Broken (End)

Broken (End)
23.terungkap



"Fio"


Deg


Tanpa aba aba air mata fio menetes begitu saja, cepat cepat fio menghapus kasar air matanya.


Tidak. Fio tidak boleh terlihat lemah didepan orang yang sudah menyakiti dia dan mamanya.


Sepertinya benar kata teman temannya, fio tidak usah menjenguk nopi.


Fio merutuki dirinya yang tidak mau mendengar ucapan teman temannya.


Fio ingin pergi dari situ secepat mungkin, dia berbalik.


"Fio" panggilan itu lagi, menghentikan langkah fio


"Maafin papa nak" ucap bram


"..." fio diam dia masih berdiri mematung disana


"Fio maafkan tante nak" kali ini rika yang berbicara (mama nopi sekaligus mama tiri fio)


"Simpan kata maaf kalian, sampai kapanpun maaf kalian tidak akan bisa membuat mama saya hidup lagi" ucap fio tegas


Teman teman fio hanya melihat tanpa mau ikut campur masalah keluarga fio.


"Jadi gadis itu anak anda?"


"Ck. Pantes nyokapnya ular, anaknya juga ular" fio berucap dengan nada sinis


"Fio" ucap rika lirih sambil menangis


"Fio papa tau nak, kamu ga akan pernah maafin papa" ucap bram


"Kalau tau kenapa masih minta maaf" tanya fio


Bram diam, rika juga diam.


Tanpa mereka sadari tangan nopi mulai bergerak, dia mulai sadar.


"Nopi sayang" ucap rika


Saat semua memperhatikan nopi, fio melangkah keluar ruangan itu menuju taman rumah sakit.


Zigo yang mengetahuinya segera menyusul fio.


Saat sampai ditaman


"Fi.." panggil zigo lirih


Fio menoleh dan tanpa aba aba dia langsung memeluk erat zigo, zigo pun membalas pelukan fio.


Fio menangis dalam dekapan zigo


"Gue ngerti gimana perasaan lo saat ini.." ucap zigo


"Tapi yang pasti, lo harus berusaha berdamai dengan masa lalu"


"Mau ga mau, suka ga suka, om bram tetep papa kandung lo"


"Suatu saat lo juga bakalan butuh beliau fi" nasehat zigo


Fio hanya diam dan masih terus menangis didada bidang zigo.


Zigo membiarkan fio meluapkan apa yang dia pendam selama ini.


Dia akan terus memeluk fio, agar fio tidak memukul orang yang berada disekitarnya.


***


Diruangan nopi


Rika mengangguk


"Dia dimana ma, nopi mau minta maaf sama fio"


Rika hanya menangis sesegukan.


Bram yang juga sangat bersedih, memeluk istrinya dari samping.


"Fio tidak akan memaafkan kita nak, kesalahan kita terlalu fatal" ucap bram


Nopi menangis, dia menyesal telah berniat mencelakai fio, alhasil Tuhan malah membela kebenaran, dan berakhir dia yang celaka.


Mau sepintar apapun nopi membuat fio kalah, pada akhirnya fio yang akan jadi pemenangnya. Nopi sadar kemampuannya tidak jauh lebih hebat dari fio.


Anton, danu, diki, dan juga bang jul masih berdiri didepan ruangan nopi. Mereka menunggu fio dan zigo kembali.


Karna lama menunggu, anton akhirnya menelpon zigo.


"Gimana?" Tanya anton


"Kita balik aja dulu, fio masih syok" ucap zigo disebrang sana


"Yaudah" anton menutup telponnya.


Dan mengajak teman nya kembali pulang.


***


Saat ini fio sedang dikamarnya ditemani oleh zigo.


"Fi makan dulu ya, gue suapin" kata zigo


"Gak" jawab fio singkat


"Nanti kalau sampe lo kurus gue ga akan mau jadi pacar lo" ucap zigo


Fio menatap zigo tajam


"Emang siapa yang mau jadi pacar lo?" Tanya fio


"Ya elo lah, siapa lagi" ucao zigo santai


"Pede amat mas nya" jawab fio


"Yakin nih ga mau jadi pacarnya zigo yang ganteng" goda zigo


Fio menyunggingkan sebelah bibirnya.


"Gitu amat lo fi, entar gue jadian ama yang lain aja, mabok mabokan"


"Diih" fio bingung harus berkata apa, pasalnya yang diucapkan zigo barusan ada benarnya juga.


"Fi, mau ya makan, biar kita bisa jalan" rayu zigo


"Tanpa makan pun, gue masih bisa jalan, gue ga lumpuh asal lo tau" jawab fio ketus


Zigo menunduk sambil cemberut, mulut zigo yang diimut imutin membuat fio terkekeh melihatnya.


"Ga usah sok imut, udah ga pantes" ucap fio


"Tapi lo sayang kan?" Goda zigo


"Emang" jawab fio singkat


Zigo tersenyum manis


Tbc