Demon King Is The Creator

Demon King Is The Creator
Ch. 3 Demihuman



sfx: membuka mata


Pagi hari telah tiba, Zest bangun dengan penuh semangat sambil mengangkat tangan untuk peregangan biasa dan pada saat menurunkan tangannya kembali dia merasakan ada benda aneh ditangannya. Dia mencoba meremasnya beberapa kali kemudian ia tersadar akan sensasi Buah Surga ditangannya, dengan perlahan Zest menoleh ke kiri dimana adiknya tidur.


Terkejutnya Zest melihat adiknya tertidur disebelahnya tanpa memakai satu pakaianpun dan saat itu juga ia menatap kemana tangannya menyentuh.


sfx: meremas


" O~OPPAI !!! "


Aku sudah menduganya dari sensasi lembut dan kenyal ini... tapi Oppai nya bertambah lebih besar dari kemarin


Apa mungkin ini ada kaitannya dengan ras kami? Entah mengapa pertumbuhan kami sepertinya terlalu cepat untuk anak anak seumuran kami


Umur kami baru saja menginjak 10 tahun tetapi sekarang tinggiku sudah 172 cm sedangkan Sayaka 164 cm


Tapi sebenarnya ini bukanlah hal yang buruk, dengan begini aku tidak perlu menunggu dalam waktu yang lama untuk melihat tubuh dewasa adikku karena pertumbuhannya sangat cepat... ini~ini pasti berkah.


(bayangan Pemikiran Zest)


Karena terlalu senang dengan fakta itu Zest senyum senyum sendiri membayangkan hal hal kotor itu terlalu berlebihan terhadap adiknya dan tanpa sadar Zest sudah meremasnya terlalu keras beberapa kali yang akhirnya membuat Sayaka terbangun dari tidurnya


sfx: "Ahh" (mendesah)


Seketika Zest terkejut dan menatap Sayaka yang ternyata sudah terbangun.


Sayaka yang terbangun manjadi tersipu malu dan menutupi tubuhnya dengan selimut, kemudian Zest melepas tangannya dari Sayaka


sfx: malu


Tetapi dalam hati Sayaka, dia merasa senang bahwa kakaknya tergoda pada tubuhnya.


Dan untuk Zest sendiri, Ia menjadi merasa bersalah sekarang karena perbuatannya. Dia mencoba coba untuk mencari alasan atas perbuatannya sambil terbatah batah meskipun tidak jelas dia ingin bilang apa.


Di saat bersamaan Sayaka merasa terhibur melihat kakaknya bersikap seperti orang bodoh. Sayaka mencoba untuk tidak tertawa melihat kelakuan kakaknya jadi ia menutup matanya sambil menahan tawanya tetapi kemudian ia membuka matanya yang berkaca kaca menatap Zest dengan mengeluarkan sedikit air mata akibat menahan tawa.


Tetapi dari sudut pandang Zest ia merasa seperti telah melakukan pelecehan seksual kepada adiknya, padahal emang iya.


Melihat hal itu Zest merasa seperti jantungnya setelah melihat tatapan polos dan lemah itu. Didalam hatinya Zest merasa sangat kecewa pada dirinya yang tidak bisa menahan godaan tubuh adiknya. Meskipun sebenarnya Sayaka tidak mempermasalahkan nya tapi, Zest benar benar sudah salah paham dengan tindakan adiknya. Tiba tiba ia bersujud dihadapan adik nya.


" Maaf... Maaf kan aku "


" Aku telah gagal menjadi seorang kakak bagimu "


" Bisa bisanya aku tergoda pada tubuh adikku... sungguh mengecewakan "


Sayaka merasa kesal ketika kakaknya menghina dan merendahkan dirinya sendiri. Kemudian ia dengan muka kesal memarahi kakaknya.


" Mou, aku tidak suka melihat kakak seperti ini "


" A~aku hanya suka kakakku yang keren dan tampan seperti sebelumnya "


sfx: malu


" lagipula aku juga tidak keberatan jika kamu yang meremasnya "


Mencoba untuk mengatakan hal memalukan Sayaka menarik selimutnya dan menutupi dirinya hingga ke mulut dan bersembunyi dibalik selimut.


" Kakak boleh meremasnya Kapanpun dan Sepuasnya "


sfx: "Tok Tok Tok"(ketukan pintu)


Tiba tiba terdengar suara ketukan didepan pintu. Menyadari bahwa itu adalah ketukan dari pemilik Penginapan, Sayaka kemudian keluar dari kasur sambil menutupi tubuhnya menggunakan selimut


" Sepertinya sekarang sudah waktunya untuk Sarapan " Ucap Zest


Kemudian Zest menggunakan semacam sihir praktis yang bernama "Instant Gear" Sihir itu ia gunakan pada dirinya dan adiknya sehingga mereka dapat mengenakan perlengkapan pakaian petualang mereka beserta senjata mereka dengan instan, dengan begini akan sangat menghemat waktu bagi mereka.


Sesudah bersiap siap, mereka akhirnya keluar kamar dan menuju lantai bawah.


......................


Sesampainya dibawah mereka melihat ada meja kosong dan segera duduk disana. Setelah duduk makanan langsung diantar pada mereka.


Makanan yang diantar adalah makanan yang cukup sederhana, yaitu nasi kari daging, telur, dan beberapa sayuran seperti wortel dan kacang panjang.


Tidak segan segan Zest langsung memakannya. Begitu makanan masuk kedalam mulutnya raut wajahnya berubah dan Zest terlihat menikmati makanannya. Sayaka pun juga mulai ikut makan dan saat makanan masuk di mulutnya raut wajahnya menjadi terlihat menyedihkan dan matanya juga berkaca kaca karena kepanasan, itu sungguh imut. Zest yang melihatnya cukup terhibur dengan reaksi Sayaka.


[ Makanan ini walaupun terlihat sederhana, tetapi sungguh enak sekali ]


Meskipun aku tidak pernah memakan makanan seenak ini sejak hari pertama reinkarnasi maupum hingga saat ini bukan berarti aku tidak bisa memasak.


Sebab di Hutan yang kami makan hanyalah daging monster dan oleh karena sangat diperlukan keterampilan memasak yang cukup tinggi untuk mengolah bahan makanan yang berasal dari monster.


Aku memiliki banyak pengetahuan tentang memasak dan makanan berkat ingatan kehidupanku, di kehidupan sebelumnya aku juga pernah menjadi Koki Jenius jadi aku punya banyak skill dalam memasak. Skill memasakku juga sudah mencapai level 50 tetapi meskipun begitu makanan yang cukup sederhana ini jauh lebih lezat daripada makanan buatanku. Makanan ini selain cukup memberikan energi untuk kegiatan di pagi hari juga memberikan buff stamina sebesar +500 selama 6 jam.


Aku sungguh penasaran Koki seperti apa yang ada di penginapan ini, skill memasaknya jauh lebih tinggi dariku hingga dapat memberikan buff seperti ini dalam waktu yang lama. (Ucapnya dalam hati)


Zest tersenyum dan dengan senang hati menyantap makanannya dengan lahap. Di Disi lain Sayaka sudah habis 2 piring dan masih ingin lebih


" Fuahh, Tambah Sepiring lagi! "


ucap Sayaka dengan penuh semangat sambil mengangkat tangannya


[ Sepertinya makanannya itu akan turun ke dadanya ]


Bayangan Zest terhadap Sayaka.


......................


Selesai makan Aku dan Sayaka keluar penginapan dan pergi menuju Guild Petualang untuk mengambil beberapa Quest.


Dan seperti biasa kedatangan kami selalu ada aja masalah yang muncul. Banyak sorot mata tertuju pada kami sekarang ini. Dan Pria berotot didepan ku sepertinya sedang mencari masalah.


" Apa yang dilakukan bocah disini ? "


Aku sih tidak terlalu peduli ataupun merasa terganggu dengan orang ini karena tidak mengherankan juga seseorang akan melakukan itu karena melihat anak anak sedang mengantri Quest. Tetapi tubuhku sudah seperti remaja 15 tahun dan seharusnya tidak masalah untuk menerima Quest.


Meskipun aku tidak merasa terganggu tapi Sayaka sepertinya terlihat kesal dan marah, Aku merasa lebih mengkhawatirkan sesuatu yang akan terjadi pada pria berotot ini.


Analyze


Betapa Terkejutnya aku melihat Status orang ini dan itu sungguh mengecewakan. Orang ini


[ Lemah sekali ! ]


Setelah kulihat menggunakan skill Analyze ku, pria ini hanya berada di tahap Spirit Celestial Realm awal, dan lebih dari itu orang ini hanya memiliki satu skill, yaitu skill pedang besar satu tangan saja, tidak hanya itu, Total Powernya juga sedikit sekali yaitu 60.000 Dibandingkan denganku dan Sayaka yang sudah 7 digit, orang ini hanyalah sampah.


Tanpa kami sadari kerumunan telah datang untuk menyaksikan kami. Terdengar begitu banyak petualang berbisik bisik dan membicarakan tentang kami


" Kasihan sekali mereka diincar oleh Petualang Rank C Si Baja "


" Aku tidak tega melihat apa yang akan terjadi pada mereka "


" Orang ini terkenal kejam kenapa pihak guild masih membiarkan orang seperti dia "


sfx: berbisik bisik


Petualang Si Baja yang mendapat perhatian banyak orang tidak menghiraukan pembicaraan orang orang, dan hanya berfokus menatap mereka berdua.


Petualang Si Baja saat ini sedang menatapi Sayaka. Dia menyadari akan kecantikan Sayaka dan karenanya dia menjadi menginginkan Sayaka bahkan disaat banyak orang sedang melihatnya, dia bersikap tidak tahu malu terhadap seorang gadis kecil


" Gadis yang disebelahmu itu imut juga, kenapa tidak ikut aku saja, aku jamin kau pasti akan nerasa kenikmatan "


sfx: jilat lidah


Mendengar perkataannya itu sudah dipastikan Zest yang sangat mencintai adiknya tidak dapat membendung emosinya lagi. Zest yang sebelumnya mengabaikan tindakan Petualang itu, seketika berubah pikiran dan sudah tidak dapat menahan kesabarannya yang telah ia lakukan sejak awal.


Zest disaat ini sudah dalam Blood Rampage mode. meskipun itu hanya sebatas perkataan tetapi jika itu menyangkut adiknya Zest tidak akan segan segan membunuh orang itu dengan sadis meskipun orang itu temannya ataupun Kerabatnya.


...----------------...


Blood Rampage adalah skill bawaan yang dimiliki semua iblis, tapi Blood Rampage milik Zest berbeda dengan iblis biasa lainnya. Skill ini akan meningkatkan semua stats hampir 10× tergantung seberapa besar amarah yang mereka miliki akan ditambahkan 1× lipat, tetapi karena dahsyat nya skill ini ia juga memiliki efek samping yang cukup besar yaitu mengkonsumsi HP atau nyawa mereka sebagai bayaran kekuatannya.


Tetapi hal itulah yang membedakan Blood Rampage Zest berbeda dengan yang lainnya, karena efek samping yang diberikan tidak mempengaruhi Iblis yang memiliki Ras Raja dan diatasnya, justru karena perbedaan tingkatan Ras ini, kekuatan Blood Rampage akan meningkat lebih besar bahkan hingga 100× tanpa adanya efek samping tersebut.


...----------------...


Setelah itu Zest menatap Petualang itu itu dan seketika Niat membunuh yang kuat muncul.


" OY BAJINGAN, KAU TADI BILANG APA "


Petualang Si Baja merasa sangat merinding dan ketakutan setelah merasakan Aura Membunuh yang begitu kuat dari Zest, tetapi karena dia tidak ingin harga dirinya turun karena seorang anak kecil, dia pun mencoba menyerang Zest.


[ Kenapa anak ini bisa mengeluarkan niat membunuh yang begitu kuat ?! ]


" Jangan main main dengan ku ! "


Petualang Si Baja pun mengeluarkan Pedang besarnya dari punggungnya dan mangayunkannya kepada Zest. Saat pedang itu sudah hampir mengeenai kepala Zest, seketika pedang itu terhentikan oleh satu jari Zest. Petualang itu terkejut dan menambah tenaganya lagi pada pedangnya tetapi, malah hancur hanya oleh satu jari dari Zest.


Petualang Baja tidak memiliki pilihan lain selain mengeluarkan seluruh kemampuannya dengan tinjunya. Zest mulai serangan balik jadi ia juga ikut mengeluarkan tinjunya dan adu tinju pun tidak dapat dihindarkan.


Serangan pun tidak dapat dihindari selain ikut menyerang balik. Saat Tinju Petualang Si Baja mendekati tinju Zest, tiba tiba saja Zest mempercepat tinjunya ketingkat yang lebih tinggi yang bahkan hampir menyamai kecepatan cahaya, dan saat tinju Zest mengenai tinju petualang itu seketika tangan kanan Petualang Si Baja hancur lebur. Petualang Si Baja terkejut ketika melihat tangannya lenyap, ia meronta kesakitan sampai menangis sambil tersungkur di lantai.


" arrrgggghhh!!! "


" ta~tangankuuu!!! "


Tidak hanya sampai situ Zest masih belum puas hanya dengan menghancurkan satu tangan. Melihat Petualang itu terbaring dan meronta kesakitan, Zest mengangkat kakinya dan hendak menginjak kepala petualang itu sampai hancur.


Setelah itu kaki Zest mulai meluncur kearah kepalanya, tetapi seketika Zest menghentikannya saat hampir menyentuh kepalanya. Dikarenakan Aura Iblis Zest mulai keluar jadi dia mengurungkan niatnya, tetapi bukan berarti dia akan memaafkan orang itu, yang bisa Zest lakukan sekarang hanya mengancamnya saja.


" MAIN MAIN KAU DENGAN ADIKKU LAGI "


" JANGANKAN TANGAN, SELURUH TUBUHMU AKAN KUBUAT HANCUR "


Si Petualang itu dengan cepat meminta maaf kepada Zest dengan perasaan ketakutan bahkan sampai kencing di celana.


" Ampuni aku, a...aku...aku tidak akan melakukannya lagi "


Setelah itu Zest menendang kepalanya dan petualang terpental 20 meter jauhnya sampai didepan pintu masuk guild. Ia pun berdiri sambil menutupi tangannya yang hancur bersimbah darah dengan raut muka ketakutan dan kemudian keluar dari guild terburu buru.


Terlihat Para Petualang yang telah menyaksikan semua kejadian itu merasakan ketakutan yang luar biasa, bahkan jika itu hanya dengan menatap mata Zest. Semua petualang di sekitar Zest mulai menjauh dengan tatapan penuh ketakutan. Setelahnya Zest dan Sayaka berjalan menuju resepsionis, petualang disekitarpun memberikan jalan kepada mereka berdua.


Di tempat resepsionis yang dituju mereka, terlihatlah seorang karyawan bertelinga kucing dan berambut cokelat pendek. Perempuan itu merasa ketakutan bahkan badannya juga ikut gemetar karena melihat Zest pergi menuju ke tempatnya.


Sesampainya Zest dan Sayaka di tempat resepsionis itu, gadis kucing itu mencoba berdiri tegap sambil menahan rasa takutnya meskipun badannya masih gemetar tetapi ia tetap mencoba melayani mereka berdua sambil grogi.


" A~Apa ada yang bi~bisa kubantu ? "


" Kami ingin mengambil sebuah Quest "


" T~Tapi... "


" KENAPA? TIDAK BOLEH? "


Resepsionis guild itu langsung menjawabnya dengan cepat sambil menggelengkan kepalanya karena terlalu ketakutan.


" Boleh, Tentu saja kalian boleh mengambil Quest perlihatkan saja kartu guild kalian "


Zest dan Sayaka mengikuti perkataan resepsionis guild dan memberikan kartu mereka kepadanya. Resepsionis itupun mengambilnya dan memeriksa kartu mereka menggunakan semacam alat sihir yang bentuknya seperti alat scan kecil untuk memasukan kartu seperti yang terdapat pada mesin atm. Kemudian ia memasukan kartu itu dan munculah layar status berbentuk hologram. Gadis Kucing terkejut saat melihat status mereka berdua, dia ingin mengatakan sesuatu kepada Zest dan Sayaka tetapi ragu ragu.


melihat tingkah laku dan raut wajah resepsionis itu yang tampaknya kebingungan, Zest mulai bertanya.


" Ada apa? "


Gadis Resepsionis sedikit terkejut karena pertanyaan dari Zest dan merasa gelisah untuk mengatakannya.


" hm... itu...kalian masih Rank F jadi...kalian hanya bisa mengambil Quest Rank F atau E saja "


Zest merasa tidak puas mendengar jawaban dari Resepsionis itu lalu menatapnya dengan tajam. Respsionis itu merasa ketakutan dengan mata berkaca kaca seperti dia merasa akan mati hari ini.


Disaat itu tiba tiba saja dari belakang ada seseorang yang menepuk pundak Resepsionis itu. Zest dan orang orang disekitar menatap orang tersebut. Wanita cantik bertelinga kucing ini adalah Ketua Guild di sini. Tubuh perempuan ini sungguh luar biasa, perutnya sedikit sixpack, Oppai nya juga cukup besar, rambutnya hitam dan panjang, dan jika dilihat dari senyumnya sepertinya dia orang yang cukup ceria. Kemudian Perempuan itu membawa Zest, Sayaka, dan Resepsionis itu ke ruangan Guild Master. Sesampainya di ruangan, perempuan itu sambil tersenyum dia mulai menegur resepsionis itu.


" Eva, bukankah sudah menjadi aturan sejak dulu, bahwa seorang resepsionis wajib memperkenalkan dirinya kepada pendatang baru, kau terlalu tegang sampai kau melupakan itu "


Eva(Resepsionis) menundukan kepalanya setelah mendapat teguran dari Ketua Guild itu dan meminta maaf.


" Maaf ibu... maksudku Ketua "


Zest dan Sayaka cukup terkejut mendengar Eva berkata Ibu kepada Ketua Guild. Ketua Guild itu kemudian mendatangi Zest san Sayaka.


" Aku akan memperkenalkan diriku. Aku Shela Freis, aku adalah Guild Master disini, kalian boleh memanggilku Shela"


(Kata Shela dibaca Shila)


Setelah itu Shela menepuk kepala Eva


" Dan anak ini adalah Eva Freis, Putriku. Sejujurnya dia adalah Anak angkatku, aku menemukannya saat masih bayi di desa manusia kucing yang hancur 20 tahun lalu "


Zest dan Sayaka mendengarkan dengan baik baik perkataan Shela. Sesaat Zest menyadari sesuatu dari perkataan Shela.


" Tunggu 20 tahun? berapa umurmu sekarang, padahal kau terlihat muda dan cantik "


Shela menjawab pertanyaan Zest dengan nada malu malu.


" Ayolah... tidak sopan menanyakan umur seorang Wanita. Tapi aku akan jujur, umurku genap 112 tahun bulan ini "


Zest dan Sayaka terkejut mendengar bahwa Shela yang Cantik dan Menawan ini ternyata sudah berumur 112 tahun. Mengetahui bahwa Shela adalah seorang demihuman membuat mereka semakin bingung.


" Tapi kenapa Kau tidak menua? " tanya Sayaka


" Aku memiliki darah setengah elf dalam diriku. Ayahku adalah seorang demihuman kucing dan ibuku adalah Elf " jawab Shela


Jawaban dari Shela cukup masuk akal menurut mereka berdua, tetapi Zest masih ingin menanyakan sesuatu yang lebih penting.


" Apa kau adalah anak haram dari keluarga Kerajaan. Kau memiliki marga Freis pada namamu, dan sejauh yang kuingat aku pernah mendengar nama Freis di buku sejarah tentang Elf "


Sungguh mengejutkan bahwa Zest mengetahui bahkan Shela tidak menyangka seseorang akan mengetahui Kerajaan terlebih lagi Kehancuran dan Kerajaan itu dirahasiakan dari dunia luar.


" Yap, Ibuku adalah seorang Putri di kerajaan elf, ia menikah dengan Ayahku yang hanya seorang petualang "


" Aku terkejut kau mengetahui nama Freis beserta Kerjaan itu, padahal sudah 100 tahun sejak kehancuran kerajaan itu dirahasiakan dari dunia. "


Zest tentunya mengetahui penyebab kehancuran itu.


" Manusia sungguh mahkluk yang serakah "


Zest dan Shela saling menatap dengan tajam satu sama lain. Tapi Shela juga mengabaikan pernyataan tentang manusia yang menghancurkan kerajaan elf.


" Kau tak perlu mengkhawatirkan itu, Kerajaan Freis dan aku tidak memiliki hubungan apapun, dan juga aku tidak pernah diterima di Kerajaan Freis itu "


Zest juga tidak begitu mempedulikan kehancuran kerajaan itu karena itu tidak ada hubungannya dengan dia.


" Yah, lagipula apa urusan kehancuran kerajaan kami dengan Iblis seperti kalian "


" ehh? Iblis? " Ucap Eva


Seketika Zest mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya ke leher Shela dengan cepat. Eva terkejut dan takut karena Zest mencoba menebas Shela. Tetapi serangan Zest ternyata ditahan hanya oleh kuku jari telunjuk Shela saja.


[ Wanita ini dapat menahan serangan pedangaku dan juga dia mengenal identitas kami yang sebenarnya, padahal aku sudah menggunakan Perfect Mimicri yang lebih tinggi tingkatannya daripada sihir ilusi ]


Zest segera menggunakan God Analyze nya kepada Shela.


" Aprrasial Sight S ?! "


Terkejutnya Shela mengetahui bahwa Skill yang telah Ia rahasiakan selama bertahun tahun dapat diketahui Zest dengan mudah.


" Apakah kau juga memiliki skill yang sama sepertiku, tidak kusangka kau mengetahuinya "


Zest menjawabnya dengan sedikit ragu ragu


" Yah seperti itulah, itu sungguh tidak terduga kau mengetahui identitas kami "


Zest pun menyarungkan kembali pedangnya dan melihat Shela yang daritadi menatapnya dengan tajam.


" Aku dapat melihat bahwa Sayaka merupakan ras Iblis tetapi ada yang aneh dengan kalimat Iblisnya seperti rusak tapi masih bisa terbaca sedikit "


[ Ras Sayaka Kaisar Iblis adalah keberadaan yang cukup ditakuti di dunia ini bahkan oleh seorang Raja Iblis, karena kekuatannya yang cukup mengerikan, tidak semua orang bisa mengetahui Ras aslinya ]


" Tetapi terlepas dari itu semua, dirimu lah yang paling aneh "


Shela menatap Zest dengan tajam dan terlihat begitu serius sambil mencodongkan badanya kedepan menghadap wajah Zest.


" Sepertinya kau tidak bisa melihat Ras ku kan? "


Shela merasa kesal bahwa kekuatanya tidak berguna di gunakan pada Zest.


" Bukan hanya Ras mu saja, tapi semua identitas kecuali nama dan umurmu tidak diketahui, semuanya hanya tanda tanya! "


" Bahkan dengan skill Apraisal Sight tingkat S ku tidak berguna padamu dan juga umurmu baru 10 tahun meskipun tubuhmu seperti ini anehnya lagi ada tanda loop(∞) di umurmu apa artinya itu?! "


Setelah itu Shela bersabar sejenak dan menjelaskan tentang skill Aprraisal Sight S miliknya.


Aprraisal Sight S adalah Skill yang dapat mengetahui informasi seseorang atau suatu benda, bahkan informasi suatu tempat atau daerah. Skill ini dapat melihat informasi seperti nama, umur, job/class, sejarah, emosi, dan skill.


......................


Setelah mendengar penjelasan itu dapat aku simpulkan bahwa fungsinya masih tidak sebaik Analyze ku. Tetapi kurang lebih seperti skill God Eyes miliiku, skill ini dapat mengetahui segalanya tentang rahasia dunia. Salah satu kemampuan terhebatnya adalah melihat masa lalu dan masa depan. God Anyalyze hanyalah salah satu dari Sub Skill dari God Eyes. selain Analyze yaitu Eyes of Death, Eyes of Truth, Absolute Sight(pengelihatan masa lalu dan masa depan, x ray, dll), World Vision, Medusa Eye, dan masih banyak kemampuan tersembunyi lainnya.


" Mungkin hanya itu saja yang ingin kukatakan dan satu hal lagi "


sfx: "ehmm"(batuk)


" Aku telah mengakui kemampuan kalian sangatlah hebat, oleh karena itu aku akan menaikan rank kalian ke B "


Shela memberikan kartu Silver kepada Zest dan Sayaka. Melihat kartu ini Zest merasa akan jadi sebuah masalah.


" Apakah ini akan baik baik saja dengan menaikan pangkat kami begitu tinggi? "


Shela yang mendengarnya tersenyum sambil mangacungkan jempol


" Tenang saja, mereka yang protes akan aku tangani "


" emm...baiklah " ucap Zest sambil ragu ragu


Setelah perbincangan itu Shela menatap Sayaka yang daritadi hanya terdiam saja. Shela merasa penasaran dan menanyakannya pada Zest.


" Adikmu ini cukup pendiam juga, aku sungguh penasaran seperti apa suaranya "


Zest juga ikut menatap Sayaka dan Sayaka yang melihatnya kebingungan, Zest tersenyum pada Sayaka dan menjawab Shela.


" Dia hanya ingin berbicara dengan ku saja, tapi karena itu juga aku jadi khawatir dia tidak akan punya teman di masa depan "


Shela menatap Sayaka sambil menyentuh dagunya dan mengibaskan ekornya yang menandakan bahwa ia merasa tertarik dengan Sayaka.


Zest menyadari ketertarikan Shela ketika melihat ekornya mengibas kesana kemari dan tanpa disadari Zest menatap ekor Shela terus menerus seperti dia menginginkan sesuatu.


[Aku ingin menarik ekornya]


sfx: menggeleng kepala


Sesudah menenangkan dirinya, Zest memutuskan untuk pergi dengan Sayaka untuk mengerjakan Quest.


" Baiklah, jika tidak yang ingin dibicarakan lagi aku akan undur diri "


Tiba tiba saja teringat sesuatu jadi dia menghentikan Zest untuk pergi.


" tunggu dulu! masih ada yang ingin kusampaikan "


Zest pun berhenti bersamaan denga Sayaka, kemudian ia melirik Shela.


" Dan apakah itu? "


...****************...


Lagi sibuk bikin Karakter Zest Tsukiyama dan inilah hasil gambarnya👌



New Cover


Sekedar Info saya bikin di Aplikasi Ibis Paint



Di Aplikasi ini memiliki banyak fitur yang sungguh membantu dalam membuat gambar kalian, aplikasi ini juga cocok untuk mengedit foto ataupun gambar😁.


...****************...


Tamabahan:


Terima kasih semuanya


yang sudah mau mampir


di Novel saya, jika berkenan,


Saya Minta Votenya dibawah ya


jika kalian suka silahkan like.


Dan jika boleh, mohon di Share.🤗