
Semilir angin berhembus perlahan,sinar matahari sangat cerah pagi ini tampak seorang gadis cantik dengan balutan seragam memasuki gerbang sebuah sekolah yang bernama sma merah putih.
Dia berjalan melewati koridor sekolah yang masih sepi karena belum banyak siswa yang berangkat pagi ini.
Dan disinilah dia berhenti di sebuah kelas yang menjadi penentu masa depannya kelas 11 ips 2,dia adalah iridesa wahyu sanjaya seorang gadis cantik,kaya namun sikapnya dingin dan jutek pada semua orang khususnya laki-laki.
Dikelas itu masih tampak sepi karena baru sedikit murid yang berangkat,dan disinilah Iridesa sekarang di sebuah kursi paling pojok yang menjadi tempat duduk favorit Iridesa karena menurutnya ini adalah tempat paling strategis yang bisa dia gunakan untuk tidur.
Tak lama kemudian masuklah seorang gadis manis namanya sissy veronika,bisa dibilang dia ini adalah satu-satunya dari sekian banyak manusia di dunia ini yang berteman bahkan menjadi sahabat Iridesa.
Walaupun sikapnya iridesa jutek tapi sissy memakluminya.
"Pagi des"sapa sissy.
"Hmm ya"balas desa.
"Cueknya nggak bisa dikurangin"sindir sissy.
"Nggak"kata desa.
"Udah porsinya kali"kata sissy.
"Y"kata desa cuek.
"Eh des pr bahasa indonesia udah lo kerjain belum?"tanya sissy.
"Belum"balas desa dingin.
"OMG,Desa lo tau lan bu sarah itu killer"kata sissy.
"Ya tahu"
"Kalo lo tau trus kenapa nggak lo kerjain"
"Gak kenapa-napa"kata desa.
"Sini buku lo biar gue kerjain"tawar sissy.
"Tuh ditas ambil sendiri"kata desa jutek,sissy pun hanya bisa menghela nafas memang bicara sama orang yang kadar dinginnya udah ngalahin dinginnya es diantartika itu susah banget.
Beberapa menit kemudian muncullah"the gengs of angel"salah satu geng anak perempuan paling famous di sma merah putih.Geng itu terdiri dari 3 orang veni sebagai ketuanya dan kedua anak buahnya lusi dan mecca.
The gengs of angel ini bisa dibilang adalah musuh bebuyutan iridesa karena mereka itu suka mengejek iridesa dan mengatainya kudet atau kuper bahkan tak jarang mereka memanggil iridesa "the princess ice".
Memang tak salah mereka memberi iridesa julukan tersebut karena memang nyatanya sikap iridesa lebih dingin dari es.
"Heh,desa pagi gini udah tidur aja"kata veni.
"Iya tuh kalo mau tidur di rumah aja"kaya lusi.
"Kalo di ajak ngomong nyaut dong"kata mecca.
Desa paling malas meladeni mereka apalagi cewek rempong seperti mereka kalau ada kesempatan desa ingin mencabik-cabik mulut mereka pakai gergaji.
Karena kesal omongannya tidak di tanggapi desa,veni pun menggebrak meja desa.
"Lo tau kan kita itu cewek most wanted di sekolah ini jadi jangan macam-macam sama kita"kata veni.
"Trus knapa?"kata desa jutek.
"Ih jutek amat bicaranya,nggak bisa apa ngomong baik-baik"kata lusi.
Desa kesal pada mereka karena mereka sudah mengganggu ketenangannya tapi dia berusaha sabar pada 3 iblis yang ada didepannya,lagian nggak ada gunanya juga ngeladenin mereka.
"Eh sis lo kok mau sih temenan sama dia,orang dingin kayak gitu"kata mecca.
"Terserah gue dong"kata sissy.
"Kalo gue jadi lo udah lama gue tinggalin dia lagian nggak ada gunanya juga ngomong sama dia"kata veni.
"Serah deh,percuma juga ngomong sama duo kudet"kata veni.
Desa yang sedari kesal akan celoteh 3 iblis pun akhirnya angkat bicara.
"Bisa pergi nggak"bentak desa.
"Ih lo kok nyolot sih"kata veni tak mau kalah.
"Diem dasar cabe kriting"bentak desa lagi.
"Apa kata lo,cabe kriting?inget ya gue ini most wanted disekolah ini"kata veni.
"Trus kenapa?"kata desa dingin.
"Lo tuh nyebelin banget sih"kata veni marah.
"P E R G I"kata desa penuh penekanan di setiap huruf.
"Kalo gue nggak mau"tantang veni.
Desa sudah benar-benar sebal dengan cewek di depannya,ingin rasanya dia mencincang cewek yang ada di depannya sampai halus.
"Gue bakal hajar lo sampai bonyok"ancam desa.
"Kayak berani aja"tantang veni,setelah veni berkata begitu tangan desa melayang tepat di pipi veni.
Plakkkkkk
Suara tamparan yang terdengar nyaring itu membuat semua murid di kelas itu menatap desa dengan pandangan yang sulit diartikan,ada yang menatap marah,sedih,kaget dan macam-macam ekspresi lagi.
"Auu,lo tuh gue bakal bales lo nanti"kata veni dengan mata berkaca-kaca dan sambil memegang pipinya yang sakit setelah itu pun dia dan gengnya meninggalkan tempat desa.
"Akhirnya tuh cabe pergi juga"kata desa sambil tersenyum jahat.
Sissy yang melihat senyuman jahat desa terkejut karena baru kali ini desa tersenyum setelah sekian lama,tapi ngeri juga si <|>|<|>|<|>
Bel pulang sekolah berbunyi nyaring menandakan waktu pelajaran telah usai,para murid pun segera menuju parkiran untuk pulang tak terkecuali iridesa dan sissy,mereka pun segera menuju parkiran.
"Eh desa lo nggak takut sama veni and the gengs?"tanya sissy,desa menaikkan bahu tanda tidak.
"Tapi gue khawatir sama lo des,nanti lo di apa-apain lagi"kata sissy.
"Sama mereka doang kecil"kata desa dingin.
"Ya sih tapi ada untungnya juga mereka berantem sama lo,soalnya tadi gue liat lo senyum setelah sekian lama"kata sissy.
"Hmm"kata desa dingin.Mereka pun sampai di parkiran dan mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
<|>|<|>|<|>
Sebuah mobil memasuki kawasan perumahan elit,dan berhenti di salah satu rumah mewah yang ada disana.
Inilah rumah iridesa tinggal,memang rumahnya mewah tapi ternyata isinya tak sesuai dengan kemewahannya,desa jarang berkomunikasi dengan orang tuanya karena orang tuanya lebih fokus akan pekerjaan daripada dirinya.
Desa pun memasuki rumahnya tampak beberapa pelayan yang sudah menyiapkan makanan untuknya.
"Nona desa,tadi mama dan papa nona sudah pergi mereka titip salam pada nona"kata salah seorang pelayan yang sudah desa dengar hampir setiap hari kata-katanya.
"Hmm ya"kata desa dingin dan kemudian dia berjalan menuju kamarnya.
Setelah membersihkan diri desa pun segera berbaring di kasurnya yang empuk sambil memegang sebuah foto,foto seseorang yang sangat berarti bagi hidupnya,tak terasa air matanya menetes saat dia memandangi foto itu.
"Lo jahat"kata itulah yang terlontar dari mulut dela saat ia menatap foto itu,dan setelah itu pun desa terlelap dalam tidurnya dan dirinya merasuk ke dalam alam mimpi.
bersambung