
Happy reading guys
***
Taman belakang sekolah, disinilah Violette sekarang.
Gadis itu duduk disalah satu bangku taman berwarna kuning, ia merenungi kilas balik kejadian yang terjadi padanya.
Rasanya di hari kemarin kehidupannya masih tentram, dia masih seperti biasa, menjalani harinya dengan baik-baik saja. Walaupun Indra memang pengecualian tapi tetap saja kehidupannya masih berjalan seperti seharusnya. Tapi karena insiden botol yang terjadi jumat kemarin, dia harus mengalami hal ini. Dia sama sekali tak pernah berpikir bahwa kejadian itu akan berdampak sebesar ini.
Seandainya dia bisa melihat masa depan, gadis itu lebih memilih menerima nilai ujiannya.
Apakah dia bersalah di kehidupan sebelumnya ? sampai-sampai harus mendapat masalah serumit ini ? dia tak suka diusik dengan hal yang menurutnya sangat mengganggu.
Jika kalian berpikir kenapa tidak bersikap bodoh amat ? jawabannya, tentu saja jika seandainya dia bisa, dia akan lebih memilih tak ambil pusing dan bersikap bodoh amat. Tapi percayalah kalau sudah begini pasti akan sulit, apalagi dengan ulah Kevin tadi pagi di kelasnya.
Violette melihat pergelangan tangannya “ Pasti sekarang Bu Riri udah di kelas " Gumam Violette, sambil mendesah berat.
Moodnya benar-benar hancur sekarang, karena Kevin dia bisa ada disini dan membolos di jam Fisika, pertama kalinya dia membolos.
" Akhirnya, kita nemuin lo juga " Ucap Anna yang sudah muncul bersama Grace dan Tiara, sudah sejak tadi ketiganya mencari Violette, mereka tidak menyangka akan menemukannya disini.
" Ngapain kalian disini ? " Tanya Violette sinis pada ketiga sahabatnya , Nada suaranya sangat memperlihatkan kekesalannya.
Bukannya Violette tak suka hanya saja, saat ini pasti guru fisika mereka sudah masuk di kelas, Violette tak mau gara-gara dia yang tak mood belajar teman-temannya juga kena imbasnya.
“ Jualan! “ Balas Grace sebelum duduk sambil menyilangkan tangan. “ Ya nyamperin lo lah “
" Jangan marah dong, kita jaga-jaga aja, siapa tau lo niat bunuh diri, kita kan takut ya " Ucap Tiara dengan polosnya yang langsung mendapat toyoran oleh Violette.
Bisa-bisanya Tiara berpikir begitu, dia akui Kevin memang membuat harinya buruk tapi bukan berarti dia akan bunuh diri. " Ngaco banget otak lo Ra. Makanya jangan makan Junkfood mulu. Masalah kecil gini doang, putus dari Indra aja gue nggak bunuh diri " Ucap Violette sambil menggelengkan kepalanya.
" Becandaan lo garing banget sumpah Ra " kata Grace masih sempat tertawa.
“ Iya Ra, lo terlalu over thinking “ Timpal Anna yang juga ikut tertawa.
" Gue cuma rada gimana gitu, jengkel aja sama si Kevin itu, main perintah-perintah orang sesuka hati, dia pikir gue mainannya apa ? " Ujar Violette, nada suaranya sudah seperti biasa. Perkataannya kali ini lebih seperti sedang bercerita ringan.
" Gue kesal banget sama dia sumpah, gara-gara dia gue di interogasi kayak tersangka. Nggak tau lagi nanti gimana kehidupan gue kedepannya "
Violette berharap, semoga saja ada keajaiban yang terjadi, semoga saja semuanya bisa kembali seperti semula, semoga saja teman-teman kelasnya mendadak amnesia, semoga saja ini mimpi.
Sementara Violette yang masih berdoa dalam hatinya Grace tiba-tiba bertanya lagi
" Tapi bentar, gue masih nggak ngerti gimana ceritanya lo bisa jadi pacarnya Kevin ? " Celetuk Grace, otaknya sudah kehabisan jawaban, dia sedari tadi membuat agrumen sendiri yang dia rasa tak masuk akal, jadi dia kembali menayakannya pada Violette.
Violette akhirnya menceritakan semua kejadian kemarin, Grace dan Tiara tampak menyimak dengan seksama, hingga diakhir cerita Tiara langsung bertanya saking gemasnya karena cerita yang dianggapnya tidak sesuai dengan ekspektasinya.
" Berarti nggak ada sesi pdkt atau semacamnya dong " Ucap Tiara tak senang. " Ahh nggak romantis " Keluh Tiara dengan polosnya, sambil memalingkan wajahnya dramatis. Tentu saja hal itu membuat Violette dan yang lainnya kesal sendiri.
" Tiara, gimana mau pdkt romantis coba ? itu orang langsung ngeklaim Violette jadi pacarnya " Ucap Grace gemas sendiri. Kenapa dia diberikan teman yang tell me begini ya Tuhan. " Ini bukan suka sama suka Tiara, ini pemaksaan " Kata Grace penuh penekanan. “ Memangnya kapan lo pernah liat Kevin deketin Vio ? “
Tiara menggeleng lemah
" Ekspektasi lo jauh banget Ra. Please ya, ini bukan Webtoon yang biasanya lo baca " Tambah Violette.
Memangnya dipikiran Tiara, Kevin mengutarakan perasaannya pada Violette sambi memegang bunga mawar sembari berlutut ??
Violette tak habis pikir, kemana letak jalan pikiran sahabatnya itu.
Anna saja masih takjub pada Violette, gadis itu tak kenal takut, sahabatnya itu bahkan meneriaki Kevin, sesuatu yang mustahil dilakukan oleh orang, bahkan selama ini Anna tak pernah melihat hal itu terjadi.
" Siapa juga yang mau pacaran sama dia, membayangkan dia romantis ? Oh astaga, bumi ini mungkin runtuh! " Ucap Violette sarkastis dengan tawa dingin diakhir.
Mendengar ucapan Violette, Tiara tersenyum jahil ke arah Violette " Oh berarti ada kemungkinan lo mau pacaran sama Kevin ? Itu udah ngebayangin dia romantis segala, berharap banget ya Kevin Romantis ? "
Grace dan Anna hanya tertawa dengan gurauan yang dilontarkan Tiara, sementara Violette dengan cepat membantah.
" Hah ? Nggak lah! "
Apakah Violette tak salah dengar, Tiara mengatakan dia berharap Kevin Romantis ? astaga bahkan membayangkan menjadi pacarnya saja Violette tak pernah.
" Never! Impossible! " Violette memukul tangannya di udara. " Itu cuma terjadi di dalam mimpi! "
Tandas Violette, sebelum mengalihkan topik. Sangat tak penting membahas cowok arogan itu.
" Jadi ini kalian beneran bolos ngikutin gue kesini ? " Tanya Violette, wajahnya menunjukan raut tak senang sambil menatap Grace. " Lo juga Grace, lo kan paling takut sama Bu Riri, kenapa juga ikutan bolos ? “ Violette menghembuskan nafas berat. “ Gue yang badmood, jadi kalian mestinya tetap ikut jam pelajaran. " Wajah Violette nampak berubah lemah.
Melihat wajah kesal Violette yang perlahan berubah, Tiara, Anna dan Grace hanya tertawa. Sementara Violette hanya bisa bingung dibuatnya, Apa yang mereka tertawakan ?
“ Ishh, gue kan ngomongnya benar! salahnya dimana coba ? "
" Nggak ada bolos-bolos Vio, Bu Riri nggak masuk, kan tim guru Fisika masih ada acara seminar gitu " Ucap Anna. Karena ia merupakan sekertaris, Anna selalu tau ketika guru yang bersangkutan tidak dapat hadir.
Grace mengangguk membenarkan " Iyalah, kalau bukan jam kosong, gue pasti udah narik lo balik ke kelas, bukannya ikutan disini, bisa-bisa kita malah kena omelan Bu Nanda “
“ Oh syukurlah " Ucap Violette sambil mengelus dada merasa legah.
“ Tapi kayaknya kita kosong sampai pulang juga deh, tadi soalnya gue dengar ada rapat guru. Kelas yang lain juga tadi kosong, nggak ada yang ngajar “ Tambah Anna lagi.
" Beneran ? Anna nggkabohong kan ? Berarti sampai pulang nih kita nggak belajar, free maksudnya ? Tanya Tiara denga wajah sumringah.
“ Kalau jam kosong aja, hore banget! " Kata Grace, sebelum kalimat Anna yang membuat wajah berseri-seri Tiara hilang seketika.
" Tiara, walaupun kita free tapi kita dikasih tugas buat rangkuman bab 6 nanti dikumpulin di ruang guru pas istirahat kedua. Matematika plus Fisika " Ucap Anna tersenyum dilebih-lebihkan yang langsung meruntuhkan senyum sumringah Tiara
" Yah, rangkuman lagi rangkuman lagi, nggak asik banget sih! Padahal gue mau live ig juga " Keluh Tiara, gadis itu memang tak pernah absen untuk Live ig, apalagi saat jam kosong.
Grace, Violette dan Anna hanya bisa menggeleng melihat tingkah Tiara
" Yaudah, sekarang mending, kita ke perpus aja , ngerjain rangkumannya " Ucap Grace
" Ayo, biar cepat selesai "
Ucap Violette, sambil menarik Tiara yang raut wajahnya tampak jelas tak ingin berurusan dengan rangkuman yang berkaitan dengan hitung-hitungan.
***
Akhirnya part ini selesai.
Aku minta maaf kalau bagian ini nggak terlalu sreg ya hehe, soalnya part ini aku buat cepet banget, nggak tau kenapa kangen sama Violette hihi
Oh iya, makasih udah sempat baca ceritaku :) ditunggu saran dan kritik dari kalian, Thankyouu
salam hangat, Rachel 🧡