EMERGENCY MARRIAGE

EMERGENCY MARRIAGE
Chapter 10



Keesokkan Harinya...


Pagi ini matahari sudah terbit tanpa malu-malu untuk menampakkan dirinya...


Mom Meyma juga sedang sibuk berkutik dengan alat masaknya untuk memasak sarapan pagi...


Sementara Kaylin masih nyaman tidur di ranjang mewahnya itu..


Tokkk... tokkk...


"Assalamu'alaikum.. permisi nona? " Panggil Anita, salah satu art di mansion.


"Hemmm.. " Sahut Kaylin, masih setengah sadar.


Ceklek...


Anita membuka pintu kamar Kaylin dan betapa terkejutnya dia saat melihat kamar Kaylin lebih berantakan dari gudang mansion.


"Apa yang terjadi nona? " Tanya Anita, khawatir.


"Hemmm.. tidak ada" Jawab Kaylin, duduk.


"Oh ya saya mau mandi dulu ya, tolong dibereskan... " Ungkap Kaylin, beranjak ke kamar mandi.


"Baik nona... " Jawab Anita, langsung membereskan kamar Kaylin, mulai dari ranjang hingga yang lainnya.


MANSION THEODORE.


Sementara pagi di mansion Theodore berjalan cukup disiplin. Karena pada jam 7 pagi seluruh anggota keluarga sudah berkumpul untuk sarapan bersama.


"Bagaimana tidur kalian malam tadi? " Tanya Mom Shelia, menunggu makanan diletakkan di piringnya.


"Sangat indah mom, tadi malam Guzel mimpi dilamar Prince Dubai!! Aaaaa" Cerita Guzel.


"Seriously?? semoga menjadi kenyataan okay.. " Ucap Mom Shelia, minum jus.


"Of course mom, aku ingin menjadi seorang Princess... " Ucap Guzel, membayangkan impiannya itu.


"Daffa sayang, nanti siang Risa ingin datang ke kantor kamu membawakan makan siang untukmu, Terima ya mom tidak enak dengan orang tuanya... " Ucap Mom Shelia, lemah lembut.


"I don't care! " Jawab Daffa, dingin.


"Oh son, ayolah... " Bujuk Mom Shelia.


"No mom!! jangan pernah memaksa saya untuk melakukan hal bodoh seperti itu! " Ucap Daffa, kesal


Mom Shelia terdiam dia bingung bagaimana lagi cara meluluhkan hati belum putranya itu.


Malik. drc


Ruang CEO.


Daffa baru saja sampai di perusahaan nya itu, dia langsung di suguhkan dengan padatnya schedule.


"Nick, dimana anak-anak magang itu? " Tanya Daffa, datar.


"Siapa Mr? " Tanya Balik Nick, bingung.


"Kaylin dan Lisa.. " Jawab Daffa.


"Lisa berada di ruangannya sedang mengatur jadwal dibantu sekertaris anda, sementara nona Kaylin masih belum datang ke kantor... "Ungkap Nick, santai.


"Seriously?! ini sudah jam 8 dan dia belum masuk kantor, benar-benar tidak disiplin, suruh dia menghadap saya nanti... " Tegas Daffa, kesal.


"Baik Mr, saya permisi... " Ucap Nick, pergi meninggalkan ruangannya.


Ruang Asisten CEO dan Sekertaris CEO.


Kaylin memasuki ruangan dan terlihat terengah-engah.


"Oh god, lo ngagetin gue aja! " Ucap Lisa, berdiri.


"Sorry, huhuhu.. " Ucap Kaylin.


"Lo kenapa? kayak habis dikejar setan aja.. " Ucap Lisa, bingung.


"Yess, aku terlambat bangun dan telat ke kantor, oh **** semua karena malam itu! " Umpat Kaylin, marah.


"Hah? malam apa? udh deh mending lo tenangin diri lo dulu sebelum habis dimarahi sama tuh CEO... " Ucap Lisa.


Glek..


'Iya juga ya, ah tapi ini semua karena dia juga... 'Batin Kaylin.


"Iyaa... " Jawab Kaylin, duduk di sofa.


"Permisi nona Kaylin anda dipanggil untuk menghadap Mr. Daffa... " Ucap Nick.


"Oh ya? tapi saya rasa saya tidak membuat kesalahan.. " Tolak Kaylin.


"Saya juga tidak tahu nona... " Jawab Nick, datar.


"Oh baiklah... "Timpal Kaylin, pergi.


Ruang CEO.


Tokk... tokk... tokk...


" Masuk... "Ucap Daffa, dingin.


Ceklek...


"Assalamu'alaikum, sorry Mr saya terlambat... " Ucap Kaylin, profesional.


"No problem! tapi karena kau terlambat masuk kantor saya ingin kamu kerjakan ini sekarang! " Ucap Daffa, memberikan sebuah berkas.


"Kau hanya perlu membuat laporan saja.. bukankah CEO Kaylin sangat cerdas? " Sindir Daffa, sinis.


"Oh iya saya lupa saya ini kan sangat cerdas! lulusan pondok pesantren Al-Mustaqim hehehe... " Timpal Kaylin, tersenyum.


"Ya itu kau tahu, kerjakan! " Titah Daffa, kembali menatap i pad nya.


"Ya.. ya. ya. " Ucap Kaylin, membawa berkas itu ke sofa.


Brukkk...


"Hello my brothers... " Sapa seorang pria tampan, wajahnya bercahaya dan bertubuh tinggi.


"Menjauh... " Ucap Daffa, menggerak-gerakan jari telunjuk nya.


"Ya.. ya.. ya. kau itu selalu saja seperti itu, padahal aku ini saudara sepupumu yg paling baik sedunia, paling tampan, paling sholeh pokoknya paket komplit deh... "Ucap Pria itu.


"Stop it! sebaiknya kau pergi dan berteman saja dengan Guzel bukan denganku... "Ucap Daffa, kesal.


'Guzel? bagaimana kabar gadis itu sekarang aku tidak pernah berkabar dengannya semenjak kejadian itu.. 'Batin Pria yang bernama Dammar itu.


"Hei siapa gadis cantik itu Daff?" Tanya Dammar, terpukau melihat kecantikan wajah Kaylin.


"Jangan menatapnya seperti itu! sudahlah pergi sana... " Ucap Daffa, kesal.


"Kau itu padahal kedatangan sepupumu yang paling baik dan tampan sedunia ini malah ngamuk... " Ucap Dammar.


"I don't care! mau kau tampan sedunia, seantero I don't care you know! " Sentak Daffa, kesal.


'Pruttt Mr. Daffa yang dingin kayak kutub utara punya sepupu yang narsis abis ternyata... 'Batin Kaylin, menahan tawanya.


"Sudahlah aku akan pergi ke mansion saja, disini terlalu dingin kayak lemari ice... " Ucap Dammar, hendak keluar ruangan.


"Hei aku tidak mengenalmu tapi kudoakan sepupuku itu akan bucin abiss deeh sama kamu, aamiin-in dong... " Ejek Dammar, terkekeh.


Dia menujukan ucapannya itu untuk Kaylin.


'Benar-benar sepupu lucknut bikin malu saja..'Batin Daffa, kesal.


2 jam kemudian...


"Ini Mr sudah selesai.. " Ucap Kaylin, meletakkan berkas tadi.


"Oh ya thanks.. " Ucap Daffa, datar.


"You're welcome, saya permisi Mr.. " Ucap Kaylin, melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan Kaylin.


Waktu terus berputar dan kini jam menunjukkan pukul 4 sore, Kaylin dan Lisa sedang bersiap-siap untuk pulang kerja.


"Kaylin, lo tahu si Rion? dia bilang dia bakal nunjukin ke semua orang bahwa lo bisa takluk sama dia... "Ucap Lisa.


"Really? sudah ketebak sih, aku tuh padahal gak pernah ada rasa apa-apa sama dia masih saja... " Ucap Kaylin, sinis.


"Kamu pulang sama saya! " Ucap Daffa, Tiba-tiba saja pria itu sudah berdiri di belakangnya.


"Eh Mr, no saya pulang sendiri saja.. " Ucap Kaylin, tersenyum.


Semakin hari dia sudah bisa semakin mengendalikan emosinya apalagi saat bertemu dan bersama dengan Daffa.


"Tidak ada penolakan.. " Tegas Daffa, berjalan terlebih dahulu.


"Cieee diposesifin sama pak CEO... " Ejek Lisa, terkekeh.


"Apasih.. " Ucap Kaylin, kesal.


"Yaudah aku duluan yaa, kamu hati-hati ya.. " Ucap Kaylin, berpamitan pada sang sahabat.


"Iyaa, byee.. " Ucap Lisa.


Mobil Daffa.


Mobil sangat hening karena Daffa terlihat menatap jalanan dari balik jendela sementara Kaylin sedang fokus menatap ponselnya.


Tiba-tiba saja cuaca berubah mendung dan turunlah hujan.


Kaylin yang memang alergi dingin pun mulai merasa gatal-gatal, dan menggaruk-garuki bagian tubuh nya yang gatal.


"Kau kenapa? " Tanya Daffa, datar.


"Gatal.. " Jawab Kaylin, datar.


"Memangnya kau kenapa? tidak mandi? " Tanya Daffa.


"Ihh.. emang aku jorok apa! aku itu alergi dingin tahuu.. " Ucap Kaylin, cemberut.


"Ciee aku kamu... " Ejek Daffa, tersenyum.


Deg...


'Oh god senyum nya manis sekali, andai setiap saat dia tersenyum begitu manis padaku.. 'Batin Kaylin, terpukau.


Daffa melepaskan jasnya dan memakaikannya ketubuh Kaylin.


"Mr... "


"Shutt.. " Daffa menempalkan jari telunjuk nya ke bibir manis gadis itu tandanya gadis itu cukup diam.


"Thank you.. " Ucap Kaylin, pelan.


Daffa kembali fokus menatap jalan sementara Kaylin masih lanjut bermain ponsel.


Bersambung...


Jangan lupa like, comment, vote, hadiah, favorit, and dukungannya... Thank you!