EMERGENCY MARRIAGE

EMERGENCY MARRIAGE
Chapter 6



Happy Reading... ๐Ÿ“–๐ŸŒป


"Jadi kalian bakal pulang sekarang? " Tanya Mom Shinta.


"Iya.. " Jawab Mike, datar.


"Kinan.. " Ucap Mom Shinta, memeluk putri satu-satunya itu.


Rasanya berat melepas Kinan pergi bersama suaminya, tapi mau bagaimana lagi..


"Kamu harus jadi istri yang baik, patuh sama suami, dan jangan segan untuk main kesini, mommy dan daddy selalu sayang sama Kinan.. " Bisik Mom Shinta.


"Kinan juga sayang kalian.. " Lirih Kinan, terisak.


Setelah selesai berpelukan dengan sang ibu, kini Kinan beralih menatap sang ayah yang berdiri menatapnya.


"Daddy.. " Ucap Kinan, memeluk sang ayah.


"Kinan, putri kecil daddy.. " Ucap Dad Jack, memeluk sang putri dan mencium kening sang putri.


"I love you dad.. "Bisik Kinan.


"Mike, daddy titip Kinan padamu, apapun yang terjadi bagaimanapun perasaan kalian, jagalah kasih sayang dan keharmonisan dalam rumah tangga kalian.. " Pesan Dad Jack, menepuk bahu Mike.


"Iya dad.. " Jawab Mike.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Kinan berjalan mengikuti langkah Mike memasuki sebuah mansion mewah bergaya Eropa klasik yang sangat mewah ditambah furniture-furniture yang sangat mahal.


"Om.. " Panggil Kinan, masih mengamati sekeliling mansion itu.


Mike yang mendengar Kinan memanggilnya dengan panggilan 'om' pun segera mengarahkan pandangannya kearah gadis cantik itu.


"Siapa yang kau panggil dengan sebutan om? " Tanya Mike, menatap tajam Kinan.


"Tentu saja kau.. " Jawab Kinan, tanpa rasa takut sedikitpun.


"Ganti panggilan mu untukku! " Titah Mike, datar.


"Hah? "


"Terus aku harus memanggilmu dengan panggilan apa? Kakak? abang? mas?.. " Tanya Kinan, geli sendiri saat mengucapkan kata terakhir itu.


"Yang terakhir boleh juga.. " Ucap Mike.


Bahkan saat ini pria itu sudah duduk di sofa sebari memakan buah apel yang sudah tersedia di meja.


"Ihh.. " Ucap Kinan, geli.


"Kenapa? bukankah kau yang memberikan pilihan maka saya memilih.. " Jawab Mike, santai.


'Astaga, benar-benar gila!'Batin Kinan, kesal.


"Bertanyalah dengan baik gadis kecil, seperti mas Mike sayang dimana kamarku.. " Ucap Mike, senyum menggoda.


"Oh my god! Mas Mike sayang dimana kamarku? " Tanya Kinan, penuh penekanan.


"Hahahaha di lantai dua.." Jawab Mike, terkekeh.


Kinan beranjak pergi meninggalkan ruang tamu itu, rasanya dia sudah malas bercengkrama dengan pria itu, pria itu selalu saja menggodanya.


Lantai 2.


Saat sampai di lantai dua Kinan dibuat kebingungan sendiri, karena dilantai itu kamar sangat banyak sekali mungkin ada 30 kamar lebih.


"Ya Tuhan yang mana kamar untukku? " Tanya Kinan, mulai bad mood.


"Permisi nona ada yang bisa saya bantu? " Tanya seorang pria yang jelas mengagetkan Kinan.


Kinan berbalik dan malah menabrak dada bidang seorang pria dan ternyata pria itu adalah suaminya sendiri, Mike Alberto.


"Kau, aaaakkhhhhh... " Teriak Kinan, kesal.


"Hei kau kenapa? " Tanya Mike.


"Kau mengagetkan ku.. " Ucap Kinan, cemberut.


"Bukankah saya hanya bertanya.. " Ucap Mike, menatap mata Kinan.


"Ya hanya bertanya tapi mengagetkan ku, kenapa sih kau itu tidak paham-paham.. " Ucap Kinan, kesal.


"Paham apa sih? " Tanya Mike, sengaja menggoda gadis itu.


"Sudahlah ayo tunjukkan dimana kamarku? " Tanya Kinan, mulai jengah.


"Ayo.. " Jawab Mike, memegang tangan Kinan dan membawanya ke sebuah kamar.


Kamar.


"Waahh desainnya bagus juga, klasik modern gitu.. " Gumam Kinan, memperhatikan sekeliling kamar.


Dia belum sadar jika tangannya masih digenggam oleh pria yang saat ini berstatus suaminya itu.


"Eh.. " Ucap Kinan, melepaskan tangannya dari genggaman pria itu.


"Makasih sudah dianterin, kalau mas Mike mau keluar, keluar aja.. " Ucap Kinan, mengusir secara halus.


"Nggak mau.. " Tolak Mike, malah membaringkan dirinya di ranjang.


'Dasar om-om rese!!! 'Batin Kinan, kesal.


******Bersambung******...