
Happy Reading guys
***
Violette telah sampai dirumahnya dengan selamat setelah berurusan dengan Kevin, wajah gadis itu saat ini jelas menunjukan raut kesal dan emosi yang tinggi.
Bagaimana tidak, pasalnya setelah Kevin mengklaim Violette menjadi pacarnya, cowok itu langsung berlalu pergi, dia tidak menghiraukan teriakan kata-kata penolakan Violette yang menggema ditelinganya. Hal itu membuat darah Violette seolah mendidih.
Viollette bisa saja menolak dengan tidak peduli bahkan mengabaikan perkataan tidaka waras cowok itu, tapi bisakah dia ? Kata-kata Kevin seolah menggiang ditelinganya seperti sebuah ultimatum.
Percayalah seorang Kevin Imanuel Cavindra tidak sesedarhana itu.
“ This very second, you’re my girlfriend “
Violette menarik rambutnya frustasi mengingat kalimat terakhir Kevin sebelum cowok itu berlalu bersama teman-temannya.
“ Lo pikir gue takut sama lo Kevin Imanuel Cavindra ? Lo pikir Gue barang yang bisa lo klaim sesuka hati ! " Violette melampiskan kekesalannya pada cermin.
Gadis itu sadar betul sejak saat itu hidupnya tak akan sama lagi.
***
Pagi ini entah Violette yang merasa aneh ataukah memang keadaan sekolah yang terasa aneh baginya, seperti ada yang berbeda. Gadis itu merasa seperti menjadi pusat perhatian oleh siswa-siswi SMA Xavier, tapi kenapa ?
Merasa risih, Violette akhirnya mempercepat langkah menuju kelasnya.
“ Anna, anak-anak sekolahan pada kenapa sih, gue ngerasa banyak siswa merhatiin gue dari parkiran sampai disini “ Violette mengeluhkan kejadian tadi pada Anna yang sedang menatapnya tak percaya, seolah pertanyaan itu tak perlu lagi dia tanyakan.
“ Lo nggak tau atau pura-pura nggak tau ? "
“ Oh geez ! lo kenapa sih ? " Tanya Violette dengan kesal " Maksud lo pura-pura nggak tahu apa ? " Gadis itu kemudian beranjak ke bangku yang lain. " Mending gue nanya sama Grace atau Tiara aja " ucap Violette mendengus sebal sambil menengok ke samping.
Oh, tapi dia baru sadar kalau Grace dan Tiara belum ada di kelas, dua anak itu memang sangat hobby datang terlambat, namanya saja anggota OSIS tapi selalu datang terlambat.
" Lo benar-benar nggak tau ? lo nggak sadar ? " Anna membelakan matanya sempurna, sambil menunjuk Violette, apakah sahabatnya mendadak amnesia ?
“ What happened ? gue benar-benar nggak tau! Tell me why ? kenapa gue sampai diperhatiin kayak gitu ? "
Anna dibuat takjub dengan pertanyaan Violette, sahabatnya kelihatannya memang amnesia mendadak.
" Violette, lo lagi jadi trending gosip peringkat satu SMA Xavier ? " Ucap Anna serius membuat Violette mengerutkan dahinya seolah berkata, memangnya dia kenapa?
Anna menarik nafas pelan " Lo lupa kejadian hari jumat di di depan parkiran ? Kalau lo lupa, biar gue ingetin, This verry second you’re my girlfriend! Kevin dan lo " Jelas Anna yang membuat Violette langsung tersentak dan berdiri dari posisi duduknya.
" What The hell " Gumam Violette memegang kepalanya seolah kepalanya diserang pusing mendadak, dia melupakan kejadian itu. Dia terlalu sibuk bahagia dengan acara lamaran kakaknya kemarin.
" Jadi, udah ingat sekarang ? " tanya Anna hati-hati, dia jelas melihat raut Violette yang tak baik.
“ It’s Crazy! “ Gumam Violette lagi, entah bagaimana sekarang.
Dugaan Violette tak meleset, kehidupannya yang tenang memang tak akan sama lagi.
Jelas saja dia menjadi menjadi pusat perhatian oleh siswa-siswi yang tengah berlalu lalang tadi. Bahkan beberapa dari mereka menatap Violette tak suka. Violette berani bertaruh ini semua terjadi karena ulah Kevin kemarin, dan dia yakin 100% perempuan-perempuan menatapnya dengan tatapan tak suka adalah penggemar fanatik Kevin.
“ Lo sekarang pacar Kevin, bahkan gosip itu udah nyebar kemana-mana. “
" Siapa juga yang mau jadi pacar dia! Gue jelas nggak mau ! " Ucap Violette setengah berteriak, bukan hanya Anna yang tersentak kaget, teman-teman kelasnya juga ikut menatapnya.
" Tenang Violette okay, tenang " Ucap Anna berusaha meredam kekesalan sahabatnya dengan mengelus pundak Violette. " Tapi mau gimana ? menurut gue, kayaknya nggak buruk-buruk amat deh, lo sama Ke__ " ucapan Anna lagsung ditolak mentah-mentah oleh Violette bahkan ketika Anna belum menyelesaikan kalimatnya.
“ Are you crazy ? Impossible! “ Ucapan Violette meninggi. “ Gue nggak mungkin pacaran sama cowok model kayak__ “
" Model kayak apa ? " suara berat datang dari arah pintu membungkam lanjutan ucapan gadis itu, bukan karena Violette takut, hanya saja cowok itu telah lebh dulu memotong ucapannya.
Violette jelas mengenali pemilik suara ini, suaranya terlalu akrab sejak kemarin, nada arogan.
Suara khas Kevin tentu saja berhasil menyita begitu banyak perhatian di kelas Violette, entah itu karena suasana mencekam yang dibawa Kevin ataupun wajah tampan kharismatik yang membuat kaum hawa dikelas Violette menjerit kecil, bukan rahasia umum kalau Kevin merupakan incaran banyak kaum hawa, sempurna dengan wajah tampan bak dewa.
Namun, jika semua perempuan di kelasnya boleh terpana dan langsung jatuh dalam pesona Kevin tapi tidak dengan Violette, dengan nada tinggi Violette berusaha menolak kehadiran Kevin di kelasnya.
“ Lo ngapain disini ? " Tanya Violette dengan nada sinis.
Bukannya merasa marah dengan nada sinis Violette, justru sebaliknya dengan santai kevin melangkah maju menuju meja Violette. Nada intimidasi pada kalimatnya sebelumnya seolah hilang melihat kemarahan diwajah gadis itu.
Ucapan Kevin berhasil membuat semua teman-teman Violette di ruangan itu mengangga, seorang Kevin Imanuel Cavindra Cassanova sekolah kini sudah memiliki pacar, dan dia mengakuinya di sini, di depan banyak pasang mata kelas XI Ipa 1.
Harapan kaum hawa yang
mendengarnya seketika pupus sudah, gosip itu benar dan bukan sekedar omongan semata. Mereka berharap, mereka bisa bertukar posisi dengan Violette.
Lain halnya dengan gadis itu, wajahnya sudah nampak sangat kesal mendengar kalimat yang diucapkan Kevin. " Apa lo bilang ? pacar ? pacar lo dari hongkong ? sejak kapan gue jadi pacar lo ? "Ucap Violette meninggi dengan nada penuh penolakan.
Disaat hampir semua perempuan disekolah ini memujanya dan berharap menjadi pacarnya, gadis didepannya ini justru berbading terbalik.
“ Sejak kemarin, didetik itu “
“ Kalau lo nggak ngerti, gue perjelas sekali lagi. Gue bukan pacar lo! “ Nafas Violette memburu karena marah. “ Lo pikir dengan wajah tampan lo dan ten_ "
" Jadi lo ngakuin kalau gue ini memang tampan ? " Kevin Tersenyum puas. " Good Girl! " Potong Kevin dengan arogannya yang membuat amarah gadis itu semakin naik ubun-ubun.
" Percaya diri lo memang diluar batas " ucap Violette dengan nada sinis tatapannya semakin kesal " Tolong, jangan buat lelucon yang nggak lucu sama sekali di kelas gue " Ucap Violette tertawa sinis sambil mengangkat tangannya geram. Orang ini benar-benar terlalu.
Ditempatnya Kevin sama sekali tidak terpengaruh dengan nada sinis gadis itu, dengan senyum menawan Kevin berucap “ Bagi cowok percaya diri itu paling pertama " Balas Kevin sambil menurunkan tangan Violette. " Dan satu lagi, gue nggak lagi ngelucu, gue serius! " Kevin maju selangkah " Apapun yang udah gue bilang, itu yang gue lakuin "
" Lo " ucap Violette melebarkan matanya, sambil menunjuk Kevin geram. Apanya yang serius! Omong kosong!
Kevin benar-benar membuatnya menjadi pusat perhatian di kelas.
" Lepasin tangan gue " Violette berusaha menarik lepas tangannya yang digenggam Kevin , tapi karena cengkaraman tangannya yang kuat membuat pergelangan tangan gadis itu perlahan sakit.
Anna yang melihat hal itu nampak ingin membantu, tapi apa yang bisa dia lakukan ? Dia hanya bisa berdoa hal ini bisa cepat selesai. Sementara Grace dan Tiara hanya bisa melihat Anna meminta penjelasan, mereka sangat yakin Anna tahu sesuatu. Mereka berharap suasana mencekam ini cepat selesai.
" Istirahat bareng gue ke kantin! Gue nggak terima penolakan " Tandas Kevin dengan nada tegas seolah kalimat itu adalah perintah yang tidak boleh ditolak.
Selepas mengatakan kalimat itu Kevin pergi diikuti Rian dan Leon, sementara Violette masih tinggal mematung, wajahnya sudah merah padam.
" Dasar nggak waras! Jengkelin banget sih tu orang " Violette mengepal kedua tangannya, wajah memerah pada Kevin yang sudah berbalik, sepertinya bertengkar dengan cowok ini tidak akan ada habisnya, gadis itu hampir menangis karena kesal dengan kelakuan cowok pemaksa itu.
“ Violette, yang kamu hadapi bukan manusia melainkan mahkluk astral dari dunia lain " Batin Violette berusaha meredakan kekesalannya.
" Violette sabar ya Vio sabar " Hanya itu yang bisa Anna ucapkan saat ini.
Sementara Violette yang berusaha tenang dengan menundukan kepalanya di meja, seisi kelasnya kini sudah merecokinya dengan berbagai pertanyaan, termasuk Grace dan Tiara sahabatnya.
“ Sumpah Violette, DEMI APA LO PACARAN SAMA KEVIN !!! " Celetuk Tiara , gadis itu kini sudah heboh bertanya di depan meja Violette tak sabar menunggu jawaban. Mengapa dia ketinggalan info sepenting ini.
" IH, VIOLETTE JAWAB DONG ! " tambah Tiara lagi, kali ini dengan mengguncangkan pelan bahu Violette karena gadis itu tak kunjung bersuara.
Violette hanya diam, menguci rapat mulutnya. Dia tak ingin menjelaskan apapun, memangnya apa yang harus dia jelaskan?
" HOW CAN VIOLETTE ? " Tambah Grace.
“ Grace, Ra kalian berdua bukannya diam, malah nambah pertanyaan recokin Violette " Tegur Anna, kelakuan Tiara dan Grace memang tidak jauh berbeda.
“ Iya, maaf-maaf, kita berdua cuma kaget aja " Ucap Tiara yang terdengar berlebihan ditelinga Violette “ Secara ini kan Kevin Imanuel Cavindra "
" Violette demi planet Pluto GIMANA CERITANYA LO BISA JADIAN SAMA KEVIN ?? "
Belum selesai pertanyaan sahabatnya, Kini Safira seksi rempong XI Ipa 1 yang giliran merecoki Violette.
" Vio, Lo cewek paling beruntung di Xavier " Ucap Astrid dengan mata berbinar seolah berharap dia ada posisi Violette.
" Iya Violette, banyak cewek yang rela ngelakuin apa aja buat dia, tapi sayang Kevin nggak pernah ngegubris mereka, dan hari ini Xavier terguncang karena berita ini " ucap Astrid hiperbola.
Violette merasa kesal dengan semua pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan padanya, entah kenapa dia mendadak ingin menangis, oh Geez hilangkan dia saat ini juga.
" STOP, STOP, STOP " Cukup sudah!
“ Gue nggak pernah pacaran sama cowok kebanggan kalian itu “ Lanjut Violette sebelum menghentakan kakinya dan berjalan keluar. Dia lebih baik keluar, kepalanya serasa ingin meledak mendengar rentetan pertanyaan tak berfaedah dari teman-temannya
Beruntung ? tolong jangan bercanda, ini lebih seperti malapetaka.
*****
Semoga suka guys :)