ELLYSA

ELLYSA
bab 18



"Coba telpon Daniel bu, nanti malam suruh pulang ada yang mau ayah sampaikan.


iya, yah.. aku jadi ga enak sama mishel disini pengin deket Daniel malah Daniel menghindari nya yah.


"Drt.. drt.. suara HP Daniel berbunyi


hallo bu,


(........)


iya bu, nanti Daniel pulang kerumah.


sudah dulu ya bu, Daniel sudah mau berangkat kerja.


" setelah menutup telpon ,Daniel langsung meraih kunci diatas nakas dan langsung berlalu keluar dari apartemen nya.


"Daniel menuju parkiran mobil dan langsung tancap gas mobilnya, ia sengaja mengarahkan jalannya melewati kos ellysa.


" itu kaya ellysa, pasti sedang menunggu mobil.


tot.. tot suara klakson mobil mengagetkan ellysa yang sedang melamun menunggu bis datang.


"Hai ellysa, ayo berangkat bareng ajak Daniel.


duluan saja niel, aku mau naik bis aja, tolak ellysa.


" cepetan ellysa, lagian nanti macet ini sudah siang, kamu mau gajinya ku potong, ancam Daniel.


"dengan terpaksa ellysa, menerima ajakan Daniel.


tapi, nanti turunnya jangan depan kantor ya niel,


aku ga mau ada gosip yang beredar.


" iya tenang saja ellysa, apa kamu sudah sarapan pagi.


sudah, aku selalu masak setiap hari untuk menghemat pengeluaran niel dan salalu membawa bekal buat makan siang.


" kamu ga berniat menawari aku ellysa, padahal aku dari semalam belum makan.


"engga ah, bekal ku ga enak, nanti kamu sakit perut. karena sarapan orang kaya kan beda sama orang miskin kaya aku.


" ih.. pelit banget kamu ellysa, padahal apapun yang kamu kasih pasti aku suka.


"benarkah, tanya ellysa. kalau begitu ini buat kamu ya, itung itung buat bayar tumpangannya. sambil menyodorkan bekal dan nyengir kuda tentunya.


🦋


setelah beberapa saat mobil yang dikendarai sampai didekat kantor, dan Daniel langsung menghentikan mobil sesuai yang diminta ellysa.


" Terima kasih ya niel, kuharap ini aq numpang yang terakhir kali karena aku ga mau semakin dekat lagi dan makin jatuh cinta, tapi hanya mampu diucapkan ellysa dalam hati.


🦋


"hari hari dijalani ellysa yang melihat kemesraan mishel, karena mishel semakin lengket, nemplok terus kemana mana selalu ngikuti Daniel.


Hai ellysa, ini hari terakhirmu kerja disini ya, karena aku dengar dengar kamu mau dipindahkan kekantor cabang, tanya mishel penasaran.


" padahal disini sudah enak kantor pusat dan aku dengar dengar kamu mau dinaikan jabatan, kok malah minta dipindahkan ke kantor cabang.


"gapapa shel, aku pengin ada pengalaman lain.


" tapi nanti kalau aku tunangan sama Daniel, apa kamu bisa datang ellysa, karena bagaimanapun kamu telah berjasa dalam hidupku, posisi dikantor sekarang menjadi milikku, dan Daniel juga sebentar lagi akan menjadi milikku, sambil tersenyum sinis.


"maksud kamu apa shel, aku tidak paham dengan omonganmu.


" ga usah bingung begitu ellysa, kamu bisa membodohi orang orang, tapi tidak dengan aku.


karena, aku tau kamu sebenarnya punya hubungan lebih kan sama Daniel.


harusnya kamu itu sadar diri, kamu itu tidak selevel dengan keluarga Daniel, kamu tidak pantas, ada disisi Daniel yang pantas cuma aku karena orangtua kami sudah menentukan hari buat tunangan kami.


"kamu salah paham shel, aku tidak ada hubungan apapun sama Daniel, dia adalah atasan ku tidak lebih, kamu harus percaya padaku shel