
Dirumah fio
"Fio ada bik" tanya anton
"Ada den, langsung aja kekamarnya"
Mereka langsung kekamar fio. Dilihatnya seyla yang tidur membelakangi fio dengan posisi berlawanan arah. Sedangkan fio yang seenaknya menumpangkan kaki jenjangnya diperut seyla, sambil tidur tengkurap.
"SEYLA" panggil ketiganya, membuat seyla mengerang dari tidurnya.
"Apaan sih brisik" ucap seyla dengan suara serak khas orang bangun tidur
"Bangun. Lo kapan dateng?" Tanya anton
"Tadi jam 3 nyampe, harusnya sih jam 2, tapi kalian tau sendiri kan fio"
Fio yang disebut sebut namanya juga ikutan bangun dari tidurnya.
"Ga usah bawa bawa nama gue" ucap fio ketus
"Sel besok lo mau ikutan manggung ya" ajak anton
"Tapi kan gue ga ikut latihan"
"Kita latihan sekarang, mumpung masih jam 7 gimana?" Ajak zigo
Akhirnya mereka bersiap siap ke studio band mars untuk latihan.
***
"Denger denger kalian punya personil baru, mana kok ga ikutan" tanya seyla
Sebenarnya seyla tau tentang nopi, siapa lagi yang cerita kalau bukan fio.
"Dia lagi sakit" jawab anton singkat
Seyla hanya mengangguk anggukan kepalanya
Akhirnya mereka memulai latihan.
Skip
Esok tiba, semua personil band mars bersiap siap menuju kelokasi.
"Udah siap semua?" Tanya anton
Dan diangguki para personil band mars.
Setelah sampai tujuan, mereka yang masih dibelakang panggung, tak lupa membaca doa terlebih dahulu sebelum sorak sorai penonton menyambut mereka.
Mereka naik panggung dan
Prok
Prok
Prok
Penonton bersorak sorak dan bertepuk tangan.
Kali ini mereka membawakan lagu tangga "kesempatan kedua"
Danu mulai memainkan melodinya
Sungguh kusesali..
Suara merdu seyla kembali membuat penonton bersorak.
Nyata cintamu kasih
Tak sempat terbaca hatiku
Malah terabai olehku
Lelah kusembunyi
Tutupi maksud hati
Yang justru hidup karenamu
Dan bisa mati tanpamu
Andai saja aku masih punya
Kesempatan kedua
Pasti akan kuhapuskan lukamu
Menjagamu memberimu
Segenap cinta
Kusadari tak selayaknya
Selalu penuh kecewa
Kau lebih pantas bahagia
Bahagia karena cintaku
Andai saja aku masih punya
Kesempatan kedua
Pasti akan kuhapuskan lukamu
Menjagamu memberimu
Segenap cinta (hu hu hu hu hu hu ho)
Kau bawa bersamamu
Sebelah hatiku separuh jiwaku
Yang mampu sempurnakan aku
Andai saja aku masih punya
Kesempatan kedua
Pasti akan kuhapuskan lukamu
Memberimu segenap cinta
Andai saja aku masih punya (aku masih punya)
Kesempatan yang kedua
Pasti akan kuhapuskan lukamu
Menjagamu memberimu
Segenap cinta.
Prok
Prok
Prok
Tepuk tangan dan sorak sorai penonton mengakhiri lagu mereka.
Mereka kembali kebelakang panggung untuk beristirahat sejenak.
Zigo yang melihat pelipis fio yang mengeluarkan keringat, dengan cekatan mengusap keringat fio dengan tissu yang diambilnya dari meja didepannya.
Hal itu sontak membuat semua orang yang melihatnya menggodanya
"Ciieeee..." ucap semua orang yang berada dibelakang panggung
Pipi fio memerah, akibat ulah zigo, sedangkan zigo hanya nyengir.
Sebenarnya bang jul juga ingin melakukan hal yang sama kepada seyla, tapi dia terlalu gengsi.
Benar saja, bang jul ikut menonton atas ajakan fio, dan fio juga dimintai tolong sama seyla agar mengajak bang jul. Seyla selalu blak blakan soal perasaannya ke fio, meskipun kalau didepan bang jul dan fio, seyla selalu berusaha menyembunyikan perasaannya dengan beradu mulut dengan bang jul.
***
Setelah konser mereka selesai, mereka kembali kerumah masing masing. Begitu pula dengan fio dan seyla. Saat ini seyla dan fio sedang rebahan dikasur empuk milik fio
"Sel lo kenapa ga jujur aja sama bang jul tentang perasaan lo ke dia?" Tanya fio
"Ya lo tau sendiri gimana dia kan, kalau ketemu bawaannya ngajak berantem.." seyla menghela napas sejenak sebelum akhirnya dia melanjutkan ucapannya
"Lagian dia ga suka cewek manja kayak gue" lanjut seyla dengan nada lesu
"Belom juga dicoba" ucap fio datar
"Enggak deh fi, takut ditolak, bakalan malu gue, lagian gue juga ga tinggal diindo"
"Gue dulu juga ditolak zigo, tapi gue cuek aja tuh.." ucap fio
"Jodoh mana ada yang tau sel, siapa tau lo nantinya bakal menetap diindo, atau bahkan bang jul yang ke amerika" lanjut fio
"Muluk amat harapan gue kayaknya" seyla berucap seraya memejamkan matanya
Tbc