
Sudah hampir dua Minggu sejak Ayu menghilang saat ini keadaan di kediaman Arhan hanya ada kesedihan terutama untuk istrinya bagaimana tidak anak bungsu nya yang baru berumur tujuh tahun menghilang hampir dua minggu ibu mana yang tidak sedih saat anak nya menghilang. Kondisi Henny saat ini tidak baik² saja dirinya selalu menolak untuk makan tapi dengan berbagai bujukan akhirnya dirinya mau makan walau hanya sedikit tapi setidaknya perutnya tidak kosong. Saat ini semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga tempat di mana biasanya mereka menghabiskan waktu bersama namun kali ini berbeda karena Ayu masih belum juga di temukan Arhan sudah melaporkan ke polisi dan meminta bantuan dari teman² nya namun hasil belum ada sama sekali sampai saat ini.
" Apakah sudah ada kabar tentang Ayu " Tanya Henny dengan lemas dan Arhan hanya menggeleng kan kepala nya pertanda dirinya belum menemukan Ayu.
" Belum Bu ayah sudah mencari ayu ke mana² tapi sampai saat ini belum ada kabar juga bahkan polisi sudah menyerah akan kasus ini."
" Bu maafin Arya ini semua salah Arya kalau aja waktu itu Arya gak ngebentak dan ngusir ayu mungkin saat ini ayu ada di sini." Arya menangis menyesali perbuatannya.
" Ini bukan waktunya untuk meminta maaf saat ini yang terpenting adalah kita harus menemukan Ayu terlebih dahulu." Jawab Henny memeluk putranya.
Di saat semua sedang mengobrol tiba² ponsel milik Arhan berbunyi dan tertera nomor tidak di kenal sedang memanggil panggilan video Arhan yang tidak mengenal nomor tersebut binggung apakah harus di angkat atau tidak saat Henny menyuruh mengangkat barulah di angkat oleh arhan.
" Siapa yah "
" Gak tau Bu nomor gak di kenal "
" Ya udah angkat aja mana tau penting "
" Iya Bu "
Saat Arhan menekan tombol hijau dirinya terkejut melihat seseorang dari seberang telepon, dirinya melihat seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang sedang di sekap di dalam ruangan yang gelap dengan tangan di ikat dan mulut di tutup menggunakan lakban tidak hanya itu dirinya juga terkejut saat melihat ada beberapa memar di tubuh anak kecil itu.
" Ayah tolong Ayu,Ayu mohon tolong Ayu yah "
" Ayu takut di sini yah di sini sangat gelap "
" Mereka selalu saja memukuli Ayu yah "
" Tolong ayu yah "
Saat Arhan ingin mengatakan sesuatu tiba² sih penelpon tidak di kenal mengarahkan ponsel nya ke arah lain dan alhasil arhan tidak bisa berbicara dengan anak putri bungsunya.
"elo tau anak ini siapa kan, kalau elo mau anak ini selamat ikuti perintah gue " Ucap salah satu pria bertubuh besar dengan menutup wajahnya sebelum dirinya mengakhiri panggilan video tersebut, Henny yang memang mendengar suara Ayu tadi dirinya saat ini tambah syok saat melihat ke arah ponsel milik suami yang di mana terdapat wajah anak bungsunya dengan keadaan yang di mana terdapat beberapa memar di tubuhnya.
" Jangan bilang itu ayu "
" Gak gak mungkin gak mungkin itu ayu "
" Itu bukan ayu kan yah?? " Ucap nya yang sudah terduduk lemas di lantai. Detik kemudian tiba-tiba ada pesan masuk di ponsel arhan dan pesan itu dari nomor tidak dikenal tadi dirinya terkejut saat melihat keadaan ayu yang sedang di sekap dengan tubuh memar lalu pesan teks masuk.
KALAU ANDA INGIN ANAK INI SELAMAT SIAP KAN UANG 100M DATANG TEMUIN SAYA DI JALAN XXXXXXX NANTI MALAM INGAT JANGAN MELAPORKAN KEPOLISI DATANGLAH SENDIRI ATAU ANAK INI AKAN MATI INGAT ITU.
Isi pesan tersebut membuat arhan syok bukan karena uang 100 M kalau masalah uang 100M bagi dirinya adalah hal yang sangat mudah tapi dirinya syok Karen melihat putri bungsunya yang sudah tidak berdaya hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh para penculik itu.Degh!!! seperti tersambar petir di siang bolong arhan tidak bisa berkata-kata lagi dirinya sudah tidak bisa memikirkan hal apapun saat ini pikiran hanya bagaimana cara nya dia bisa membawa anak nya pulang dengan selamat dan para penculik tersebut di hukum. Hari sudah sore dan kini arhan sedang membicarakan sesuatu dengan temannya untuk bagaimana caranya agar dirinya bisa membawa ayu nanti malam dengan selamat.
" Jadi maksud elo anak elo di culik gitu?? " tanya Ardi salah satu teman arhan yang tidak lain adalah orang tua dari Mita.
" Iya anak gue di culik "
" Terus kita harus gimana??? "
" Gue juga gak tau ar saat ini otak gue tidak bisa untuk berfikir "
" Tunggu dulu anak elo kok bisa di culik ya ini adalah hal yang sangat aneh??? elo punya musuh atau saingan bisnis,gak mungkin kan kalau elo gak punya musuh atau saingan bisnis kok bisa-bisanya dia nyulik ayu bahkan dia kenal ayu dan tadi elo bilang dia nelfon elo dari mana coba dia bisa nomor elo."
" Seingat gue sih gue gak punya musuh ar "
" Tapi......
" Tapi apa?? "
" apa jangan-jangan dia yang nyulik ayu ar??? "
"It- itu sih itu "
" Itu siapa sih han ngomong yang jelas napa "
Arhan membisik kan sesuatu ke Ardi walaupun saat ini dirinya sedang berada di ruang tamu yang hanya ada dirinya dan Ardi tapi dirinya takut jika istrinya tahu maka istrinya akan semakin syok. Setelah arhan membisikkan sesuatu Ardi barulah mengerti.
"Bisa aja sih itu sih dia,tapi gue gak habis fikir deh kalau memang bener itu dia ngapain juga dia nyulik ayu apa coba keuntungan nya." Ardi yang sudah marah bagaimana tidak marah ayu sudah dia anggap sebagai anak nya sendiri sama seperti Mita dirinya juga menyayangi Ayu.
" Sabar dulu ar ini kan juga baru dugaan gue aja elo jangan emosi dulu kayak gitu,kalau istri ku denger bagaimana bisa-bisa dia semakin syok " Arhan mencoba menenangkan Ardi untuk mengendalikan emosi nya dirinya hanya takut jika istrinya tau siapa yang sedang di bicarakan oleh suami dan temannya.
" Gimana gue bisa tenang han ayu udah gue anggap anak gue sendiri,dan kalau sampai dugan kita benar dia yang nyulik ayu maka gue gak segan-segan membunuh dia gue gak peduli dia punya hubungan dengan kita." Lantang Ardi dengan emosi sudah memuncak.
" Sudah masalah membunuh itu bisa kita pikirkan nanti yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya kita bisa menyelamatkan ayu."
" Gue punya ide "
" Ide apa an "
" Gimana kalau kita lapor polisi ter___" Terpotong
" Elo lupa apa gimana kan tadi udah gue bilang dia bilang jangan lapor polisi dan gue harus datang sendirian " emosi dan marah-marah.
" elo dengerin dulu gue ngomong jangan elo potong aja gue belum selesai ngomong udh elo potong aja."
" Ya maaf gue kebawa emosi "
" makanya jangan emosian jadi orang "
" lah elo sendiri juga emosian kok ngomongin orang"
" udah lah elo sekarang mau denger gak ide nya "
" Ya maulah,udah sekarang elo kasih tau apa ide elo" Ardi membisik kan sesuatu kepada arhan.
" Hmm boleh juga ide lu oke deh kalau gitu nanti malam kita jumpai di depan komplek aja nanti takutnya kalau kita jumpa di rumah gue yang ada tetangga apa curiga "
" Oke nanti malam gue tunggu elo di depan komplek kita berangkat abis isyyah "
"oke"
" kalau kita gue pulang dulu mau menyimpan semuanya dan ini juga udah mau magrib "
" Iya makasih ya udah mau bantuin gue cari Ayu "
" santai aja kayak sama siapa aja elo kita udah berteman puluhan tahun dan elo udah gue anggap seperti saudara sendiri."
.
.
.
.
.
Hai maaf ya author jarang up soalnya lagi sibuk jangan lupa like,komen, favorit,vote ya jangan hanya menjadi pembaca gelap dan terimakasih yang udah setia dengan novel author, author harap kalian suka dengan novel author yang garing gak jelas ini. baybay jumpa kapan² lagi😁😁.