Broken (End)

Broken (End)
24.menerima



Sudah beberapa hari nopi masih dirawat dirumah sakit, karna kakinya yang patah.


Bram dan rika pun masih setia menemani putrinya itu


"Ma..aku pengen ketemu fio" rengek nopi


"Nanti kita coba bicara lagi sama fio ya sayang" bujuk mama nya


Sedangkan ditempat lain.


Fio sedang berada dimakam mama nya kali ini ditemani oleh zigo


"Ma, dia kembali, sibangsat itu udah berani menunjukkan wajahnya bersama anak istrinya" ucap fio


Zigo yang berada disampingnya pun langsung memeluk fio dari samping seraya mengusap usap lengan fio, mencoba memberi ketenangan pada fio.


Fio lagi lagi menangis, sebenarnya dia tidak tega melihat papanya memohon maaf padanya, tapi mengingat perilakunya ke mama sampai membuatnya meninggalkannya untuk selamanya, membuat fio semakin membenci pria itu.


Setelah dari makam mama nya, zigo mengajak fio makan dirumah makan terdekat.


"Fi, dimakan kek, yakali cuma dianggurin, kayak gue aja" ucap zigo


Fio mengernyitkan dahinya bingung


"Kayak lo gimana maksudnya?" Tanya fio


"Ya itu, gue lagi sendiri lo anggurin, emang ga pengen gitu dijadiin pacar" ucap zigo santai


Ucapan zigo sontak membuat rona merah dipipi fio.


"Lo kebanyakan nonton drama" kata fio


"Serius fi, lo mah nyuekin gue mulu"


"Jangan banyak omong, entar keselek" ucap fio


"Ciee perhatian ciee." Goda zigo dengan senyum lebarnya


Fio yang malu, melempar tissu ke arah zigo. Zigo malah semakin terbahak melihat fio yang salah tingkah.


***


Dirumah diki


"Kak" panggil dinda


Diki menoleh


"Kak fio ga kesini ya, dinda kangen"


Diki tersenyum


"Kak fio lagi sibuk pacaran sekarang" ucap diki


"Kak fio pacaran sama kak zigo?"


Diki mengangguk sambil tersenyum


"Kak diki ga cemburu?"


Diki diam. Dia melunturkan senyumnya. Entah kenapa diki merasa sakit ketika melihat fio bersama zigo.


"Kak diki suka kan sama kak fio?"


Diki lagi lagi tersenyum


"Kak fio itu baik, makanya kak diki suka sama kak fio" ucap diki


"Apa?" Suara cowok dari arah pintu membuat diki dan dinda menoleh, didapati zigo yang datang bersama fio.


"Jadi lo suka sama fio?" Tanya zigo lagi sambil menatap diki tajam


Diki tersenyum


"Iya, tapi kak zigo tenang aja, fio ga akan milih diki kok, yang fio sayang cuma kak zigo" jelas diki


Fio hanya diam, dia tidak menyangka kalau diki menyimpan perasaan terhadapnya.


Fio menghampiri dinda, dan menyodorkan amplop berisi uang.


"Din, ini besok kan jadwak kamu kontrol" ucap fio mengalihkan pembicaraan antara zigo dan diki


"Ga udah fi, kemarin diki habis gajian, uangnya masih cukup buat priksain dinda" tolak halus diki


Fio mengangguk. Dia menarik kembali amplop yang masih dipegangnya dan berjalan mendekati diki.


"Kalau gitu ini untuk bayar sekolah lo" ucap fio sambil menyodorkan amplop ke diki


"Tap-"


"Udah trima aja, ga usah malu, mentang mentang ada gue." Ucapan diki dipotong zigo cepat


Diki belom juga menerima uang itu, tangan zigo meraih amplop itu, dan menaruhnya ditangan diki.


"Makasih kak" ucap diki


"Yang ngasih gue, kenapa makasihnya ke zigo?" Fio sebal


"Iya maksudnya makasih kak fio dan kak zigo" ucap diki sambil nyengir


Fio yang dari tadi membawa novel yang akan diberikan dindapun, langsung memukul kepala diki dengan novel tersebut.


"Udah gue bilang jangan panggil kak"


"Iya maaf" diki lagi lagi nyengir.


***


Saat perjalanan pulang didalam mobil hanya keheningan, sampai zigo membuka suara


"Fi, lo mau kan berdamai dengan masa lalu?"


Fio diam


"Hanya itu yang bisa membuat hati lo lega fi" ucap zigo sambil memegang lembut tangan fio


"Gue bakal temenin lo, gue janji" ucap zigo


Fio berpikir sejenak, lalu mengangguk.


Tbc