Could It Be Fate ?

Could It Be Fate ?
Ulah Nilai UTS



Waktu menunjukan pukul 15.30 Wib bel pulang sudah menggema, banyak siswa sudah berhamburan keluar namun 2 siswi di kelas XI MIA 1 nampaknya tak ingin meranjak pulang.


" Anna, ini nilai gue beneran cuma 80 ? " Tanya Viollete yang masih tak percaya dengan nilai ujiannya, dia sangat yakin jawaban no 4 harusnya benar dan dia harusnya mendapat nilai 95.


" Masih mending violette, nah gue ? " tunjuk Anna pada dirinya sendiri


" Boro-boro 80, 75 di matematika aja udah bersyukur banget " Anna membanting kertas ulangannya di atas meja, kesal dengan tindakan Violette. Sahabatnya ini kelewat ambisius atau bagaimana ya?


" Tapi nggak bisa Anna, ini pak Bima salah meriksa " ucap Violette ngotot, dia lalu kembali membantah " Gue udah ngecek, jawabannya benar! tapi kenapa dikasih tinta merah? " Protes Viollete, dia masih tak terima dengan nilainya, dia masih bersihkeras bahwa nilai ulangannya harus mendapatkan nilai 95.


Anna mendesah berat " Yaudah mau gimana lagi ? pak Bima kan lagi ikut seminar, ini aja dibagi sama Bu Dessy " Anna mencoba memberi pengertian pada sahabatnya.


" Kita pulang yuk, lo merenung di kelas, mondar-mandir, dorong kursi meja juga nggak bakal nilai lo berubah Vio " Bujuk Anna untuk kesekian kalinya.


“ Nggak-ngga “ Violette menggeleng cepat " Gue harus ke ruang guru, iya gue harus kesana " Ucap Violette sembari memakai ranselnya


" Eh, Violette! “ Teriak Anna sambil menyusul Violette, kewarasan sahabatnya kelihatannya sudah hilang sekarang. “ Ada rapat di ruang guru tahu, lo kesana juga ngapain coba ? “


" Ya terus gimana nilai gue, nggak terima " Gerutu Violette, gadis itu berhenti sejenak sambil menghentakan kakaknya kesal.


" Nanti aja ya, besok Vio. Masih ada besok tau. Lagian rapat guru itu biasanya lama banget,  capek banget gue kalau nunggu selesai rapat. Gue pengen cepat-cepat pulang. Lo nggak kasian sama gue Vio " Ucap Anna dengan tampang memelas yang membuat Violette akhirnya mengikuti kemauannya.


Violette akhirnya mengikuti keinginan sahabatnya untuk pulang, walaupun sepanjang koridor hingga parkiran dia terus saja mendumel dan menggerutu tak jelas.


" Violette, lo liat deh, itu kan 3 Cassanova Xavier " Ucap Anna girang, sambil menarik-narik lengan Violette “ ya ampun, ganteng banget coba, capek gue langsung hilang masa  " Wajah jenuh Anna sebelumnya tergantikan dengan senyum sumringah.


“ Apaan sih “ RisihViolette


Ucap Anna lagi-lagi mencak-mencak tak jelas, Anna terus saja berbicara tentang mereka. Namun entalah Violette tak begitu menanggapi.


Violette sama sekali tak lagi menggubris ucapan Anna, pikirannya masih belum tenang dengan hasil ulanganya.


Walaupun Violette tak merespon, Anna tetap saja sibuk dengan 3 orang disebrang sana, dan tak berhenti mengoceh.


"  Rian ganteng banget fix, ditambah lagi dari semuanya dia kayaknya paling baik. Gue .. "


" plakkk " suara botol terdengar, mendarat ditempat yang tak seharusnya


“ Violette ! “ Pekik Anna matanya membulat sempurna, ia membekap mulutnya sendiri menatap tak percaya kearah botol yang ditendang Violette.


Kenapa kesialan menimpanya lagi? Kali ini bahkan menurutnya akan lebih rumit dari perdebatan tentang nilai ulangan Violette.


Bagaiman tidak ? Itu berhasil mendarat sempurna mengenai kepala cowok dengan wajah khas blasteran Indo-Inggris.


Bukan hanya Anna, Semua mata yang melihat hal tersebut sontak mengangap dan mendekap mulut mereka.


Kecuali Violette, gadis itu memang memasang raut terkejut, namun detik kemudian ia berusaha terlihat tenang, walau nyatanya perasaannya tidak demikian, dia merasakan aura tak baik.


***


Halo guys, cerita hasil gabut dirumah, semoga suka ya :)