
Assalamu'alaikum, Halo para pembaca Zahra? apa kabar? semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan dan kelancaran rezeki oleh Allah Swt. ya Aamiinn..
Readers selamat datang di karya pertama author ini ya, niat author cuman ingin menghibur ok jadi tolong jika ada kesalahan jangan komen yang buruk-buruk yaa, kalau gak suka skip aja ok author gak maksa..
Oh ya selama periode baru mulainya novel ini author bakal kasih kalian bonus yaitu 1 minggu full up setelah itu up seperti biasa okay..
Terimakasih dan selamat membaca..
🌺🌺🌺
Tokkk.. tokk.. tokkk...
Terlihat seorang wanita paruh baya tengah berdiri di sebuah pintu apartemen mewah dengan didampingi oleh dua pria kekar di belakangnya.
"Daffa! Daffa Rodriguez! " Teriak Ny. Ana, dia tidak takut ada yang melihat tingkahnya itu karena semua sudah aman terkendali.
Ceklek...
Pintu Apartemen itu di buka dan terlihat seorang pria tampan yang mengenakan jas tengah berdiri di hadapan wanita paruh baya itu.
"Mom, s-sejak kapan kau datang? " Tanya Daffa, gugup.
"Sejak tadi, kemana saja kau? " Tanya Ny. Ana, sewot.
"Apa yang kau sembunyikan di dalam apartemen mu ini? " Tanya Ny. Ana, memicing menatap ke dalam apartemen.
"Hah? tidak ada apa-apa di dalam mom.. " Jawab Daffa, datar.
"Bohong, dasar anak tukang bohong kau Daffa, sudah jarang pulang ternyata suka main di luar, huh dasar keturunan David Rodriguez kau ini! " Ucap Ny. Ana, menjewer telinga Daffa.
"Awwwhh sakit mom, lepaskan! " Titah Daffa, menatap tajam sang ibu.
"Berani kau menyuruhku, terus itu kenapa matamu menatap tajam ibumu ini, dasar anak nakal.. " Ucap Ny. Ana.
Para bodyguard yang berdiri dibelakang Ny. Ana tidak mampu menahan tawanya dan pada akhirnya kedua bodyguard itu menertawakan Daffa.
"Apa yang kalian tertawakan? " Tanya Daffa, menatap tajam kedua bodyguard itu.
"T-tidak tuan.. " Jawab kedua bodyguard itu, menunduk.
"Awas kau, minggir.. " Ucap Ny. Ana, masuk ke dalam apartemen sang putra.
Ny. Ana memasuki kamar sang putra dan betapa terkejutnya dia saat melihat seorang wanita tergeletak di ranjang sebari bermain ponsel dengan kondisi telanjang bulat.
"DAFFA RODRIGUEZ!! " Teriak Ny. Ana, marah besar.
"Mom.. " Lirih Daffa, menatap sang ibu jengah.
Firasatnya mulai tak enak, bisa-bisa dia akan diceramahi di Mansion utama dan rencana sang mommy untuk menjodohkannya semakin jadi.
"Siapa kau hah? " Sentak Ny. Ana, menatap tajam wanita itu.
"Cih dasar ******, sudah sana cepat pergi dari hadapanku.. " Usir Ny. Ana, kesal.
"Dan kau, kau siap-siap saja anak nakal.. " Ucap Ny. Ana, menatap tajam sang putra.
Mansion Utama.
"Lihatlah dad putramu itu suka sekali main di luar seperti kau dulu.. " Ucap Ny. Ana, sinis.
"Ana, diam lah dulu.. " Ucap Tn. David, tatapan mengintimidasi.
Ny. Ana pun terdiam dan menahan mulutnya agar tidak berbicara, rasanya mulutnya itu sudah sangat gatal ingin memaki-maki putra sulungnya itu.
"Bisa kau jelaskan Daffa Rodriguez? " Tanya Tn. David, menatap tajam Daffa.
"Dad, dia itu hanya wanita yang aku sewa untuk memuaskan nafsuku, aku tidak mencintainya dan jelas aku tidak akan menikahinya.. " Ucap Daffa.
"Hei siapa juga yang menyuruhmu menikahinya aku tidak akan mau ya mempunyai menantu wanita seperti itu, cih murahan.. " Sahut Ny. Ana.
"Mom, Ana.. " Ucap Tn. David, dan Daffa berbarengan.
"Pokoknya kau harus mau menikah dengan wanita yang sudah mom dan dad pilihkan, harus mau! " Ucap Ny. Ana, tegas.
"Tidak mau!" Jawab Daffa, menatap tajam sang ibu.
"Harus mau! " Ucap Ny. Ana, tidak kalah menatap tajam sang putra.
"Sudah! Daffa turuti lah kata mommy mu, dia tidak mungkin menjerumuskan mu! " Titah Tn. David, tegas.
"Hiks, benar dad rasanya sangat sakit sekali bukan? anak kandung sendiri tidak mau menuruti perkataan ibu kandungnya, sakit sekali hati mom ini.. " Ucap Ny. Ana, mendrama.
'Huft, kiamat sudah lah ini, pasti lelaki tua bangka itu akan menceramahi ku.. 'Batin Daffa.
"Daffa kau itu.... " Dan benar saja Tn. David benar-benar menceramahi sang putra sampai 1 jam lebih.
"Okay, okay, fine! Daffa mau dijodohkan, sudah ya?! " Ucap Daffa, jengah dengan kelakuan kedua orang tuanya itu.
"Benar nak? Daffa mau dijodohkan? Aaa senangnya hati mom nak.. " Ucap Ny. Ana.
"Ya, dan carikan aku wanita yang sexy dan pintar.. " Ucap Daffa, pergi menuju kamarnya.
"Yess!! " Ucap Ny. Ana, berseru senang.
"Terimakasih ya mas.. " Ucap Ny. Ana, memeluk sang suami.
"Iya, apapun itu akan kulakukan asalkan kau bahagia.. " Bisik Tn. David, mencium kepala sang istri.
Bersambung...