Black Bloodline

Black Bloodline
Not yours



Suara bising terdengar dari lorong lift.


Merrie segera mengecek nya dan ternyata itu adalah lucient yang sedang berolahraga di ruangan Gym.



Merrie tak berani mengganggu nya, ia hanya mengintip lalu pergi.


Ruangan gym itu tak jauh dari pintu kamar Lucient dan Merrie.


Alasan kenapa merrie tak menyapa pacarnya itu.. adalah karena itulah kebiasaan Lucient ketika galau.


Ia akan melampiaskan semua perasaan nya dengan berolahraga.


Karena itu, merrie lebih memilih untuk memberikan sedikit Space ke pacarnya itu.


Dan merrie pun harus bergegas ke kamar mandi.


Ia kemudian masuk ke kamar nya dan berlari ke kamar mandi.



.." Hueekk!! "


" Apa harus pakai sesuatu yang hangat ya " ujar nya dalam hati.


" mual sekali dari tadi pagi, aku harus segera ke dokter " lanjutnya.


Karena perasaan mual yang tak kunjung hilang, merrie segera bersiap siap untuk ke rumah sakit.


Namun.., saat dia baru saja keluar dari kamar ia langsung berpas pasan dengan kilua.


" kamu mau pergi ke suatu tempat merrie? " tanya kilua.


" iya ka, kaka mau kemana? tumben ada di lantai ini? " tanya merrie yang sempat kaget melihat kilua di lantai itu.


" ohh, karena ruangan di ujung sana masih kosong, aku berniat untuk merubahnya menjadi bioskop.. ruangan nya juga cukup besar " jawab kilua.


" jadi aku kesini untuk me-review ruangan dan merencanakan penataan nya. " lanjut kilua.


" ohh begitu, emm baik ka kalau begitu aku permisi.. " ujar merrie yang terlihat terburu buru.


Melihat kejanggalan itu, kilua jadi curiga..


" tunggu, kamu belum menjawab ku. kamu mau kemana? " tanya kilua, sambil menarik tangan merrie.


" ah itu.. ke rumah sakit ka " merrie tak sempat memikirkan alibi yang tepat, ia hampir teriak saat tangannya di tarik oleh kilua.


" ada apa? sakit di bagian mana? sejak pagi kau memang terlihat pucat " ujar kilua sambil memegang kedua tangan merrie.


" gak apa apa ko kak, hanya mual." jawab merrie dengan santai.


Tak banyak bicara, ia kemudian menarik merrie ke ruangan darurat yang ada di lantai itu.


Ruangan darurat di mansion itu sangat lengkap..obat obatan, perban dll semua tersusun rapih.


Saat mereka sampai disana,kilua kemudian melepas genggaman nya dari merrie dan bergegas menghampiri laci yang berada di ujung ruangan.


Setelah mendapatkan apa yang ia cari, kemudian ia langsung memberikan nya kepada merrie.


Betapa kaget nya merrie, sampai tak mampu bergerak ataupun berkata.


Yang ia dapat dari kilua, adalah sebuah


test pack kehamilan.


" Gunakan ini terlebih dahulu sebelum kau ke rumah sakit " tegas kilua.


" dan beritahu aku hasilnya.. " lanjut kilua.


Tanpa basa basi, merrie kembali ke kamar mandi nya dan menggunakan test pack itu.


Jantungnya berdebar sangat kencang, membuatnya kesulitan untuk bernafas.


Air matanya berlinang tanpa sadar, ia menghawatirkan banyak hal.


Merrie mencoba menenangkan dirinya sendiri dan memberanikan diri untuk melihat hasil test pack nya.



.. " F*ckk!!! " Teriak nya tanpa sadar.


Merrie kemudian keluar dari kamar mandi dan kamar nya.


Ia kemudian menunjukan hasilnya ke kilua.


Melihat garis dua dan juga mata merrie yang masih berlinang air mata.. Kilua langsung memeluk merrie tanpa sepatah katapun.


.. " ka, maafkan aku.. " ujar merrie sambil menangis.


" apa yang kau katakan? " tanya kilua kebingungan sambil memegang pundak merrie.


" aku rasa ini bukan lucient.. " bisik nya kepada kilua.


Seharusnya kilua tak kaget mendengar itu langsung dari merrie.. tapi, yang membuatnya kaget adalah kenapa harus sampai hamil.


Kilua bingung harus merespon pengakuan itu seperti apa.


Di sisi lain, kilua masih belum memikirkan langkah berikutnya jika kehamilan sampai terjadi...