
Di sekolah Ayu kini Arya dan Anggi sedang mengantarkan ayu ke sekolah nya betapa terkejutnya teman-teman Ayu saat dirinya di antar oleh kakak dan Abang nya bukan karena kaget dirinya diantar ke sekolah melainkan mereka terkejut karena Ayu di antar oleh Arya yang tidak lain adalah abangnya dan mereka juga tau bahwa ayu dan Abang nya tidak begitu dekat selama ini.
"Apa ini?? wow fonema dunia ke delapan." Ucap Dila menganga terkejut melihat kebersamaan ketiganya.
"Wahh apakah ini benar atau kah aku hanya bermimpi,hahahahah." Tawa Mita memecah akibat mengakak saat melihat wajah ketiganya bagaimana tidak saat ini wajah ketiganya sama-sama menatap mereka dengan jengkel.
"Apakah kalian sudah puas tertawa??" Tanya ayu dengan wajah jengkel. "Berhentilah tertawa atau kalian akan tau akibatnya."
"Hahahah baiklah kami berhenti tertawa,tapi gak bisa hahahahah." Perkataan intan membuat ayu semakin jengkel.
"Ckk! menyebalkan." Gerutu Ayu.
"Udah biarin aja ay mungkin mereka iri sama kamu kan soalnya Abang nya mereka gak bisa nganterin mereka kesekolah karena abang mereka lagi di luar negri,hahahahah....." Ucap Arya mengejek teman-teman ayu yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri.
"Hahahahah bener banget tuh bang hahahaha kasihan..." Ayu ikut tertawa.
"Bang cepetan ini udah siang tar macet di jalan,lama amat sih elu...."Kesal Anggi yang menunggu sang Abang di dalam mobil.
"Iya,iya ini juga mau berangkat,ngomel terus elo dari tadi." Jawab Arya dengan kesal.
"Abis nya elo lama amat sih buruan tar macet elo marah-marah."
"Iya sabar markonah."
"Udah sana bang tar nanti yang ada markonah makin marah kan jadinya riweh udah sana berangkat."Ucap Ayu menyuruh sang Abang untuk segera pergi.
"Iya,yaudah kalau gitu abang pergi dulu ya nanti kalau ada apa-apa bilang oke."
"iya,udah sana."
Arya masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Sedang kan kini ayu dan teman-temannya jalan menuju ke kelas mereka namun niat mereka ingin ke kelas tidak jadi saat mereka berpapasan dengan Vino and the geng.
"Kenapa berhenti ay??" Tanya Dina saat ayu berhenti jalan.
"Kalian deluan gue mau bicara sama Vino bentar."Jawab Ayu.
"Owhh oke kalau gitu kita deluan ya,beyy."Mita yang tau apa yang akan ayu dan vino bicarakan memilih untuk pergi terlebih dahulu ke kelas.
"Vin,bisa bicara sebentar??" Tanya ayu kepada vino.
"Bisa emang nya ada apa ay??" jawab vino.
"Hmmm,ada yang mau gue bicarakan sama elo tapi gak di sini."
"Kalian deluan aja ke kelas."Ucap vino menyuruh teman-temannya untuk ke kelas terlebih dahulu,dan teman-temannya pergi meninggalkan mereka berdua di sana.
"Mau ngomong dimana ay??"Tanya vino saat teman-temannya sudah pergi.
"Ya udah ayo kita kesana." Jalan terlebih dahulu dan di ikuti oleh Ayu. Sesampainya mereka mereka disana mereka memilih untuk duduk di bangku taman yang disediakan.
"Jadi mau ngomong apa ayy??" Tanya vino lagi.
"Maaf" ucap Ayu lirih.
"maaf??,maaf untuk apa??" Tanya vino heran.
"Maafin kelakuan gue kemarin yang udah marah-marah ke elo."
"Gak papa lagian aku tau kok apa yang lagi kamu alami kemarin makanya kamu marah-marah kemarin."
"Tapi kelakuan aku kemarin gak seharusnya marah-marah sama kamu kayak gitu hanya karena masalah pribadi aku."
"Dengerin aku ngomong oke,kita sebentar lagi akan nikah baik atau buruknya kamu aku akan terima itu begitu juga kamu baik atau buruk nya aku kamu juga akan terima itu,dan lain kali kalau ada masalah mau masalah sekecil apapun itu kamu harus cerita sama aku karena sebuah hubungan yang ada kebohongan maka tidak akan bertahan lama dan dalam hubungan harus ada kepercayaan satu sama lain."
Vino berbicara dengan lembut dan hal itu membuat ayu semakin merasa bersalah karena dirinya sampai saat ini belum mencintai vino entah lah mungkin saja cepat atau lambat dirinya akan mencintai vino.
"Maaf."Ucap Ayu meminta maaf lagi.
"Maaf untuk apa lagi hmm?"
"Maaf karena sampai saat ini aku belum bisa mencintai kamu bin,maaf karena aku gak belum bisa percaya sepenuhnya sama kamu,dan maaf karena aku ingin merahasiakan pernikahan kita."Ucap Ayu di iringi tangis.
"Hei liat aku,kamu gak seharusnya meminta maaf karena ini bukan kesalahan kamu aku bisa ngerti kenapa kamu belum bisa mencintai aku ya karena kita baru kenal dan kita juga gak bisa memaksakan seseorang untuk menyukai dan mencintai diri kita,kalau kamu belum bisa mempercayai aku itu wajar karena gak semua orang itu dapat di percaya,dan aku ngerti kenapa kamu ingin merahasiakan pernikahan ini karena kamu belum siap untuk semua yang akan terjadi,tapi kamu jangan sedih aku akan berusaha membuat kamu mencintai aku,aku akan berusaha agar kamu percaya sama aku dan aku akan berusaha untuk selalu ada di sisi kamu saat kamu sedih mau pun senang jadi jangan khawatir dan jangan selalu sedih kalau kamu punya masalah cerita sama aku oke." Perkataan vino membuat hati ayu tersentuh dan dirinya merasa beruntung karena akan mendapatkan suami sedewasa vino karena gak semua pria itu dewasa ada yang umurnya sudah dewasa tapi kelakuan nya tidak dewasa.
"Tapi dihubungan kita tidak ada rasa suka atau pun cinta bagaimana bisa kita menjalan hubungan yang tidak ada rasa suka atau cinta."
"Kata siapa tidak ada rasa cinta ada kok,aku mencintai kamu sepenuh dan setulus hati aku ay jadi aku akan membuat kamu mencintai aku seperti aku mencintai kamu, seperti kata pepatah tak kenal maka tak suka,jadi stop mengatakan kalau di hubungan kita itu gak ada rasa."
"Hmm baikkan,tapi kapan kamu mulai suka sama aku vin?? "
"Saat kita pertama kali ketemu di depan indoapril dan di saat aku menyium kamu,saat itulah aku mulai suka sama kamu bahkan aku mengatakan kepada temen-temen aku kalau kamu itu pacar aku dan ternyata benar atau lebih tepat nya istri aku."
"Issh udah ahh jangan bahasa kejadian di depan indoapril malu tau aku kalau inget kejadian waktu itu."
"Hahahahah makanya jangan selalu salah sangka sama orang lain jadi malukan kamu apa lagi yang waktu kamu bilang kalau aku orang mesum dan pencopet."
"Mana ada aku mengatakan itu."Ayu membuang muka nya dan menatap ke arah lain.
"Apakah perlu aku ingat kan ulang hmmm."
"Ckk! tidak perlu sudahlah ayo ke kelas sebentar lagi masuk."Ayu berdiri dan pergi meninggalkan vino.
"Tunggu dong istri ku, kenapa kau tega meninggalkan suami mu yang tampan ini."Vino lari mengejar ayu dan memanggil Ayu dengan sebutan istri dan hal itu membuat jantung ayu berdebar tak karuan dengan wajah yang sudah merah seperti tomat.