Don'T Touch

Don'T Touch
misteri cinta



Sinar mentari pagi kembali bersinar, dikediaman keluarga lim seperti biasa ibu menyiapkan sarapan dan dibantu oleh lim, sedangkan kris sedang bersiap-siap untuk menuju kampusnya, adapun para hantu seperti san si hantu pria tampan dan michan si hantu gadis kecil hanya memperhatikan mereka dari kejauhan.


"Ibu kenapa ayah belum pulang?" Tanya lim kepada ibunya sambil menunjukkan ekspresi khawatir kepada ayahnya.


"Hhmmm kamu mengkhawatirkan sekali ayahmu, ayahmu pasti sibuk sekali, dia akan balik" kata ibu lim sambil tersenyum dan meyakinkan lim.


Setelah hidangan sudah siap, lim pun memanggil kris untuk makan.


"Ibu aku akan makan diatas (dalam kamarku)" ucap lim yang sedang mengambil makanan dengan porsi besar yang berencana untuk memberi makan san si hantu pria tampan.


"Kalau gitu aku juga ibu akan makan dikamarku saja" ucap kris sambil mengikuti kakaknya.


"Heee ada apa ini numben kalian makan dikamar" ucap ibu yang merasa kebingungan dengan kedua putranya yaitu lim dan kris.


"Tidak apa-apa ibu hanya ingin makan dikamar saja" ucap lim kepada ibunya.


"Iy bu, tidak ada apa-apa hanya ingin makan dikamar saja" ucap kris.


Sesampainya mereka dikamar masing-masing, dikamar lim.


"San (hantu pria tampan) dimana kamu" ucap lim yang mencari-cari san si hantu pria tampan.


"Aku disini" ucap san si hantu pria tampan.


"Aku membawakanmu makanan apakah kau mau memakannya" ucap lim sambil menunjukkan makanan yang dia bawah dari dapur".


"Aku biasanya tidak memakan itu" kata san si hantu pria tampan.


"Lalu apa yang kamu makan?" ucap lim dengan  sedikit khawatir.


"Aku biasanya memakan darah, daging mentah, hhmm sepertinya kau juga enak" ucap san si hantu pria tampan sambil mendekat kepada lim dan menunjukkan ekspresi seramnya.


"Jangan banyak mengada-ada ayo makan aku sudah berbaik hati memberimu sedekah, sekarang makanlah" ucap lim sambil mengalihkan pandangannya kesuatu arah.


"Baiklah mari kita makan" balas san si hantu pria tampan untuk menghargai lim.


Hal yang dilakukan oleh lim, ternyata dilakukan juga oleh kris, dikamar kris.


"Hai michan (hantu gadis kecil) mari makan bersama, kamu pasti lapar" ucap kris.


"Wahh kakak baik sekali baiklah aku juga akan ikut makan" ucap michan si hantu gadis kecil.


Hal serupa dirumah leo, seperti pada pagi umumnya yang dilakukan oleh kebanyakan orang yaitu bangun mandi, sarapan, lalu berangkat ķekampus.


"Ryu, bangunlah ayo bangun" ucap leo sambil membangunkan ryu.


"Iy aku akan bangun, aku butuh istirahat 5 menit lagi ok" ucap ryu yang masih mengantuk.


"Tidak kau harus bangun sekarang" ucap leo sambil memaksa ryu untuk bangun.


Namun ryu terlalu tinggi dan terlalu berat jika dibandingkan dengan leo, sehingga leo pun terjatuh dan menindih ryu, tanpa sengaja mereka terus bertatapan hingga ibu leo datang.


"Heeyy apa yang terjadi ini" ucap ibu leo sambil sedikit tersenyum melihat mereka berdua leo dan ryu.


"Ahh ini bukan apa-apa ibu" ucap leo sambil memperbaiki posisinya.


"Iya ibu ini salah paham" ucap ryu dengan sambil memperbaiki posisinya.


"Yah sudah ayo kita turun makan" kata ibu sambil keluar dari kamar leo.


Setelah ibu leo keluar dari kamar.


"Ini semua salahmu" kata leo sambil menunjuk ryu.


"Kenapa kau menyalahkanku, ini salahmu aku sudah mengatakan 5 menit lagi aku akan bangun" ucap ryu yang membela dirinya.


"Ini salahmu karna kau terlalu malas bangun dan cukup tinggi" balas leo.


"Kalau gitu itu juga salahmu yang begitu rajin dan cukup lemah" balas ryu.


"Yahh iya kan kamu memang lemah" balas ryu.


Leo pun memukul ryu menggunakan bantal, hingga ryu pun membalas pukulan leo, hingga pertengkaran yang  mereka lakukan tanpa sadar hingga membuat ryu malah menindih leo, hingga ibu leo kembali datang kekamar leo.


"Aku udah bilang kenapa kalian belum turun, wahh apa yang kalian lakukan, cukup-cukup jangan jelaskan apa-apa" ucap ibu leo yang sedikit kaget melihat tingkah anak-anaknya.


"Ibu salah paham" ucap leo.


"Untuk kali ini ibu tidak salah paham apa sebelumnya belum selesai sehingga kalian masih melanjutkannya, ok ibu akan keluar, silahkan kalian lanjutkan urusan kalian" ucap ibu leo.


"ibuuu" ucap leo.


"Eeiittss tidak ada yang perlu dijelaskan" ucap ibu leo sambil menutup kembali pintu kamar leo.


Setelah ibu leo kembali kedapur, leo dan ryu pun menuju kedapur.


"Maaf ibu apa yang ibu lihat sebelumnya bukan seperti itu" kata ryu.


"Iya nak ibu sangat senang akhirnya kalian bisa akur" ucap ibu leo.


"Ibuuu" kata leo.


"Dan kamu leo bukannya kamu menolak ya untuk tidak berbagi kamar bersama ryu semalam, tapi apa yang tadi ibu lihat sangat kaget melihat itu semua, ya ku harap kalian bisa hidup dengan damai" ucap ibu leo.


"Ibbuuu salah paham" ucap leo dalam hati dengan nada pasrah.


"Ok mari kita makan saja ibu sudah buatkan nasi goreng khas untuk calon menantu ibu" ucap ibu leo sambil mengambilkan nasi goreng untuk ryu.


"Baik ibu, apakah aku boleh memanggil anda dengan sebutan ibu mertua?" Ucap ryu dengan mata melirik leo.


"Apa" ucap leo dengan kaget.


"Tentu saja boleh kau kan aku sudah anggap sebagai anakku juga" ucap ibu leo dengan senyum.


"Calon istriku mari makan nasi gorengnya enak lohhh buatan ibu mertuaku" ucap ryu sambil menggoda leo.


"Wahhh manisnya" kata ibu leo.


"Terima kasih suamiku tapi aku masih kenyang, aku mau mandi dulu" ucap leo dengan kesal sambil menuju kamar mandi.


"Kapan dia makan kenapa tiba-tiba dia kenyang" ucap ibu leo kepada ryu.


"Mungkin peristiwa tadi pagi yang ibu lihat membuatnya kenyang" balas ryu.


"Ryu kamu bisa saja" ucap ibu leo sambil tersenyum mendengar perkataan ryu.


Setelah ryu dan ibu leo selesai makan begitu pula leo yang selesai mandi, leo pun beres-beres untuk segera kekampusnya.


"Ibu aku kekampus dulu" ucap leo


"Ryu akan mengantarmu" ucap ibu leo


"Baik bu" balas leo dengan nada pasrah dan juga kesal.


"Piiipp ppiiipp piipp" suara klakson mobil yang dilakukan oleh ryu bermaksud memberi kode kepada leo agar segera menuju kemobil.


"Iya aku akan kesana" ucap leo dengan sedikit kesal.


Diperjalanan leo dan ryu pun berbincang.


"Kamu kenapa kesini sihhh?" Ucap leo dengan sedikit kesal.


"Aku hanya ingin mengenang masa lalu" balas ryu.


"Hhmmm, kamu kan sudah lulus kemana kau selanjutnya" ucap leo dengan memandang ryu.


"Aku kebetulan mendapat panggilan disini jadi aku pergi kesini" balas ryu.