
Sejak awal, gue seharusnya nggak berurusan sama lo - Violette Angela Simmel
***
" Violette! " Pekik Anna, yang masih berdiri disampingnya.
Anna menutup mulutnya masih menatap tak percaya botol yang ditendang Violette berhasil mendarat sempurna mengenai kepala cowok dengan wajah khas Blasteran Eropa.
Kevin Imanuel Cavindra
Bukan hanya Anna, semua mata yang melihat hal tersebut sontak mengangap dan mendekap mulut mereka.
Siapa gerangan yang berani melempar sembarangan botol dan mengenai kepala Kevin Imanuel Cavindra. Orang berpikir dia sudah tidak waras ? ataukah sudah bosan hidup dengan tenang ?
" Lo udah nggak waras hah ? " Tunjuk Anna pada Violette sambil menunjukan wajah khawatirnya. “ lo udah bosan hidup damai ? “
Semua siswa disekitar menatap pemandangan didepan mereka dengan mata setengah ketakutan, bencana sepertinya akan terjadi.
" Violetta ****** kita sekarang, ******! " Ucap Anna panik. " Botol yang lo lempar kena kepalanya Kevin " Nada suaranya bertambah panik.
Sebaliknya Violette hanya terdiam sejak tadi, entah apa yang sedang dipikirkannya saat ini, yang jelas Violette seperti mendadak bisu.
Tanpa Anna katakan pun, Violette sangat tahu siapa Kevin. Popularitasnya di Xavier bahkan melebihi Ketua Osis dan Guru BK.
Orang yang hobi menindas dan sangat suka bertindak sesuka hati, arogan tanpa batas!
" Eh, lo berdua yang disana. Pasti salah satu dari kalian yang lempar ini kan ? " giliran cowo bernametag Leon Wiesse yang berteriak.
Sangat jelas jari telunjuknya mengarah pada tempat dimana Violette dan Anna berdiri sekarang.
“ Oh God! Violett dia nunjuk kita "
Anna diserang panik mendadak, bagaimana tidak kini Kevin,Rian dan Leon sedang berjalan kearah mereka.
" Lo jangan panik gitu dong! Tenang dikit kenapa sih" Ucap Violette akhirnya, gadis itu sebenarnya juga merasa sedikit takut, tapi mau bagaimana lagi ? semua sudah terjadi. Kalau dia ikut panik, apa yang akan terjadi dengan mereka berdua.
" Sumpah, lo bisa tenang banget sih, itu mereka jalan kesini tau " Ucap Anna cukup keras karena panik sambil memegang erat lengan Violette seperti meminta perlindungan.
“ Iya, iya, ini gue juga lihat. Jangan teriak-teriak dulu. Gue juga nggak sengaja kan ? Gue bakal minta maaf " Ucap Violette terlihat sangat normal seolah tidak terjadi apa-apa.
Namun, sebenarnya nyalinya agak menciut. Tapi tak ada yang akan berpikir demikian sebab wajah gadis itu sama sekali tak menampakan hal demikian.
Anna, menatap Violette dengan tatapan horror, apa sahabatnya ini sudah kurang waras atau memang otaknya sudah gangguan akibat nilai matematikanya yang salah diperiksa oleh pak Bima ?
Bagaimana dia bisa sesantai ini. Demi neptunus, botol itu mendarat tepat di kepala Kevin Imanuel Cavindra ! Cowok arogan dan pemaksa, salah satu anak ternakal yang hoby berkelahi dan membuat ulah. Siapapun yang berurusan dengan dia pasti akan mendapat petaka.
Anna tak tau kalau sebenarnya Violette juga berusaha terlihat tenang walapun jantungnya sedikit berdebar sekarang. Bukan karena jatuh cinta tapi karena Kevin dan kawan-kawannya kian mendekat.
" Lo yang lempar botol ini !? " Tanya Kevin suaranya begitu mendominasi. Saat ini dia tepat berdiri di depan Violette.
Ini bukan pertanyaan tetapi lebih seperti pernyataan. Kevin mendengus, dia menarik bibirnya membentuk senyum mengejek sambil mengangkat botol bekas itu tepat di depan wajah Violette.
" Gue minta maaf, gue benar-benar nggak sengaja " Ucap Violette dengan nada sopan santun, walau nyatanya cowok di depannya kelewat arogan.
Gadis itu sedikit kesal dengan botol yang diangkat tepat di depan wajahnya. Dia tau ini kesalahannya karena menendang botol sembarang, tapi tetap saja apakah harus sekali botol itu diangkat dan dihadapkan di depan wajahnya.
" Hehh " Kevin tertawa sinis sebelum melanjutkan ucapannya. " nggak sengaja ? "
" Iya gue nggak sengaja, jadi gue minta. Benar-benar minta maaf " Ucap Violette lagi, untuk kedua kalinya gadis itu kembali meminta maaf.
“ Jadi, lo pikir dengan minta maaf cukup ? " Ucap Kevin dengan nada meremehkan. " Lo pikir kepala gue buat tempat lo nendang botol bekas ? "
Violette terdiam sejenak, cowok didepannya benar-benar bertingkah seolah dia adalah raja. Benar-benar menjengkelkan.
Sebenarnya apa yang cowok ini mau ? Bukannya itu hanya botol bekas ? Dia juga sudah minta maaf kan ? lalu apalagi yang harus diperbuat ? berlutut kah ? atau bersujud di kakinya ? oh yang benar saja.
" Terus mau lo apa ? gue kan udah minta maaf " jawab Violette setelah terdiam didetik sebelumnya. Violette mendesah pelan " Gue rasa cukup " Kesabarannya juga terbatas, dia minta maaf bahkan dua kali dengan sopan.
Kevin menaik-turunkan keningnya sebelum berkata lagi " Cukup kata lo ? memangnya lo bisa narik botol itu biar nggak jatuh di kepala gue !? " Kevin perlahan menaikan nadanya dan membuang sembarang botol ditangannya.
Violette menutup matanya sejenak, gadis itu mengepalkan kedua tangannya, berusaha sabar.
Detik berikutnya gadis itu kembali tersenyum “ Please, gue benar-benar minta maaf " Ucap Violette dengan permintaan maafnya yang ketiga kalinya, dia tak mau terus memperpanjang masalah, berurusan dengan Kevin tak akan baik. “ Tolong jangan memperumit sesuatu yang tampak mudah. “ Ucap Violette, ia langsung membuang pandangannya hendak berbalik. Namun Kevin sepertinya tak membiarkannya pergi.
“ Gue nggak terima permintaan maaf lo " Kata-kata Kevin menghentikan Violette, ucapan Kevin seolah membuat naik darahnya, sungguh dia sudah cukup bersabar.
" Terus mau lo apa ? gue kan udah minta maaf. Memangnya apa lagi selain minta maaf. Lo pikir lo itu dewa ? " Perlahan tapi pasti emosi Violette juga mulai tersulut.
Kevin hanya mendengus dingin.
Sepanjang sejarah baru pernah ada perempuan yang berani membentaknya, gadis ini adalah yang pertama.
Jika orang lain yang berurusan dengannya, pasti sudah gementar atau bahkan meminta maaf berulang kali saking takut berurusan dengannya, tapi gadis ini ? Terlalu tidak biasa.
Dia mengenal Violette bukan baru sehari, dia sungguh mengenal watak Violette. Gadis itu juga bukan penyabar, sungguh.
Sementara itu teman Rian yang berada disamping Anna berbisik
" Sebaiknya lo, sama teman lo cabut sekarang, gue peringatin! " Ucap cowok yang bername tag Rian Antariksa " Kevin nggak pernah segan, walau perempuan sekalipun "
Anna hanya mengangguk pelan, ia meneguk salivanya dengan susah payah mendengar ucapan Rian.
Gadis itu kemudian beralih memegang lengan Violette berusaha membujuknya " Vio, udah ya, please ini Kevin Imanuel Cavindra, nggak ada yang pernah mau cari masalah sa__ "
" Gue nggak peduli " Ucap Violette penuh penekanan " Memangnya dia pikir siapa dia ? Dia bukan Tuhan atau semacam Dewa “ Ucap Violette pada Anna dengan nada menantang seolah tak peduli dengan sekitar, seolah Kevin tak ada di depannya. “ Sok berkuasa “
Jawaban yang sama sekali tak Anna harapkan, kalau sudah begini apa yang harus dia lakukan.
" Lo ngomong apa barusan? " Ucap Kevin, setelah lama terdiam.
Tadinya dia ingin membiarkan Violette pergi, tapi sepertinya dia berubah pikiran.
" Kenapa ? nggak suka ? “ Kata Violette ketus. “ Lo memang sok berkuasa kan! Lagian gue udah bilang kan, gue itu nggak sengaja! nggak sengaja!" Ucap Violette menekankan ucapan diakhir kalimatnya. “ Gue juga udah minta maaf ya, trus masalahnya dimana ? kepala lo juga baik-baik aja kan ? nggak sampai amnesia atau geger otak ?!"
Violette tak mau kalah, gadis itu pantang takut walaupun sekarang dihadapannya adalah Kevin Imanuel Cavindra sekalipun. Violette sadar kata-katanya mungkin kelewatan tapi sudah terjadi, dan dia tak bisa lagi mundur.
Kevin sekali lagi tersenyum jahat, memancarkan aura tak biasa.
“ Lo udah bosan hidup ? Nggak pengen liat matahari terbit besok ? " Kevin mendengus dingin, dia lalu maju selangkah lebih dekat kearah Violette sambil menunjuk wajah gadis itu, nampaknya cowok itu menahan amarah akibat ulah Violette, kata-katanya serius seolah tak main-main. Violette mampu merasakan aura Asura mengelilinginya.
Melihat hal itu sudah tak baik, Rian berusaha membujuk Kevin agar membiarkan gadis itu pergi, namun belum sempat Rian bersuara, Violette yang sudah lebih dulu membalas Kevin.
" Lo pikir gue takut! " Tantang Violette, tatapannya tak lepas walaupun saat ini Kevin menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.
Violette menarik dan menghembuskan nafasnya, mencoba menstabilkan suasana hatinya.
" Memangnya lo Tuhan yang bisa nentuin gue bisa liat matahari terbit besok atau nggak ? “ Ucap Violette garang, tak ada sedikitpun jejak rasa takut pada suaranya. Walaupun Tuhan tahu seberapa takutnya ia sekarang, tapi Violette juga punya batas kesabaran, dan cowok di depannya ini benar-benar diluar kesabarannya. “ Sok berkuasa, pemaksa, arogan! " Cibir Violette tanpa sadar.
Mungkin harusnya yang dilakukannya adalah minta maaf lagi, namun gadis itu tentu saja tak mau, bukankah dia sudah minta maaf ? Tidak akan ada permintaan maaf lagi.
Violette tau tak seharusnya ia berurusan dengan Kevin Imanuel Cavindra. Namun, semuanya sudah terjadi, ia hanya bisa menuntaskan masalahnya dengan Kevin sekarang.
Anna tidak dapat melakukan apa-apa begitupun kedua teman Kevin, situasi yang sudah tak terkendali, satu-satunya adalah melerai Violette dan membujuk cewek itu agar berhenti berdebat dengan Kevin, namun dengan watak Violette yang keras kepala apakah dia akan mendengarkannya? Oh Tuhan tolong kirimkan satu penyelamat disini. Anna seperti ingin menghilang saat ini juga, andaikan dia punya jutsu seperti naruto.
" Hmm " Kevin menghembuskan nafas kasar. " Sok berkuasa, pemaksa, arogan ? " Sekali lagi Kevin mengulang kalimat terakhir yang di ucapkan Violette. Senyum jahatnya kembali terukir bibirnya.
Kevin perlahan melangkah maju, menatap Violette dengan sorot tajam, manik hitamnya seolah akan menelan gadis itu.
Gadis ini terlalu berani, bukan saja membentaknya tapi juga mengatainya di depan umum, keberanian cukup banyak.
Untuk sesaat Kevin merasa gadis di depannnya ini membuat dia merasa ada sesuatu yang lain dalam dirinya.
Kevin semakin maju dan alhasil Violette juga refleks mundur, alarm dikepalanya tiba-tiba langsung muncul, apa yang akan dilakukan Kevin padanya. Gadis itu mundur hingga punggungnya membentur tembok.
Tidak mungkin cowok ini akan memukulnya kan ? Mendadak muncul sedikit rasa takut, namun bukan Violette namanya kalau rasa takutnya tak bisa dia kendalikan.
Banyak yang menonton dari kejauhan. Namun, tak satupun yang berani mendekat apalagi menghentikan Kevin, tidak tau apa yang akan dia lakukannya pada gadis itu, hanya Kevin dan Tuhan yang tahu.
Anna dan Rian dan Leon pun hanya bisa diam dengan keadaan yang terjadi. Anna hanya bisa berdoa semoga hal buruk tidak terjadi pada sahabatnya.
Wajah Violette mendadak berubah was-was refleks tanggannya ia rentakan di depan.
" Lo mau apa !? minggir nggak, gue mau pulang "
" Kenapa ? Lo takut sekarang ? " Ucap Kevin dingin
" Si.. Siapa yang takut ? Gue ? " Ucap Violette terbata namun berusaha menantang. Dia mengalihkan pandangannya “ Nggak mungkin. “ Ucap Violette acuh. Namun, Tuhan tahu seberapa takutnya dia sekarang.
Bukannya menjawab pertanyaan gadis itu, Kevin malah tersenyum, namun ini bukan senyum manis cowok tampan dalam drama Korea.
Tentu saja ini senyum mematikan khas Kevin Imanuel Cavindra. Dia jelas sadar akan ketakutan Violette.
" Biar gue tunjukin apa itu sok berkuasa, pemaksa dan arogan, Violette Angela Simmel ! “ Ucap Kevin dengan nada dingin yang tak bisa dijabarkan, matanya lurus memandang gadis itu, suara Kevin terdengar seperti sebuah ancaman nyata.
Di detik berikutnya, tanpa aba-aba cowok itu dengan sigap memeluk pinggang Violette menghapus jarak diantara mereka, sekarang bahkan mereka hanya berjarak 2 centi, Violette bahkan mampu merasakan deruh nafas cowok itu.
Semua yang tengah menyaksikan itu juga terlihat kaget, entah apa yang akan dilakukan Kevin
Violette membelakan matanya dengan apa yang barusan Kevin lakukan, tubuhnya tak bisa bergerak, diam seolah kaku, tak bisa berbuat apa-apa, sampai Kevin mengeluarkan 6 kata yang membuat hidup Violette berubah hari itu juga.
" "
***
Hallo, aku kembali dengan part dua :)