
"Althara ini, giliran sakit aja mukanya ke bikin orang yang lihat gak tega, sekalinya sembuh bikin kesalnya tuh 80 derajat celcius" Cerocos Alice sambil mengaduk-ngaduk bubur yang ia buat untuk Althara. Setelah siap dia mengantakannya ke kamar Althar yang memang tak terlalu jauh dari dapur, termasuk juga minumannya.
"Hai bangun, makan dulu nanti tidur lagi" Titah Alice sambil mengecek suhu tubuh Althar,
"Udah mendingan juga, tapi gak ada respon. Mungkin dia lelah lelah sekali, yaudah deh nanti aja" Kata Alice sambil beranjak pergi, ternyata di tengah ruangan sudah ada papahnya yang menunggu dengan tegas dan berwibawa.
"Alice, gimana tugas kami kemarin? " Tanya papahnya menatap intens anaknya itu,
"Sudah dikerjakan semua pah" Jawab Alice sama tegasnya,
"Baguslah, jangan terlalu merepotkan Alice... Apakah Althara ada di sini? " Tanya Reagan kembali,
"Iya pah, dia lagi sakit sekarang. Itu ada dikamarnya" Tunjuk Alice dengan ibu jari agar lebih sopan, namun Reagan tak bergeming. Dia malah beranjak dan masuk ke kamarnya dengan perasaan yang campur aduk.
"Apakah dia yang mengikuti ku semalam? Keberadaannya antara merugikan dan menguntungkan di sini" Ucap Reagan sambil memijit pelipisnya, selepasnya dia berencana untuk mandi dan tidur tanpa peduli akan Alice yang tengah menunduk sedih di ruang tengah.
"Kenapa papah selalu bersikap seperti itu, apa aku sebegitu tidak berharganya di matanya? " Tutur nya lirih,
"Lucu juga, aku hanya dijadikan pion buat mengejar prestasi... Lihat saja nanti Reagan" Ucap Alice yang tiba-tiba menyeringai, perubahannya begitu kentara ketika dia merasakan sakit.
Sementara itu di Junior High School Garuda Emas...
" Eh Jo, lo penasaran gak sih sama sahabat cewe nya Althara? " Tanya Sean sambil memakan cimol bojotnya,
"Yang katanya homeschooling itu? yang papah nya kaya drakula bertaring lima kan? " Balas Kenzo memastikan,
"Tepat... Gue denger sih nanti kalau SMA dia akan sekolah umum" Kata Sean lagi,
" Tau dari siapa lo? " Tanya Arkana,
"lah, ketua nya sendiri yang bilang" Jawab Sean lagi,
"Kita perlu jaga cewe itu gak sih?denger latar belakangnya ke nya gak baik-baik aja" Tanya Kenzo yang merasa khawatir,
"Belum kenal juga so so an mau jagain, lagian si bos kenapa sih gak kenalin dia sama kita? Bahkan gue pernah minta lihat fotonya gak boleh" Keluh Arkana kecewa,
"Ya mungkin si bos punya rencana sendiri, tunggu aja tanggal mainnya" Jawab Sean, yang kemudian mukanya nampak merah seperti setan,
"Astaga kenapa lo nyet? " Tanya Kenzo sambil memberikan teh berkemasan botol kepada Sean, tanpa waktu lama air dalam botol itu pun habis hingga tetesan terkahir,
"Anjer pedes banget gila, gue kira ini caos" Jawab Sean sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sungguh menyiksa rasa pedas ini bagi Sean,
"Lah, ini kan cabai bubuk. Lo gak bisa bedain gitu? Saos kan encer dan agak manis. Lah Ini udah jelas-jelas bubuk ko" Kata Nana atau Arkana menambahkan, dia memperhatikan bungkus cabai itu sambil menggelengkan kepalanya.
"Gue gak bisa bedain bege, lo tau sendiri gue orang nya tinggal makan" Ucap Sean misuh-misuh untuk membela dirinya sendiri,
"Dasar kutil kuda" Ledek Arkana sambil. Menyentil dahi Sean,
"Lo mau lahiran Sean? " Polos Kenzo yang sudah panik bak suami siaga
"Sembarangan lo, gue sakit karena makan tuh cimol....tutup teflon.... Dah ah gue mau ketoilet dulu. Kalian duluan aja ke kelas! " Titah Sean yang tentu saja di bantah oleh Arkana dan Kenzo,
"Kagak ya nyet, gue mau temenin lo hingga tetes terkahir, kecuali ke neraka " Jawab Arkana dan Kenzo bersamaan, langsung berlari dan dengan setia menunggu sahabatnya itu dengan duduk di bangku toilet,
"Lagian kalau ada Althara di sini dia pasti yang paling panik, tuh orang anaknya kan panikan banget" Tutur Arkana yang dibenarkan oleh Kenzo,
"Tapi sekalinya marah ngeri kali, delapan belas geng dulu yang memberontak udah rata sama dia. Makannya Millenial Universe makin harum namanya" Tutur Kenzo menambahkan,
"Kita ini mencari perdamaian, bukan permusuhan sebenarnya. Kita bersatu untuk membantu, bukan malah merugikan lingkungan" Kata Arkana sambil tersenyum,
"Tapi aneh ya, kenapa orang-orang hobi banget nyari masalah?Dengan beralaskan dendam yang belum tentu kebenarannya. Dari gue masuk sebenernya ni geng menjadi sorotan tajam anak lain, apalagi nanti. Kalau sudah SMA" tutur Kenzo merasa heran dengan para musuh Milenial Universe, padahal mereka tak pernah menyenggol atau pun mengusik geng lain,
"Tapi harapan gue, geng ini semakin lebar. Jika pun nanti kita lengser, semoga aja penerusnya lebih baik dari kita" Harap Arkana yang diberi anggukan oleh Kenzo, bersamaan itu Sean keluar dengan lemas.
"Gue kapok banget makan pedes bubuk gitu, serasa mau mati anjir gue di toilet" Keluh nya yang mengeluarkan keringan dingin dari dahinya,
"Makannya jangan sok jago makan pedes, udah tau kagak kuat tuh lambung lo" Tegas Arkana sambil membantu mendudukan Sean,
"Lo pucet banget Sean, sebaiknya lo ke UKS. Makan yang bener, masih pagi aja udah makan pedes" Saran Kenzo melihat berapa pucatnya Sean kala itu,
"Yaudah beliin gue bubur kacang ijo sama bubur ayam nya deh. Biasanya gue membaik kalau makan itu" Titah Sean,
"Oke deh gue yang traktir, gue kan kaya" Jawab Arkana sambil berlari,
"Aduh mules lagi gue Jo" Keluh Sean yang berlari kembali ke dalam toilet,
"Tuh bocah pasti Diare" Ucap Kenzo sambil menepuk keningnya sendiri, dia pun segera menghubungi Arkana yang tengah dalam perjalanan menuju tempat penjual bubur, kali ini Arkana bodo amat akan bel masuk kelas yang tengah berbunyi. Tiba-tiba saja ponselnya berdering dari dalam saku, terdapat nama Jojo di layar hapenya dan memilih untuk langsung mengangkatnya.
"Apaan dah Jo? " Tanya nya sambil agak sedikit berlari,
"Beliin juga obat diare, si Sean dari tadi bolak bali wc mulu. Kasihan gue lihatnya ke mau sekarat" Titah Kenzo yang dibalas tawa oleh Arkana,
"Jokes lo mematikan Zo, parah. Yaudah nanti gue beliin ya, sekalian lo mau kagak?" Tanya Arkana sebab dirinya juga akan memesan makanan yang sama,
"Oke samain aja" Jawab Kenzo lagi,
"Bawa ke UKS aja kalau tuh bocah udah berhenti masuk ke wc, pasti lemes. Cairannya kan hilang, takut dehidrasi" Tutur Arkana yang sedikit paham akan penyakit diare itu,
"Oke deh, gas. Gue juga udah minta izin ke temen sekelas untuk menemani Sean" Jawab Kenzo biar temannya itu gak terlalu buru-buru karena telah bel masuk,
"Kasih tau juga kalau ada tugas, share ke gue materinya....takutnya si Althara nanyain entar" Pinta Arkana yang tentu saja di setujui oleh Zeno. Bagaimana Milenial Universe tidak maju? orangnya semua saling peduli dan kompak.