Demon King Is The Creator

Demon King Is The Creator
Ch. 2 Menjadi Petualang



3 Tahun Kemudian


Di kedalaman hutan dengan pepohonan yang menjulang tinggi, muncul begitu banyak guncangan dan pepohonan banyak yang runtuh, Zest dan adik nya yang berada disana berlari menjahui hutan sebab mereka dikejar oleh monster.


sfx: berlari


"Sayaka! perhatikan baik baik "


"hmm"


Sesampainya mereka keluar hutan, Sayaka menjauhkan jaraknya dari Zest yang akan bersiap siap mengatasi Monter itu.


Pepohonan terlihat mulai banyak yang runtuh dan pohon itu mulai runtuh dan menuju mereka dan Kemudian Monster itu keluar dari hutan.


sfx: "Roaarrrrghhh" (mengaum)


Sayaka yang melihat mahkluk itu merasa takjub karena tubuhnya yang besar hingga mencapai 30 meter.


" Besar sekali Chimera itu "


Chimera adalah monster bertubuh singa yang memiliki dua pasang kepala yaitu kambing dan singa dengan ekor berbentuk ular. Monster berada di tahap Spirit Golden Core awal.


Setelah Chimera itu keluar hutan Zest mulai melakukan persiapan untuk melakukan serangan melawan monster itu.


Sesaat setelah Chimera itu mendekat, Zest sedikit mengeluarkan pedangnya dari sarungnya dan kemudian


sfx: "Slash" (terbelah)


monster itu terbelah menjadi dua dan tubuhnya melewati Zest, bahkan dia belum mengeluarkan pedangnya.


Merasa telah aman, Zest mencoba untuk mengambil inti Chimera itu dan tidak disangka terdapat guncangan dari hutan, monter itu mulai terlihat keluar hutan dan sepertinya itu adalah Induk Chimera, tubuhnya lebih besar dari Chimera sebelumnya yaitu 50 Meter dan monter ini sudah mencapai ranah Spirit Golden Core akhir


Chimera itu melirik ke mayat anaknya dan Setelah melihatnya sepertinya dia Marah dan dengan brutal mengeluarkan cakar besarnya dan menebasnya ke segala arah untuk membunuh Zest, meskipun begitu tebasannya sangat cepat untuk mahkluk sebesar dia.


Tetapi Zest dapat dengan mudah menghindarinya, setelah beberapa saat Zest mulai melakukan serangan balik dari Induk Chimera kemudian Zest menggunakan tangan kirinya dan menahan salah satu cakar besarnya itu menggunakan tangan kosong. Setelah pergerakannya terhenti Zest menggunakan tangan kanannya untuk melakukan serangan pada Chimera dan Menebasnya.


"Yosh, setelah itu langsung kepala"


sfx:"Slash"(kepala terpenggal dan darah memancur)


Seketika darah memancur keluar dengan banyak dan membasahi Sayaka dengan darah dari Chimera itu. Sayaka merasa jijik terkena darahnya lari kesana kemari.


"Wah darahnya banyak sekali !"


Zest yang melihat Sayaka lari mondar mandir karena darah tadi, menggunakan salah satu sihirnya yaitu Water Purification untuk membersihkan noda ataupun kotoran di tubuh Sayaka, sihir itu memiliki wujud seperti Slime dan itu bergerak ke seluruh tubuh Sayaka untuk dibersihkan dan seketika juga untuk menyerap cairan yang ada di sekitar tubuh sehingga pakaian ataupun semua yang ada di sekitar tubuhnya dpt kering.


Meskipun begitu Zest tidak melakukan rapalan dalam menggunakan sihirnya hanya dengan memikirkannya maka sihir ataupun skill tersebut sudah dapat diaktifkan olehnya.


Sesudah itu Zest merobek dada Induk Chimera menggunakan kedua tangannya dan memasukan salah satu tangannya untuk mengambil inti monsternya. Setelah berhasil mendapatkannya Zest memberikannya dengan melemparkannya kepada Sayaka untuk disimpan.


" ini, Intinya sudah aku keluarkan, meskipun berlendir "


Sayaka yang menangkapanya dan menyimpannya dengan perasaan jijik.


Dan kemudian mereka menyusuri bukit padang rumput setelah keluar dari hutan dan menemukan sebuah Kota besar disana.


Dan cerita pun Flashback


......................


5 jam yang lalu, aku dan Sayaka sedang dalam perjalanan ke Ibukota Kerajaan Manusia, Setelah kami berpetualang lebih dari 3 tahun di Benua Iblis, kami mendapat kabar dari salah satu Iblis di pelabuhan yang mengatakan di ujung laut sana terdapat Benua Manusia.


Tetapi karena ada pembatas yang memisahkan ke dua belah Benua yang mana dikatakan pembatas tersebut merupakan sebuah Badai yang sangat dahsyat yang juga berisi banyak monster laut.


Kami sempat mengurungkan niat kami untuk pergi ke Benua Manusia tetapi aku mendapatkan sebuah ide untuk kesana, aku menggunakan skill Penciptaan ku untuk membuat kapal selam mini kapasitas 2 orang. Jika di permukaan terdapat badai yang dahysat, kenapa tidak lewat jalur bawah setidaknya kami terhindar dari bahaya di permukaan sana.


Kamipun memasuki kapal selam dan telah duduk di kursi masing masing. Kemudi kapal selam aku ambil alih, tata letaknya kira kira seperti di dalam mobil yaitu kemudi berada di sebelah kiri. Perjalan pun dimulai aku mulai menyalakan mesin kapal selam dan mendorong mesin pendorong untuk menjalankan kapal.


Setelah hampir 5 jam kapal berjalan di permukaan laut, akhirnya tibalah kami di pembatas ke dua benua. Pemandangan di sana sangatlah mengerikan Badai Petir yang sungguh dahysat, Tornado, dan Ombaknya bahkan mencapai 350 meter, ketinggian ombak ini sudah melebihi ketinggian Tsunami yang pernah terjadi di bumi setauku. Sekarang aku paham mengapa tidak ada yang berani menyebrang ke benua manusia.


Selanjutnya Kami mengecek keadaan di bawah laut untuk mewaspadai adanya Monster laut jadi aku menyelamkan kapal selamku. Setelah beberapa kali mengecek tetapi tidak kutemukan satupun Monter laut di sana. Disaat itu aku mulai mengingat bahwa Monster monster laut biasa hidup di lautan terdalam bahkan di bumi juga demikian.


Mengetahui Monster Laut tinggal di laut terdalam aku mengabaikannya dan melanjutkan perjalanan. Aku telah melihat pendeteksi kedalaman laut dan kedalaman ini sungguh tidak dapat dipercaya jika ini di bumi, kedalaman lautan disini mencapai 10.000 km. kapal selamku ini tidak mungkin bisa menahan tekanan di dasar lait sana.


Ketika aku akan melanjutkan perjalanan tiba tiba kapal selam kami tergoncang, aku melihat kapal selamku seperti ditarik ke dasar laut. Dengan cepat aku mengaktifkan pendorong tambahan ber kekuatan penuh tetapi tetap saja dorongan penuh kapal selam juga tidak dapat menahannya jadi aku pasrah untuk naik ke permukaan dan memberikan sihir Anti Preasure pada kapal selam dengan. Kapal selam tertarik dan bergoncang goncang hingga membuat Sayaka terbentur keras dan pingsan.


Hanya berselang lima detik guncangan pun berhenti dan kami sudah ada di dasar laut. Setalahnya Aku melihat kondisi dalam laut dan betapa terkejutnya aku, aku menemukan sesuatu yang sungguh luar biasa dan juga menakutkan.


Didasar laut tidak disangka terdapat banyak sekali monster laut yang ukurannya perkiraan mencapai 5 Km. aku sungguh terkejut dengan pemandangan ini.


Tiba tiba aku merasakan adanya guncangan dari bawah dan saat hendak melihatnya, mahkluk itu tiba tiba muncul dari bawah dan betapa besarnya Monster ini. Ukurannya jauh lebih besar dari monster lainnya, di badan mahkluk itu terdapat Rune besar yang bercahaya.


Saat aku melihatnya menggunakan skill dari God Analyze . Aku menemukan identitas dari makhluk tersebut, makhluk ini adalah


" Queen Leviathan "


Dia adalah penguasa seluruh lautan di Dunia ini, keberadaannya saja sudah seperti Dewa, aku sungguh tidak menyangka dapat melihatnya disana. Saat aku menatapnya monster itu langsung melirik ku dan dia sekarang berada di depan kami sambil menatap ku.


Leviathan yang menatapku tiba tiba matanya bercahaya dan tubuhku terasa seperti ada yang terbakar setelah aku buka bajuku di sekujur tubuhku dari leher dan sekitar pinggang muncul Rune yang sama pada tubuh Leviathan dan seketika ada pusaran air yang sungguh kuat yang sepertinya menarik kami ke permukaan dengan kecepatan luar biasa.


Mendekati permukaan, kapal kami menembus air dan sepertinya kapal kami di lontarkan keluar sampai terbang seperti pesawat. Kemudian ketinggian kapal mulai menurun dan kapal selam kami terjun di udara dan mendarat di pesisir Pantai, sebelum mendarat aku memberikan sihir penguatan pada kapal selam sehingga tidak hancur saat mencapai daratan.


Keluar kapal selam kami telah menyadari bahwa kami telah sampai pada tujuan kami.


" Benua Manusia "


Di Pesisir pantai tidak banyak hal yang bisa kita lakukan, kamipun masuk menyusuri hutan untuk mencari beberapa makanan. Dan selama 3 jam berada di hutan, kami juga mencoba mencari jalan keluar menuju Perkotaan. Tetapi di perjalanan kami menemukan sebuah Dungeon yang lumayan besar, jadi kami memutuskan untuk menelusurinya.


2 jam didalam Dungeon tidak banyak yang bisa kami dapatkan selain Inti Monster. Meskipun Dungeon ini terdapat banyak sekali monster tetapi mereka ternyata cukup lemah.


Lantai Pertama berisi Pasukan Undead dan King Skeleton, Lantai ke dua berlatar tempat seperti gunung berapi dangan monster Magma Slime dan Salamander Api, tetapi tujuan kami hanya untuk pergi ke kota, kamipun berhenti sehabis menyusuri lantai 3 yang berlatarkan Hewan Hewan buas seperti Serigala Rahang Besi, Minotaur, dan Chimera.


Keluarnya kami dari Dungeon entah mengapa terjadi guncangan didalam, setelah aku melihat baik baik tidak kusangka Chimera dari lantai 3 tersebut mengikuti kami sampai ke luar. Aku tidak tau apa yang merasukinya dan aku tidak peduli apa yang terjadi padanya, kami kabur dan dikejar olehnya sampai keluar hutan.


Flashback berakhir


...----------------...


Selama 3 tahun ini, Kami hanya meningkatkan kekuatan kami dan tidak terasa waktu cepat berjalan. Aku Sudah berumur 10 tahun sekarang dan masih akan terus berkembang lebih kuat.


Dan saat ini aku telah menembus tahap Earth Limbo tingkat 10 dan Sayaka telah menembus tahap Earth Limbo tingkat 1.


Setelah mengalahkan Chimera kami akhirnya berhasil menemukan Ibukota Kerajaan Re Euztas. Aku melihat banyak orang mengantri memasuki Ibukota, pada akhirnya kami juga mengikuti mereka di antrian.


Tujuan kami sebenarnya tidak hanya ke Benua Manusia tetapi keseluruh Dunia ini. Kami melakukan ini untuk mencari sumber kekuatan baru dan menambah wawasan kami tentang dunia ini.


Setelah memasuki kota kami berencana mendaftarkan diri di guild petualang Ibukota. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, menjadi petualang dapat memiliki beberapa keuntungan seperti bebas keluar masuk kota tanpa di pungut biaya, memiliki peringkat tinggi di guild akan dibebaskan pajak, dan yang utama adalah cara tercepat mendapatkan uang.


Aku cukup terkesan dengan pemandangan kota dari bukit tadi, Bangunan di kota ini dibuat dengan gaya sperti Eropa Kuno dan kulihat disini teknologi seperti mesin uap sudah diciptakan. Dilihat dari Lambang produksinya sepertinya kendaraan mesin uap ini dari Kerajaan Dwarf.


Di antrian sepertinya tidak banyak orang yang mempunyai kendaraan mesin uap dan masih menggunakan kereta kuda. Dapat dikumpulkan bahwa kendaraan mesin uap ini belum banyak diproduksi, sepertinya hanya orang kalangan atas yang memilikinya.


Karena kebanyakan penjelasan aku hampir lupa bahwa giliran kami masuk telah tiba. Penjaga yang kami lihat ini sepertinya sangat tegas, mukanya lebih menyeramkan daripada Iblis.


Setelah itu ketika kami akan masuk, tiba tiba kami dihentikan. Penjaga itu menyuruh kami untuk menunjukan kartu id kami, tetapi aku tidak tau kartu id apa yang mereka maksud.


"Hah... Kartu?


Lalu penjaga yang mengetahui kami tidak memiliki kartu, menyuruh kami melepaskan tudung kami untuk menjalankan beberapa pemeriksaan.


"Kalau begitu buka tudung kalian dan ikut aku untuk menjalankan pemeriksaan"


Tetapi setelah Zest dan Sayaka melepaskan tudung, para pasukan penjaga berjumalah 30 orang tiba tiba mengepung mereka berdua dengan posisi bersiap siap sambil mengacungkan pedang. Penjaga dengan muka menyeramkan tadi yang sepertinya adalah pemimpinnya dengan suara lantang mempersiapkan pasukannya meskipun dia juga ketakutan.


" Bersiap siap semuanya! tetap pada formasi, Iblis telah datang ke negara kita! "


" Aku sudah menyadari ini sebelumnya, aku merasakan Aura iblis muncul dari mereka, tidak kusangka mereka sungguh Iblis "


Zest cukup terkejut atas tindakan dari para penjaga yang mengetahui identitas mereka berdua, tapi kejadian ini menyadarkan Zest pada suatu hal penting yang lupa ia lakukan.


[ Sepertinya mereka mengenali identitas kami sebagai Iblis ]


Zest pun tersadar akan sesuatu


[ ! mata merah merupakan karakteristik dari Iblis, aku lupa untuk menyembunyikannya, bisa bisanya aku menjadi seceroboh ini ]


Setelahnya Zest mengacungkan tangannya dan terlihat akan menggunakan sebuah sihir.


Reversal Mind adalah salah satu sihir ciptaan Zest, sihir ini mengeluarkan gelombang sihir untuk membalikan pikiran/ingatan seseorang dengan ingatan lain bisa dibilang semacam hipnotis.


sementara gelombang sihir sedang menyebar, Zest berikutnya menggunakan semacam sihir untuk menyembunyikan wujud asli mereka.


" Setelah itu, Perfect Mimicri "


Perfect Mimicri, mirip seperti sihir ilusi namun yang ini adalah versi tertingginya. Sihir ini dapat menirukan suatu object apapun dengan sempurna termasuk Aura, sihir, bahkan lingkungan. Dan jika aku mau aku juga bisa menghilangkan sihir seseorang yang pastinya akan sangat berguna di masa depan, sebagai tambahan sihir ini juga hasil ciptaanku.


Ketika sihir digunakan, mata Zest dan Sayaka berubah menjadi biru sepenuhnya. Aura iblis yang mereka keluarkan sebelumnya juga menghilang.


[ Oke beres, aku telah mengubah warna mataku dan Sayaka, dan menyembunyikan aura Iblis kami ]


[ Dengan Perfect Mimicri seharusnya tidak ada siapapun di dunia ini yang bisa mengenalku sebagai Iblis ]


Beberapa menit setelah Reversal Mind digunakan, Para Penjaga dan orang orang disekitar terlihat pada kebingungan dengan apa yang terjadi. Melihat bahwa mereka mencoba untuk menyerang anak kecil. Salah satu penjaga yang melihatnya bertanya sambil kebingungan.


" Apa yang terjadi.... eh! kenapa kita mengepung bocah ini? "


Sang Pemimpin Penjaga sambil memegang kepalanya merasa malu atas kejadian ini, kemudian ia mengacungkan tangannya dan memberi perintah penarikan pasukannya.


" Pasukan Mundur!!! "


Para Pasukan lainya juga ikut kecewa dengan kejadian memalukan ini dimana mereka menodongkan senjata mereka pada anak kecil.


" Apa apaan, kukira ada Iblis yang datang, ternyata cuma bocah "


Setelah pasukan telah mundur Pemimpin Penjaga secara pribadi meminta maaf pada Zest dan Sayaka sambil membungkukkan badanya.


"Maafkan Kami! aku kira kalian adalah Iblis sepertinya aku kurang tidur hingga berhalusinasi, jika masih belum cukup akan menunduk hingga ke tanah"


Di sisi lain Zest merasa tidak enak dengan penjaga itu. Ia memaafkan penjaga itu sambil ragu ragu lagipula bukan hal bagus jika dia berkata hal buruk pada penjaga itu.


[Orang ini gila hormat atau apa?]


"Tidak apa apa, yang penting tidak ada yang terluka"


Sih Penjaga cukup puas dengan perkataan Zest lalu dia mengizinkan Zest dan Sayaka untuk masuk kota dan menyuruh mereka berdua untuk membuatnya di Guild.


"Kalau begitu setelah kalian masuk pergilah ke guild terdekat dan minta mereka membuat kartu ID untuk kalian"


"Baiklah" Jawab Zest


Akhirnya Zest dan Sayaka dipersilahkan untuk memasuki kota dan setelah memasukinya mereka berdua terpukau terutama Sayaka.


[Sungguh pemandangan yang berbeda dari Benua Iblis]


[Aku tidak menyangka kehidupan di kota ini sungguh menghidupkan suasana yang nyaman]


Sambil melihat sekeliling, Zest memperhatikan keadaan di Kota.


[Kehidupan Orang orang dikota ini sepertinya cukup damai]


Di perjalanan menuju Guild, aku menjumpai berbagai macam tokoh dan dagangan seperti tokoh roti, cafe, restotan, tokoh senjata dan masih banyak lainnya.


Tidak jarang aku menjumpai Elf, Demihuman, maupun Dwarf di kota ini. Masyarakat di kota ini hidup berdampingan dengan ras lain selain manusia. Pemimpin kota ini cukup bijak dan pintar dalam menata sistem di kotanya tidak kulihat adanya konflik diantara mereka.


......................


Setelah cukup berkeliling kamipun sampai di Guild Ibukota. Dalam bangunan ini dibuat cukup megah dan ini juga luas. Di dalamnya semua Guild yang ada seperti Guild Petualang, Guild Pedagang, dan Guild Bangunan berada ditempat ini secara terpisah tetapi tetap di dalam bangunan yang sama. Di bagian Kiri Guild Pedagang, di bagian tengah Guild Petualang, dan di kanan adalah Guild Bangunan; penempatannya cukup sederhana tetapi juga kompleks, yah kira kira seperti mall.


Dan yang utama di Guild ini adalah tempatnya yang sungguh ramai. Jadi dugaan ku mungkin benar jika di kota ini tidak hanya ditinggali manusia saja karena banyak juga Demihuman maupun Elf di dalam Guild, bahkan aku melihat ada Orangtua elf bersama anak mereka di Guild Bangunan.


Setelah cukup melihat lihat isi Guild kami melanjutkan tujuan kami untuk membuat Kartu ID. Kemudian aku mengunjungi salah satu resepsionis elf disana dan bertanya kepadanya, lalu akupun mendapatkan Informasi ini.


...----------------...


Di Benua manusia, perlu Kartu ID untuk masuk ke kota demi menjaga keamanan setiap Kota. Untuk mengetahui status mereka, maka diperlukannya Kartu ID.


Dan juga Kartu ID hanya dapat digunakan oleh pemilik kartu saja, selain pemegang tidak akan bisa digunakan jadi akan percuma jika seseorang mencurinya.


Di Benua Manusia mereka biasanya akan mendapat Kartu ID mereka saat berusia 5 tahun untuk melihat bakat dan skill apa yang mereka miliki. Kartu ini juga dapat mennyimpan riwayat kejahatan kita.


...----------------...


Setelah mendapatkan Kartu ID sekaligus mendaftar menjadi Petualang mereka akhirnya keluar dari Guild dan ternyata hari sudah mulai gelap.


" Sebaiknya kita beristirahat terlebih dahulu, aku sungguh lelah sekali " Ucap Sayaka


Sayaka melihat kakaknya yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu bertanya kepadanya.


" Ada Apa Onii-Chan? "


Zest pun tersadar dan memberitahukan apa yang di pikirkannya.


" Tidak apa apa, hanya saja aku merasa aneh pada saat pendaftaran di Guild "


" Seharusnya kita akan di uji untuk melihat layak atau tidaknya kita menjadi Petualang "


" Tetapi setelah giliran kita mendaftar, tidak ada ujian untuk kita... Apa yang mereka pikirkan menerima Bocah seperti kita menjadi Petualang "


Sayaka merasa tidak enak jika melihat kakaknya banyak pikiran terus mencoba untuk menghiburnya dengan memeluknya dari belakang.


" Kau tidak perlu memikirkannya Onii-Chan, terlalu banyak berpikir akan membuatmu menjadi botak "


Zest merasa senang ketika adiknya memeluknya, dia menengok kebelakang untuk melihat adiknya, setelah melihat wajah adiknya yang imut Zest manjadi terpesona dan merasa malu untuk menatapnya saat ini.


" Terima Kasih Sayaka "


" Aku sangat senang adikku yang imut dan cantik selalu berada di sisiku "


sfx: malu(Sayaka)


Mendengar bahwa dia dapat pujian dari kakaknya, Sayaka merasa sangat senang dan memeluknya lebih erat.


Tetapi mendapatkan pelukan seperti itu akan membuat Zest kehilangan kendali, dia berusaha untuk menahan nafsunya dari pelukan adiknya.


[ Tenang, dia itu adikku bagaimana bisa aku menjadi nafsu begini ]


Dari punggung nya Zest merasakan sensasi Buah Surga adiknya.


sfx: terkejut


[ Anak ini meskipun masih 10 tahun sepertinya Opppainya berkembang terlalu cepat ]


Zest yang sudah hampir hilang kendali segera melepaskan pelukan Sayak dengan lembut dan mengajaknya untuk pergi ke penginapan untuk beristirahat.


" Aku sudah merasa baikan, ayo kita pergi ke penginapan aku juga sudah lelah "


Sayakapun menjawabnya dengan mengangguk.


Kami pun Memutuskan untuk pergi ke penginapan terdekat dari Guild, jadi kita bisa dapat menghemat waktu.


Karena kami tidak punya uang cukup, jadi hanya bisa memesan 1 kamar saja, lagipula aku juga tidak berniat untuk tidur terpisah di kamar yang berbeda. Duit telah habis kami akan menjalankan beberapa Quest besok untuk mendapatkan kembali Uang kami. Tidak lupa kami untuk saling mengucapakan Selamat Tidur satu sama lain.


Tingkatan saat ini:


Zest (Earth Limbo layers 10)


Sayaka (Earth Limbo layers 1)


Tamabahan:


Terima kasih semuanya


yang sudah mau mampir


di Novel saya, jika berkenan,


Saya Minta Votenya dibawah ya


jika kalian suka silahkan like.


Dan jika boleh, mohon di Share.🤗