ELLYSA

ELLYSA
bab 22



"aku pegang kata katamu shel, kalau sampai kamu melukai ellysa makan aku takan mengampuni mu, ancam Daniel dengan sorot mata tajam.


ok, kalau begitu kita sepakat, kamu ikuti saja apa yang orangtua kita rencanakan makar aku akan jamin ellysa akan aman, karena kalau sampai papaku tau menolaku karena ada seorang ellysa makan aku takan bisa menjamin keselamatan nya. nanti malam datanglah ketempat yang sudah papa atur, nanti kita ketemu disana.


🦋


"setelah beberapa saat menunggu, akhirnya pertemuan tuan renaldy sekalian makan malam yang telah ditentukan terlaksana juga.


" selamat malam om renal, sapa Daniel ramah sambil menjabat tangan calon mertuanya itu. selamat malam juga, Daniel senang bertemu denganmu..


"kamu mau pesan apa Niel, aku sama papa sudah pesan makanan, sama kan saja shel jawab Daniel. ok aku pesanan ya..


" sambil menunggu makanan datang renaldy membahas banyak hal, gimana kerjaan kamu Niel apa lancar, tanya renaldy, lancar om.. syukurlah aku harap setelah kedua keluarga bersatu nanti akan banyak nilai positifnya ya. om bangga kamu masih pemula tapi sudah bisa mengembangkan perusahaan dalam waktu dekat.


Terima kasih om, oh iya shel kira kira kalian kapan siapnya acara tunangannya, saya terserah papa saja. jawab mishel.


"kalau kamu gimana nak Daniel, ayahmu dimitri sudah menyerah kan keputusannya padaku. dia akan siap kapanpun. Daniel langsung meneln salivanya, bingung bercampur jadi satu.


" apa ini tidak terlalu cepat om, kami juga belum terlalu mengenal dekat satu sama lain, jawab Daniel panik.


" apa.. apa itu tidak terlalu cepat om, tanya Daniel gusar, aku rasa tidak minggu depan pas ulang tahun perusaanmu, sekalian acara pertungannmu, ini sudah kami bicarakan dengan ayahmu. kali ini Daniel tidak bisa menolak.


"Daniel nanti tolong antar mishel pulang ya, om ada urusan lain setelah ini, cuma dijawab anggukan.


" setelah selesai makan malam Daniel langsung menuju parkiran dan diikuti mishel dari belakang , shel kamu pulang duluan aja, aku mau ketemu teman temanku sebentar, aku ikut aja Niel ini juga belum terlalu malam.


"jangan menyesal kamu ikut denganku shel, aku mau ke club, aku hampir gila dengan keputusan papamu.


setelah berdebat cukup lama akhirnya mereka sampai di club yang biasa Daniel datangi, baru memasuki pintu masuk sudah disambut dengan dentuman musik kencang dan lampu kerlap kerlip, mishel yang sudah biasa datang ketempat seperti itu sudah pasti sangat menikmati, apalagi semenjak tinggal di keluarga dimitri ia sudah lama ga mendatangi lagi tempat menghilangkan penat itu.


" mana teman temanmu Niel kok kamu ga ngenalin ke aku, tunggu bentar lagi, mendingan kamu pesan minuman dulu sana usir Daniel.


"bak singa yang keluar dari kandangnya mishel tentu saja senang luar biasa, apa lagi bersama calon suaminya,


" gila..bisa bisanya aku akan menikah dengan gadis sinting seperti mishel, aku memang bejat tapi aku juga ga mau memiliki istri sepertinya juga masa suami istri hobby clubbing, miris sekali dasibku Tuhan.. cuma ellysa perempuan yang baik yang pernah kukenal, kenapa Tuhan tidak memihaku.


"saking pusingnya Daniel ga sadar meminum minuman ha ram itu cukup banyak, sekuat kuatnya dia minum akhirnya ambruk juga, sampai ga sadar meracau hal yang ga perlu, persis seperti orang sinting