
Di sisi lain tepat nya di sebuah taman ada seorang wanita remaja menggunakan seragam sekolah yang sedang duduk di salah satu kursi taman siapa lagi kalau bukan Ayu iya saat ini Ayu sedang berada di taman belakang sekolah nya tempat dimana biasanya Ayu datangi saat dirinya sedang dalam masalah dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan Ayu yang sedang duduk sambil menangis.
" Ayyy..." Panggil seseorang itu dan dengan cepat Ayu menghapus air mata nya dan melihat kearah sumber suara yang tidak asing untuk nya.
" kalian kok ada di sini???" Tanya Ayu kepada intan dan Mita.
" Ishh bukan nya di suruh duduk malah nanya kayak gitu..." Cibir Mita dan membuat Ayu tertawa kecil melihat wajah sahabat nya itu.
" Ya udah tinggal duduk aja apa susah nya sih,lagian kan ini juga tempat umum jadi gak ada larangan untuk duduk...." Ucap Ayu sambil menarik Mita dan Intan untuk duduk di samping.
" Siapa tau aja ada yang marah yakan Mit???" Intan berbicara sambil mengangkat sebelah alis nya dan membuat Ayu menggeleng-gelengkan kepala tidak paham dengan perkataan sahabat nya itu.
" Ayyy..." panggil Mita lirih.
"hmmm..." jawab Ayu.
" Ada masalah ya di rumah elu????" Tanya Intan yang sudah memasang wajah serius.
" Gak ada masalah kok di rumah......" Jawab Ayu tidak berbohong memang pada kenyataannya tidak ada masalah apa pun di rumah nya.
" Terus tadi kenapa elo marah-marah.....mana marah nya sama Vino lagi kalok dia sakit hati gimana elo bentak dia tadi??? " Tanya Mita yang memang melihat wajah Vino tadi yang sedikit terkejut dengan sikap Ayu.
" Gue gak kenapa-kenapa kok,dan kalok sih Vino sakit hati karena gue bentak nanti gue minta maaf sama dia...." Jawab Ayu berbohong dengan mengatakan bahwa dirinya tidak kenapa-kenapa.
" Elo jangan bohong sama kita Ay,kita udah temenan lama jadi gue bisa liat walaupun dari wajah elo kalok elo lagi gak kenapa-kenapa...." Perkataan Mita seketika membuat ayu menangis dan memeluk Mita dengan erat.
" Gue bingung harus gimana Mit,gue bingung harus apa, apakah keputusan gue ini bener atau gak gue gak tau........." Ayu berbicara dengan sambil menangis di pelukan Mita.
" Kok malah nangis??? " Tanya intan yang sudah ikut memeluk Mita dan Ayu.
" Elo binggung kenapa hmmm,dan keputusan apa yang menurut elo bener apa gak,kalok elo gak cerita kita mana tau itu bener apa gak........." Ucap Mita dengan lembut entah lah mengapa yang biasanya dirinya berbicara dengan sedikit kasar kini berbicara dengan lembut. Ayu melepaskan pelukannya dan menatap kedua sahabatnya itu dengan menghapus air mata nya.
" Kakak Anggi minta sama gue agar gue sama bang Arya baikan sebelum gue pergi tapi gue bingung harus apa...." Ucap Ayu dengan nada sedikit Lirih.
" Emang nya elo mau pergi kemana??? sampai kakak Anggi minta agar elu baikan sama bang Arya??? " Tanya intan penasaran.
" Gue dua minggu lagi akan nikah,jadi kakak Anggi minta supaya gue dan bang Arya baikan sebelum gue pergi dari rumah,kakak Anggi bilang jangan sampai nanti karena keadaan gue dan bang Arya kayak gini bisa memecahkan keluar gue suatu saat nanti." Jelas Ayu Mita dan Intan mendengar kan perkataan Ayu dengan serius dan saat ayu mengatakan bahwa dirinya akan menikahkan membuat Mita dan Intan terkejut.
" Yang dikatakan kak Anggi bener Ayu jangan sampai karena elu dan Banga Arya Keluarga kalian menjadi terpisah." Ucap Intan dengan lembut dan memberikan ceramah yang panjang lebar yang seketika membuat dirinya mendadak menjadi ustazah.
" Gue di jodohin sama anak teman Ayah gue..." Jawab Ayu menjelaskan bahwa dirinya akan menikah karena di jodohkan.
" Ohhh....." Jawab Mita dengan mulut yang ia bulatkan.
" Tapi elo kok mau di jodohin kan elo bisa aja nolak terus kabur yang kayak di novel dan film......" Tanya Intan.
" kalian kan tau kalok selama ini Keluarga gue gak pernah minta sesuatu sama gue yang ada gue terus yang minta sesuatu sama mereka apa lagi Ayah dan Ibu gue dan waktu itu Ibu gue minta sampai mohon-mohon kan kalok gak gue terima gue jadi anak durhaka dan masuk neraka......."Perkataan Ayu membuat Mita dan Intan saling menatap heran melihat Ayu.
" Terus siapa laki-laki yang bisa mendapatkan seorang Dwi Rahayu yang galak,cuek,Coll, ini???? " Tanya Intan dan membuat Ayu menghembuskan nafas malas.
" Manusia yang gue bentak di kantin tadi..." Jawab Ayu.
" Whaattttr??? maksud elo Vino gitu??? " Teriak Intan dan Mita bersaman untung nya saat ini suasana di taman itu sepi di karena sudah waktunya jam masuk kelas. Dan di balas anggukan kepala oleh Ayu dan semakin membuat Mita dan Intan semakin syok dengan jawaban Ayu.
" Kalau gitu abis nih minta maaf sama Vino gak baik ngebentak calon suami kayak gitu yang ada nanti dia ninggalin elo dan balikan sama mantan nya gimana...." Ucap Vera yang sudah dari tadi berdiri di belakang Ayu,Mita dan Intan begitu pun dengan Rina dan Dina mereka bertiga sudah datang dari tadi.
" Astagfirullah ngagetin aja kalian tiga tiba-tiba muncul....." Mita terkejut dengan kemunculan ketiga sahabatnya itu yang tiba-tiba muncul.
" Nih minum dulu biar lebih tenang...." Rina menyodorkan minuman ke Ayu dan di terima oleh Ayu.
" Makasih..." Ucap Ayu sambil membuka tutup botol minuman itu dan meminumnya.
" Terus elo mau baikan atau gak dengan bang Arya??? " Tanya Dina.
" Gue gak tau mau baikan apa gak....." Ucap Ayu lirih dengan menundukkan kepalanya.
" Ya udah elo pikir kan aja dulu,jangan sedih gitu...." Perkataan Vera membuat Ayu tersenyum tipis.
" Gimana kalok nanti pulang sekolah kita ke tempat biasa healing baestyy......." Sambung Vera yang mengusulkan untuk pergi ke tempat biasa datangi.
" Nah boleh tuh pas banget gue butuh hiburan capek gue ngurus sih Bello........" Ucap Mita capek mengurus hewan kesayangan nya itu yang ia beri nama Bello.
" Lagian ya elo juga yang salah di mana-mana orang tuh melihara kucing, kelinci,Anjing,ikan lah elo melihara White Tiger ya jelas capek lah mana tuh harimau elo udah makin besar......" Ucap Dina bergidik ngeri saat membayangkan harimau putih kesayangan teman nya itu.
" Kalau melihara Kucing,Anjing, Kelinci,Ikan itu kurang menantang...." Perkataan Mita membuat teman-teman nya bangkit dari duduk nya dan berjalan meninggalkan Mita sendirian.