Broken (End)

Broken (End)
2.ancaman



Saat ini fio sedang berada dikantin bersama teman teman band mars.


"Eh sinopi mana?" Tanya danu


Nopi kebetulan baru kemarin pindah kesekolahan mereka, alasanya supaya gampang untuk latihan band.


Anton yang tidak tau hanya menggedikkan bahu.


"Tadi katanya ketoilet dulu" jawab zigo


Fio hanya diam.


Saat sedang menikmati bakso, tiba tiba


Byuur


Segelas ea jeruk mendarat dikepala fio.


"Aaiiss" fio sedikit kesal, ralat benar benar kesal saat tau pelakunya adalah nopi


"Oops sorry" ucap nopi dengan nada dilembut lembutkan dan sok merasa bersalah


Fio yang mengetahui raut wajah nopi yang mendramatisir itu hanya bisa memalingkan wajahnya, dan berusaha menetralkan emosinya yang hampir diujung tanduk.


Fio berdiri dari duduknya dan memilih pergi dari kantin.


Dia pergi ketoilet untuk membersihkan diri.


Setelahnya fio pergi ke taman belakang, duduk bersandar, memejamkan mata dan tak lupa headset yang bertengger ditelinganya guna menenangkan pikirannya.


"Disini lo ternyata" ucap seorang cewek.


Fio membuka matanya, dan menoleh. Didapati nopi yang sudah duduk dengan menumpukan kaki kanan ke kaki kiri, serta melipat kedua tangannya didepan dada.


"Itu baru peringatan buat lo, besok besok gue bakal bikin lo dibenci orang yang deket sama lo"


Fio diam. Setelahnya nopi pergi dari taman belakang.


Fio terus menatap punggung nopi yang semakin menjauh.


Benar dugaan fio, nopi mempunyai niat buruk untuk dirinya dan grup band mars.


Fio harus hati hati. Fio yakin nopi itu perempuan licik.


***


"Fio" panggil zigo


Fio menoleh


"Gue pulang bareng lo ya, soalnya tadi pagi gue naik taksi, mobil gue masih dibengkel" ucap zigo


Fio hanya mengangguk. Padahal hari ini fio berniat kemakam mama nya, tapi dia tidak enak menolak zigo.


Dalam perjalanan zigo membuka suara


"Nanti malam lo dateng latihan kan?"


"Entahlah" jawab fio singkat


"Harus dateng fi, soalnya bulan depan kita ada job buat manggung diluar kota"


"Gue usahain deh" jawab fio


"Yang semangat donk, apa nanti gue jemput lo?"


"Bukannya mobil dibengkel?"


"Ya nanti pake motor aja gimana?"


Tawar zigo


"Terserah" jawab fio


"Gitu dong" ucap zigo sambil mengacak acak rambut fio dan tersenyum lebar


Taukan saat ini gimana rasanya jantung fio, seperti maraton.


Fio hanya bisa diam, sambil menetralkan detak jantungnya. Melihat senyum zigo yang mengembang membuat aliran darah fio mengalir deras.


Mungkin zigo hanya menganggap fio sebagai adiknya, jadi zigo biasa aja.


Saat sampai dirumah zigo.


"Thanks yah fi, jangan lupa entar gue jemput jam 7"


Dan lagi lagi hanya diangguki oleh fio.


Setelah sampai dirumah fio merebahkan tubuhnya dikasurnya.


Dia memejamkan mata sejenak, menenangkan diri dari pikirannya yang akhir akhir ini membuatnya pusing. lama lama fio tertidur.


Suara ketukan pintu membuat fio terbangun dari tidurnya.


"Diih lo kok belom siap sih fi?" Kesal zigo


Dilihatnya jam dinding, sudah jam setengah 7. Fio tidak sadar ternyata dia sudah tertidur cukup lama.


"Baru juga jam setengah 7" ucap fio enteng


"Ya untung gue dateng jam setengah 7, kalau gue dateng jam 7 beneran gimana?" Ucap zigo kesel dengan kelakuan fio


"Inikan cuma latihan" jawab fio


"Ck. Lo ga boleh nyepelein waktu gitu fi, ga baik. Udah sono buruan siap siap" ucap zigo sambil mendorong pelan fio kearah kamar mandi.


"Iya iya, gue belom ambil baju ganti bodoh" ucap fio


Memang benar, dari pulang sekolah tadi fio belom ganti baju, karna langsung tidur. Mungkin karena lelah.


Zigo memang sudah mengetahui gimana bar bar nya fio, makanya dia sengaja berangkat lebih awal dari yang dia janjikan.


Saat ini mereka sudah sampai studio untuk latihan memakai motor ninja zigo.


"Sorry telat, biasa" ucap zigo saat mengetahui teman temannya sudah berada disana.


Teman temannya yang sudah tau alesannya adalah fio, hanya tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya. Berbeda dengan nopi, dia malah menyunggingkan sebelah bibirnya melihat kedatangan fio, yang datang bereng zigo.


"Gue bakal bales" batin nopi


Tbc