Disappear

Disappear
Masa lalu desa



Dua tahun yang lalu


Dua orang manusia kini tengah berduaan di tengah taman,mereka adalah iridesa wahyu sanjaya dan ikhsan saputra.


"Hal yang paling indah di dunia ini adalah bisa mengenalmu dan mencintaimu"ucap ikhsan.


"Gombal"kata iridesa dan pipinya pun bersemu merah.


"Aku cinta sama kamu,aku nggak mau kamu pergi ninggalin kamu dan aku nggak mau kamu pergi dari aku"kata ikhsan.


"Aku juga sama kayak kamu"ucap iridesa lembut dan setelah itu pun desa menyenderkan kepalanya pada bahu ikhsan.


Tanpa mereka sadari itulah saat-saat terakhir bagi mereka bersama.


"Ikhsan entah kenapa firasatku mengatakan kalau kita akan berpisah"ucap iridesa dengan raut mukanya yang menunjukkan rasa gelisah.


"Itu sih aku nggak tau yang tau cuma di atas sana,tapi kalo semisal kita berpisah aku mau kamu jangan pernah lupain aku"kata ikhsan.


"Mana mungkin aku bisa lupain kamu,ikhsan kamu itu cinta pertama aku dan akan jadi cinta sejatiku"ucap iridesa.


"Janji"ucap keylan sambil mengacungkan jari kelingkingnya.


"Janji"ucap desa sambil mengaitkan jari kelingnya dengan jari kelingking ikhsan.


"Yaudah kalo gitu aku mau beli minuman di seberang sana ya,kamu tunggu di sini"kata ikhsan.


"Enggak aku mau ikut kamu"tolak iridesa.


"Iya kamu boleh ikut tapi tunggu di seberang jalan ya"kata ikhsan.


"Siap bos"kata desa sambil hormat layaknya peserta upacara kepada pemimpin upacara.


Dan mereka pun berjalan bersama menuju kedai minuman di seberang jalan.


"Aku kesana dulu ya soalnya udah haus banget"kata ikhsan.


"Iya"kata desa sambil tersenyum manis.


Dan ikhsan pun berjalan menuju seberang jalan untuk membeli minuman dan setelah selesai membeli minuman di kembali ke tempat iridesa,namun saat sampai di pertengahan jalan dari arah kanan ada sebuah mobil yang melaju sangat kencang dan ikhsan tak menyadari itu.


"Ikhsan awas"teriak desa saat melihat mobil itu semakin dekat dengan ikhsan.


Ikhsan yang kaget akan teriakan iridesa segera menoleh ke arah kanan dan tepat saat itu juga mobil tersebut menabrak ikhsan dengan kencang.


"Arghh"teriak ikhsan.


"Ikhsan"teriak iridesa dengan air mata berlinang.


                        <|>|<|>|<|>


"Dokter bagaimana keadaan ikhsan?"tanya desa saat dokter yang menangani ikhsan keluar dari ruangan.


"Maaf kami tidak bisa menyelamatkan ikhsan,luka yang di alaminya sangat parah,kami sudah berusaha namun tuhan berkata lain"ucap dokter tersebut.


Ucapan dokter tersebut seakan membuat separuh nyawa iridesa menghilang dan lenyap,dia tak menyadari kalau orang yang selama ini sangat mengerti dia akan pergi secepat ini.


                         <|>|<|>|<|>


Bahkan orang tuanya pun tidak datang ke pemakaman keylan,padahal di saat-saat seperti ini desa sangat butuh orang yang perhatian di sampingnya,namun semua begitu kejam padanya,dunia ini sangat kejam karena telah merenggut satu-satunya kebahagiaannya.


                        <|>|<|>|<|>


"Katanya pacar kamu mati ya?,maaf mama sama papa nggak bisa dateng ke pemakaman soalnya kerjaan numpuk"kata wulandari.


Iridesa yang mendengar itu pun semakin marah karena bisa-bisanya orang tuanya lebih menyayangi pekerjaan dari pada memperhatikan dirinya.


"Kenapa papa sama mama lebih sayang pekerjaan daripada iridesa?"tanya iridesa dengan menggebu-gebu.


"Kan papa sama mama kerja juga buat kamu,buat kebutuhan kamu"kata kusuma.


"Iridesa nggak butuh uang,iridesa nggak butuh kepuasan yang iridesa butuhkan hanyalah kasih sayang mama sama papa"kata iridesa menggebu-gebu.


"Emang selama ini apa yang papa sama mama kasih ke kamu kurang,papa selalu memenuhi kebutuhan kamu seharusnya kamu bersyukur sudah di berikan kehidupan yang layak"kata kusuma.


"Oh jadi gitu,kalo emang mama sama papa lebih sayang pekerjaan,kenapa dulu nggak ngelahirin pekerjaan aja?kenapa harus ngelahirin iridesa?emang seharusnya iridesa nggak usah dilahirin ke dunia ini"kata iridesa dan setelah itu pun dia langsung berlari menuju kamarnya.


"Udahlah pa namanya juga orang baru kehilangan,pasti ya emosinya nggak terkendali nanti kalo dia udah tenang pasti nggak bakal ngomong kayak gitu lagi"tutur wulandari.


Di sisi lain iridesa menangis tersedu di dalam kamar,di dunia ini hanyalah ikhsan yang mengerti iridesa,ikhsan yang memberi perhatian pada iridesa saat orang tuanya tak peduli lagi padanya.


Tapi kini ikhsan sudah tiada,siapa yang akan mengerti iridesa lagi?mungkin sudah tidak akan ada lagi orang yang akan mengerti iridesa.


Sejak saat itu iridesa yang sikapnya hangat,mudah tersenyum dan ceria,kini menjadi dingin dan sangat jarang bahkan tidak pernah tersenyum.


Flashback of


Iridesa kembali menangis saat dia mengingat masa lalunya bersama ikhsan,tak terasa saat ini sudah satu tahun tepat meninggalnya ikhsan.


Iridesa kini berada di makam ikhsan,iridesa tak pernah absen mengunjungi makam tersebut setiap bulan karena baginya dengan mengunjungi makam tersebut mampu membuat iridesa merasa lebih tenang dan nyaman.


"Ikhsan kamu di sana baik-baik aja kan?aku tuh kangen banget sama kamu,semoga kita segera bertemu ya"gumam iridesa.


Entah kenapa iridesa kembali mengingat kejadian tadi pagi,adegan tatap menatap antara dirinya dengan keylan sampai akhirnya berakhir dengan hukuman membersihkan wc dengan cutton bud.


"Keylan kenapa lo selalu ngingetin gue sama ikhsan"gumam iridesa.


Sebenarnya iridesa berjanji pada dirinya sendiri untuk melupakan ikhsan tapi iridesa tak pernah berhasil karena selalu teringat janji yang di ucapkannya dulu dengan ikhsan,dan sekarang di tambah lagi dengan keylan yang tatapan matanya sangat teduh seperti ikhsan yang membuat desa semakin sukit melupakan ikhsan.


Angin berhembus perlahan menerpa wajah gadis itu,rasanya sangat damai dan tenang,ketenangan yang selama ini tidak pernah desa dapatkan.


"Ikhsan apakah kamu ada di sini?"tanya iridesa pada sesuatu yang tak dilihat namun dapat di rasakan.


"Ikhsan kalo kamu di sini tolong temui aku,aku butuh kamu ikhsan"gumam desa.


"Ikhsan aku yakin kamu ada di sini,tolong ikhsan jangan buat aku tersiksa"gumam desa lagi.


Sampai akhirnya dia tersadar bahwa ikhsan sudah tiada dan yang tadi itu hanyalah angin yang menerpa wajahnya.


"Aku tahu ikhsan kalo kamu udah pergi tapi aku juga yakin kalo kamu masih selalu bersama aku"gumam iridesa,sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan pemakaman tersebut.


Bersambung