
"Anjir kenapa disaat gini sambungannya malah terputus sih? " Panik Althara yang mendengar suara Arkana menjerit ketakutan tersebut, hatinya tidak bisa tenang mengingat temannya itu dalam bahaya... mungkin berbahaya bagi Althara.
"Ayo dong angkat pe'a" Pinta Althara entah kepada siapa, ia terus menghubungi nomor Arkana sebanyak 11 kali namun tetap tak ada jawaban dari sana, ia yang terlarut dalam kepanikan pun langsung beranjak dari tempat tidur.
Namun sebelum Althara beranjak dari tempat tidurnya, tiba-tiba ponsel nya berdering dan memperlihatkan nama Arkana yang tertera di layar ponselnya.
Althara yang sangat panik pun langsung mengangkat dan menyapanya terlebih dahulu,
"Hallo, Na lo gak papa kan? tadi kenapa teriak? " Tanya Althara agak beruntun,
"Sorry, hehe... Tadi gue teriak soalnya kucing mama gue tiba-tiba naik kasur anjir. Lo tau sendiri kan? babang tampan ini sangat takut sekali dengan mahluk horor itu? " Tuturnya merasa bersalah,
"Kampret lo emang...dasar gagang panci, gue kira lo dibacok. Bikin kesel gue aja lo " ucap Althara sangat kesal mendengar penuturan sahabatnya itu,
"Cie... Khawatir nih ye, abang jomblo nih neng" Genit Arkana yang sepertinya ingin ditusuk pakai sedotan sirup,
" Pala lo kotak adudu" Jawab Althara sambil memegang kepalanya yang masih terasa sakit, sungguh itu menyiksanya. Lebih baik bertarung daripada merasakan pusing karena sakit atau demam. Sungguh aneh Althara ini,
"Btw lo ada apa? tumben nelfon? " Tanya Arkana, namun Althara mendengar suara percikan air dari sebrang sana,
"Eh busettt lo mandi bawa hp, emang gesrek lo ya Na. Gue cuma mau bilang kalau ada tugas di sekolah kasih tau gua ya, soalnya gue mendadak sakit nih kagak bisa masuk" Tutur Althara yang sepertinya melupakan sesuatu,
"Lo pikun ya, bukannya kita udah bebas? Kita tinggal nunggu perpisahan wahai kunci obeng" Maki Arkana yang disetujui oleh Althara,
"Iya juga ya, tapi ya takutnya ada gitu kasih tau aja ya. Lagian gue mantan Ketos kan? " Balas Althara,
"Eh...lagian lo udah lengser setahun yang lalu, partisipasi lo selain nerima penghargaan dan perpisahan nanti apa bege? " Tanya Arkana yang semakin kencang mengguyur kan air ke tubuhnya,
"E buset napa ngamuk dah? Iya deh iya maaf tapi tetep kasih tau aja ya, Urgent ini" Pinta Althara dengan melas,
"Iya deh, dasar ketua tolol" Umpatnya dan langsung mematikan ponselnya, Althara mendengar itu langsung melongo atas perkataan Arkana,
"Tuh bocah harus dikasih pelajaran emang, ah udahlah pening gue, mending tidur lagi" Kata Althara yang memilih untuk rebahan kembali.
...****************...
JUNIOR HIGH SCHOOL GARUDA EMAS
"Panjang kali emang ya nama papan sekolah kita, kagak SMP aja gitu yang simpel? " Tanya Arkana pada Kenzo yang masih nongkrong di parkiran,
"Dah jutaan kali lo tanya hal yang sama ya Na, ya lo tahu sendiri lah pemiliknya si anak absurd. Tapi keren sih, fasilitas dan gurunya tegas semua" Jawab Kenzo, sambil memperhatikan sekitarnya yang nampaknya para siswi di sana sedang memperhatikan mereka. Memang tak bisa di pungkiri, para anggota Milenial Universe tuh tampannya bukan main. serbuk berlian semua, apalagi Althara yang bagaikan sebuah berliannya sendiri.
"Mimpi lo kejauhan, kalau jatuh nanti nanges, bonyok dan tulang rusuk lo patah" Ledek Kenzo sambil menyugarkan rambutnya, teriakan histeris dari para siswi pun terdengar.
"Sekate-kate lu Anaconda" Jawab Arkana yang memilih untuk berlalu sambil bertingkah genit kepada setiap siswi yang dilaluinya, memang Arkana ini buaya sekolah dengan kepintaran dan segudang prestasinya.
"Eh Arkana....ups maksud gue Nana... minta no WA nya dong. Gue udah gak bisa nunggu lagi, dari dulu gue minta gak dikasih" Pinta Anita, seorang gadis cantik dengan gaya modisnya yang selalu menghampiri Arkana itu,
"Gak" Jawab Arkana singkat, walau menurutnya gadis itu cantik. Tapi tetap saja, hal utama yang dilihat dari seorang wanita itu tingkah lakunya. Bagi Arkana itu poin yang paling penting, walaupun dia di cap buaya.
"Ko gitu sih? kan aku minta nya dengan baik-baik" Jawab Anita dengan memelas itu, tapi Arkana yang belum tahu sifatnya Anita itu bagaimana, dia langsung saja menolaknya.
"Lain kali deh Ta, gue sibuk lagi jalanin misi. Dunia lagi butuh gua" Jawab Arkana sambil berlari dari Anita, seharusnya Arkana tidak begitu. Namun entah kenapa ada firasat tidak enak jika dia dekat gadis itu,
"Ah mungkin perasaan gue aja, kelihatannya tuh cewek baik... walau tampilannya modis bukan berarti nakal kan?" Tanya Arkana pada diri sendiri,
"Heh ngapain lo misuh-misuh sendiri ke anak babi? " Tanya Sean yang merupakan salah satu sahabat dari Althario juga, tentu saja dia juga merupakan Anggota Inti dari Milenial universe.
"Omongan lo emang kagak pernah di saring ya bege, ngatain anak orang anak babi. Gak baik tau, hal itu diharamkan, jangan di ulangi" Kata Arkana memperbaiki tutur kata temannya itu, walau dirinya sendiri seperti itu.
"Iya deh maaf, lo kenapa sih? ke ngomong sendiri aja gitu? apa sekarang lo jadi anak indihome? ngeri juga ya" Tanya Sean beruntun,
"Apaan tuh IndiHome? indigo keles, Lama-lama gue sate juga pake bambu runcing" Kesal Arkana sambil memiting leher Sean,
"Weyyyy ngapa kalian pada budek sih? gue panggilin dari tadi juga" Tanya Kenzo yang ngos-ngosan mengejar mereka berdua,
"Dah ke dikejar Brontosaurus aja lo, suara lo pelan kali. Makannya kuping gue yang super normal ini kagak denger" Jawab Sean sambil menepuk pundak Kenzo,
"Btw tadi si Anita kenapa lagi, gue perhatiin ke nya dia cemberut? kelakuan lo lagi ya Na? " Tanya Kenzo terheran-heran,
"Eh Jojo paijo tukang baso anaknya pak perkoso, roso. Gue gak ada sangkut pautnya ya sama dia, dianya aja yang genit ngejar gua mulu" Jawab Arkana dengan santai,
"Eh Nana yang tak bermakna anaknya bapa Durjana, awas nanti benci bisa jadi cinta loh" Sarkas Kenzo yang sering dipanggil Jojo itu,
"Ke nya bau harum-harum perang nih" Kata Sean membumbui perdebatan mereka,
"Halah udahlah, nih ya Jo... lagian nama bapa gue tuh Adeladro Akhdan Mahdy ya... ingat itu" Titah Arkana menyebut nama papahnya dengan sempurna,
"Eh Na, bapak gue juga bernama Lyman Maory Syauqillah ya, gue anak bapak Lyman... ingat itu" Kata Kenzo yang tak mau kalah,
"Eh kalian berdua, ingat juga nih nama bapak gue Cullen Evano, bapak paling tampan di dunia" Sean yang tak mau kalah pun ikut-ikutan dalam perkenalan nama bapak itu. Padahal mereka sudah tau akan hal itu.