
Ku kembali guys, Happy reading. Enjoy my story ✨
****
" Lo mau apa ? jangan coba-coba .. " belum sempat Violette menyelesaikan ucapannya, matanya dibuat terperangah dengan tindakan Kevin.
Tanpa aba-aba, dengan sigap Kevin mengangkat Violette dan menggendongnya layaknya memikul barang di pundaknya.
Mata Anna, Tiara dan Grace sontak membulat sempurna, melihat hal yang terjadi didepannya. Bukan hanya mereka namun Rian dan Leon juga, melakukan hal yang persis sama.
" Eh, APA-APAAN NIH !! TURUNIN GUE " teriak Violette sambil memukul keras Kevin agar segera menurunkannya.namun apadanya kekuatannya dibanding Kevin jelas dia kalah jauh.
Apakah manusia ini sudah tidak waras !
" KEVIN, TURUNIN GUE SEKARANG, TURUNIN GUE !! " ulang Violette lagi, dengan harapan cowok itu menurunkannya, namun hasilnya tetap saja sama.
" WHAT THE HELL! , KEVIN LO SINTING YA !! TURUNIN GUE, TURUNIN GUE ! "
Violette masih berusaha berontak agar Kevin melepaskannya, sumpah serapah Violette layangkan pada cowok itu, namun tampaknya Kevin tak terpengaruh sedikit pun. Kevin seakan mendadak tuli. Ia terus melangkah seolah tanpa beban.
Disisi lain akibat teriakan Violette yang makin menunggi, tak perlu menunggu lama, Kevin dan Violette sudah menyita perhatian penuh, bagaimana tidak ini adalah jam istirahat dimana semua siswa sedang berlalu lalang.
Hal yang terjadi di siang ini adalah hal yang mungkin sayang untuk dilewatkan, Cassanova sekolah menggendong pacarnya ke kantin. Mungkin hal itulah yang dipikirkan sebagian orang yang melihat tindakan Kevin.
" KEVIN, DEMI TUHAN TURUNIN GUE SEKARANG !! LO UDAH NGGAK WARAS HAH !! " Ucap Violette, namun kali ini dia tidak berteriak dan meronta lagi, Violette hanya berbisik penuh penekanan di telinga Kevin, dia terlalu malu untuk berteriak lagi.
Demi apapun, saat ini dia sangat malu menjadi tontonan satu sekolahan. Bahkan disoraki oleh orang-orang, mau taruh diamana wajahnya setelah kejadian ini, Ya Tuhan kenapa rasanya hari ini terlalu banyak cobaan baginya.
****
Kevin akhirnya menurunkan Violette setelah sampai di kantin, mereka sudah ada di meja kantin yang biasanya menjadi tempat duduk Kevin dan teman-temannya. Tempat yang tidak pernah dipakai siapapun selain mereka.
Kevin kemudian duduk seolah tidak ada apapun yang terjadi, seolah kejadian tadi hanyalah sebuah ilusi. " Duduk dengan baik " ucap Kevin sebelum berdiri dan berlalu memesan makanan.
Violette hanya mengabaikan ucapan Kevin, saat ini ia sedang menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
“ Demi Neptunus, gue malu banget “
Wajah Violette sudah memerah menahan malu ditatapi puluhan pasang mata dengan segala kalimat-kalimat yang tak enak yang di lontarakan padanya.
" SUMPAH, JADI BENERAN ITU CEWEKNYA KEVIN "
" IH KECENTILAN BANGET SIH, PAKAI DIGENDONG SEGALA, DASAR CARI PERHATIAN! APAAN PAKAI TERIAK-TERIAK SEGALA "
" PALING JUGA CUMA KEVIN MAININ "
" YA AMPUN ITU KAN VIOLETTE, BERUNTUNG BANGET SIH "
“ Nggak waras memang semua orang-orang dikantin, nggak liat gue yang jadi korban disini. Sial! " Umpat Violette dalam hati, mau tidak mau akhirnya gadis itu duduk dengan tenang. Dia tak mau lebih mengundang perhatian kearahnya.
“ Makan “ Perintah Kevin dengan santai sambil meletakan piring yang dipenuhi nasi, sayuran dan daging di atas meja.
Bisa-bisanya orang ini berbicara dengan santai.
Oh astaga, saat ini Violette sama sekali tak memikirkan makanan walaupun ia memang sudah kelaparan karena belum makan apapun sejak pagi dan hanya meminum segelas susu.
Lupakan tentang makan, saat ini bahkan untuk memikirkan mengangkat sendok saja tangannya terasa sangat berat.
Sepertinya Violette hanya bisa meratapi perutnya yang kelaparan.
Violette hanya menutup wajahnya dengan tangannya, ingin pergi tapi terlalu malu untuk bergerak.
" Ngapain nutup muka lo? " ucap Kevin dengan santai, nada suaranya terdengar ringan. Tetapi bagi Violette itu seperti pertanyaan ejekan baginya.
“ Lo pikir kenapa gue nutup muka gue hah ? ini semua tuh gara-gara lo " sembur Violet dengan perkataan tajam, tentu saja ini semua karena manusia bernama Kevin Imanuel Cavindra. Tetapi bisa-bisanya cowok itu bertanya dengan sangat santai.
" Lo pikir setelah tindakan lo tadi, gue masih bisa bersikap normal hah ? lo nggak liat kita jadi tontonan satu sekolahan ? "
Kevin seolah tak menghiraukan kata-kata Violette, dengan suara arogan cowok itu memerintah " Makan " Perintah Kevin sambil mendorong piring Violette lebih dekat ke arah gadis itu.
Demi Tuhan, Violette ingin melempar piring ini di hadapan wajah Kevin, seandainya saja jika dia memiliki banyak keberanian. Violette mendengus kesal.
" Lo makan aja sendiri! Gue nggak lapar "
Tanpa mempedulikan Violette, Kevin maju dan menegakan tubuhnya sambil menatap mata Violette. Violette tentu saja membuang pandangannya.
" Gue hitung sampai tiga “ Ucap Kevin dengan nada mengancam. “ satu, dua .. “ Kevin sedikit menggantungkan kalimatnya karena Violette yang sepertinya tak bereaksi. “ Ti.. “ Kevin berucap sambil memutar pandangannya bertemu mata Violette.
Sedetik kemudian ketika Kevin akan menyelesaikan hitungannya, Violette sudah memalingkan wajahnya ke arah piring dihadapannya.
" GUE MAKAN, PUAS ! " Violette dengan geram mengambil sendok dan langsung menyuapkan makanan ke mulutnya.
Dari Kejauhan Tiara, Anna dan Grace yang melihat pemandangan tersebut menarik napas lega, mereka pikir akan terjadi pertengkaran hebat atau semacamnya tapi syukurlah hal itu tidak terjadi. Mereka bersyukur sahabatnya tidak di apa-apakan oleh Kevin. Sungguh ajaib! Padahal yang mereka tau, siapapun yang berani membuat marah cowok itu akan berakhir tak baik, tapi kali ini berbeda.
Leon dan Rian pun berpikir demikian, apakah matahari terbit dari barat.
" Kita disini aja, biarin Kevin sama Violette disana " Ucap Leon sambil melirik kearah Grace, Tiara dan Anna.
Baru saja Grace ingin membantah tapi Tiara buru-buru mengiyakan dan menahan lengan Grace agar tak berbicara lebih banyak “ Udah iya-in, lagian Violette juga nggak kenapa-napa. Tuh dia lagi makan dengan tenang sama Kevin, takutnya kita kesana malah merusak suasana "
Grace akhirnya menggangguk setuju.
" Lo nggak berniat duduk ? " CeletukRian kearah Anna, karena hanya Anna satu-satunya yang masih berdiri dan tampaknya tak berniat duduk. Hanya Tuhan yang tahu bahwa Rian seperti megalihkan dunianya.
" Eh iy.. iya,iya " Ucap Anna yang mendadak gagap hingga ucapannya terbata.
" Kayaknya ada yang salting " goda Tiara dengan suara pelan diikuti suara tawa kecil milik Grace.
Tentu saja mereka menggoda Anna karena tahu bahwa dia memang menyukai Rian sejak lama namun itu hanya wacana saja tanpa perbuatan. Lagipula siapa yang berniat dekat atau bahkan berurusan dengan orang-orang disekitar Kevin.
" Ish, diam nggak " bisik Anna mencubit kedua temannya yang ada di sisi kiri dan kanannya.
" Ngapain masih berdiri ? lo dikira mau nagih hutang. Nih duduk " ucap Rian, kali ini sambil menarik kursi disampingnya.
****
Suasana meja makan kini lebih baik, walaupun diselimuti aura perang dingin sangat yang datang dari Violette, tetapi tetap saja dia makan dalam diam dan matanya hanya fokus pada makanannya,
Sementara Kevin, cowok itu juga makan dalam diam, dan tidak lagi membuat sesuatu yang memicu perdebatan.
" Oh jadi ini pacar kamu ? " tiba-tiba suara manja seseorang terdengar mengalihkan pandangan Kevin dan Violette.
" Masih juga cantikan aku kemana-mana Kev. Ya ampun, dadanya aja rata kayak papan triplek, badannya aja krempeng kayak lidi " Perempuan itu melirik Violette sambil melempar tatapan tak suka.
“ Kamu kenapa nggak sama aku aja sih ? "
Violette hanya menatap Jasmine sebentar, namun detik berikutnya mengabaikannya dan lanjut menikmati makanannya, tenaganya terkuras habis melawan Kevin, jadi perkataan Jasmine tadi berusaha ia tolerir.
Namanya Jasmine, bercita-cita menjadi pacar Kevin, dia satu-satunya yang bertahan mengekori Kevin padahal berulang kali ia diberikan bahu dingin, namun tampaknya obsesinya pada Kevin mengalahkan segalanya.
Jasmine Liliana, namanya saja yang melambangkan kebaikan tetapi sifatnya justru sama sekali bertolak belakang. Jasmine kerap kali membuly bahkan mengatai perempuan-perempuan yang mendekati Kevin atau yang dia tau menyatakan perasaannya pada Kevin dengan memberikan kado cokelat atapun bunga.
Tak heran Kevin adalah Cassanova hampir setiap hari selalu ada saja yang mengirimi dia bunga entah di loker, dikelas atapun dimejanya. Kevin sendiri sebenarnya tak menghiraukan barang-barang tersebut, namun bagi Jasmine itu seperti ancaman baginya hingga apabila hal itu diketahu Jasmin, dia kan langsung membuly orang tersebut.
Sementara , dari kejauhan Anna, Tiara dan Grace hendak berdiri, ingin rasanya mereka menyobek mulut perempuan itu. Siapa dia berani mengatai Violette seperti itu ?
Baru saja Grace akan melangkah maju, gadis itu ditahan oleh Leon " Lo mau kemana ? "
" Ke meja Violette lah, lo pikir gue cuma disini liat nenek lampir itu macam-macam ke sahabat gue ? " Sewot Grace.
" Udah nggak usah kesana, gue sih yakin teman lo bisa ngatasin si Jasmine " Ucap Leon meyakinkan " Lagian ada Kevin disana, dia nggak mungkin biarin Violette diapa-apain sama jasmine "
“ Lo yakin ? " Tanya Grace sambil memincingkan mata
“ Gue taruhannya " Ucap Leon Percaya diri. Dia yakin Kevin takan membiarkan Violette tersentuh Jasmine.
Akhirnya Grace mengalah juga.
Dia, Anna dan Tiara, akhirnya tetap ditempat duduk mereka melihat Jasmine, Kevin dan Violette dari kejauhan.
Disisi lain, Jasmime yang merasa perkataannya diabaikan karena Violette yang tak terpancing, kembali membuka suara " Violette, Violette lo nggak bakalan bisa bersaing sama gue " ucap Jasmine dengan senyum mengejek seolah ini adalah kompetisi dan pemenangnya adalah dia. " Gue bakalan menang dan lo akan kalah "
" Siapa juga yang mau bersaing sama lo " Ucap Violette sarkatis sambil menolehkan pandangannya melirik Jasmine " Ambil aja Kevin, bungkus bawa pulang sekalian " Kata Violette tenang namun tak bisa bohong ucapan tenangnya berlawanan dengan hati dan kepalanya yang mulai panas.
Sepertinya hari ini adalah hari yang melelahkan karena harus terus berdebat, ini semua akibat ulah manusia bernama Kevin. Violette kembali melanjutkan makannya, dengan elegan membuat Jasmine mulai kesal.
" Gue yang harusnya jadi pacar Kevin. Lo itu nggak pantes, ibarat gue Oreo lo cuma remahan aja. Bagus kalau lo sadar nggak mampu bersaing sama gue " ucap Jasmine tak menyerah, ia ingin membuat Violette minggat dari tempat duduknya, ya alasan Jasmine disini adalah ingin melihat Violette kalah.
Sepertinya suasana yang sudah membaik tadi, kini mulai panas. Berpasang-pasang mata juga diam-diam menengok kearah mereka sambil berbisik.
Kevin nampaknya tidak terganggu dengan perdebatan antara Violette dan Jasmine, karena dia sama sekali tidak berkomentar jangankan berkomentar, menoleh pun tidak. Cowok itu tetap menikmati makan siangnya dengan tenang.
Violette mulai terusik juga dengan ucapan Jasmine. Dis mengangkat wajahnya tinggi sambil tertawa sarkastik " Gue nggak pernah ada niatan buat jadi pacar Kevin! " tekan Violet “ Lo buta atau nggak punya mata ? Kapan gue ngatain cinta ke Kevin ? Kapan gue ngikutin Kevin kayak ayam hilang induk kayak lo ? Nggak pernah! " Ucapan Violette langsung menyindir Jasmine. “Satu lagi, gue nggak bersaing sama lo karena gue emang nggak level bersaing sama lo " Ucap Violette sambil menunjuk Jasmine, gadis itu berucap sambil menyorot tajam kearah Jasmine
Violette ternyata tidak semudah yang dia pikirkan, Nampaknya Jasmine sudah emosi " apa lo bilang ? gue .. "
Belum sempat Jasmine membalas Violette sudah lebih dulu berdiri dan memotongnya,
“ For the last time, gue emang kurus dan dada gue rata, tapi setidaknya otak gue ada isinya ! Nggak kayak lo, dada doang gede otak nggak ada isinya, yang dipamerin disini tuh otak bukan dada! Satu lagi gue walaupun nggak cantik seenggaknya gue nggak kayak lo yang cari perhatian sana sini dengan ke sekolah pakai make up menor, jual kecantikan. " Skakmat Violette yang terlihat menahan marah, setelah mengucapkan kalimat itu dia pergi meninggalkan Kevin dan Jasmine.
****