EMERGENCY MARRIAGE

EMERGENCY MARRIAGE
Chapter 7



Happy Reading.. ๐Ÿ“–๐ŸŒป


Pagi ini entah kenapa Kinan bangun lebih awal dari biasanya, dia bangun pukul 04.00 pagi.


"Eh, kok mas Mike tidur disini? " Ucap Kinan, kebingungan.


"Mas, mas Mike.. " Ucap Kinan, membangunkan pria itu.


"Hmm? " Tanya Mike.


"Kok mas Mike tidur disini? ini kan kamarku.. " Ucap Kinan.


Sementara Mike tidak bergeming sedikitpun hingga membuat Kinan merasa kesal.


Kinan memutuskan beranjak dari tempat tidur dan pergi meninggalkan pria itu yang masih tidur.


Dapur.


"Halo selamat pagi.. " Sapa Kinan pada para pelayan.


"Selamat pagi juga nyonya.. " Jawab para pelayan membungkukkan badannya.


"Kalian sedang masak ya? ada yang bisa aku bantu? " Tanya Kinan.


"Oh tidak perlu nyonya.. " Jawab Bu Nisa.


"Baiklah, saya kedalam dulu ya.. " Ucap Kinan, pergi meninggalkan dapur.


Ruang keluarga.


Kinan memilih pergi ke ruang keluarga, dia memutuskan menonton film favoritnya yang bergenre komedi.


Tiba-tiba saja Mike datang dan duduk di sebelah Kinan.


"Buatkan saya kopi Kinan.. " Titah Mike, datar.


Kinan menoleh dan melihat Mike yang sudah rapih dengan kemeja putih dan celana hitamnya.


"Iya.. " Jawab Kinan, beranjak pergi hendak membuatkan kopi untuk suaminya itu.


Tak lama kemudian Kinan datang kembali dengan membawakan secangkir kopi di tangannya.


"Ini mas.. " Ucap Kinan, meletakkan kopi di meja depan Mike.


"Terimakasih.. " Jawab Mike, tersenyum tipis.


"Oh ya kapan kau mulai masuk sekolah? " Tanya Mike.


"Senin mungkin.. " Jawab Kinan.


"Loh mas Mike mau kemana? " Tanya Kinan, berdiri.


"Main basket, kamu temani saya.. " Ajak Mike.


"Oke.. " Jawab Kinan, berjalan mengikuti langkah kaki pria itu.


Saat ini mereka tiba di sebuah lapangan luas di sisi kanan Mansion, sudah lengkap dengan 2 ring basket.


'Waaah mansion mas Mike ternyata sangat luas sekali, bahkan ada lapangan basket disini.. 'Batin Kinan, terkagum-kagum.


Kinan duduk di sebuah kursi memperhatikan Mike yang mulai bermain basket, entah kenapa kini dia sudah mulai bisa menerima pernikahan ini, dia mencoba lebih dewasa dari usianya.


Setelah cukup lama bermain basket, Mike memutuskan untuk beristirahat sebentar dan menghampiri Kinan yang sedang duduk di bawah sebuah payung besar.


"Aku haus.. " Ucap Mike, to the point.


"Tapi aku gak bawa air minum, Mmm sebentar biar aku ambil kedalam.. " Ucap Kinan, hendak beranjak dari duduknya namun tangannya di tahan oleh pria itu.


"Tidak masalah biar pelayan yang membawakannya.. " Ucap Mike, menahan tangan Kinan.


Mike pun memanggil pelayan untuk membawakan sebuah jus untuk keduanya.


"Ini tuan.. " Ucap Riska, meletakkan dua gelas jus jeruk.


"Terimakasih ya mba.. " Bukannya Mike yang menjawab malahan Kinan yang menjawab dengan sebuah senyuman tulus.


"Sama-sama nyonya.. " Jawab Riska, tersenyum setengah terpaksa.


"Kau belajarlah bersikap lebih sopan lagi pada majikanmu.. " Ucap Mike, dingin.


Ya pria itu kesal karena pelayan itu bersikap kurang sopan pada Kinan menurutnya.


"Sudah mas, cuman kayak gitu aja dipermasalahkan.. " Ucap Kinan, memegang lengan Mike.


"Maafkan saya tuan, nyonya.. " Ucap Riska, membungkukkan badannya dan kemudian pergi.


Setelah Riska pergi keduanya memutuskan untuk meminum jus itu.


...


Setelah selesai menemani Mike bermain basket, Kinan memutuskan untuk duduk santai sebari menonton siaran televisi di kamarnya.


"Kinan aku mau pergi dulu, kau baik-baik di mansion.. " Ucap Mike, sudah rapih dengan kemeja putih dan celana hitam khasnya ditambah dengan jam tangan mewah di pergelangan tangannya.


"Oh iya.. " Jawab Kinan, terkesan cuek.


Bersambung...