DARKLIFE

DARKLIFE
ALTHARA SAKIT



"Makan yang banyak ya nona muda, gue jabanin deh lo mau apa aja asal lo doyan makan" Ucap Althara yang memang sudah sampai beberapa menit yang lalu, bahkan mereka kini tengah menyantap makanan dan es krim yang di beli oleh Althara,


"Sebenernya gue doyan makan, cuman kalau lagi fokus ya susah banget.... gak bisa di alihkan... makannya gue jarang makan" Jawab Alice yang membuat kedua alis Althara berkerut,


"Setau gue ya, kalau gak makan itu bisa lemes. Takutnya malah lo kurang fokus karena gak makan" Kata Althara menambahkan


"Iya deh iya" Alice menjawab sekenanya, karena bagaimanapun jawaban Althara ada benarnya, entahlah apa yang sedang terjadi pada dirinya akhir-akhir ini. Rasanya dia sudah mulai kurang peduli akan dirinya, apalagi kala kepribadian nya muncul di saat yang gak di duga, rasanya sangat bahaya.


"Udah makan langsung tidur lo, jangan gadang... dan besok sepulang sekolah gue ke sini ko... jadi jangan takut ditinggalin sama ayang bebeb ini" Kata Althara yang membuat Alice jengah,


"Iya, lagian gue dua hari lagi mau ikut paket B buat dapat ijazah, maybe online jadi biasanya agak ribet" Jawab Alice yang diberi acungan jempol oleh Althara,


"Tumben ya papah belum pulang jam segini? " Gumam Alice yang melihat jam tangannya sudah menunjukan pukul setengah sepuluh malam,


"Mmm... lagi sibuk kali, biasanya juga gitu kan bokap lo" Jawab Althara, walau sebenarnya dia tahu apa yang disembunyikan oleh papah temannya itu,


"Iya kali ya, yaudah gih... tidur... biar gue yang beresin ini semua. Besok lo harus ke sekolah pagi, awas aja kalau susah di bangunin" Ancam Alice sambil memberikan sebuah isyarat,


"Iya nyonya muda" Jawab Althara yang langsung pergi ke kamar tidurnya yang super megah itu, dirinya sungguh diperlakukan baik di rumah Alice ini. Bahkan dia dibuatkan kamar khusus dirinya sendiri,


"Ayo tidur Althara ganteng, kalau lo besok pagi masih sayang nyawa" Ucapnya menyemangati dirinya yang memang selalu terbiasa tidur larut malam itu, namun jika dia sudah terjun di rumah Alice jangan harap bisa tidur di atas jam sepuluh.


Sedangkan Alice yang sudah membereskan makanan itu dia langsung menuju kamar. Nampak sekali wajah lelahnya seharian ini, dia terduduk di sebuah meja belajar yang terdapat di kamarnya. Tangannya menarik salah satu laci dan mengambil sebuah foto wanita cantik dengan anak balita dalam gendongannya,


"Selamat malam mamah, Alice bakal cari pelaku siapa pembunuh mamah" Lirihnya, kalau meletakan kembali foto itu ke tempatnya,


Pukul 6:15


"ALTHARAAAAAAAAAA" Teriak Alice yang misuh-misuh dengan raut wajah kesal yang kentara,


"BANGUN GAK LO, UDAH JAM DELAPAN NIH" Tipunya agar sahabatnya itu bangun, tapi alhasil sahabatnya itu malah semakin larut dalam tidurnya,


"Tidak bisa di biarkan" Ucap Alice lagi yang kini tersenyum miring untuk menjahili temannya itu,


"GUEEE AMBILLL YA KOTAK MAKANN BERGAMBAR MAILL LO" Teriak Alice yang berhasil membuat sangat empu terbangun,


"Plis simpan ya, jangan lo bawa" Ucap Althara yang panik sambil menahan rasa pusing di kepalanya, Alice yang menyadari hal itu pun menuruti permintaan Althara, lalu mendekatkan diri nya ke remaja tampan itu.


"Lo sakit apa gila thar? " Tanya Alice dengan polos,


"Gila ni bocah, ngatain gue seenak jidat. Gak tau nih pusing banget" Balas Althara sambil memijat kepalanya itu, rasanya ingin sekali dia benturkan ke tembok.


"Wah lo demam ya? sejak kapan? " Tanya Alice yang tengah memegangi dahi Althara itu,


"Lagi sakit aja lo rese nya minta dibanting" Gerutu Alice, namun ia segera bangkit dan mengambil kompresan untuk di tempelkan di dahi sahabatnya itu,


"Yaudah, lo gak usah sekolah sekarang. Nanti makan dulu, kalau sanggup sekalian mandi juga, biar nanti gue yang ngasih tau papa bear buat izinin lo ke sekolah" Kata Alice berusaha tenang,


" Baik bun makasih" Ucap Althara yang langsung tertidur kembali karena sudah tidak sanggup untuk duduk,


"Kasihan amat ni bocah kalau dah sekarat" Ucap Alice pelan-pelan, namun sepertinya dapat didengar oleh Althara.


"Gue denger ya Alice" Kata Althara, namun Alice tak menanggapi itu, dia malah memilih untuk keluar dari kamar Althara.


Ruang Keluarga...


"Ko papah belum balik ya, apa terjadi sesuatu? atau meeting? " Tanya Alice sambil memandangi foto papahnya yang tampan walau umurnya hampir kepala empat,


"Ah sudah lah, lebih baik aku masak buat anak bekicot itu" Tuturnya, lalu masuk ke dapur untuk memilih perlatan masak dan bahannya.


Kamar Althara....


"Duh... gue gak sekolah nih, padahal udah mau lulus. Gue telfon Kenzo aja deh" Kata Althara yang terbangun karena rasa sakitnya itu tak kunjung reda, Althara meraih ponsel miliknya, lalu mengetikan sebuah nama dan langsung menghubunginya...


PANGGILAN TERSAMBUNG...


"Hallo Jojo" Lirih Althara yang sangat lemas


" KENAPA LO? KE MAU MATI PERASAAN... LEBIH CEPAT YA KALAU BISA, NANTI GUE CARIIN CETAKAN YASIN TERUPDATE" Umpat Kenzo yang tengah ngakak dengan ucapannya,


"Lo makin kesini makin kesana ya Jo, gue minta tolong. Izinin gue untuk tidak masuk hari ini. Gue sakit, pala gue pening serasa di timpa beban keluarga" Sarkas Althara sambil menahan sakitnya,


"Sialan lo, yaudah nanti gue izinin. Tepatnya kasih surat sakit sih bukan izin, gue mandi dulu ya... baru bangun nih" Izin Kenzo yang membuat Althara tak habis pikir dengan salah satu sahabatnya itu, sekedar Informasi... Kenzo adalah wakil ketua Milenial Universe yang merupakan sebuah kelompok yang dibuat oleh Althara. Sedangkan Althara sendiri tentu saja menjadi ketuanya,


"Pantesan bau- bau kerupuk tengik, yaudah sono... thanks ya... nanti kalau gue masuk sekolah gue traktir deh makan cilung satu biji" Kata Althara lagi,


"Dih... sebiji doang, usus di perut gue udah berontak kali" Jawab Kenzo, namun sebelum ia berkata lagi, Althara sudah menutup panggilannya.


"DASAR MAIL" Maki Kenzo disebrang sana, ia pun memilih bergegas untuk berangkat sekolah dan melakukan rutinitas biasanya. Ya biasanya dia menyiram tanaman mawarnya dulu,


"Apa gue minta tolong Arkana juga ya? kalau ada tugas suruh kirim? " Tanya nya lagi pada diri sendiri, Althara pun mencari nama Arkana yang sering dipanggil oleh nya bernama Nana itu. Althara percaya kepada Arkana tentang segala tugas disekolah, secara dia yang paling rajin di antar geng Milenial Universe, tidak dengan Kenzo, yang paling pertama diintai oleh guru karena bolos dalam berbagai mata pelajaran.


...****************...


"Halo Na gu-" Permintaan Althara terpotong seketika ketika ia mendengar suara teriakan dari telfon di sebrang nya.