
“Maafkan saya,” jawab Clara sambil menundukan kepala.
“Jadi, saya ingin mengajak anda bekerja sama. Kerja sama yang sangat mudah sekali, untuk menjadi calon istri saya.”
“APA? CA-LON ISTRI?” pekik Clara, ternganga kemudian. Sampai pelayan yang ada di sana mendongakan kepala karena suara Clara barusan melengking dengan keras.
Untung saja Andrian memesan ruangan khusus hanya untuk berdua saja. Sehingga tidak akan ada orang lain yang merasa terganggu dengan keterkejutan Clara barusan.
Andrian menghela napas. Ucapanya barusan memang bisa membuat siapa saja terkejut bukan main. Perkataanya barusan sudah mengandung arti yang berbeda.
“Lebih tepatnya berpura-pura menjadi calon istri saya, saya akan membayar anda berapa pun yang anda mau! Tugas anda sangatlah mudah, anda hanya berpura-pura saja menjadi calon istri saya di depan Eyang saya nantinya.” Terang Andrian.
Clara terdiam untuk beberapa saat. Mulutnya tampak terbuka lebar. Tampak mencerna kata-kata pria itu barusan. Kerja sama yang sangat konyol sekali bukan?
“Jadi, anda membayar saya? Untuk berpura-pura, menjadi calon istri anda?” Clara masih tidak mengerti.
“Iya, jadi kita sama-sama untung nantinya dan anda tidak usah membayar uang yang anda pinjam waktu itu. Kalau anda bersedia, akan saya kasih tahu bagimana tugasnya.”
Jelas saja itu adalah kerja sama yang sangat aneh. Kok ada gitu orang yang mempunyai pola pikir seperti itu. Clara malah berfikir yang tidak-tidak mengenai kerja sama ini.
“Anda belum menikah? Anda belum punya calon? Belum punya pacar? Orang seganteng dan setajir anda, belum punya pacar?!” Clara langsung heboh sendiri. Lalu menggeleng tidak percaya.
“Kenapa anda jadi kepo dengan masalah hidup saya?!” Sebelah alis Andrian terangkat.
“Tapi kenapa anda melakukan ini?”
“Sudah saya bilang! Tidak usah kepo dengan masalah saya, mengerti!”
“Saya belum menikah, saya belum punya pacar, itu urusan saya!” Lanjut Andrian tak ingin dibantah lagi.
Duh, kenapa aku yang jadi serba salah begini sih! Dasar cowok dingin. Menyebalkan!
“Jika anda mau, akan saya kasih tahu tugas anda nanti. Anda boleh meminta apa saja, untuk anda sendiri, untuk adik-adik dan untuk Ibu anda.”
Clara menelan ludahnya dengan susah payah. Apa yang diucapkan pria itu begitu enteng sekali. Tidak merasa khawatir dengan uangnya yang mungkin akan habis jika dirinya nekad memborong semua keinginanya. Apakah pria ini adalah konglomerat? Sehingga tidak tahu lagi caranya menghabiskan uangnya?
Jadi kalau seandainya dirinya mau diajak kerja sama ini. Itu artinya sama saja menjual harga dirinya? Dan pria ini membelinya.
Ah tidak sepertinya itu, itu terlalu berlebihan.
“Jadi tugas anda sangatlah mudah, saya hanya membutuhkan anda satu hari saja untuk berpura-pura menjadi istri saya di hadapan Eyang. Habis itu saya akan menuruti apa keinginan anda dan urusan kita selesai dan kerja sama ini selesai.”
Wah, secepat itukah.
Kerja sama yang sangat aneh, misterius, sedikit menantang, antimainstream dan mudah sekali. Lalu dirinya akan mendapat apa yang dia inginkan? Menggiurkan memang.
“Emmm... saya... Ehmm,” Clara bingung harus memutuskanya sekarang atau nanti. Mau menerima tawaran itu atau tidak. Sungguh bingung sekarang.
“KTP anda akan saya tahan untuk sementara waktu. Kalau anda ingin KTP anda kembali. Anda harus mau menerima kerja sama ini.” Ada senyuman tipis menghiasi bibir Andrian.
“APA?” Clara membelalakan mata. Itu sama saja dengan pemaksaan.
Clara menghela napas. “Baiklah, akan saya pikirkan lagi kerja sama yang tidak masuk akal itu.”
Andrian manggut-manggut. Diikuti dengan sebuah senyum tipis yang tercetak di bibirnya. Andrian benar-benar lega. Akhirnya sudah tidak kepikiran lagi dengan permintaan Eyangnya. Rencananya telah berhasil. Sejauh ini.
........
Clara tengah berjalan seperti orang yang linglung. Berkali-kali dia tampak tidak fokus menuju kafe tempat dia bekerja. Hingga saat dia berjalan, dia tak sengaja menabrak orang yang berjalan dari arah berlawanan atau menabrak pot tanaman di depan toko.
Clara tengah memikirkan kerja sama mendadak yang ditawarkan oleh pria dingin dan datar itu. Menurutnya itu adalah kerja sama yang paling aneh di dunia.
Hal-hal seperti itu hanya ada di televisi. Tetapi Ia baru saja mengalaminya. Wah, mimpi apa Ia semalam sampai mendapat kerja sama yang begitu menggiurkan.
Clara mengakui kalau Ia memang amat sangat membutuhkan uang untuk bisa bertahan hidup. Gaji bulanan dari kafe tempat dia bekerja sebenarnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dirinya apalagi kalo harus dibagi dengan keluarga.
Ketika gajian pun Ia langsung pulang ke rumah dan memberikan uang kepada adik-adiknya. Rasanya tidak tega melihat adik-adiknya yang masih bersekolah tidak bisa merasakan masa sekolah dengan baik.
Apapun yang anda minta, akan saya penuhi.
Clara kembali terngiang-ngiang dengan ucapan pria itu.
Setidaknya untuk beberapa bulan ke depan dia tidak harus pusing dengan pekerjaan. Bisa memberikan uang yang lumayan banyak untuk Ibu dan adik-adiknya.
Sebenarnya dirinya tidak bisa menolak bukan. Secara tak langsung pria itu terksesan memaksanya. Dan KTP juga penting, maka Ia tidak mau kalau harus berurusan dengan KTP. Sudah cukup berursan dengan masalah hidup.
Tak terasa, Clara sudah sampai di kafe. Ia pun langsung menuju ke belakang untuk segera mengganti baju dan bersiap-siap untuk bekerja.
......
“Bell, menurut elo, apa gue terima aja, tawaran itu?” Tanya Clara pada Bella.
Clara meminta saran kepada Bella, sahabat sekaligus rekan kerja di kafe tempat Ia bekerja.
Kini mereka berdua habis selesai makan di warung setelah tadi pulang dari kafe sekitar jam 5 lebih. Mereka singgah dulu untuk mengisi perut yang sudah keruyukan.
Clara sudah menceritakan hal itu kepada Bella waktu keduanya dalam perjalanan menuju warung.
“Elo cuma pura-pura kan? Menurut gue diterima aja Clar, bukanya apa-apa ya. Hidup sekarang semakin susah, apalagi orang kaya kita. Lumayan Clar, gue yakin banget kalau pria yang menawari itu tajir melintir pasti.”
“Beruntung banget elo bisa dapet tawaran begitu, coba aja kalau gue cantik, pasti gue bakalan ngalami hal yang sama kaya lo.”
“Heh! Jangan gitu ah!” Potong Clara.
“Udah terima aja, lumayan bisa ngasih uang buat adik-adikmu. Apalagi cuma berpura-pura jadi calon istri, gampang banget. Elo tinggal akting aja deh, sehari doang kan?"
"Iya sih," balas Clara dengan manggut-manggut.
Kalau dipikir-pikir memang benar apa yang dikatakan oleh Bella. Lagi pula ini hanya berpura-pura menjadi calon istri pria itu di depan Eyangnya. Persetan dengan harga diri, Clara benar-benar sudah tak peduli. Yang penting tidak sampai menjual tubuhnya. Demi Ibu dan Adik-adiknya.