Don'T Touch

Don'T Touch
berteman dengan san



Sesampainya lim dikantin kampus.


"Ini udah jam berapa aku hampir aja mau balik" kata leo.


"Maaf aku cuman telat 30 menitan kok" kata lim sambil tersenyum.


"Ok ayo duduk dulu emang kamu mau membicarakan apa sih?" kata leo sambil mempersilahkan lim duduk.


"Ok sentar aku cerita, aku pesan minum dulu ya aku haus banget ok" kata lim.


Setelah lim cukup beristirahat dan untuk menenangkan dirinya ia pun bercerita.


"Kamu beli dimana sih itu boneka?" Kata lim sambil menunjukkan ekspresi khawair/cemas.


"Oh itu aku tidak membelinya tapi bibiku memberikannya untukku, awalnya aku tidak begitu menerimanya dan kebetulan hari ulang tahunmu dekat makanya aku memberikannya untukmu, emangnya ada apa dengan boneka itu?, apa kau tidak menyukainya?" kata leo.


"Tidak bukan itu maksudku, aku menyukainya hanya saja...". Kata lim, tiba-tiba terdengar nada dering panggilan dari hp leo.


"Tunggu sebentar lim, aku mengangkat telphon dulu" kata leo memotong pembicaraan lim.


"Oh iya silahkan" kata lim.


Pembicaraan telphon leo dengan ibunya.


"Hallo, leo apa kamu udah selesai dengan tugas kuliahmu, aku butuh sesuatu" kata ibu leo.


"Baik bu, aku akan pulang lebih cepat bu" balas leo.


Setelah pembicaran leo dan ibunya, leo pun bergegas untuk cepat-cepat pulang kerumah.


"Aduh aku minta maaf ya sepertinya aku harus pulang" kata leo yang sedikit cemas.


"Baiklah" kata lim.


"Apakah kamu mau pulang bareng rumah kitakan satu jalur" kata leo.


"Tidak perlu aku sepertinya masih ada tugas yang lain, salam buat ibumu juga ya" kata lim.


Setelah berpisah, lim yang agak merasa sedikit kesal karena tidak bisa mengetahui apa yang terjadi memutuskan untuk melanjutkan tugas proyek design akhirnya diruangan pelatihan designer, diruangan tersebut lim menumpahkan semua kekesalannya dengan cara menggambar dan mencoret-coret hasil gambarannya, hingga malam semakin larut lim tidak menyadari bahwa malam telah tiba, perasaannya berubah menjadi takut dan gelisah, hingga sebuah pensil jatuh dengan sendirinya membuat lim semakin merasa ketakutan, ketika lim hendak keluar dari ruangan tiba-tiba pintu dari ruangan pelatihan designer tiba-tiba tertutup dengan sendirinya hal ini terjadi tepat didepan matanya, suasana terasa semakin mencekam, hingga ia beranikan dirinya untuk terus melangkah maju walaupun perlahan, sesampainya lim tepat didepan pintu, lim pun mulai menyentuh gagang pintu dan akan bersiap untuk membuka pintu, tangannya semakin mendekat dengan gagang pintu jantungnya mulai berdebar dengan sangat kencang, hingga tiba-tiba seseorang menyentuh tangan lim, seketika lim melihat dan ternyata orang tersebut adalah si hantu pria tampan yang dari tadi sengaja mengerjain lim.


"Kamu lagi" kata lim dengan sedikit kesal dan sedikit lega karna hantu pria tampan didekatnya bukan hantu yang lebih menyeramkan.


"Takutnya" kata hantu pria tampan dengan sedikit menjaili lim.


"Aku nggak takut kok hanya saja aku mau memeriksa pintu ini apakah terkunci atau belum". Kata lim.


"Sepertinya pintunya tidak terkunci" kata hantu pria tampan sambil membuka tutup pintu pelatihan designer.


"Kenapa sihh kamu mengikutiku hingga kesini?" Kata lim dengan nada sedikit kesal.


"Ya aku kan terbebas karenamu, Jadi kemana pun kamu pergi aku tahu kita sudah terhubung antara satu dan lainnya" kata hantu pria tampan.


"Ok dehh, terserah kamu aja, tapi aku mohon kalau sedang bersamaku kamu harus menunjukkan wajahmu yang tampan itu oke" kata lim.


"Apa kau takut dengan wajah seramku ini" kata hantu pria tampan dengan menunjukkan wajah seramnya sesekali.


"Sebenarnya wajah serammu itu ndak terlalu masalah bagiku aku hanya tidak terbiasa dengan hal-hal seperti ini" Kata lim.


"Oh, bagaimana kalau ini" kata hantu pria tampan sambil menunjukkan wujud seramnya (seperti waktu lim memimpikan hantu pria tampan setelah menerima kado dari leo).


"Aku tidak terlalu takut, karna kamu masih kelihatan tampan sedikit walau ada bayangan hitam yang menyelimutimu" kata lim sambil mengingat mimpinya.


"Oh iya, kamu kenapa bisa seperti ini sih, kamu juga membisikkan ku dalam mimpi dengan kalimat seperti ini harus ada balasan bagi pembunuh, kematian dibalas dengan kematian, sapa yang pembunuh?, apakah kau mati terbunuh?" Tanya lim dengan sangat penasaran.


"Iy aku mati terbunuh" balas hantu pria tampan sambil menceritakan kisah (seperti ia menceritakan kisahnya dengan kris).


"Baiklah san (hantu pria tampan) akhirnya aku mengetahui namamu?" Kata lim.


Tiba-tiba lampu padam, membuat lim kaget sehingga ia berteriak dengan menyebut nama san (hantu pria tampan) dan memeluknya.


"San (hantu pria tampan) jangan mainin lampunya" kata lim


"Aku tidak memainkan lampunya" kata san (hantu pria tampan).


Namun dilain sisi san (hantu pria tampan) sepertinya menikmati pelukan lim, diapun nembalas pelukan lim dengan erat, hingga lampu pun menyala kembali.


"Lim buka matamu ini sudah terang kembali, apa kau takut kegelapan?" Tanya san (hantu pria tampan).


"Aku tidak takut gelap hanya saja belum terbiasa dengan kegelapan" balas lim.


"Apa kau yakin?" Tanya san (hantu pria tampan) dengan usil mengkedap kedipkan cahaya lampu (seperti film horor biasanya).


"San (hantu pria tampan) ini tidak lucu jangan mainkan lampu ini" kata lim sedikit kesal.


"Akui saja kalau kau takut gelap" kata san (hantu pria tampan).


"Iya aku sangat takut dengan kegelapan, serta dirimu dan kawanan-kawanan makhluk seperti dirimu" balas lim dengan sedikit kesal dan beralih meninggalkan san (hantu pria tampan).


Lim pun pulang sampai dirumahnya dengan keadaan sehat jasmani dan rohani.


Ketika lim sedang membuka pintu kamarnya ia pun terkejut dengan san si hantu pria tampan yang tiba-tiba sudah berada dikasurnya.


"Sejak kapan kau disitu" tanya lim


"Aku dari tadi menunggumu" jawab san (hantu pria tampan).


"Apa kau tidak punya pekerjaan lain selain mengikutiku, menggangguku, dan kenapa kau selalu sendirian, apakah kau tidak punya kawanan hantu, pantas saja kau sendirian dan mencari teman manusia seperti diriku" tanya lim dengan begitu cerewet.


"Iy aku hanya punya satu tujuan kan, aku ingin membalas dendam serta ya aku tidak punya kawanan hantu mungkin aku hantu yang sedikit berbeda dengan hantu lainnya" balas san (hantu pria tampan) sambil tersenyum.


Tiba-tiba dibalik pintu kamar lim terdengar suara ketukan yang ternyata itu suara ketukan kris yang bermaksud untuk memanggil lim.


"Kak bersiap-siaplah lalu makan malam" kata kris


"Iy aku akan bersiap dulu, kau seperti ibu" balas lim sambil tersenyum.


Sesampainya diruang makan mereka hanya makan bertiga yaitu ibu, kris dan lim.