Do You Love Me?

Do You Love Me?
Nayra Dia siapanya Elo?



Nayra berjalan dengan malas menuju Ruang Kelasnya. Suasana di sekitar koridor Sekolah membuatnya merasa risih, pasalnya bukan hanya karena ramai. Tapi tatapan mata mereka yang begitu penuh selidik membuat Nayra merasa sedang di introgasi satu sekolah.


Syukurnya keadaan di kelas sedikit sepi mungkin karena sekarang adalah waktu istirahat, Nayra merasa lega karena dia merasa punya waktu untuk sendirian. Namun tidak lama kemudian dia menyadari di pojok ruang kelas ada segerombolan cewek- cewek yang sedang asik ngerumpi. Nayra secara tidak sengaja menemukan Abel dalam gerombolan itu, dia cukup tertegun melihat Abel yang sudah tenang setelah tadi pagi Nayra buat histeris. Tapi sepertinya mereka semua tidak menyadari keberadaan Nayra.


Nayra Menatapnya jengah, dengan sikap bodo amatnya Nayra menarik Kursi dengan Kasar dan membuat semua penghuni kelas menoleh Ke arahnya.


"Eh Bel, itu si Nayra" Unjuk Dita.


Nayra mendengar namanya dipanggil, namun ia tidak perduli sama sekali. Gadis itu malah menenggelamkan kepalanya diantara kedua tangannya di atas meja, mungkin Nayra sedang menghindari Abel yang entah bagaimana kini sudah berada di sampingnya.


Abel menepuk pundaknya "Nayra?"


" Nay, gue tau lo denger"


"Hmm" Jawabnya Malas.


" Lo kenapa?"


"Ngantuk"


"Bukan sekarang, tapi tadi. Lo kenapa tadi?"


"Nay!"


Nayra mengangkat wajahnya, dan menatap sinis ke arah Abel " Apa si bel, gue ngantuk. Lo gabisa apa Sehari aja gak ganggu hidup gue? gabisa?"


Abel mengelus dada. Ucapan Nayra memang terdengar lemah lembut sekarang, namun pedasnya melebihi BonCabe level 10.


Abel meraih pergelangan tangan Nayra


"GABISA!, lo harus jawab pertanyaan gue dulu baru bisa tidur dengan damai"


" Tidur dengan damai?"


" Maksud gue tidur dengan tenang Nay, gue gak akan nanya-nanya lagi. Gitu maksudnya"


" Oh, Bodo amat"


" Nay!" Protes Abel saat Nayra kembali keposisi awalnya, tidur.


" Brisik banget nih orang" Cibir Nayra dengan suara yang hampir tidak bisa didengar Abel.


" Lo pacaran ya sama kak Avi?"


Mata Nayra membulat seketika, rasa ngantuknya seperti hilang setelah mendengar nama itu. Nayra reflek mengangkat kepalanya dan memberi tatapan horror kepada Abel.


"Apa? Kenapa lo liatin gue kaya gitu?" tanya Abel.


"lo ngomong apa barusan bel?"


"Ngomong 'Apa'?"


Nayra berdecak sebal, anak ini memang sedikit lemot. " Tadi lo bilang gue apa?"


" Lo?" Abel seraya berpikir. " Oh, elo pacaran ya sama ka Avi?"


Nayra kembali mengingat Davian, dan kejadian tadi pagi. Matanya tak berkedip sedikitpun, seolah batinnya juga ikut berteriak, '"WHAT?! Manusia tadi dibilang pacar gue?? Idih kenal juga kagak "


Namun pantas saja Abel dan semuanya berkata begitu, Nayra saja heran dengan dirinya sendiri. Dia juga bingung kenapa dirinya bisa luluh dengan orang yang bahkan tak dikenalnya. Ucapan Abel membuat Nayra terus menerus memikirkan Davian. Nayra juga sepertinya tidak bisa berhenti untuk melupakan pelukan pria itu, Ada apa dengannya? Apakah alasannya hanya karena ia tidak pernah didekap siapapun?. Gadis itu menyeringai, semua itu memang terdengar konyol baginya, namun kekonyolan itu sudah terjadi dan ia seolah tak bisa berbuat apa - apa.


"Nay!" Teriak Abel tepat di telinga Nayra.


"Brisik lo" Ketus Nayra.


Udah biasa Abel diginiin dia cuma bisa geleng-geleng kepala, sambil nyebut Astagfirulah!.


" Kenapa lo bisa bilang dia pacar gue?"


" Kepo juga kan lo? Munafik banget si jadi orang" Cibir Abel dengan suara super pelan berharap Nayra tidak mendengarnya.


" Ini tuh karena video rekamannya si Sinta viral" Lanjut Abel.


" Video?" Nayra tidak paham.


" Video rekaman lo yang hampir loncat dari Rooftop tadi pagi" Jelas Abel.


Abel mengambil Ponselnya dari dalam saku bajunya dan membuka Aplikasi instagram miliknya.


" Nih"


Video itu memperlihatkan keadaan dirinya yang begitu menyedihkan sedang melangkah perlahan- lahan ke arah ujung tepi Gedung. Nayra juga mendengar suara kebisingan orang- orang yang memanggil namanya, kemudian Ia melihat seseorang yang berwajah super datar datang. Ya, Itu Davian Orang gila tadi. Dan tanpa dosa Nayra melihat Davian menarik tangannya begitu lembut dan membawanya menjauhi tepi.


" Gue gak kenal dia, udah jangan tanya - tanya lagi ! " Jelas Nayra.


" Dia pacar lo ya Nay? Atau mantan lo? Secret Admirer? Oh ! mungkin kalian sepupuan ya? saudara tiri? Adik kakak yang terpisah? atau..."


Nayra Menutup Kedua telinganya Dengan tangannya. Abel sangat berisik! pertanyaan -pertanyaan yang di lontarkannya benar-benar membuat Nayra pusing tujuh keliling.


"Nayra, lo dapet salam dari Ka Davian" Ujar Olive yang baru saja masuk kelas. Olive kemudian duduk pada kursi yang ada di seberang Nayra. Nayra sekilas menatap Olive, dan kemudian ia tak perduli lagi.


" Seriously?" Abel bersemangat.


Olive menganggukan Kepalanya keheranan, ia menatap Nayra yang tampaknya masih jengah dengan sikap Abel.


"Nayra, Kok lo bisa sama Kak Davian ?" tanya Olive.


Nayra mengabaikannya.


" Lo seriusan bilang Kak Davian ngirim salam buat Nayra? " bisik Abel.


Olive menyeringai dan mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban. Abel yang mulai percaya tampak kecewa.


" Lo tau gak sih, si Bianca naksir sama kak Davian"


" Seriously?"


" Ya"


" Nay, Lo yakin mau saingan sama Bianca?" Ejek Olive.


Nayra menatap Olive sinis, namun ia masih memilih bungkam. Tidak berniat sedikitpun menanggapi ucapan Olive.


" Bukannya Bianca udah punya pacar ya?" Tanya Abel, tanpa memperdulikan Nayra yang kesal karena mereka terus membahas Bianca.


" Dia bilang dia gapernah cinta sama pacarnya"


" Dih parah, eh Lo kok bisa tahu si lip? "


" Tau lah. Emangnya gue elo, kurang Update !" Sembur Olive.


" Yeee resee banget lo"


Abel beralih menatap Nayra yang kini tengah menatapnya juga. " Tenang Nay, gue doain lo biar bisa sama dia"


Olive yang mendengarnya tertawa, dan Abel menanggapinya dengan senyuman.


" Dia Siapa?"


" Davian"


" Dih ogah"


" Loh kok Ogah? Santai aja kali jangan takut sama Bianca, kan ada gue " Ungkapnya dengan tampang cengengesan.


" Gue gak pernah takut Bianca"


Abel kembali tersenyum, " Bagus. Eh Btw lo sama Davian udah kenal dari kapan? Kok gue gapernah diceritain sih "


" Apaansi lo"


" Gue serius nih, lo mah gitu Nay sama gue, sok tertutup "


" Pasti hubungan kalian udah lama ya?" Olive menimpalinya dengan terkekeh.


" GAK ! "


" Cerita lah Nay cerita !"


Nayra jengah, Dia benar-benar merasa lelah sekali. Kepalanya seperti ingin meledak. Nayra sangat menyesal, seandainya saja Davian tidak datang dan membiarkannya mati tadi, pasti Nayra tidak akan berada disituasi Ini. Dimana dia harus menjawab pertanyaan -pertanyaan yang dia sendiripun tidak tahu jawabannya.


" Dia bukan siapa - siapanya gue !, bukan temen, pacar atau apapun! Please stop nanya - nanya lagi !?"


"Lah terus dia siapanya Elo Nay?" tanya Abel dengan polosnya. Nayra menghembuskan napasnya kasar.


" ABEEEEEEEEL LO BISA DIEM GAK SIH! LO BRISIK BANGET! NGOMONG LAGI GUE SUMPEL MULUT LO PAKE MEJA NIH, MAO?!"


°°°


Makasih yang udah bacaa Maapkeun kegajean Kuu yaa😂.