust "sebaiknya kau tidur saja" saran third kepada gust , gust pun membaringkan tubuhnya untuk beristirahat
"third aku ke kamar dulu ya" pamit chesta "ok" jawab gust sambil berbisik ....chesta pun kembali kekamarnya
"sebenarnya apa yang terjadi padaku ...?" ucap gust dalam hati , sambil memejamkan mata .
Pagi harinya saat para murid berkumpul di meja makan tak terkeculi gust , semua murit tampak biasa saja seakan tidak terjadi masalah ,
"gust ada yang mencarimu" ucapa wali kelas gust . "iya pak" gust pun kemudian bergegas menuju aula ,
Di lihatnya dari kejauhan ternyata mama third dan chesta . "ada apa tante ana..?" tanya gust
"gust apa kamu mau bersekolah di academi shawland..?" tanya ana kepada gust
"pasti tante , bahkan aku mendapatkan beasiswa dari academy shawland" jawab gust
"apa" ucap ana dengan terkejut "siapa yang memberimu beasiswa" tanya ana kepada gust sambil berbicara dalam hati "siapa yang memberikannya setauku academy shawlan tak peenah memberikan beasiswa" gumam ana dalam hati
"emb iti di berikan oleh seseorang pak tua saat dia mempromisikan sekolahan itu di sekolah" jawab gust dengan pasti
"ok baiklah kalau begitu aku pergi dulu" pamit ana kpada gust , dan berjalan meninggalkan gust , gust pun sempat tidak mengerti alasan tante ana menemuiny
Gust pun kembali ke aula untuk melanjutkan wisatanya , dengan gembira , 2 hari pun berlalu , karya wisatapun telah selesai , para murid pun pulang ke rumah mereka masing masing
Gust pun pulang dengan membawa okeh oleh banyak , "aku pulang" t
Ucap gust menyapa orang rumah , tapi bukan mamanya yang menyambut tetapi hanya kakek gust yang menyambut "sudah pulang nak " ucap kakeknya "iya pak" ucap gust sambil menuju kamarnya , dan gust tak sadar bahwa mamanya tidak di rumah .
Karna kelelahan di karnakan perjalanan jauh gust pun langsung tidur di malam itu
"gust" panggil lelaki yang seusia mama gust
"siapa kmu" tanya gust "aku siapa tak penting , intinya kamu adalah penerusku" jawab lelaki itu sambil tersenyum hangat , "tidak siapa kamu aku tidak mau" jawab gust dengan bertriak "kau harus trima" kata lelaki itu dan menghilang "tidak.......tidak....tidak" ucap gust bertriak
"tidak" triak gust , yang tersadar ternyata itu mimpi saja "siapa dia" gumam gust yang masih belum terbangun sepenuhnya .
Kakek gust terbangun dan bertanya "ada apa nak" seru kakek gust , dengan wajah shyok mendengar gust mengigau teriak triak
"tidak kek hanya mimpi buruk" ucap gust "tapi mimpi itu sangat aneh , ada lelaki seumuran mama berbicara kepadaku bahwa aku penerusnya" jawab gust . Kakek gust yang mendengar mimipi gust langsung terkejut "dia hampir mirip denganku seakan akan dia versi tuaku " . Ucap gust yang madih tk percya jika itu mimpi
" mungkin itu hanya bunga mimpi" ucap kakek gust mengalihkan pembicaraan "mungkin kek , tapi itu seperti nyata" jawab gust.
"sudah sudah ayo sarapan" ajak kakek gust yang berusaha mengalihkan perhatian .
Gust pun mengikuti kakeknya menuju ruag makan tetapi saat disana ia tak melihat mamanya sama sekali
"kek dimana mama..?" tanya gust sambil melihat sekitaran . "mamu pergi" jawab kakek gust "pergi kemana , berapa lama" tanya gust penasaran "keluar kota , yang jelas kau akan menemuinya jika waktunya tiba" kata kakek gust
"maksud kakek..?" tanya gust "sudah makan dulu cepat atau lambat kau akan tahu" jawab kakek gust pun meneruskan makannya
Tiba tiba saja gust merasakan telinganya berdenging hingga ia kesakitan "nging nging" suara dengungan yang menyakitkan "akhhh sakit" triak gust sambil menutupi telinganya
Kakek gust kemudian begegas berdiri menolong gust "gust konsentrasi konsentrasikan pendengaranmu ke suara kakek, gust" ucap kakeknya mengarahkan , setelah gust bisa berkonsentrasi dengungan itu pun hilang , tetapi telinga gust mengeluarkan darah .
"sebaiknya kamu beristirahat" suruh kakek gust , "kek sebenarnya aku kenapa ..?" sejak aku belibur ke pantai di daerah darma aku mengalami kejanggalan pada tubuhku , tubuhku serasa terbakar , mood ku buruk , mimpi bertemu dengan orang yang ingin mewariskan semua kepadaku, mama pergi entah kemana , sekarang pendengaranku bermasalah , teka teki apa ini kek , seakan akan aku harus memecahkan teka teki ini " ucap gust ,
"ini bukan teka teki tapi ini memang harus kamu lalui" kata kakek gust , gust punt tak mengiraukan perkataan kakeknya karna percuma dia tak mendapatkan jawaban apapun
Akhirnya gust beristirahat kembali dengan berkata "ah aku sangat lelah dengan teka teki ini , andaikan waktu berhenti sejenak" ucap gust waktu bersama'an gust menyadari jika detak jam di kamarnya berhenti , semua sunyi seakan beehenti , gust yang menyadarinya langsung bergegas bangun dan melihat jam dinding gust benar saja jam itu berhenti beedetak ,tapi hanya beberapa detik saja kini semua kembali seperti semula "ah aku semakin tak mengerti" ucap gust denga muka bingung
Gust semakin tak mengerti tentang kejadian yang ia alami terakhir ini seakan akan dia sudah tidak bisa mengendalikan indranya , sambil berbaring gust berpikir apa sebenarnya yang terjadi .