
setelah diterima kerja di perusahaan A, ellysa mulai disibukan dengan pekerjaanya sebagai sekertaris tuan Dimitri.
tok.. tok.. tok ellysa mengetuk ruangan pak Dimitri, silakan masuk" maaf tuan hanya mengingatkan nanti siang ada jadwal ketemu klaien dari negara singapura yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita
Terima kasih ellysa, sudah mengikatkan saya, karena sebenarnya saya lupa kalau ada meeting
maklum saya sudah tua ujar tuan Dimitri sambil memijat pelipis kepalanya, tapi anak saya belum bersedia menggantikan saya.
iya itu sudah menjadi kewajiban saya tuan, saut ellysa sambil tersenyum
saya bangga el, punya karyawan seperti kamu
punya semangat tinggi, tidak seperti anak saya yang malah memilih tinggal diluar negri dibanding tempat kelahirannya ini
terkadang saya kasihan dengan istri saya, setiap harinya kesepian, padahal punya 2 anak tapi ga ada yang mau dekat orang tua, malah memilih sekolah dan tinggal diluar negeri.
maaf ellysa, malah saya jadi cerita masalah keluarga saya
orang tuamu pasti bangga punya anak sepertimu
Terima kasih tuan atas pujiannya,
maaf tuan aya permisi dulu, masih ada berkas yang mesti saya siapkan untuk meeting nanti siang.
keluarlah, siap kan berkas berkasnya jangan sampai ada yang ketinggalan, baik tuan jawab ellysa sambil tersenyum
sementara itu di mansion tuan Dimitri, seorang wanita paruh baya yang masih cantik, nyonya lusi istri tuan Dimitri, sedang memikirkan cara agar anaknya mau tinggal di Indonesia, syukur syukur sudah punya calon, jadi mansion ini rame ada cucu cucunya nanti
tap.. tap.. tap terdengar derap sepatu tuan Dimitri
tumben ayah sudah pulang biasanya sampai sore, tanya lusi kepada suaminya
apa ayah sakit lagi? tanya lusi lagi,
iya bu, sepertinya kita harus memaksa Daniel mengurus perusahaan membantu ayah, belakangan kesehatan ayah makin menurun
baik ayah, ibu akan tlp Daniel sekarang jawab lusi sambil mengelus pundak suaminya yang masih nampak marah
Drt.. drt.. drt..
drt.. drt.. drt..
gimana bu, apa belum diangkat tlpnya?
sabar yah, mungkin Daniel masih sibuk
ibu masih mau coba tlp lagi ini
drt.. drt.. drt..
hallo bu, suara dari benda tipis yang dipegang ibu lusi,
Daniel, kapan kamu pulang keindonesia? belum tau bu, saya disini juga kerja bu, jawab Daniel
apa kamu ga kasian sama ayahmu, sebulan terakhir ini kesehatannya makin menurun, ayahmu sudah tua Daniel, bantulah ayahmu mengurus perusahaan sendiri, dari pada kamu kerja sama orang lain
baik bu, tapi nunggu bulan ini ya bu, kan ga mungkin Daniel tiba tiba keluar, tanpa memberikan alasan yang masuk akal, apalagi Daniel kerja di perusahaan teman Daniel bu
oke, ibu pegang kata-kata mu ya Nil, karena kamu harapan ibu satu satunya, kalau adekmu kan perempuan
baik bu, udah dulu ya bu tlpnya, Daniel masih kerja belum selesai.
iya, hati hati ya sayang, jangan telat makan jaga kesehatan. siap ibu Negara..jawab Daniel
setelah satu bulan, akhirnya Daniel kembali keindonesiaan tanpa memberitahukan kedatangannya kepada ibu dan ayahnya
welcome to Indonesia, gumam Daniel sambil berjalan di bandara, dengan memakai kaca mata hitam, jelana jeans sobek, dan dengan jaket denimnya, siapa pun yang melihat pasti terpana ketampanan seorang Daniel..