DARKLIFE

DARKLIFE
Tingkah Laku Althara



"Makan-makan sendiri, masak oleh si bibi... tidur berteman teri... oh asik sen-" Nyanyian Altahara terputus kala Alice memperingatkan nya dengan tegas,


"Astaga Althara, lo ini udah kaya biduan aja rupanya... lagian gue ini apa? guci? remot? atau gelas seng? seenak jidat lo bilang makan sendiri" Celoteh Alice yang capek melihat tingkah absurd sahabat kecilnya itu,


"Jangan marah-marah nona muda, nanti saya sembur pakai air dukun tau rasa lo" Balasnya sambil makan dengan santai,


"Astaga Althara, Lama-lama gue darah tinggi menjadi sahabat lo" Keluh Alice yang sudah telampau kesal,


"Udah deh makan sono, gak baik marah-marah di depan makanan, nanti nasinya nangis lo" Kata Althara menasihati, lucunya Alice hanya mengangguk lemah dan mulai makan dengan tenang,


"Loh, kenapa mereka ke hotel? wah jangan-jangan mereka mau bikin bocah" Ucap Althara sendiri tanpa memfilter ucapannya,


"Dasar mesum, gue harus telusuri siapa wanita itu" Tekad Althara seraya menelpon seseorang untuk datang ke lokasi yang ia sherlock, tidak lupa Althara memberikannya sebuah tugas. Seusai keperluannya beres, dia pun melanjutkan perjalannya untuk membeli martabak pesanan sangat sahabat tercintanya itu.


Sesampainya di penjual Martabak...


"Mas pesen martabak, toping nya keju tambah oli ya" Frontal Althara yang membuat sangat penjual bingung,


"Hah? oli? " Heran tukang martabak itu,


"Kalau begitu keju campur kecap" Kata Althara dengan santai yang membuat orang disekitarnya mati-matian menahan tawa,


"Mas ini sebenarnya mau uji kesabaran saya atau beli sih? " Tanya sangat penjualagak kesal,


"Jangan panggil aku mas dong, you can call me Raja Yunani ganteng" Pede nya yang semakin membuat penjual itu kesal, rasanya dia ingin mencingcang pemuda saat itu juga,


"Oh maaf, karena mas nya udah kesal jadi saya pesan martabak keju dan coklatnya aja deh" Ucap Althara lagi dengan santai, sang penjual pun hanya bisa menghela nafas sambil tersenyum kecut. Lalu dia mulai membuat pesanan Althara,


Di lain tempat....


"Alice, dimana anak bertuah itu? " Tanya papa Bear yang datang kembali seraya membawa seragam milik Althara,


"Lagi beli martabak sama es krim pah" Jawabnya Alice sambil mendekati pria paruh baya itu, dan menerima seragam Althara untuk ia simpan,


"Ah baiklah, titip salam kepada anak itu supaya tidak nakal. Kalau begitu papa pulang dulu ya" Pamit papah Bear,


"Baik papah, Hati-hati di jalan... pokonya jangan ada segores pun kulit papah bear yang luka" Kata Alice seraya melambaikan tangannya, pertanda sampai jumpa hari esok.


"Ni bocah kerasukan apaan dah? tumben nurut? " gerutu Altahara yang masih bisa di dengar oleh Alice, namun gadis itu tidak peduli. Dia sudah benar-benar kesal dengan Altahara malam ini,


Sepuluh menit pun berlalu, Althara dan Alice sudah selesai menikmati makan malam itu. Althara yang merasa gerah pun langsung saja menyambar handuk untuk mandi, sedangkan Alice membereskan peralatan makan dan mencuci sebagian yang kotor.


Seusai dari pekerjaanya, Alice mulai belajar kembali untuk mengikuti ujian online agar bisa mendapatkan ijazah lewat pengambilan paket. Dia sudah bertekad untuk masuk sekolah umum yang sebenarnya selalu ia idam-idamkan. Papahnya pun setuju akan hal itu, namun yang masih membuat pikiran Alice terganggu adalah sikap sang papah yang tidak peduli akan hal lain selain dirinya belajar.


"Seharusnya aku tidak banyak mengeluh, papah udah bekerja keras untukku... mungkin dia terlalu sibuk, dia juga sangat baik. Seharusnya papah yang Alice perhatikan, bukan sebaliknya. Pasti papah cape menghadapi semua masalah sendirian" Batin Alice sambil melamun diiringi ketukan pulpen di meja belajarnya,


"Dasar lo Randa pirang, ganggu gue ngelamun aja" Jawab Alice yang lanjut kembali fokus ke buku,


"Udah dong belajarnya, biji mata lo udah mau keluar tuh lihat rumus-rumus dan tulisan itu" Ucap Althara yang sebenernya merasa kasihan,


"Om Reagan bener-bener keterlaluan, dia sama sekali gak memperhatikan kesehatan anaknya" Gumam Althara dengan nada sepelan mungkin,


"Mau gue bantu gak? " Tanya Althara yang tidak melihat Alice bergeming saat dirinya bercanda tadi,


"Boleh" Jawab Alice singkat, pada akhirnya mereka berdua pun mulai memecahkan masalah-masalah dari beberapa pertanyaan yang tertera di buku itu, sesekali Althara juga memberikan cara yang mudah untuk menyelesaikan beberapa persoalan.


"Lo pinter juga, bego nya udah berkurang ya" Celetuk Alice terkikik,


"Laknat lo ngatain gue bego, dasar jerawat kudanil" Balas Althara sambil menyentil kepala Alice agak keras, sang korban hanya bisa meringis sambil menggosokkan tangannya di tempat sentilan Althara.


"Jahat lo, gue marah nih" Ancam Alice yang sudah cemberut duluan, Althara yang sudah paham akan tingkah laku sahabatnya itu pun langsung bertanya,


"Lo mau apa? " Tanya Althara dengan serius,


"Mau es krim coklat, vanila, stroberi, sama es krim mangga" Ucap Alice dengan polosnya,


"Basic banget cemilan kesukaan lo, es krim mulu dari bocah. Pantesan aja gigi lo bolong-bolong dulu" Canda Altahara pura-pura bergidik ngeri,


"Enak aja, gigi gue tuh kuat... sekuat gigi banteng" Jawab Alice tak mau kalah,


"Yaudah deh, gue beli sebentar ya... mau makanan lain gak? " Tanya Althara,


" Martabak aja deh" Jawab Alice yang dibalas acungan jempol oleh Altahara. Jangan ditanya rasa sayang Altahara akan sahabatnya itu, sepertinya air dan pasir di lautan pun kalah oleh rasa cintanya sang pemuda tampan dengan tingkat kepedean yang tinggi itu.


Althara izin kepada satpam untuk keluar membeli makanan yang dipesan oleh Alice, bermodalkan motor mewah miliknya yang memang di titipkan di rumah Alice dengan sengaja. Berjalan menikmati angin sepoi-sepoi dan menghirup udara malam yang segar, membuat dirinya bersenandung kecil dengan senyuman manis yang tengah pemuda itu pancarkan.


"Kala ku pandang kerlip bintang nan jauh di sana" Senandung Althara,


"Aseek" Hebohnya lagi,


"Semakin la-" Tiba-tiba dia memberhentikan laju motornya seraya melihat dengan fokus seorang pria paruh baya yang naik mobil bersama seorang perempuan dengan pakaian modis,


"Ke kenal deh, tapi siapa ya? ya ampun siapa sih" Kesalnya sendiri, namun tak lama kemudian matanya membelalak kala tahu siapa pria yang tengah berjalan bersama wanita asing itu,


"Astaga....gue harus ikutin pokonya, jangan sampai ketinggalan info" Ujar nya kembali yang mengikuti mobil itu dengan menjaga jarak,


"Masa sih? kenapa pria itu bisa sama wanita lain? ya gak salah sih? tapi dia gak merhatiin gitu nasib anaknya gimana? " Gerutu Althara yang sangat kentara nampak terheran akan kejadian itu, terlebih lagi dia sekarang tidak memakai helm nya. Jadi sangat nampak wajah tampan yang penuh tanda tanya itu,