Demon King Is The Creator

Demon King Is The Creator
Ch. 8 Festival Akademi #2



Pagi harinya Emilia berlatih secara rutin di tempat latihan pribadinya, karena merasa belum cukup kuat ia berlatih lebih lama dari biasanya.


sfx: "Shuuttt"(berlari cepat)


sfx: "tap"(melompat)


Holy Sword Techniques


Emilia mengangkat pedangnya dan seketika muncul banyak lingkaran sihir di udara.


Thousand Rain of Sword


Emilia mengacungkan pedangnya ke arah bukit dan banyak pedang keluar dari lingkaran sihir dan terbang menuju ke bukit


sfx: "Duarr"5×(bunyi ledakan)


Pedang berjatuhan ke bukit meledak sangat kuat dan menciptakan sebagian bukit itu hancur karena pedangnya.


"Sepertinya aku sudah bertambah kuat"


(mendarat)


Sehabis latihan Emilia beristirahat dan kembali ke Asramanya untuk mandi.


"ahhh, berendam di air panas memang yang terbaik"


tidak kusangka 3 bulan telah berlalu dan Festival Akademi akan dimulai besok, untuk Kompetisi akan dimulai dua hari setelah festival dimulai, sebagai Ketua Serikat Siswa aku tidak diperbolehkan mengikuti kompetisi, tapi lain lagi jika pemenang dapat mengajukan keinginannya. Seraph....tidak akan kubiarkan kau mengambil posisi sebagai Ketua dari Serikat Siswa.


Di Ruang laboratorium


Zest terlihat sedang mengerjakan suatu Project nya. Ia ternyata sedang menciptakan semacam senjata yang akan ia gunakan saat Kompetisi.


"akhirnya Jadi, Infinite Cube ciptaanku "


Infinite Cube terbuat dari seluruh jenis material paling terkeras yang ada di dunia ini, kemudian semua material tersebut di gabung kan menjadi 1 bersama dengan sihir milikku yang kupadatkan, Benda ini sebenarnya mustahil untuk diciptakan, tetapi berkat skill Materilize ku bemda ini akhirnya dapat dibuat.Gumam Zest.


3 bulan yang lalu aku sedang berkeliling untuk mengakrabkan diriku dengan Akademi ini, dan saat berkeliling aku menemukan semua Club sepertinya sedang mencari anggota baru, tetapi ada satu club yang kelihatannya tidak banyak diminati oleh orang orang Club itu adalah Club


Teknologi.


"Ada apa dengan club itu?"tanya Zest


Emilia :


"Club Teknologi jarang diminati disini, karena kebanyakan yang kita cari club yang dapat membuat kita lebih kuat, karena itu kusarankan kau masuk Club Sihir Kuno tetapi kau perlu mengikuti tes masuk untuk ikut club tersebut, tapi aku yakin kau bisa menyelesaikan tesnya."


Aku dapat mempelajari Sihir Kuno dengan Ensklopedia Dewa milikku, jadi aku tidak begitu ingin masuk club Sihir Kuno, Tetapi Club Teknologi itu membuat ku tertarik. Dan disinilah sekarang diriku berada.


"Apa yang akan kulakukan dengan kubus ini?"


(mendapat ide)


"Create"


"Program"


Program Skill yang baru saja ku ciptakan ini adalah skill yang dapat membuatku memprogram suatu benda.


Jadi, akan kucoba(mengambil Pedang)


"Program, Set Object.model Sword"


(mengambil Senapan)


"Program, Set Object.model Gun"


(mengambil Infinite Cube)


"Program, Transform Object.model Sword"


(Infinite Cube berubah jadi pedang)


[Wah tidak kusangka ini akan berhasil.]


"Program, Tranform Object.model Gun"


[ok lalu pelurunya akan kubuat menggunakan Sihir ku yang kupadatkan.]


"Program, Set Object.Infinte Needle Bullet"


"Program, If Trigger is Pressed.Take out Bullets instantly"


"Program, Set Bullet Speed. 5,83Mach"


[Ok sudah siap]


"Program, Set Object,model Gun"


"Program, If Command.Sword.Transform Object.model Sword"


"Program, If Command.Gun1.Transform Object.model Gun 1"


Akhirnya selesai, Lumayan sulit untuk menggunakan Skill ini, ok Mari kita coba


"Sword!"(Infinite cube berubah menjadi pedang)


Void Slash


(menebas)


gunung, awan, dan langit terbelah yang akhirnya menciptakan ruang hampa seperti Black Hole , tapi itu hanya bertahan 3 detik.


[Sejak kapan skill ini jadi sekuat ini?]


Status


Ternyata sudah level 30, pantas saja skill ini dapat menciptakan ruang hampa hingga Gunung nya sampai menghilang, sebaiknya aku tidak menggunakan skill ini saat pertandingan.


Setelah itu Zest mencoba Senapan yang telah ia ciptakan.


"Gun!"(Pedangnya berubah menjadi senapan)


sfx: "krek"(menarik pelatuk)


sfx: "Bam"(menembak pohon)


sfx: "Duarr"(pohon meledak)


Hebat juga, dengan peluru setipis jarum tidak akan ada yang menyadari jika sudah tertembak,


Jika pelurunya kubuat dari sihir ledakan maka peluru tersebut akan meledak di dalam tubuh lawan.


(tersenyum jahat)


.


.


.


Emilia:


Besoknya


"Selamat Pagi semuanya!! hari ini Festival Akademi dimulai!"


Yayy,huuuuu, tepuk tangan(semuanya bersorak sorai menuambut Festival Akademi.


Zest bersama Erika dan Sayaka merayakan Festival Akademi dengan senang, sedangkan Emilia sedang mengurus Jadwal Festival.


Wakil Ketua:


"Ketua, lebih baik kita juga ikut merayakan Festival ini jangan hanya mengurus masalah Akademi sendirian, serahkan sisanya pada anggota lain, jadi mari kita mengikuti Festival ini...........eh."(Emilia menghilang)


Emilia:


"kalau begitu tolong serahkan pada yang lain!!"


WakilKetua hanya bisa terdiam dan melihat Emilia menghilang pergi meninggalkannya sendirian.


Emilia pun dengan senang hati menyerahkan semua tugasnya pada anggota lain dan bersenang senang selama Festival Akademi, tetapi ketika ia sedang bersenang senag tiba tiba dia dibawa ke tempat dunia Ilusi.


Emilia:


"Apa yang terjadi!(melihat sekeliling) ini adalah sihir Ilusi, sepertinya ada yang ingin menggnangguku."


Hahaha(suara entah darimana)


"Sialan, Tunjukan dirimu!"


Wow kau sungguh galak sekali, Gadis Suci yang mendapatkan berkah Dewa, Aku semakin menyukaimu.


"Siapa kau? apa yang kau mau dariku!!"


Aku adalah Raja Iblis Kerajaan Zesteria.


"Raja Iblis Kerajaan Zesteria?!"


"Apa yang kau mau?!"


Aku menginginkan dirimu sepenuhnya, akan ku ambil kekuatanmu, lalu akan kuacak dirimu, dan kujadikan kau sebagia budak sex ku, kekeke


Emilia yang mendengarnya ketakutan, dan panik, lalu tiba tiba.


Sepertinya ada yang penyusup yamg masuk ke dalam Sihir Ilusi ku kalau begitu sampai ketemu lagi Emilia.


Emilia merasa ketakutan karena dia diincar Raja Iblis, lalu ia diselamatkan seseorang dari sihir Ilusi yang menjeratnya.


"Emilia!"(pendengaran kabur)


"Emilia bangunlah"


(membuka mata)


"Emilia"


"Emilia halo"


"dengar aku?"(cemas)


(Zest?)


Zest?


Zest:


"Syukurlah akhirnya kau bangun"


Emilia yang melihat Zest langsung menangis dan memeluk Zest dengan erat.


Zest:


"kenapa kau menangis?"


Zest mencoba melepaskan pelukan Emilia, tetapi karena Emilia merasa enggan dilepas, Zest membiarkan Emilia memeluknya, untuk menenangkannya Zestpun memeluk balik Emilia.


beberapa saat kemudian akhirnya Emilia berhenti menangis.


"Ceritakan pada kami apa yang terjadi"


lalu emilia menceritakan saat ia berada dalam kondisi terkena Ilusi.


Zest:


"Jadi orang yang memberikan Ilusi kepadamu mengaku Raja Iblis Kerajaan Zesteria"


Emilia mengangguk kepada Zest


Sayaka:


"Sialan, Bajingan mana yang berpura pura menjadi Oni~chan!"(marah)


Erika:


"sungguh bajingan yang tidak tau diri!"


Emilia:


"Kakak?"


Zest:


"bukan apa apa. Jadi orang itu juga bilang akan menjadikan mu budak sex nya."


"BAJINGAN ITU, AKAN KUBUNUH DIA, BERANI MACAM MACAM DENGAN WANITAKU!"


Emilia yang mendengarnya masih belum


berpikir dengan jernih.


"tu tu tunggu WANITAKU!" (terkejut dan malu)


[apa dia baru saja bilang kalau aku adalah wanitanya, apakah ini sungguhan?!](mencubit pipi).


"apa yang kau lakukan?"tanya Zest


Apa ini sungguhan, tidak mungkin


(pingsan)


"Wanita ini selalu saja pingsan mendadak"


Apa yang mereka rencanakan, mengaku sebagai diriku bahkan merusak reputasiku.


"AKAN KUBUNUH"(niat membunuh)