
Mc:
"Babak Semifinal akan dimulai, mari kita penuhi acara ini dengan meriah"
(bersorak sorai)
"Oke, babak kali ini pertandingan akan dilakukan dengan duel antara ketiga Akademi Triangle."
"Akademi Sihir"
"Akademi Ksatria"
"Akademi Ksatria Sihir"
"Mari kita sambut para peserta babak Semifinal kali ini"
Para peserta pun memasuki arena sebagai perkenalan untuk para penonton, Setelah itu mereka kembali masuk di ruang tunggu, total para peserta berjumlah 60 dan yang akan menuju babak final hanya 7 orang saja.
Kemudian pertandingan dilanjutkan kembali dan babak pertama semifinal dimulai.
Mc:
"mari kita sambut peserta babak pertama kita"
(peserta memasuki arena)
"Peserta kali ini adalah Abigail Merlina yang berasal dari angkatan 3 Akademi Sihir.
Dan lawannya adalah Huston Vogyard angkatan 3 Akademi Ksatria."
setelah bel berbunyi, pertandingan langsung dimulai, Huston yang seorang Ksatria langsung bergerak menuju Abigail yang sedang merapal
sfx: "Tap"3×(berlari)
fsx: "Bam"(Melompat)
Buster Blade
(menebas bertubi tubi dari atas)
Dominion Authority
(membentuk semacam shield/penghalang)
Seketika serangan dari Hutson terhenti,
setelah itu ia mencoba menebasnya lagi tetapi tidak berhasil sehingga energi miliknya berkurang banyak.
10 menit kemudian
sfx: "huh" "hah"(nafas terengah hengah)
Hutson:
"sihir apa itu kenapa tidak bisa kutembus?!"
Abigail:
"Itu karena aku adalah penyihir Ruang, dengan sihir Dominion Authority aku dapat membuat duniaku sendiri yang mana tidak bisa ditembus oleh siapapun, apalagi lawanku adalah seorang yang tidak memiliki bakat sihir "
[Gadis ini bisa menjadi penyihir hebat di masa depan jika ia mengembangkan sihir ruang ke level yang tinggi.] Gumam Zest
Melihat bahwa Hutson sudah kehabisan energi ia pada akhirnya mengaku kalah, dan Babak pertama ini dimenangkan oleh Abigail.
Hutson:
"aku menyerah"
Mc:
"Pemenangnya adalah Abigail Melrina dari angkatan 3 Akademi Sihir"
(bersorak sorak)
Setelah sekian lama menunggu, dari 60 orang berkurang menjadi 18. Giliran Zest pun akhirnya dapat.
Mc:
"Para peserta silahkan memasuki arena"
setelah itu Zest memasuki arena dan terlihat para penonton terdiam seketika setelah melihatnya.
sfx: "Tap"3× (melangkah dengan pelan ke atas arena)
"mari kita perkenalkan, Zest Tsukiyama Angkatan 1 Akademi Ksatria Sihir dan August Brigade Angkatan 2 Akademi Sihir"
sfx: "Ting"(bunyi bel)
Mendengar bell berbunyi, August dengan cepat lansung merapal sihir(menggunakan tongkat sihir) dan Zest terlihat seperti tidak terlalu peduli dengan apa yang dilakukan August.
Zest yang melihat August merapal sihir hanya diam saja tanpa melakukan penyerangan ataupun serangan balasan.
Blast Bullet
(peluru ledakan meluncur bertubi tubi ke arah Zest)
sfx: "Duar"5× (ledakan bertubi)
saat sihir itu mengenai Zest, terlihat Zest tidak memblokir serangan dari August.
(arena menjadi berdebu)
mengira bahwa ia sudah menang ternyata Zest baik baik saja dan tidak terluka sama sekali walaupun terkena serangan dari sihir tersebut secara bertubi tubi, bahkan Zest tidak bergerak dari posisi ia berdiri. Bukan hanya tidak terluka ia bahkan tidak menggunakan pelindung maupun sihir ketika ia diserang.
Para penonton dan August yang menyaksikannya terkejut dan kebingungan melihat Zest yang masih baik baik saja ketika sudah diserang secara bertubi tubi.
Kemudian, Zest mulai untuk serangan balasan dan mulai mendekati August yang terlihat ketakutan. Karena August sudah muak ia melakukan serangan dengan sihir yang lebih kuat
August: (merapal sihir)
"Api panas yang meledakan dunia, tunjukan padaku api kedalaman perut bumi, hanguskanlah musuhku"
(merentangkan tangan)
Eruption Ball
(muluncurkan serangkaian gelembung magma)
sfx: "Pop" (gelembung meletus yang mengeluarkan magma)
August:
"Rasakan sihir terkuatku!"
Gelembung magma itupun langsung diluncurkan ke arah Zest dan sekitarnya hingga di Udara. Zest yang dari tadi berdiam diri saja, akhirnya mulai meluncurkan serangan juga.
Ketika Zest mulai berlari ia bahkan sampai menciptakan dentuman yang lumyan besar. Zest berlari dengan sangat cepat dan menembus gelembung tersebut yang meletus saat Zest menabraknya, walaupun begitu tetap aja Zest tidak terluka. August pun semakin takut karena sihir terkuatnya tidak mempan juga.
Zest yang berlari pada akhirnya sudah dekat dengan August. Melihat Zest mencoba menyerangnya, ia segera membuat pelindung untuk memblokir serangan dari Zest.
Namun tiba tiba Zest menghilang dari hadapannya yang membuat ia kebingungan, tanpa disadari Zest sudah berada dibelakangnya. Menyadari itu August menghadap ke belakang, dan bertapa terkejutnya ia melihat Zest yang sudah bersiap memukulnya dengan aura membunuh yang mengerikan.
sfx: "Whuuss" (menghentikan pukulan yang menciptakan hembusan angin yang kuat)
Zest menghentikan pukulannya tepat didepan mata August, meskipun begitu August sudah pingsan duluan dengan posisi berdiri. Zest yang merasa duelnya telah selesai langsung turun dari Arena.
Para penonton yang melihatnya terkejut dan terheran heran.
Mc: (terkejut dan kebingungan)
"Pe...Pemenangnya adalah Zest Tsukiyama dari angkatan pertama Akademi Ksatria Sihir!"
Para penonton terdiam sejenak kemudian langsung bersorak sorak karena kehebatan Zest. August yang pingsan ditandu dan dibwa kembali.
Tapi tidak disangka pada saat pertandingan berlangsung, seseorang diam diam memasuki Akademi dan menjumpai Seraph, Seraph juga termasuk dalam kelompok mereka. Dan mereka ini adalah Pasukan Raja Iblis Palsu.
.
.
.
Mc:
"Baiklah pertandingan dari Babak Semifinal pada hari ini telah berakhir. Dan peserta yang berhasil masuk ke babak final adalah"
Abigail Merlina
Earnest Vondigold
Gustar Gundram
Seraph
Sayaka Tsukiyama
Erika Tsukiyama
dan
Zest Tsukiyama
.
.
.
Malam harinya
sfx: "Kreekkk"(buka pintu)
!
[mungkinkah?!]
Onii~chan
[sudah kuduga]
Zest: (pasrah)
"huuuhh, kalian boleh tidur bersamaku lagi hari ini"
Sayaka&Erika: (senang)
"yaayyyy"
ketika Zest sedang menuju ke kasur tidur, tiba tiba ia merasakan ada seseorang yang sedang memperhatikan nya dan saat Zest membuka jendela aura nya tiba tiba menghilang. Setelah itu Zest pun membuat penghalang sihir tingkat tinggi di sekitar kamarnya yang dapat menghalau segala bentuk sihir dan fisik.
Sayaka:
"Onii~chan?"
Zest:
"iya iya, aku akan segera tidur"
ketika berjalan Zest tersandung dan jatuh ke kasur nya.
(meremas)
apa ini?
(meremas lagi)
tekstur kenyal dan lembut ini seperti!!!
(Zest melihat apa yang dia remas)
i~ini OPPAI!
Erika: (malu)
"umm, Kakak boleh menyentuh sepuasnya"
Sayaka: (iri)
"ini tidak adil!, pegang punyaku juga!"
Erika:
"tidak tidak tidak, pegang punyaku saja"
Sayaka: (kesal)
"dasar kau!"
sfx: "tak"2×(memukul kepala)
Zest:
"Jika banyak omong lagi, akan ku usir kalian dari sini, sekarang tidurlah!"
Sayaka&Erika:(kecewa)
"Baiklah"